cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISA PENGARUH OCTAN NUMBER FUEL TERHADAP PERFORMA ENGINE TWO STROKE 120CC Gilang Kurniawan; Suyatmo; Ajeng Wulansari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh octan number fuel terhadap performa engine yang terbaik pada engine dan untuk melihat pengaruh performa engine dengan variasi octan number fuel. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ( experimental research). Tujuannya buat mengetahui seberapa besar peforma piston engine berupa daya serta torsi yang diperoleh dengan mengganti variasi octan number pada sistem pengapian piston engine two stroke. Riset ini berupaya untuk menyamakan hasil riset antara variasi octan number fuel. Hasil dari penelitian ini yaitu, daya serta torsi yang terbaik didapat pada engine yang menggunakan bahan bakar Shell V-Power (RON 95) yaitu pada Rpm 7000 mendapatkan daya sebesar 16.4 HP dan pada Rpm 6500 mendapatkan Torsi sebesar 17.48 Nm. Hasil terendah pada penelitian ini yaitu menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo (RON 98) yaitu pada Rpm 6500 mendapatkan 15.1 dan pada Rpm 6000 mendapatkan torsi 16,28, hal ini disebabkan karena pengaruh octan number terlalu besar dan tidak sebanding dengan kompresi engine.
STUDI NUMERIK PENGURANGAN GAYA DRAG PADA TANDEM PIPA KAPILER DENGAN PENGGANGU SILINDER I-650 Gunawan Abdillah Munawar; Gunawan Sakti; Aulia Regia Soekindra Putra
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dasar yang menitik beratkan pada upaya penurunan gaya drag sebuah pipa kapiler pada sebuah Heat Exchanger dengan penempatan silinder pengganggu pada area arah aliran datang. Karakteristik aerodinamika daripada silinder utama dan pengganggunya dimodelkan secara 2D dengan menggunakan Ansys Fluent® pada aliran laminar. Upaya penurunan gaya drag dilakukan dengan diameter silinder utama D = 60 mm, dengan tipe silinder pengganggu I-650 dengan jarak antar titik pusat kedua silinder adalah s/D=1.4 dan Reynold number Re = 3.03 x 104 pada kecepatan V=8 m/s. Penelitian berikut ini menggunakan bluff body cylinder berbentuk I 650 dan pipa kapiler sebagai cylinder pengganggunya. Silinder penganggu ini diletakkan tegak lurus terhadap vector kecepatan aliran bebas. Dalam metode penelitian ini diharapkan mampu mengurangi gaya drag. Dari Penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai nilai perubahan CP pada bilangan Reynold Re= 3.03 x 104 sangat dekat dengan nilai CP simulasi dengan Reynold Re= 5.3 x 104 pada percobaan susunan silinder tandem dengan pengganggu tipe I-65o. Pemasangan silinder pengganggu I-65o mengakibatkan penurunan nilai CD rata-rata menjadi 32% dari nilai awal dan meningkatkan rata-rata CL sebesar 51% dari nilai awal.
RANCANGAN REFUELING BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN FLOW METER SENSOR DAN FUEL PUMP DILENGKAPI ALARM SENSOR SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN DI POLTEKBANG SURABAYA Haryosetiadi; Totok Warsito; Suyatmo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flow meter sensor aichi pada alat Refueling atau pengisian bahan bakar merupakan kegiatan praktik yang selama ini dilaksanakan di hangar AMTO 147 D-010 Politeknik Penerbangan Surabaya. Ada satu permasalahan yang harus segera diatasi, yaitu tidak efektif dan tidak efisien dari alat bantu yang digunakan pada saat refueling. Karena masih menggunakan manual atau masih menggunakan tenaga manusia. Metode yang digunakan dalam pembuatan rancangan alat flow meter sensor aichi pada alat refueling elektrik adalah dengan fuel pump atau pompa dan sensor flow meter sebagai alat bantu selama kegiatan refueling. Hasil yang didapat dari rancangan alat flow meter sensor aichi pada refueling elektrik dengan fuel pump dan powersource portable adalah taruna-taruni dapat melakukan kegiatan refueling pesawat latih dengan mudah serta dapat mengetahui jumlah bahan bakar yang dibutuhkan dan taruna-taruni terhindar dari fatigue atau human error lainnya.
