cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
ESTIMASI ANGGARAN BIAYA KONSTRUKSI DAN RENCANA PENJADWALAN TAHAP DESAIN PADA PEMBANGUNAN KAMPUS BSI MARGONDA –DEPOK Margianto, Tridjoko Sri; Herwansyah, Diyan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi biaya merupakan hal penting di bidang konstruksi. Estimasi biaya konstruksi dikerjakan sebelum pelaksanaan fisik dilakukan. Proyek Pembangunan Kampus BSI Margonda -Depok yang menggunakan struktur bangunan baja komposit 5(lima) lantai dengan luas bangunan ± 2119 m2dan luas lahan ±1035m2. Pemilihan proyek pembangunan ini sebagai bahan estimasi dengan menggunakan analisa tahap desain. Tujuan penelitian adalah merencanakan perhitungan anggaran biaya tahap desain pada Proyek Pembangunan Kampus BSI Margonda – Depok berdasarkan analisa standar PU ( Pekerjaan Umum ) di daerah setempat, membuat rencana penjadwalan pelaksanaan pekerjaan pada Proyek Pembangunan Kampus BSI Margonda – Depok deng-an menggunakanprogram Ms.Project tanpa menganalisa penjadwalan. Anggaran biaya konstruksi kegiatan pembangunan gedung sebesar Rp 6,588,317,244.60. Estimasi biaya anggaran konstruksi tahap desain pada Pembangunan Kampus BSI MargondaDepok sebesarRp 5.928.680.782,92dengan durasi waktu jadwal rencana pelaksanaan selama ±4,5 bulan. Artinya, anggaran biaya konstruksi pada Pembangunan Kampus BSI Margonda Depok dapat digunakan atau dikatakan layak karena nilai proyek yang direncanakan lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan nilai proyek.
PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) TIPE GERGAJI (STUDI KASUS : SITU GINTUNG) Suprapto, Heri; Hazmi, Miftah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situ gintung merupakan salah satu situ yang berfungsi untuk pariwisata air,pengendalian banjir dan konservasi sumber daya air di sekitar Daerah Khusus IbukotaJakarta. Situ yang dibangun sejak tahun 1932 ini mengalami jebol yang mengakibatkan94 korban jiwa. Salah satu penyebab jebolnya Situ Gintung yaitu kapsitas saluranpelimpah tidak cukup untuk mengalirkan Banjir 27 Maret 2009 sehingga terjadiovertopping diatas dinding saluran, hal ini mengakibatkan terjadi peninggian muka airdi Situ Gintung yang membebani tanggul melebihi kapasitas dan juga ditambah denganberkurangnya kekuatan tanggul akibat didirikannya perumahan disekitar tanggul.Sehingga diperlukannya perencanaan Bangunan pelimpah yang dapat melimpahkan airpada kondisi banjir. Tipe pelimpah yang direncanakan adalah tipe gergaji dengan 2pintu selebar 1 m disetiap pintunya yang berada di sebelah kiri bangunan pelimpah.Dari hasil perhitungan perencanaan dengan debit banjir rencana 1000 tahun (Q1000)sebesar 128,845 m3/s didapatkan dimensi bangunan pelimpah dengan lebar efektif(panjang satu gigi gergaji) 20,53 m, elevasi puncak bangunan pelimpah pada + 97,5dengan elevasi dasar bangunan pelimpah pada +90. Untuk perencanaan kolam olakandigunakan kolom olakan USBR tipe III dengan panjang kolam olakan 13,8 m. Darihasil perhitungan stabilitas pada kondisi banjir gempa dan kosong gempa bangunanpelimpah aman terhadap stabilitas guling, stabilitas geser, dan stabilitas daya dukung.
