cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
KAJIAN TENTANG ALIH FUNGSI HUNIAN MENJADI TEMPAT USAHA Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hunian dan tempat usaha, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat baik kalangan menengah bawah maupun menengah atas. Hanya saja konsep tersebut diaplikasikan dalam berbagai bentuk yang memberikan perbedaan yang signifikan, apalagi dalam perencanaan maupun penggunaan ruangnya. Biasanya pada kalangan menengah bawah, penggunaan salah satu ruang hunian menjadi tempat usaha merupakan hal yang biasa karena kebutuhan mendesak sebagai wujud tindakan dalam peningkatan taraf ekonomi keluarga. Sementara itu pada kalangan menengah atas, biasanya penggunaan ruang hunian menjadi tempat usaha sudah direncanakan dari awal, sehingga konsep hunian-usaha diaplikasikan dalam konsep bangunan rumah toko atau yang dikenal sebagai ruko. Konsep rumah toko ini merupakan konsep baru yang terencana baik, sebagai aplikasi dan adopsi dari penggabungan maupun alih fungsi ruang hunian menjadi tempat usaha pada masyarakat kelas menengah bawah. Tulisan ini mengangkat judul alih fungsi hunian menjadi tempat usaha, yang memaparkan konsep tersebut dari akarnya yaitu konsep dan fungsi hunian, konsep dan fungsi ruang, munculnya konsep rumah toko sampai dengan pro dan kontra terhadap konsep rumah toko tersebut. Dari paparan konsep tersebut, dapat diambil sebuah benang merah bahwa konsep rumah toko dapat diaplikasikan sejauh kegiatan usaha tidak mengganggu fungsi ruang dan hunian dalam kegiatan rumah tangga.
POLA ADAPTASI PENGHUNI TERHADAP FUNGSI RUANG PADA RUMAH TIPE 36 DI KOTA DENPASAR Dewi, Ni Ketut Agusinta
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi kebutuhan akan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengahke bawah di Kota Denpasar, pengembang swasta menawarkan berbagai tipe rumah denganharga terjangkau. Dari keseluruhan tipe rumah yang ditawarkan oleh pengembangswasta kepada konsumen, Tipe 36 merupakan tipe yang paling diminati. Tipe rumahtersebut pada umumnya akan mengalami pengembangan. Luas lahan yang terbatas akanmembutuhkan strategi khusus dalam penataan ruang, sehingga rumah tersebut dapatmemenuhi fungsi bagi aktivitas penghuninya. Penghuni rumah yang mayoritas memelukagama Hindu, memiliki kebutuhan tersendiri dalam melakukan aktivitas harian. Merekamembutuhkan tempat suci dan ruang-ruang khusus untuk melaksanakan aktivitaskeagamaannya, sehingga kebutuhan ini akan menyebabkan terjadinya perubahan danpengembangan fungsi dan makna ruang pada tipe rumah tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengembangan fungsi ruang akibat adaptasi penghuniterhadap aktivitas yang khas tersebut, penelitian mengambil beberapa sampel rumahTipe 36 dari beberapa kapling pengembang secara acak. Sampel diambil berdasarkankriteria perubahan susunan ruang dibandingkan dengan rancangan awal, jumlahanggota keluarga, dan penambahan kebutuhan ruang akibat pertambahan jumlahpenghuni dan aktivitas, serta pengaruh muatan lokal, yaitu aktivitas ritual masyarakatBali dan penerapan nilai-nilai arsitektur tradisional Bali. Setiap tahap pertumbuhanrumah dibuat berdasarkan analisa pola tumbuh yang dilakukan oleh penghuni. Hirarkikebutuhan akan rumah oleh penghuni merujuk pada beberapa penelitian sebelumnya dantelaah terhadap beberapa teori pendukung yang relevan. Hirarki ini menjadi rujukandalam menganalisa pola tumbuh rumah Tipe 36 dan menentukan pola adaptasi penghuniterhadap fungsi ruang mereka.AbstractSome developers offer the various type of urban housing for low-income group inDenpasar. Providing properly housing is the one of local government program to meetthe needs of settlement up for this group of income. Residents in Denpasar would preferType of 36 to other types afterward they might increase their housing gradually. Thelimited area would require some specific strategies on the lay housing out, consequently,this housing could meet some daily activities of inhabitant. Some inhabitants who areconsiderably Hindus have spatial requirements exclusively on doing their ritual dailyactivities. They require sacred areas and some specific rooms on doing those ritualactivities. This requirement would effect on the varying and developing of the meaningand function of rooms. Research is aimed to know the variety and development of thatphenomenon; therefore, it would acquire samples of this housing type from developersrandomly. The sample chosen are based on the sample criterias such as the variety andthe development of the spatial requiremen This is caused by increasing the amount ofinhabitants and their daily activities, and local genius. The local genius is including theritual daily activities of Balinese and the application of values of Balinese traditionalarchitecture. Every phase of housing development that is formed regarding to analyze thegrowing pattern, which was created by inhabitant. Hierarchy on settlement requirementwould relate to the latter researches and the relevant theories. This hierarchy would beconcerning on how to analyze the growing pattern of this housing type and determine thepattern of spatial adjustment to room function.Keywords : pattern of spatial adjustment, inhabitant, room function, housing type of 36