STUDI EKSPERIMEN OIL FLOW VISUALIZATION KARATERISTIK ALIRAN FLUIDA DI AIRFOIL NACA 43018 DENGAN PENAMBAHAN TRIANGULAR VORTEX GENERATOR Ibnu Haliim Ramadhani; Setyo Hariyadi Suranto Putro; Suyatmo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi semua sektor kehidupan, salah satunya kemajuan teknologi di dunia penerbangan. Berbagai macam perkembangan dan modifikasi diterapkan pada pesawat demi meningkatkan kualitas, keamanan,dan kenyamanan. Salah satunya sayap pesawat hingga kini masih terus berkembang dengan desain sedemikian rupa untuk mendapatkan performa yang baik.Terjadinya stall akibat karena adanya pemisahan aliran (Flow separation) pada bagian aliran yang dekat/menempel pada sayap (boundar layer). Pemisahan aliran terjadi ketika sudut serang mulai bertambah. Topik yang dikaji dalam penelitian ini adalah karaterisitik aliran fluida yang melewati vortex generator tipe triangular dengan metode oil flow visualization. Penelitian bertujuan untuk mengamati secara visual karateristik aliran fluida pada upper surface yang melintasi airfoil NACA 43018 dengan posisi vortex generator dan angle of attack (AoA) yang bervariasi. Profil vortex generator x/c= 20 % dari leading edge.Variasi dalam penelitian ini adalah reynolds number (Re), sudut serang (α) dan peletakan vortex generator pada airfoil. Kecepatan freestream yang digunakan yaitu kecepatan 20 m/s atau Re = 9,6 x 105, dan pada sudut serang (α) 0o, 20,4o,60,80,10o,120,150,160,170dan 190. Dari penelitian menunjukan bahwa penambahan triangular vortex generator terbukti meningkatkan performa aerodinamika dan kinerja airfoil. Perbandingan airfoil dengan dan tanpa vortex generator adalah dapat meningkatkan kecepatan transisi dari aliran laminar menjadi aliran turbulensi, berdasarkan eksperimen visual pada airfoil yang menggunakan triangular vortex generator yang menunjukan bahwa adanya penundaan aliran separasi di upper surface NACA 43018 pada sudut serang 12o sampai 15o .
PENGARUH INSTALATION ERROR TERHADAP ACCIDENT PESAWAT UDARA Ilham Burhanuddin Putra Perdana; Eko Setijono; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tugas akhir ini dengan judul PENGARUH INSTALATION ERROR TERHADAP ACCIDENT PESAWAT UDARA. Ada banyak shop di hangar Politeknik Penerbangan Surabaya. Masing-masing shop dilengkapi dengan tools yang komplit dan bagus sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar para taruna. Namun karena kelalaian taruna sendiri, sering menyebabkan timbulnya kecelakaan kerja. Seperti menggunakan alat pelindung diri sering dianggap remeh oleh taruna. Metode Human Error, Dirty Dozen digunakan untuk mengetahui faktor yang dominan menyebabkan kecelakaan kerja yang dihadapi di hangar. Perhitungan skor risiko diketahui nilai error terbesar terletak pada kegiatan saat taruna menggunakan engine atau peralatan yang tajam, dan juga mesin drill. Solusi yang diberikan adalah dengan meningkatkan pengawasan pada setiap proses, melakukan pelatihan, memberi sanksi tegas bagi para taruna yang tidak memakai APD (alat pelindung diri) dan membuat SOP (Standar Operational Procedure).
