cover
Contact Name
Raden Gamal Tamrin Kusumah, M.Pd
Contact Email
raden@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
attalim@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
ISSN : 16932161     EISSN : 26211955     DOI : -
Core Subject : Education,
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam memuat artikel tentang Pendidikan Islam hasil penelitian dan kajian di bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Bengkulu dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan JUNI dan DESEMBER.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Konsep Strategi Pembelajaran Masrifah Hidayani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3314

Abstract

Abstract: The Concept of Learning StrategiesThe learning process is an effort to change behavior or as a mental and psychological activity that takes place in active interaction with the environment and results in changes in attitudes in knowledge, understanding, skills, values, and attitudes. Education requires strategies and approaches so that what is the goal can be achieved properly, education experts try to think and provide views on various theories and strategic approaches in providing education.Abstrak: Konsep Strategi Pembelajaran  Proses belajar merupakan upaya perubahan tingkah laku atau sebagai suatu aktivitas mental dan psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan sikap dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Pendidikan membutuhkan strategi dan pendekatan agar apa yang menjadi tujuan dapat dicapai dengan baik, para ahli pendidikan berupaya memikirkan dan memberikan pandangan tentang berbagai teori dan ancangan strategis dalam menyelenggarakan pendidikan.
Internalisasi Pendidikan Islam dalam Pengendalian Emosi Marah Ulfa Kesuma
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3328

Abstract

Abstract: Internalization of Islamic Education in Controlling Angry Emotions. This study aims to describe how angry emotions can be controlled through the theory of Internalizing Islamic Education. Internalization of Islamic Education introduces 5 strategies in changing one's mindset and behavior including the exemplary strategy, the habituation strategy, the strategy of giving advice, the strategy of giving promises and threats and self-awareness. Through qualitative methods this study describes how the internalization of Islamic education is realized in the control of angry emotions. Interview and observation techniques (observations) are used by the author in studying how the internalization process takes place so that Islamic education has a role in controlling emotions. The conclusion is that exemplary strategies have a great effect in giving an example to individuals in controlling emotions, habitualizing strategies and giving advice are also needed in dealing with someone who is overflowing with angry emotions, bearing in mind that anger causes many negative effects such as saying harsh, cursing, damaging things to commit murder, besides that the promise and threat strategy also has a role in controlling angry emotions because if a person instills religious values in his heart and implements it will certainly remember that someone who can restrain his anger will benefit and be promised a heaven like the surrender of the good example. exemplified by the prophets. And no less important is self-awareness that limits one's emotional overflow.Abstrak: Internalisasi Pendidikan Islam dalam Pengendalian Emosi Marah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana emosi marah dapat dikendalikan melalui teori Internalisasi Pendidikan Islam. Internalisasi Pendidikan Islam mengenalkan 5 strategi dalam mengubah pola pikir dan perilaku seseorang diantaranya adalah strategi keteladanan, strategi pembiasaan, strategi pemberian nasihat, strategi pemberian janji dan ancaman serta kesadaran diri. Melalui metode kualitatif penelitian ini mendiskripsikan bagaimana internalisasi pendidikan Islam tersebut terealisasi dalam pengendalian emosi marah. Teknik wawancara dan observasi (pengamatan) digunakan oleh penulis dalam mengkaji bagaimana proses internalisasi itu berlangsung sehingga pendidikan Islam memiliki peran dalam pengendalian emosi. Kesimpulannya bahwa strategi keteladanan memberikan efek yang besar dalam memberikan contoh kepada individu dalam mengendalikan emosi, strategi pembiasaan dan pemberian nasihat juga dibutuhkan dalam menghadapi seseorang yang sedang meluapkan emosi marah, mengingat bahwa marah menimbulkan banyak efek negatif seperti berkata kasar, memaki, merusak barang hingga melakukan pembunuhan, selain itu strategi janji dan ancaman juga memiliki peran dalam pengendalian emosi marah karena jika seseorang tersebut menanamkan nilai-nilai agama didalam hatinya serta mengimplementasikannya tentu akan mengingat bahwa seseorang yang dapat menahan marahnya akan mendapatkan keuntungan dan dijanjikan syurga seperti sabarnya suri tauladan yang dicontohkan oleh para nabi. Dan yang tidak kalah penting adalah kesadaran diri yang memberikan batasan terhadap meluapnya emosi seseorang
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Pada Siswa Taman Pendidikan Al Qur’an Al-Hikmah Salatiga Fahmi Eko Saputro
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3330