EVALUASI PEMANFAATAN ALAT PEMOMPA ADONAN BETON PADA PENGECORAN LANTAI BASEMENT Limanto, Sentosa
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi terutama untuk bangunan bertingkat semakin cepat. Padaperkembangannya membutuhkan peralatan yang mempunyai teknologi yang lebih baik sehinggadapat membantu kelancaran pelaksanaan proyek. Salah satu alat yang banyak digunakan dalamproyek konstruksi saat ini adalah Mobile Concrete Pump. Pentingnya peranan concrete pumpdalam proyek membuat penggunaan concrete pump harus diperhatikan produktivitasnya agarmenjadi efektif. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan di lapangan selamapengecoran berlangsung di lantai dasar/basement proyek perkantoran. Hasil penelitian akandianalisis dengan cara statistik dan diperoleh nilai produktivitas sebesar 0.429 meter/menit padaketinggian 2.70 meter.AbstractThe development of highrise building construction project grows quickly. On it’s developmentneeds equipment with better technology that can help project construction. One of the equipmentsthat often used in construction project is mobile concrete pump. The importance of concretepump’s role make the use of concrete pump must to be concern it’s productivity in order to beeffective.This research based on observation during concreting in basement building project. Theresult of this research will be analysed according to statistically analysis and be founded thevalue of productivity is 0,429 meter/minute at 2.70 meter high.Keywords: productivity, concrete pump, basement
PENENTUAN PRIORITAS PERBAIKAN JALAUNTUK KONDISI PERKERASAN JALAN BERASPAL BERDASARKAN NILAI INDEKS PERMUKAAN (IP) STUDI KASUS : RUAS JALAN JAYAPURA – SENTANI Angreni, Ida Ayu Ari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan dan kelancaran berkendaraan di jalan raya merupakan tuntutan daripengguna jalan. Salah satu faktor pereduksi kenyamanan dan kelancaran tersebut adalahkerusakan pada permukaan jalan. Untuk tercapainya kenyamanan dan kelancaran di dalamberkendaraan di jalan raya, perlu dilakukan perbaika jalan. Kendala yang seringditemui adalah masih terbatasnya dana yang dimiliki Pemerintah, sehingga tidak semuajalan dapat dilakukan perbaikan. Dan yang menjadi masalah lainnya, jalan yangdiperbaiki ternyata bukan merupakan jalan yang prioritas untuk diperbaiki.Sehinggakeputusan yang dibuat tidak tepat sasaran. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukanprioritas perbaikan jalan. Selain harus diketahuinya nilai kerusakan jalan itu sendiri,faktor lain yang ikut memegang peranan penting di dalam menentukan prioritas perbaikanjalan adalah dengan Indeks Permukaan (IP). Sehingga penelitian ini bertujuanuntuk menentukan prioritas perbaikan jalan untuk kondisi perkerasan jalan beraspalberdasarkan nilai Indeks Permukaan. Survey dilakukan untuk mendapatkan data kerusakanjalan, data dianalisis berdasarkan nilai Indeks Permukaan (IP) dan akan diperolehruas jalan mana yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Produk yang diharapkandapat ditentukan dengan tepat ruas jalan yang harus diperbaiki.AbstractThe comfortness and smoothness on the road have become priority to most drivers. Oneof the factors that reduce the comfortness and smoothness is the damage on the roadsurface. Therefore the renovation of the road is needed. Another factor that may appear isthe limited fund from the government. This bring into the problem that not all the roadcan be renovated. The main problem is that the renovation is not conducted into the theroad that really needs renovation, To overcome this problem, it needs right a decision todetermine which road needs renovation Instead of knowing the value of the damage,another factor that holds a very important role in determining the renovation priority isthe Surface Index. So that this research aims at determining the the roadwork prioritytowrad tempered condition of asphalt-pavement based on surface-index values. Thissurvey is done to get the data on the road damage. The data gained is then to be analyzedbased on the Surface Index (IP). The product of this reserach is the detremination of theroad that will be renovated.