VISUALISASI PENGARUH PENAMBAHAN RECTANGULAR VORTEX GENERATOR SUSUNAN COUNTER ROTATING PADA TAIL BOOM BO 105 Ircham Manthofana; Setyo Hariyadi Suranto Putro; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tail boom adalah bagian utama helicopter yang letaknya antara tail rotor dan fuselage dimana lokasi tersebut terkena downwash langsung dari main rotor blade. Dalam penelitian ini akan memperlihatkan visualisasi aliran pada tail boom. Topik yang akan dikaji pada penelitian ini yaitu visualisasi aliran yang melewati tail boom. Tujuannya untuk membandingkan karakteristik aliran pada tiap jenis vortex generator yang digunakan. Profil vortex generator yang akan dgunakan yaitu rectangular vortex generator dan vortex generator airfoil NACA 0012 dipasang pada sisi tail boom pada sudut 30° dari garis tegak silinder tail boom. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa fenomena aliran yang terjadi pada permukaan tailboom bervariasi tiap konfigurasi. Pada konfigurasi Tail boom dengan vortex generator airfoil NACA 0012 memiliki aliran yang cenderung lebih stabil dan sebaran tekanan yang merata.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TRIANGULAR VORTEX GENERATOR SUSUNAN COUNTER-ROTATING PADA TAIL ROTOR PYLON MBB BO-105 Irsal Yehezkiel Paleon; Setyo Hariyadi Suranto Putro; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tail rotor yang merupakan salah satu bagian terpenting dari helikopter dengan jenis MBB BO-105 yang berguna untuk mengkompresi torque yang disebabkan oleh Main Rotor. Pada tail rotor terdapat bagian yang disebut tail rotor pylon yang berfungsi sebagai penyangga tail rotor. Tail rotor pylon akan menjadi objek utama dalam analisi penulisan ini. Dimana vortex generator akan diletakan pada tail rotor pylon. Penelitian ini, melakukan analisa karakteristik aerodinamika dengan mengkaji pendistribusian aliran fluida di sepanjang kontur tail rotor pylon untuk mendapatkan hasil distribusi tekanan dan aliran udara yang terjadi disekitar tail rotor. Analisis dilakukan dengan cara simulasi aliran udara yang mengalir pada tail rotor MBB BO-105 menggunakan software ANSYS R18. Tujuan dari analisis ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan karakteristik penggunaan triangular vortex generator pada tail rotor pylon dan tanpa triangular vortex generator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis simulasi pada benda uji tail rotor pylon MBB BO-105 yang diberi variasi vortex generator berjenis triangular dengan panjang tail rotor pylon cm, dan ekstensi vortex generator dibuat sepanjang 80% dari ukuran tail rotor pylon yaitu 600 cm. Hasil instrumen penelitian berupa gambar visualisasi aliran udaran dan kontor sebaran disekitar tail rotor. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil gambar visualisasi aliran dan kontor sebaran yang terdapat pada uji tail rotor plain vortex generator dan tail rotor triangular vortex generator. Untuk hasil visualisasi aliran pada dua benda uji tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Begitu juga hasil kontur sebaran kedua benda uji, menunjukkan hasil kontur sebaran tail rotor triangular vortex generator lebih efisian dibandingkan tail rotor plain vortex generator tetapi tidak begitu signifikan perbedaanya.
RANCANGAN SIMULASI AILERON SYSTEM BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO SEBAGAI PENUNJANG SARANA KEGIATAN PRAKTIK DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Krisrendra Maulana Harijono Putra; Nyaris Pambudiyatno; Wiwid Suryono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrol penerbangan utama pesawat sayap tetap meliputi: aileron, elevator, dan rudder. Aileron melekat pada trailing edge dari kedua sayap dan ketika bergerak. Pergerakan primary flight control ini agak sulit dipahami saat belajar system flight control, sehingga perlu ada alat peraga. Model simulator bidang kemudi utama ini dibuat dengan menggunakan alat dan bahan yang tidak sama dengan yang ada di pesawat terbang, namun Fungsinya dapat mewakilkan yang ada di pesawat. Tujuan dari pelaksanaan tugas akhir ini adalah merancang suatu model simulator menggunakan mikrokontroller yang dapat menggambarkan cara kerja bidang aileron secara sistem dan komponen secara sederhana.
