cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
ANALISIS PENERAPAN TRANSIT SIGNAL PRIORITY (TSP) PADA SISTEM TRANSJAKARTA BUSWAY Studi Kasus: Koridor VI (Ragunan – Kuningan) Arief, Mohammad Ikhsan; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transjakarta Busway System is a BRT System deployed in DKI Jakarta. For more than 7 year operating, there’re still some obstacles in the system in which make the Busway system can’t operate effectively. In order to fix the system, for travel time aspect, there will be held a research in Simulation of Transit Signal Priority (TSP) in Transjakarta Busway System. The research will be held on the 6th Corridor (Ragunan – Kuningan). TSP is an intelligent transport system which modified the traffic light to better accommodate transit vehicle, so the travel time will be reduce but somehow the non-transit traffic is less disturbed. Simulation will be executed by VISSIM, a traffic simulator program. There will be three scenarios for TSP application: phase extension, red truncation, and phase advance. Based on VISSIM simulation, after TSP is deployed, the average travel time for Transjakarta Bus is 24.39 percent reduced for northbound travel (from Ragunan to Kuningan Timur) and 25.86 percent reduced for southbound travel (from Kuningan Timur to Ragunan) in peak period. For off peak period, the decrease is 26.44 percent for northbound travel and 34.92 percent for southbound travel. While the average side-street queue length increased by 2.10 percent and 1.20 percent for average cross-street queue length on peak period. And, the average side-street queue length on off peak period is increased by 28.87 percent. While the average cross-street queue length is increased by 1.67 percent.Keywords: Transit Signal Priority (TSP), Transjakarta Busway, VISSIM
STUDI SUMBER AGREGAT HALUS DAN PENGARUHNYA DALAM PEMBUATAN BETON NORMAL Suprapto, Heri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material bahan bangunan yang banyak dipergunakan dalam pelak-sanaanproyek konstruksi pada saat ini. Hal tersebut tidak terlepas dari keunggulan yang dimilikinyayaitu kemudahan dalam memperoleh bahan baku, kemudahan pengerjaan dan keawetannya.Beton yang banyak dipergunakan dalam proyek konstruksi adalah jenis beton normal dengankekuatan mencapai 500 kg/cm2. pada prinsipnya untuk mendapatkan beton dengan kualitas yangbaik sangat dipengaruhi oleh kualitas dari bahan-bahan penyusunya yaitu agregat halus, agregatkasar, semen dan air, serta cara pengerjaanya. Agregat halus sebagai bahan dasar untukpembuatan beton memegang peranan penting dalam menentukan mutu beton, karena agregatmerupakan bahan pengisi yang diikat oleh semen dan air menjadi massa padat, sehinggakualitas agregat halus mempengaruhi langsung terhadap mutu beton. Agregat halus banyaktersedia langsung di alam seperti di sungai-sungai atau dibuat dari pemecahan batuan alam, sehinggamasing-masing sumber agregat tersebut akan mempunyai kualitas yang berlainantergantung dengan sumbernya dan jika dipergunakan sebagai material dalam pembuatan betonnormal tentunya akam menghasilkan beton dengan kualitas yang berlainan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas agregat yang berlainan sumbernyatersebut apabila dipergunakan dalam pembuatan beton normal. Lokasi penelitian adalah diJadebotabek. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan eksperimenlaboratorium terhadap beberapa sumber agregat halus jika dimanfaatkan sebagai campuranbeton dengan menggunakan standar SKSNI. T-15-1990-03. Hasil penelitian menunjukan bahwamasing-masing agregat halus yang berlainan sumbernya tersebut mempunyai karakteristik yangberlainan dan masing- masing agregat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kuat tekanyang diha-silkan.AbstractRecently, concrete is a construction material which most popular in construction project. It ishappen because some of advantage in concrete, like available in raw material, easier in processand this durability. Concrete which utilized in many construction project is normal concrete thereis type of concrete with maximum strength 500 kg/cm2. the principle, to get concrete with finequality very influence by quality from its materials like fine aggregate, coarse aggregate, water,cemet and also in this process. Fine aggregate as raw material in concrete have important role indetermining quality of concrete, because fine aggregate represent filler materials bound by waterand cemet or pasta become solid mass like concrete, so the quality of fine aggregate directlyinfluence the quality of concrete. Fine aggregate available in nature in many place, like in river,or crushing for natural rock and the others source. With this condition the source the aggregatewill have different quality in others, and if utilized as materials of normal concrete, the concretethat produce will have different quality. Objective this research is to investigation how theinfluence of different source fine aggregate if utilized as materials of normal concrete. Researchlocation in Jadebotabek, Indonesia. The method used in this research is laboratory experimentwith some of source of fine aggregate. Result of this research showing that each source of fineaggregate have different characteristic and give different influence in normal concrete quality.