PEMAKAIAN SISA PECAHAN BATU SPLIT SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON Darmini, Darmini
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian pasir sebagai agregat halus pada campuran beton sudah menjadi hal yangbiasa dilakukan. Karena pasir dengan mudah memenuhi persyaratan sebagai agregat halus.Batu split sebagai sisa pecahan batu di coba untuk diuji laboratorium untuk digunakansebagai agregat halus dengan ketentuan lolos saringan No. 4 (4,75 mm). Penelitiandilakukan guna mengetahui nilai workability (tingkat kemudahan pengerjaan ) dankuat tekan yang dihasilkan. Dengan metode British di dicari jumlah perbandingan komposisiantara semen, air agregat kasar dan agregat halus dengan terlebih dahulu di carinilai f.a.s, jumlah semen yang dibutuhkan, jumlah air yang dibutuhkan, perbandinganagregat halus dan agregat kasar, berat beton, berat agregat kasar dan halus. Langkahberikutnya dilakukan uji nilai slump untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan,setelah di peroleh maka dibuat sampel-sampel beton ukuran 15 x 15 x 15 cm3 danmelakukan tes kuat tekan beton. Diperoleh hasil bahwa nilai slump untuk beton denganpecahan batu split sebagai agregat halus ternyata cukup rendah 15 mm yang berartitingkat workabilitynya buruk sedang kuat tekan yang dihasilkan cukup tinggi sebesar317,65 kg/cm2AbstractThe use of sand as fine aggregate in the concrete mix has become a usual thing to do.Because the sand easily meet the requirement as fine aggregate. Stone split as the rest offraction of stone try to be tested in laboratory for being used as a fine aggregate with theprovision of No pass filter 4 (4,75 mm). This research is conducted in order to know thevalue of workability (easy of manufacture and the level of press) and generated strong.With the British method of comparison of the amount sought in the composition of cement,water, coarsa aggregate with a first look at the f.a.s value, the amount of cement needed,the amount of water needed, the difference in aggregate fine aggregate and coarse, heavyconcrete, heavy fine and coarse aggregate. The next step undertaken is doing a valueslump test to find out the level easy of operation, after they acquired in the sample-madeconcrete sample size 15 x 15 x 15 cm3 and test robust concrete press. Retrieved the resultsthat the value for the concrete with a slump stone split fraction as fine aggregate enoughlow 15 mm which means that the level workabilitynya bad press and are strong enoughthat the highof 317,65 kg/cm2.
KEBERADAAN MOBIL “OMPRENGAN” SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF MODA DALAM SISTEM TRANSPORTASI Kusumaningrum, Jennie
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMeningkatnya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum terutama padajam-jam sibuk pagi dan sore hari, menyebabkan keberadaan omprengan semakinberkembang dan menjadi fenomena tersendiri untuk ikut berperan dalam sistemtransportasi perkotaan. Keberadaan omprengan sebenarya sangat membantu masyarakatterutama di daerah yang tingkat pelayanan angkutan umumnya masih rendah dansecara tidak langsung juga ikut membantu pemerintah dalam upaya mendukungkebijakan pergeseran moda, karena dengan waktu tempuh yang relatif lebih cepat yangdimilikinya, diharapkan dapat menarik para pemilik kendaraan pribadi untuk lebihmenggunakan omprengan. Namun perkembangan selanjutnya memperlihatkan terjadinyaperubahan fungsi peruntukan awalnya omprengan sebagai kendaraan pribadi, berubahmenjadi layaknya angkutan umum biasa, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkanpolemik antara kepentingan berdasarkan aspek legalitas dengan kepentingan yangberdasarkan fungsi pelayanan yang diperlukan masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji keberadaan omprengan dalam sistem transportasi di Jabodetabek secaralebih jelas, dengan mengadakan pengkajian secara lebih lanjut terhadap aspek legalitasangkutan umum dan mengungkap comparative advantages antara omprengan, angkutanumum dan kendaraan pribadi serta menelaah keberadaan omprengan sebagai salah satualternatif moda transportasi perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaanantara waktu tempuh perjalanan antara omprengan, angkutan umum dan kendaraanpribadi adalah sangat signifikan sehingga dapat dijadikan sebagai daya tarik tersendiribagi para pemilik kendaraan pribadi untuk lebh menggunakan omprengan daripadakendaraan yang dilmilikinya.