PROTOTYPE CONTROL MONITORING DAN STABILIZER TEGANGAN PADA POWER PANEL AVIOBRIDGE VIA WEB SEBAGAI PARAMETER PREVENTIVE DAN CORRECTIVE MAINTENANCE Lingga Edni Kurniasari; Slamet Hariyadi; I Wayan Yudi Martha Wiguna
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk saat ini, segala kegiatan teknis terkait pemeliharaan dan monitoring kestabilan catu daya di aviobridge di bandar udara sebagian besar masih dilakukan secara manual dari panel ke panel. Padahal merupakan penunjang utama yang dikhususkan untuk menyalurkan suplay listrik ke panel aviobridge yang dioperasikan di bandar udara, hal tersebut kurang efektif dan efisien dalam pekerjaan sehari- harinya tentunya dalam hal waktu. Tujuan dari alat ini adalah selain untuk mempermudahkan teknisi juga meningkatkan respon time teknisi apabila ada gangguan suplay catu daya di aviobridge dalam penanganan gangguan. Serta dapat memonitoring tegangan dan arus serta menstabilkan tegangan secara real time dimana kontrol dan monitoring dapat dilakukan dengan smartphone maupun personal computer (PC) melalui web. Dalam perancangan alat ini, penulis menggunakan mikrokontroller NodeMCU sebagai pengendali dan pengolah data, beberapa komponen lain yang dibutuhkan seperti relay, LCD serta sensor PZEM-004t. Pembacaan nilai besaran listrik (tegangan, arus) yang dilakukan oleh sensor PZEM-004t selanjutnya dikirimkan kepada mikrokontroller, pada mikrokontroller nilai besaran listrik tersebut ditampilkan pada LCD. Modul wi-fi NodeMCU ESP32S digunakan sebagai penghubung antara mikrokontroller dengan jaringan internet sehingga penggunaan energi listrik dapat di monitoring melalui personal computer (PC) via web alat monitoring ini dapat menjadi indikator ketika low voltage. Alat ini terdapat dua mode yaitu, auto dan manual untuk menstabilkan tegangan yang masuk yang terdeteksi oleh sensor PZEM-004t. Pada mode auto error yang dihasilkan oleh stabilizer ini sebesar 1,86%, sedangkan pada mode manual sendiri error yang dihasilkan 2,24%.
PENGARUH PERUBAHAN PORES DENSITY PADA SCREEN WIND TUNNEL UNTUK MENGHASILKAN EXTERNAL LAMINAR FLOW Luggy Zulham Desvino; Gunawan Sakti; Aulia Regia Soekindra Putra
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wind tunnel merupakan sebuah alat yang digunakan dalam penelitian aerodinamika mempelajari efek udara yang melewati benda padat, banyak faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi penelitian pada penggunaan alat uji wind tunnel dan salah satu faktor diantaranya adalah aliran udara yang seragam (uniform). Untuk mengetahui aliran udara tersebut adalah seragam, maka memerlukan suatu pengujian kecepatan aliran udara. Aliran udara yang dihasilkan oleh fan atau blower memiliki aliran udara yang belum seragam (uniform). Aliran udara yang belum seragam akan melalui screen sehingga dapat menghasilkan aliran udara yang seragam (uniform) dan laminar. Pengujian ini dilakukan menggunakan aliran udara dari wind tunnel tipe opened circuit wind tunnel , aliran udara external dan kecepatan aliran udara sebesar 5 m/s yang diklasifikasikan sebagai 2 screen yaitu variasi screen A, dan screen B. Dalam analisa yang didapat dari screen AB adalah Screen A luas penampang 60cm x 60cm, ketebalan 8, densitas (luas penampang/pores) 225, pores dimension 4 x 4. Screen B luas penampang 60cm x 60cm, ketebalan 8, densitas (luas penampang/pores) 900, pores dimension 2 x 2. Pengambilan data dilakukan untuk mengukur kecepatan udara sesudah melalui wind tunnel screen pada 9 titik penampang alirannya dan dengan jarak uji yaitu 30 cm, 60 cm, 90 cm, 120 cm, 150 cm, 180 cm dan 210 cm dari screen. Untuk pengukuran kecepatan udara mengunakan Anemometer sebagai analisa aliran laminar. Setelah melakukan pengujian, bisa didapatkan hasil penelitian ini bahwa dengan screen yang mempunyai densitas pori 4 x 4 dan 2 x 2 dengan ketebalan 8 cm dan pada jarak 120 cm, 150 cm, 180 cm dan 210 cm menghasilkan aliran udara yang seragam (uniform) dan kecepetan udara tercenderung menurun sehingga bisa diartikan ketebalan screen berpengaruh semakin tebal screen belum tentu bisa terjadi aliran seragam dan jika terlalu tipis maka bisa terjadi aliran seragam tetapi memerlukan jarak yang jauh.