MODEL KOEFISIEN KOREKSI KEKUATAN BETON UJI TAK STANDAR MENGGUNAKAN MODEL REGRESI NON LINIER Wibowo, Hardi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, banyak peraturan untuk struktur beton tidak membahas pengaruhukuran pada benda uji beton. Karena material quasi-brittle seperti be-ton hancur olehkarena formasi retak, pengaruh ukuran benda uji harus diim-plementasikan. Namundemikian, data eksperimen untuk keperluan analisis dalam hal ini masih minimdidapatkan. Dari data yang sedikit itu, telah didapatkan ha-sil yang menyatakan bahwakuat tekan berkurang seiring dengan bertambah be-sarnya ukuran specimen. Penelitianini bertujuan untuk menurunkan model koe-fisien koreksi kekuatan beton uji nonstrandar. Koefisien koreksi kekuatan beton uji non strandar akan dibentuk sebagaisebuah fungsi non linier dengan meng-gunakan rasio tinggi dan diameter dari bentukbeton uji sebagai peubah bebasnya. Metode yang digunakan adalah metode statistikkhususnya metode analisis regresi non linier. Produk yang dihasilkan adalah berupafungsi yang mempunyai bentuk dan karakteristik tidak jauh berbeda dengan fungsi yangdiusulkan oleh beberapa peneliti sebelumnya.Kata kunci: koefisien koreksi, beton uji non standar, analisis regresi non linier.
PENENTUAN PRIORITAS KEBIJAKAN PERKERETAAPIAN NASIONAL Hardian, Mohammad Okki; Gani, Anang Zaini; Sutarman, Sutarman
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perkeretaapian di Indonesia saat ini telah memasuki tahapan baru denganditetapkannya Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.Pemberlakuannya mempunyai dampak yang sangat besar terhadap penyelenggaraanperkeretaapian, bukan hanya pada tataran operasional tetapi juga pada aspekkelembagaan dan kebijakan. Mengingat kompleksnya permasalahan yang dihadapisistem perkeretaapian nasional, maka diperlukan adanya penentuan prioritas kebijakan.Tulisan ini mencoba merumuskan prioritas kebijakan perkeretaapian nasional yangsebaiknya diambil dalam penerapan UU No 23 Tahun 2007. Penentuan prioritaskebijakan tersebut berdasarkan atas pendapat pakar dan diolah menggunakan metodeAHP. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kebijakan yang mendapatkan prioritasterbesar adalah peningkatan keselamatan dan keamanan perjalanan KA, diikuti olehstandarisasi sarana dan prasarana KA. Para pakar memilih kebijakan tersebut sebagaiprioritas karena dampaknya yang signifikan dan berdampak jangka panjang. Tulisan inidiharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dua bidang, yaitu memperkaya tulisantentang kebijakan perkeretaapian serta memberikan masukan bagi Ditjen KA dalampenyusunan regulasi maupun kebijakan perkeretaapian.AbstractRailway development in Indonesia opens a new chapter with the release of Act Number23 Year 2007 on Railway. Its impact is immense; not only on operational level, but alsoon institutional and policy level. If we consider the complex environment in nationalrailway system, it is essential to formulate policies priority. This paper attempts to decidewhich policies constitute higher priority which should be taken on the implementation ofthe Act. The decision is made based on expert opinion using AHP technique. The analysisresult shows that biggest priority should be given to improvement on safety and securityof train trips. Second biggest being standardization of train and railway infrastructuretechnology. The experts select those policies among others based on their significant andlong term impact. This paper expects to contribute to two fields; one is in academictransportation policy study and the other is to give advice to Railway DirectorateGeneral as policy maker and regulatory body in Indonesia railway system.