OPTIMASI GEOMETRI PADA JEMBATAN RANGKA BAJA 60 M TIPE WARREN Andayani, Relly; Pathopang, Risty Mavonda
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi perlu dilakukan dalam perencanaan suatu jembatan agar jembatan yang dibanguntersebut menjadi ekonomis tanpa mengabaikan peraturan-peraturan yang berlaku. Optimasidapat dilakukan dengan berbagai macam, salah satunya adalah optimasi geometri dimanavariabel bebas dari optimasi ini adalah letak koordinat titik dan penampang batang.Jembatan yang dioptimasi dalam penelitian ini adalah Jembatan Rangka Baja tipe Warrenmurni dengan panjang 60 m dan lebar 8,7 m. Jembatan Rangka tipe Warren ini merupakantipe jembatan rangka baja yang umum digunakan, dimana jembatan ini memiliki tigakomponen yang saling membentuk segitiga sama sisi. Proses optimasi dilakukan dengancara membuat 135 model jembatan dengan variasi tinggi dan panjang spasi agardidapatkan model jembatan yang paling optimum dimana memiliki berat paling ringannamun tetap memenuhi persyaratan. Kriteria model jembatan yang digunakan adalahjembatan dengan tinggi 5 m sampai dengan 7 m dengan diskritisasi tinggi sebesar 0,25 m.Panjang spasi yang digunakan untuk model dimulai dengan jembatan dengan jumlah 20span/spasi/segitiga sampai dengan 6 span dengan diskritisasi span sebesar 1 span.Diskritisasi span terhenti di 9 spasi karena bila jumlah spasi kurang dari 6 span makapanjang batang rangka akan lebih dari 12 m, dan dalam penelitian ini panjang batangrangka dibatasi sampai 12 m sesuai dengan panjang baja dipasaran. Pembebanan yangdigunakan adalah beban mati dan beban hidup berdasarkan RSNI T-02-2005. Jembatanhasil optimasi ini adalah jembatan dengan tinggi 7 m dengan panjang tiap spasi sebesar8,571 m dengan berat total rangka batang sebesar 27690,814 kg.
ANALISA SEDRAINPOND SEBAGAI UPAYA KONSERVASI TANAH DAN AIR Putro, Haryono; Sriyana, Sriyana
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikator kinerja dari bangunan air seperti waduk, bendung, bendungan,saluran drainase maupun irigasi yaitu jumlah sedimen pada bangunan air. Semakin cepat terjadi sedimentasi maka semakin pendek umur pelayanan dari bangunan air itu, kapasitas dan volume rencana sudah tidak dapat terlayani dengan baik dan biaya operasianl & pemeliharaan dari akibat sedimen ini cukup besar. Sedimentasi ini semakin dipicu akibat terjadinya pemanasan global, sehingga akan mempengaruhi iklim, dimana musim hujan menjadi pendek, sehingga intensitasnya cenderung tinggi. Butiran air hujan dengan intensitas hujan tinggi akan mengenai tanah yang mengakibatkan limpasan air hujan banyak mengandung butiran tanah/sedimen tersuspensi bahkan sampai terjadi banjir, dan musim kemarau menjadi panjang sampai tidak ada aliran air. Sudah saatnya semua pihak perlu memikirkan bahaya dan ancaman ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa SeDrainPond (Sedimentation-Drainage-Ponding) dimana model ini mengendalikan angkutan sedimen dengan menangkap sedimen (sediment trapping), mengurangi debit limpasan yang sekaligus me-recharge air tanah dan tangkapan sedimen digunakan untuk pupuk dan dikembalikan lagi dalam area sawah/ladang. Model ini mampu mengurangi debit limpasan 50% dan tergantung dari dimensi dan jumlah SeDrainPond, mampu mengurangi sedimen tersuspensi dan mengembalikan kesuburan lahan. Dengan pembuatan dan pemeliharaan oleh petani maka dapat mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan air oleh pemerintah.
ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR DENGAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) TEST DAN METODE MAYERHOF (1976) Supomo, Fani Yayuk; Lastin, Wike Wedya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan pondasi dalam, terdapat beberapa jenis pondasi yang dapat disesuaikan dengan lingkungan serta keunggulan dari pondasi tersebut. Salah satu pondasi dalam yang sering digunakan adalah pondasi tiang bor. Pengujian pondasi tiang bor dilakukan melalui uji pembebanan dinamis, guna mendapatkan daya dukung ujung tiang, daya dukung selimut serta daya dukung tiang. Hasil pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) test dijadikan ukuran dalam mendapatkan kapasitas ijin pondasi tiang bor. Selain pengujian tersebut, juga dilakukan perhitungan manual dengan Metode Mayerhof (1976) berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT) tanah di sekitar lokasi pelaksanaan proyek. Gedung hunian yang dijadikan sampel pengukuran berdiri diatas lahan seluas 3.700 m2. Jumlah Dari hasil pengetesan PDA yang dilakukan pada salah satu titik pondasi tiang bor yaitu pada titik 139 dengan dimeter 1000 mm didapat daya dukung ujung ultimit yaitu 242 ton sedangkan dari hasil perhitungan dengan data SPT didapat 1028,29 ton. Untuk daya dukung selimut pada hasil tes PDA didapat sebesar 703 ton dan hasil perhitungan dengan data SPT didapat 442,2753 ton.
PERENCANAAN LAPISAN ATAS PERKERASAN KAKU DENGAN METODE NAASRA PADA JALAN SENTOSA – IR. H. JUANDA, DEPOK Setyaningrum, Irmina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 5, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk biasanya selalu diikuti dengan laju pertumbuhan lalu lintas,yang pada akhirnya akan meningkatkan pula konsumsi masyarakat terhadap kebutuhantransportasi terutama kendaraan. Di kota Depok perkembangan jumlah pendudukberlangsung cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata 3,70% per tahun. Oleh karena itu,Pemerintah kota Depok terus berusaha melakukan pengembangan sistem transportasi,diantaranya adalah pembangunan Jl. Sentosa – Ir.H.Juanda yang merupakan salah satujalan baru di Kota Depok. Dalam merencanakan pembangunan jalan perlu adanyaperencanaan jenis konstruksi perkerasan yang sesuai dengan kondisi jalan. Adapunperencanaan jalan tersebut untuk saat ini telah digunakan Perkerasan Lentur, olehkarena itu akan dicoba merencanakan ulang dengan jenis Perkerasan Kaku denganMetode NAASRA (National Associations of Australian State Road Authorities, InterimGuide to Pavement Thickness Design, 1979). Tujuannya adalah untuk mendapatkanukuran tulangan dan tebal perkerasan yang sesuai dengan umur rencana dan volumelalu lintas rencana yang akan melewati jalan baru tersebut.AbstractResident growth rate usually always is followed with traffic growth rate, which in the endwill increase also consumption of public to requirement of transportation especiallyvehicle. In town Depok development of number of residents takes place quickly withgrowth rate average of 3,70% per year. Therefore, the Government of Depok Townalways makes an attempt on system development of transportation, between it isdevelopment of Jl. Sentosa - Ir.H.Juanda which is one of new road in Depok Town. Inplanning the road-works needs existence of planning of construction type of pavementmatching with condition of the road. As for planning of the road for the existing has beenapplied flexible pavement, therefore writer will try re-plans with type rigid pavement withNAASRA methode ( National Associations of Australian State Road Authorities, InterimGuide to Pavement Thickness Design, 1979). Its purpose is to get frame measure andthick pavement matching with lifespan and plan traffic volume which will pass the newroad.Keywords : pavement, Project, road, lifespan.