Abstract

Abstract: Teachers' Efforts in Instilling Religious Values in the Park Students Al Qur'an Education Al-Hikmah SalatigaEducation, which is one of the important factors in the development of the nation and state, especially for realizing the development of the Indonesian human being completely focused on the mental development of the younger generation so that it is expected to become the next generation of the nation who is devout, virtuous, skilled, independent and responsible in accordance with the objectives of national education, and also the teacher's efforts in making the nation's children have personalities who are devout to God Almighty. The purpose of this study was to determine the teacher's efforts to instill religious values in TPQ Al-Hikmah students through Aqidah education, worship education, and moral education. This research method is descriptive qualitative. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used several stages of identification. The results of this study indicate that the teacher's efforts to instill religious values in the process are through education of aqidah, namely introducing God, worship carrying out God's commands and staying away from His prohibitions, and Morals, namely establishing good relationships between humans.Abstrak: Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Pada Siswa Taman Pendidikan Al Qur’an Al-Hikmah Salatiga Pendidikan yang merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan bangsa dan negara, terutama untuk mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dititikberatkan kepada pembinaan mental generasi muda sehingga diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang bertaqwa, berbudi luhur, berketerampilan, mandiri dan bertanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dan juga upaya guru dalam menjadikan anak bangsa yang berkepribadian yang bertaqwa kepada Tuhan YME. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai agama pada siswa TPQ Al-Hikmah melalui pendidikan Aqidah, pendidikan ibadah, dan pendidikan Akhlaq. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu interview, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap identifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai agama prosesnya adalah melalui pendidikan aqidah yaitu memperkenalkan Tuhan, ibadah menjalankan perintah tuhan dan menjauhi larangan-Nya, dan Akhlak yaitu menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia.
Prioritas Ibadah Di Masa Pandemi Esthi Sa’adatus Tsani; Partono Partono
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3864.818 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3170

Abstract

Abstract: Worship Priorities During The PandemicCongregational worship activities caused mass groups to become a problem during the Covid19 pandemic. This study aims to determine the priority of a Muslim's worship during a pandemic. The focus of this research problem is related to how the priority of a Muslim's worship in the face of a pandemic. This research method is a literature study and uses a descriptive qualitative approach. The results of the research prove that in conditions during the pandemic a Muslim continues to cultivate Islamic values through awareness to worship and improve the quality of worship because worship is an obligation and priority for a servant. Because during the pandemic, there were still Muslim community members who worshiped in the mosque, so the village issued a policy to maintain cleanliness, use masks and maintain a distance of one to two meters when praying in the mosque.Abstract: Prioritas Ibadah Di Masa PandemiKegiatan ibadah berjamaah yang menimbulkan kumpulan masa menjadi permasalahan pada masa pandemi Covid19. Penelitian ini bertujuan supaya dapat mengetahui prioritas ibadah seorang muslim dalam masa pandemi. Fokus permasalahan penelitian ini terkait bagaimana prioritas ibadah seorang muslim dalam menghadapi masa pandemi. Metode penelitian ini adalah studi literatur dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian membuktikan dalam kondisi di masa pandemi seorang muslim tetap memupuk nilai keislaman melalui kesadaran untuk beribadah dan meningkatkan kualitas ibadah karena ibadah merupakan kewajiban dan prioritas bagi seorang hamba. Karena dalam masa pandemi warga masyarakat muslim masih ada yang beribadah dalam masjid sehingga kelurahan desa mengeluarkan kebijakan untuk tetap menjaga kebersihan, menggunakan masker dan menjaga jarak antara satu sampai dua meter ketika beribadah dalam masjid.
Implementasi Metode Pembiasaan : Upaya Penanaman Nilai-Nilai Islami Siswa SDN 08 Rejang Lebong Vebri Angdreani; Idi Warsah; Asri Karolina
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3207