PERENCANAAN BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) UNTUK PERENCANAAN PELABUHAN TELUK SOLOLO KEPULAUAN HALMAHERA MALUKU Wulandari, Sri; Haryono, Haryono; Prastiwi, Bety
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian perencanaan bangunan pemecah gelombang (breakwater) bertujuan untukmenganalisis perencanaan bangunan breakwater pada suatu pelabuhan. Pembahasan hanyapada penentuan dimensi bangunan, kontrol guling (faktor keamanan) bangunan, tanpamembahas perencanaan dari segi manajemennya. Dalam penelitian ini, dirancangbangunan breakwater di kawasan Teluk Sololo, Kepulauan Halmahera, Maluku. Metodepenelitian yang digunakan adalah analisis empiris data sekunder, dengan sifat data adalahkuantitatif menggunakan beberapa rumusan formula. Dari perhitungan yang telahdilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan besar, yaitu pertama, akibat pengaruh arahdan besar gelombang laut adalah panjang garis pengaruh arah gelombang (fetch effectivemax) 3.470,62 m, tinggi gelombang signifikan (hs) 0,988m, dan periode gelombang (ts)5,374 detik. Kedua, dimensi bangunan breakwater yaitu elevasi puncak breakwater (et) 2,25m, tinggi breakwater (hb) 14,75 m, berat butir lapis lindung (w) 0,948 m, berat butir lapislindung (w) 0,948 ton, lebar puncak breakwater (b) 2,449 m, tebal lapis dinding (t) 1,633 m,jumlah batu pelindung (n) 29 buah, dan diameter batu pelindung (d) 0,526 m. Kontrol gulingbangunan breakwater yaitu memiliki nilai faktor keamanan sebesar 1,78 yang lebih besardari batas minimum faktor keamanan yang dizinkan yaitu 1,25 (FK = 1,78 ???? 1,25), sehinggabangunan breakwater dengan dimensi yang telah diperhitungkan dikatakan layak dan amanuntuk mengatasi gelombang yang merambat ke arah dalam pelabuhan.
PENGARUHPEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) DALAM BETON MUTU TINGGI Suprapto, Heri; Mardiono, Mardiono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan beton adalah meningkatkanpemadatannya, yaitu meminimumkan pori atau rongga yangterbentukdi dalambeton. Penggunaan bahan tambah (admixture) dapat membantu memecahkanpermasalahantersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kuattekan betonmutu tinggi dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantiansemen dengan abu terbang (Fly Ash) terhadap mutu kuat tekan beton. Komposisipenggantiansemendenganabuterbang(Fly Ash) sebanyak0%, 10%,20%,30%dan40%dari berat semen, dengan penambahan Superplasticizer Sika Viscocrete10sebanyak 1% dan faktor air semen ditentukan sama pada semua variasicampuran. Dari penelitiandiperolehbahwakuat tekanbetonyang tertinggi terdapatpadacampuranbetonpenggantiansemendenganFly Ash 10%(B10), yaitu sebesar41,57 MPa dan kuat tekan beton yang terendahterdapat pada campuran betondengan Fly Ash 40%(B40), yaitu sebesar 33,91MPa. Pengaruh Fly Ash dalambeton mutu tinggi adalah butiran Fly Ash yanghalus membuat betonlebih padatkarenaronggaantarabutiranagregat diisi olehFly Ash, sehinggadapat memperkecilpori-pori yang ada dan memanfaatkan sifat pozzolan dari Fly Ash. Selain itupenggunaan Fly Ash dengan takaran tertentu terbukti dapat meningkatkan kekuatan beton
EVALUASI PELAYANAN BUS TRANSJAKARTA KORIDOR V (KAMP. MELAYU – ANCOL) DENGAN PENDEKATAN SERVQUAL Tahrir, Ruswandi; Prasetyoha, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap penumpang pengguna bus transjakarta. Penelitian diawalidengan melakukan penyebaran kuesioner kepada100 responden, atribut kuesioner terdiridari 34 atribut pertanyaan pelayanan jasa bus transjakarta, terbagi atas persepsi danharapan pelanggan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelangganterhadap pelayanan jasa bus transjakarta, dengan mengidentifikasi harapan dan persepsipelanggan, tingkat kepentingan pelanggan terhadap dimensi pelayanan jasa bustransjakarta. Hasil analisis diketahui, atribut yang perlu mendapatkan perbaikan terdiridari jembatan penyeberangan., tempat duduk bagi penyandang cacat, pintu bus danshelter, pegangan bagi penumpang di dalam bus, perusahaan memberikan jasa sesuaiyang dijanjikan, pelayanan naik-turun penumpang di shelter, petugas memahamikebutuhan penumpang, keselamatan di shelter dan petugas sungguh-sungguhmemperhatikan penumpang. Atribut pelayanan yang perlu dipertahankan yaitukebersihan bus, kedaruratan - fasilitas menyelamatkan diri, tempat duduk penumpangdi dalam bus, kebersihan di shelter, perusahaan berusaha menepati waktu, perusahaandapat diandalkan atau dipercaya, kemauan dan kejujuran karyawan, karyawan memilikipengetahuan untuk menjawab pertanyaan konsumen, konsumen merasa aman dalammelakuka transaksi dengan karyawan, karyawan mampu menjawab pertanyaan daripelanggan, petugas bersedia membantu para penumpang.