THE DEVELOPMENT OF HOUSING AND IT’S SOCIO-ECONOMIC IMPACTS TO THE LOCAL COMMUNITY Case Study: Semarang Sub Urban, Dictrict Tembalang Rahman, Arief
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of suburban areas indicate that the area to be “exurban area”, that the development of the new urban population in large numbers came from the city and moved because it was attracted by the new residence or employment opportunities, but in socio-economic them still remain oriented to the city core. Another phenomenon of the development of the suburb that is the restructuring of the city’s core as result of the shift of functions from manufacturing center to the center of financial activities and services, while manufacturing activity increasingly shifts to the edge of the area, especially with the development of insdustrial areas and other. As for the purpose ofof this research is to know the socio-economic impacts of development of Semarang’s suburban housing, District Tembalang to the local community. A method of research used in this research is approach case study using by data qualitative and quantitative furnished with. The main data used is the quantitative data obtained from the questionnaire. A case study is a research that analys in one case and conducted in intensively, deep, specifics and comprehensive. This research is still with a limited number of respondendts and expected there is the research continued with more sample so the data more be valid. The socio-economic impacts of housing has already been seen in the public therefore particularly the government to immediately solve the problems of this mismatch so as not to be increased. Keywords: regional development, housing development, socio-economic effects
EKSPLORASI DESA TENGANAN PEGERINGSINGAN BALI SEBAGAI AREA KONSERVASI Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor seberapa jauh Desa Tenganan Pegeringsingan sebagaisatu dari beberapa desa di Bali yang disebut sebagai Desa Bali Aga, mengaplikasikan konsepkonservasi di dalam areanya. Tenganan sebagai satu dari desa-desa kuno di Bali yangmempunyai budaya dan tradisi yang masih murni telah terpilih menjadi area konservasi. SebagaiDesa Kuno, Tenganan menjadi satu dari obyek atraksi turis di Bali lama sejak Bali menjadipulau turis di Indonesia. Keunikan bentuk ba-ngunan, pola hunian, pola desa, pola kehidupanmasyarakanya serta tradisi kuat mereka menjadi nilai-nilai yang atraktif bagi turis untukberkunjung ke Desa ini. Arsitektur Bali umumnya dan Tenganan khususnya, mempunyai karakterunik tersendiri yang tidak da-pat ditemui di tempat lain. Arsitektur tradisional di desa ini sangatsensitif dengan peru-bahan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal baik secara langsung maupuntidak lang-sung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan akan memaparkanim-plementasi dan aplikasi dari konsep konservasi di Tenganan Pegeringsingan yang telahmenutup diri sejak tahunan dari dunia dan masyarakat luar. Sebagai hasil akhir, pe-nelitian iniakan memberikan sebuah solusi tentang bagaimana sebuah area konservasi mempertahankandiri dari faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kemurnian Desa TengananPegeringsingan.
SISTEM INFORMASI LALU LINTAS KOTA DEPOK BERBASIS WEB Widjajakusuma, Jack; Herman, Herman
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Depok merupakan kota yang berkembang sangat cepat. Hal ini bisa dilihat daripertambahan jumlah penduduk yang cepat dari sekitar 1 juta (1998) menjadi 1,4 juta(2006) dan juga perkembangan fasilitas-fasilitas umum. Selain itu juga, kota Depok yangberbatasan langsung dengan megapolitan DKI Jakarta dan Bogor yang menyebabkanbanyak arus lalu lintas yang dari, menuju dan melalui kota Depok. Untuk itu diperlukansistem informasi lalu lintas yang handal seperti informasi tentang kemacetan, tentangkecelakaan. Sistem informasi harus dapat diakses secara akurat, mudah, cepat, luas, userfriendly dan juga dapat diupdate data-basenya setiap saat. Media yang cocok untukkebutuhan ini adalah media internet. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangansistem informasi lalu lintas kota Depok yang berbasis web. Untuk menghindari masalahyang berhubungan dengan lisensi perangkat lunak, digunakan perangkat lunak opensourceyaitu PHP, Macromedia Dreamweaver MX dan MySQL.AbstractDepok is a very rapid developing town. It can be indicated by rapid increasinginhabitants from around 1 million (1998) to 1,4 million (2006) and also by increasingpublic facilities. Furthermore, since the location of Depok, which borders on big citiesJakarta and Bogor, causes a load of traffic from, to and through Depok town. Because ofthese reasons we need a good traffic information system which can give us informationabout traffic jammed or accident. The traffic information system should be able to accessin accurate, easy, quick, broad, user friendly way. Furthermore, the data base of thisinformation system should be updated at any time. Since internet fulfilled all of theserequirements, iwe will discuss designing the internet based traffic information system ofDepok in this article. In order to avoid the license problems, use open source softwaressuch as PHP, Macromedia Dreamweaver MX and MySQL.