Abstract

Abstract: The Implementation of habituation method: The effort to instill Islamic values into the students of SDN 8 Rejang Lebong Every child’s positive behavior is not necessarily attributed to their inborn character, but it is passed down through a process of habituation. Habituation as a learning method is assumed to be a proper way to embed Islamic values into students so that it develops into a culture at school. Anchored in this assumption, this study sought to find out a depiction of the habituation method implementation in an effort to instill Islamic values of SDN 08 Rejang Lebong students. The method used to obtain this depiction was a qualitative method by conducting interviews and observations to the study objects until the accurate data were gained and then analyzed using Miles and Huberman’s stages of data analysis. This study revealed that the habituation learning method was seen to be effective in instilling Islamic values in SDN 08 Rejang Lebong, and to date those values can be well-maintained.Abstrak: Implementasi Metode Pembiasaan: Upaya penanaman nilai-nilai Islami siswa SDN 08 Rejang Lebong Perilaku positif setiap anak tidak serta merta melekat apa diri mereka, melainkan melalui proses pembiasaan. Pembiasaan sebagai metode pembelajaran diasumsikan sebagai cara yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman siswa sehingga hal tersebut berkembang menjadi budaya di sekolah. Berangkat dari asumsi tersebut penelitian ini ingin menemukan gambaran pelaksanaan metode pembiasaan dalam rangka menanamkan nilai-nilai islami siswa SDN 08 Rejang Lebong. Metode yang digunakan untuk memperoleh gambaran tersebut adalah metode kualitatis, dengan cara melakukan wawancara dan observasi ke obyek penelitian sampai memperoleh data yang akurat selanjutnya dianalisis menggunakan tahapan versi (mels dan habermen) sehingga diperoleh simpulan bahwa metode pembelajaran pembiasaan dipandang efektif dalam penanamkan nilai-nilai islami di SDN 08 Rejang Lebong dan hingga saat ini nilai-nilai tersebut masih dapat terjaga dengan baik.
Manajemen Humas Pendidikan Dalam Upaya Pencitraan Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Fifin Priandono
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i2.1740

Abstract

Abstract: Parent's Hegemony Towards Children as a Trigger for Violence in Educating ChildrenEducation Institute is grown and developed by, through the initiative, and for the shake of communities’ demands, so that the existence of public relations management on the development of the Education Institute becomes important. This article aims to provide concepts of techniques of public relations management in the development of the Education Institute in Indonesia, as well as how to apply it, problems faced, and how to solve the problems. The results of this study are expected to be able to broaden insight of managers of the Education Institute in order to make public relations programs effectively and efficiently operate and to realize the development of the Education Institute in a broad sense. Public relations planning in an effort to improve the school image in Vocational School involves all school managers by scheduling all good and detailed public relations and planning activities through the annual program meeting. the implementation of public relations at Vocational School is carried out in accordance with the plan where the public relations task informs all activities in the school to be known to the public.Abstrak : Manajemen Humas Pendidikan Dalam Upaya Pencitraan Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan  Lembaga Pendidikan ditumbuhkan dan dikembangkan oleh, melalui inisiatif, dan untuk tuntutan masyarakat, sehingga keberadaan manajemen hubungan masyarakat pada pengembangan Lembaga Pendidikan menjadi penting. Artikel ini bertujuan untuk memberikan konsep teknik manajemen hubungan masyarakat dalam pengembangan Institut Pendidikan di Indonesia, serta bagaimana menerapkannya, masalah yang dihadapi, dan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan para pengelola Lembaga Pendidikan agar menjadikan program PR berjalan efektif dan efisien, serta mewujudkan pengembangan Lembaga Pendidikan dalam arti luas. Perencanaan hubungan masyarakat dalam upaya meningkatkan citra sekolah di Sekolah Kejuruan melibatkan semua manajer sekolah dengan menjadwalkan semua hubungan masyarakat dan kegiatan perencanaan yang baik dan terperinci melalui pertemuan program tahunan. pelaksanaan hubungan masyarakat di Sekolah Kejuruan dilakukan sesuai dengan rencana di mana tugas hubungan masyarakat menginformasikan semua kegiatan di sekolah untuk diketahui publik. 
Potret Pola Pendidikan Agama Islam Keluarga Pekerja Perkebunan Teh Desa Tangsi Baru Kabawetan Leni Marlina; Fakruddin Fakruddin; Muksal Mina Putra
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3221