SHADOWING EFFECT GRUP TIANG AKIBAT GAYA LATERAL PADA GEDUNG IKPT Noviati, Tati; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In analyzing the behavior of pile groups due to lateral forces in buildings, in addition to taking into account the carrying capacity pertiang in the group must also pay attention to aspects geotekniknya that nature - the nature and behavior of the soil that received the lateral load. This study was conducted to determine the deflection and bending moment on a single pole and pole group 3, 5, and 7 when it receives a static horizontal load on the mast head wedged condition (fixed head). Location of the study was taken from the region MT.Haryono storey building, Jakarta ie IKPT Building. Research deflection and bending moment pole performed using Plaxis 3D Foundation Software V1.5. Lateral load is given once the loading of 2 different direction, namely the direction of the x and z, equal to 7 tons pertiang. Shadowing effect can be seen using Plaxis 3D Foundation program V1.5. An odd number of poles in the pole groups with different forms of pile cap, will produce different maximum deflection values ranged between 0-5% in buildings IKPT. Differences 2 x direction bending moment will be bigger than the bending moment - 3, whereas the z-direction bending moments keterbalikannya 2 z direction is smaller than the bending moment - 3. It is due to differences in the pile cap shape and direction of the assignment.Keywords: group pole, lateral force, shadowing effects, Plaxis 3D Foundation
PERMASALAHAN DAN PENDEKATAN STUDI TENTANG ARSITEKTUR ISLAM Utaberta, Nangkula
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini akan berusaha memberikan penjelasan tentang berbagai pendekatan yangbanyak dilakukan ketika berbicara tentang Arsitektur Islam. Dan juga akan berusahamemperlihatkan bagaimana sebuah pemikiran dan interpretasi terhadap Islam menghasilkanberbagai falsafah, teori serta desain reka-bentuk dalam sebuah upaya menafsirkanapa yang disebut sebagai Arsitektur Islam. Diharapkan dari pembahasan iniakan dihasilkan sebuah kerangka berpikir yang jelas tentang berbagai studi dan pendekatandalam Arsitektur Islam sehingga memudahkan pengembangan penelitian lanjutannya.AbstractThis paper aims at explaining various approaches mostly done when discussing Islamicarchitectures. Besides this also describes how an idea and interpretation toward Islamproduces different philosophies, theories, and shape-construction design in the effort ofinterpreting Islamic architecture. From this research, it is hoped that this will produce aclear framework of various studies and approaches in the Islamic architectures to easethe development of the upcoming research.
REVITALISASI KAWASAN KONSERVASI PUSAT KOTA LAMA STUDI KASUS : KAWASAN JALAN “BRAGA” BANDUNG Rahman, Arief
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang baik adalah kota yang memiliki keberlanjutan tahapan pembangunan, dengankeberlanjutan tahapan tersebut, sejarah pembentukan kota dapat dinikmati. Tahapankeberlanjutan tersebut pada dasarnya berupa kawasan-kawasan bersejarah yangpembentukannya cenderung berurutan, yang selanjutnya menjadikan kota sebagailintasan cerita yang dapat dilihat dan dirasakan berupa arsitektur kota (urbanarchitecture).Dalam perkembangannya, kota-kota tersebut berkembang meninggalkanembrio kotanya. Dengan adanya perkembangan tersebut, kawasan-kawasan yang beradadiluar embrio kota menjadi kawasan yang lebih berkembang daripada embrio kotanya.Oleh karenanya embrio kota yang merupakan kawasan bersejarah cenderungditinggalkan dan kurang mendapat perhatian, sehingga akhirnya bila tidak dilestarikanakan menjadi kawasan yang tingkat kualitas lingkungannya menurun bahkan bisamenjadi kawasan mati.Penelitian ini bertujuan agar kawasan bersejarah tidakditinggalkan dan lebih mendapat perhatian. Metode yang dipergunakan adalah analisisdata kualitatif yaitu untuk analisis perilaku dan kegiatan aktivitas pengguna Kawasan“Braga” dan dibutuhkan juga data kuantitatif berupa jumlah bangunan, fungsi serta fisikbangunan. Produk yang ingin dicapai adalah peningkatan aktivitas kota di kawasan iniserta adanya upaya perbaikan sarana dan prasarana dari multi pihak untuk menjadikankawasan ini menjadi kawasan konservasi yang bisa hidup kembali serta mengembalikancitra kota seperti semula.AbstractA good city is a city that has a sustainable development. This sustainable process willmake people enjoy the formation history of the city. The sustainable stages are essentiallyin the forms of areas of the historical areas that tend to be sequential. This will bring atown as a story line that can be seen and felt as the architecture of the city (urbanarchitecture). In this development, the cities have left the embryo of the city. Even theseareas got less attention, and people who lived there getting decreased. Finally this will bea death city. In the last five years there is a tendency of increasing activities in theseareas and the efforts to repair facilities and infrastructure of multi-parties are done tomake this area to be a conservation area, which can revive and restore the image of thecity as it is.Keywords : historic area, city embryo, conservation area