KETANGGUHAN BAJA TAHAN KARAT AISI 321 DAN AISI 405 SEBELUM DAN SESUDAH PEMANASAN PADA SUHU 540OC UNTUK WAKTU 24 JAM Syahbuddin, Syahbuddin; Hidayat, Hidayat; Briyatmoko, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketangguhan baja tahan karat AISI 321 dan AISI 405 baik sebelum maupun sesudahdipanaskan pada suhu 540 °C untuk waktu 24 jam dipelajari dalam penelitian ini.Beberapa pengujian yang dilakukan pada kedua baja tahan karat adalah uji metalografi,uji kekerasan mikro, uji impak dan uji fraktografi. Hasil uji metalografi menunjukkanstruktur mikro baja AISI 321 disusun oleh fasa besi- (austenit), sedangkan baja AISI405 disusun oleh fasa besi- (ferit). Kekerasan rata-rata baja AISI 321 sekitar 196,9 HVdan baja AISI 405 mempunyai kekerasan rata-rata sekitar 190,3 HV. Berdasarkan hasiluji impak, baja AISI 321 cenderung lebih tangguh dibandingkan baja AISI 405 terutamapada suhu rendah. Sedangkan baja AISI 405 mempunyai ketangguhan yang lebih baikpada suhu tinggi bila dibandingkan baja AISI 321. Bentuk patahan baja AISI 321 berupashallow dimple dan bentuk patahan baja AISI 405 berupa equiaxed dimple.AbstractToughness of AISI 321 and AISI 405 stainless steels either before or after heated at 540oCfor time of 24 hours was exam ined in this study. Some testings which conducted to bothstainless steels were metallography, micro hardness test, impact test and farctography.Metallography shown that the microstructure of the AISI 321 was composed by -Fe(austenite) phase, while the AISI 405 was composed by -Fe (ferrite). Hardness avaragewas about 196,9 HV for the AISI 321 and 190,3 HV for the AISI 405. Based on the impacttest, the AISI 321 tend to be more toughness than the AISI 405 at low temperature. Whileat high temperature, the AISI 405 had better thoughness than the AISI 321. Fracture ofthe AISI 321 was found as shallow dimple and the AISI 405 had equaxed dimple in itsfacture.
PENGARUH KUALITAS DAN KUANTITAS RUANG TERBUKA HIJAU DI DALAM ‘KOTA PELAYANAN’ BAGI KOTA JAKARTA STUDI KASUS : KAWASAN GROGOL PETAMBURAN, JAKARTA BARAT Rahman, Arief; Prabawasari, Veronika Widi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memberi penekanan pada pentingnya sebuah kota dengan kapasitas sebagaikota pelayanan memiliki kualitas yang ekologis terhadap ruang kota. Kualitas ekologis,dalam hal ini ruang terbuka hijau kota. Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat,diangkat sebagai percontohan, karena dianggap mewakili karakteristik Kota Jakarta yangmempunyai fungsi dan peranan sebagai kota jasa (kota pelayanan) dengan 4 (empat) pilarkegiatan yaitu : pusat keuangan, pusat perdagangan dan distribusi, pusat pelayananmasyarakat dan pusat pariwisata. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dilakukanidentifikasi terhadap pemanfaatan ruang kota, tata bangunan, tata hijau serta infrastrukturkota di kawasan Grogol Petamburan serta menganalisis kualitas dan kuantitas ruangterbuka hijau yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pembangunan kota secarafisik di kawasan ini mempunyai kecenderungan untuk meminimalkan ruang terbuka hijaukota, berkurangnya RTH kota menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan perkotaanyang ditandai dengan banjir musiman.AbstractThis research emphasizes the importance of the city with a service city capacity that has theecological quality of the urban space. The ecological quality, in this case the green area orurban space. Grogol Petamburan District, West Jakarta, was choosed as a case study,because they represent the characteristics of Jakarta which have the function and role as theservice city with 4 pillar activities : financial center, trading and distribution center,service center and community tourism center. In order to accomplish this objective, so it isdevoted the identification of land use, building mass, green area or urban spacearrangement, and infrastructure in Grogol Petamburan District and analyze the quality andquantity of green area available. Outcomes of the research confirms that city developmenthave a tendency to minimize the green area or urban space, so the quality of urbanenvironment would be decreased which is marked with seasonal flooding.