Abstract

Abstract: The Portrayal Of Islamic Religious Education Patterns Of The Workers’ Family At The Tea Plantation In Tangsi Baru Village Kabawetan The family is a small part of society that consists of a father, mother (parents), and children. Parents are the first and foremost educators for every child. When parents have other professions outside the home, they definitely still have to prioritize religious education for their children even in the early years. In this regard, how are the patterns of familial education in Tangsi Baru Village, Kabawetan, Kepahiang Regency, in the midst of families as the tea laborers? To answer the foregoing question, this study used a qualitative approach. The data collection techniques were interviews and observations, and the data were then analyzed in a qualitative way. The conclusion is showed that the most widely applied pattern of Islamic education in the family was a democratic pattern, with the reason in order that their children are not circumscribed by the parents’ rules, in the meantime, their control is very limited because of being the plantation workersAbstrak : Potret Pola Pendidikan Agama Islam Keluarga Pekerja Perkebunan Teh Desa Tangsi Baru Kabawetan Keluarga adalah bagian kecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu (orang tua) dan anak. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi setiap anak. Ketika orang tua memiliki profesi yang lain selain di rumah, tentu tetap harus mengedepankan pendidikan agama pada anak mereka bahkan sejak usia kanak-kanak. Bagaimanakah dengan pola pendidikan dalam keluarga di Desa Tangsi Baru Kabawetan Kabupaten Kepahiang, di tengah keluarga yang notabene berprofesi sebagai pekerja perkebunan Teh?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara dan observasi selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif pula. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pendidikan Agama Islam dalam keluarga yang paling banyak diterapkan adalah pola demokratis, dengan alasan agar anak mereka tidak terkungkung dengan aturan dari orang tua sementara pengawasan mereka sangat terbatas karena kesibukan sebagai pekerja perkebunan
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada Siswa Rafika Maherah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.2433

Abstract

Abstract: Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada SiswaTeachers have part of the responsibility of parents to provide education, when children are delegated to teachers at school. Teachers are parents of students at school. As parents in schools, teachers should be responsible for the development of students, both cognitive, affective and psychomotor. Especially for Islamic Religious Education Teachers (PAI) who have a duty not only to transfer knowledge but also play a role in providing teaching and guidance related to students' religious attitudes. This study uses a qualitative approach, so that the main instrument in this study is the researcher. Data collection by observation and interviews. The results showed that the teacher has a role as corrector, inspiratory, informatory, organizer, motivator, initiator, facilitator, supervisor, class manager, and mediator. These many roles can make students have role models and can internalize religious values in them..Abstrak: Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada Siswa.Guru memiliki sebagian tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan, ketika anak dilimpahkan kepada guru di sekolah. Guru adalah orang tua siswa di sekolah. Sebagai orang tua di sekolah seharusnya guru bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa baik dari kognitif, afektif dan psikomotorik. Terlebih bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki tugas tidak sekedar mentransfer pengetahuan saja namun juga berperan memberikan pengajaran dan bimbingan berkaitan dengan sikap keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga yang menjadi instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peranan sebagai korektor, inspiratory, informatory, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, pengelola kelas, dan mediator. Peran yang banyak tersebut dapat membuat siswa memiliki panutan dan dapat menginternalisasi nilai keagamaan dalam diri mereka.  
Analisis Perbandingan Pendidikan Multikultural (Indonesia, Amerika, Kanada, Inggris) Eka Yanuarti; Devi Purnama Sari HS
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.2202