PENGARUH OVERLAPPING RUTE BUSWAY KORIDOR 7 TERHADAP FAKTOR PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM UNTUK PERJALANAN STUDI KASUS: ANGKUTAN UMUM BUSWAY DENGAN ANGKUTAN UMUM MIKROLET Ellysa, Ellysa; Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan kota yang sangat pesat terutama di Jakarta menyebabkan meningkatnyavolume lalu lintas, memerlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai yangdapat menunjang aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan. Dalam rangka optimalisasipengoperasian angkutan umum dengan implementasi program sistem BRT pada koridor 7(Kp. Rambutan – Kp. Melayu) yang merupakan bagian dari manajemenpermintaan/pergerakan lalu lintas, maka perlu diikuti dengan langkah dan penangananterhadap dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian adalah menganalisa pengaruhadanya Jalur Khusus Bus koridor 7 terhadap faktor pemilihan moda angkutan umum olehpenumpang antara busway dengan mikrolet. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif dimana faktor kenyamanan, keamanan, tarif, waktu tunggu, waktu tempuh, jaraktempuh dan aksesibilitas menjadi tolak ukurnya. Untuk analisis data menggunakan metodaAnalytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan program expert choice. Hasil daripenelitian adalah, faktor kenyamanan memiliki bobot yang paling besar yaitu 17,7%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menurut responden faktor kenyamananmerupakan faktor yang paling penting dalam melakukan perjalan.
PERENCANAAN PERCEPATAN PENJADWALAN DENGAN PEMILIHAN METODE PERCEPATAN YANG OPTIMAL Angreni, Ida Ayu Ari; Dedi, Dedi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan alternatif percepatan penjadwalanyang optimal, yaitu dengan nilai durasi tercepat dan kenaikan biaya yangterendah. Penelitian dengan menganalisis masing-masing metode percepatan.Metode pertama adalah dengan menambah jam kerja (lembur) bagi tenaga kerja.Metode kedua adalah dengan mengganti material plat konvensional dengan platprecast jenis hollow core slab (HCS). Hasil analisis kedua metode inimenghasilkan durasi percepatan yang dapat dilakukan beserta kenaikan biayayang dibutuhkan untuk melakukan percepatan. Analisis pada metode pertamayaitu penambahan tenaga kerja didapatkan durasi percepatan sebesar 34 haridengan kenaikan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 101.974.674. Metode keduayaitu penggantian material plat didapatkan durasi percepatan sebesar 56 haridengan penghematan biaya yang dicapai sebesar Rp 287.096.152.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE ASPHALT INSTITUTE DAN METODE ANALISA KOMPONEN UNTUK SUATU NILAI RANCANG TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN ARIF RAHMAN HAKIM DEPOK Margianto, Tridjoko Sri; Fauzy, Moch. Irfan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap perencanaan pada proyek pembuatan jalan memegang peranan yang penting.Perencanaan lapis perkerasan harus mempertimbangkan faktor ekonomi, kondisilingkungan, sifat tanah dasar, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor- faktor lainnya.Penentuan nilai rancang tebal perkerasan lentur dapat dihitung dengan menggunakanbeberapa metode diantaranya metode CBR, metode AASHTO, metode asphalt institute,metode analisa komponen, dll. Dipilihnya metode asphalt institute dan metode analisakomponen dalam perancangan tebal perkerasan lentur jalan Flyover Arif RahmanHakim, Depok, karena metode ini menyediakan kemampuan yang lebih baik dalamkaitannya dengan traffic, material dan kondisi lingkungan yang luas serta berhasilmenggabungkan metode mekanis dan teori empiris dalam prosedur perancangannya.Dalam tugas akhir ini akan dibahas perbandingan nilai rancang tebal perkerasandengan metode asphalt institute dan metode analisa komponen untuk diperoleh hasilperencanaan akhir dari studi perbandingan kedua metode tersebut denganmemperhatikan nilai – nilai yang lebih ekonomis dan efisien. Dari hasil perhitungantebal perkerasan didapat nilai tebal perkerasan yang berbeda pada tiap metode yangdipakai. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan analisa data traffic dari tiap metodeyang dipakai untuk perhitungan, penentuan hasil dari grafik dari tiap metode, danpenentuan angka faktor regional setempat. Penentuan metode yang dijadikan pilihanberdasarkan parameter data yang sama berupa biaya. Metode yang dianggap ekonomisdan efisien adalah Metode Analisa Komponen dengan rincian biaya total Rp.6,018,894,000 dan memiliki tebal perkerasan yang paling tipis.