Abstract

Abstract: Comparative Analysis of Multicultural Education (Indonesia, USA, Canada, UK) Multicultural education in developed countries (Indonesia, United States, United Kingdom and Canada) asks for education that upholds human dignity and dignity by supporting and understanding the differences needed by each individual. Comparison of multicultural education (Indonesia, United States, United Kingdom, and Canada) The first of each developed country (Indonesia, United States, United Kingdom and Canada) has a contribution in multicultural education that is to want to impart decision on Multicultural actions in Indonesia giving a role to the Principal in supporting diversity owned by each student, in the United States teaches multicultural education by providing education to students about diversity, in the UK promoting multicultural education by means of a system using Language, English is not the only language. In Canada, multicultural education is implemented by applying an educational model that reconstructs cultural diversityAbstrak : Analisis Perbandingan Pendidikan Multikultural (Indonesia, Amerika, Kanada, Inggris)Pendidikan multikultural di negara maju (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) menginginkan pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan cara menghargai dan memahami perbedaan-perbedaan yang dimiliki masing-masing individu. Perbandingan pendidikan multikultural (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) Pertama dari masing-masing negara maju (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) ini memiliki persamaan dalam pendidikan multikultural yaitu ingin membratas adanya tindakan-tindakan diskriminasi dan ingin menegakkan hak-hak asasi manusia secara adil, Kedua Perbedaan pendidikan multikultural di Indonesia memberikan peran kepada Kepala Sekolah dalam memantau keberagaman yang dimiliki masing-masing siswa, di Amerika Serikat menerapkan pendidikan multikultural dengan cara memberikan edukasi kepada siswa mengenai keberagaman, di Inggris menerapkan pendidikan multikultural dengan cara sistem penerapan Bahasa, Bahasa inggris bukan menjadi Bahasa satu-satunya. Di Kanada menerapkan pendidikan multikultural dengan cara menerapkan model pendidikan yang merekonstruksi dari keanekaanragaraman budaya.
Konflik Dalam Masyarakat: Manajemen Pendidikan Multikultural Dapat Membentuk Islam Wasathiyah Di Indonesia Khairiah Khairiah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 20, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v20i1.4277

Abstract

Abstract: Conflict In Society: Multicultural Education Management Able to Manifest Wasathiyah Islam In Indonesia.There has been a conflict in society triggered by the diversity in Indonesian society. Multicultural education management is considered as a solution to this problem. The purpose of this paper is to describe the management of multicultural education in shaping wasathiyah Islam, so as to avoid conflict in society. The design of this study used a qualitative descriptive method, namely data collection using a set of instruments; observations, and documentation. The results show that multicultural education management can shape wasathiyah Islam in Indonesian society through educational processes such as inculcating wasathiyah values, minimizing deauthorization of educational and wasathiyah figures so that conflicts and divisions can be minimized in a diverse society in Indonesia. So it is recommended if you want to minimize conflict in society, the form of wasathiyah Islam through the implementation of multicultural education programs in educational institutions in Indonesia.Abstrak: Konflik Dalam Masyarakat: Manajemen Pendidikan Multikultural Dapat Membentuk Islam Wasathiyah Di Indonesia.Telah terjadi konflik dalam masyarakat yang dipicu oleh keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Manajemen pendidikan multikultural dianggap sebagai solusi dalam masalah ini, karena dapat membentuk Islam wasathiyah. Tujuan tulisan ini untuk mendiskripsikan manajemen pendidikan multicultural dalam membentuk Islam wathiyah, sehingga terhindar dari konflik dalam masyarakat. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu pengumpulan data menggunakan seperangkat instrumen; yaitu observasi, dokumentasi dan berita online. Hasilnya menunjukkan bahwa manajemen pendidikan multikultural dapat membentuk Islam wasathiyah dalam masyarakat Indonesia melalui proses pendidikan seperti penanaman nilai-nilai wasathiyah, meminimalisir deotorisasi tokoh pendidikan dan wasathiyah, sehingga dapat diminalisir terjadinya konflik dan perpecahan dalam masyarakat keberagaman di Indonesia. Maka disarankan jika ingin meminimalisasi konflik dalam masyarakat, bentuk Islam wasathiyah melalui implementasi program pendidikan multikultural dalam lembaga pendidikan di Indonesia