cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
DAMPAK REVITALISASI KAWASAN TRADISIONAL PADA SISTEM SOSIAL BUDAYA SUKU DANI DI KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROVINSI PAPUA Salipu, Amir
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan yang telah terjadi selama dua dekade lalu sering dilaksanakan hanya didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan fungsi kawasan. Kecenderungan yang lebih dominan yaitu mengabaikan pertimbangan nilai tradisi dan sejarah. Terjadinya pergeseran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya seiring dengan fenomena global yaitu lebih mengedepankan nilai manfaat ekonomi/finansial. Revitalisasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Papua pada Kawasan Permukiman Tradisional di Kampung Waisaput Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pada tahun 2010, merupakan upaya merubah tempat agar dapat digunakan untuk fungsi yang lebih sesuai. Yang dimaksud dengan fungsi yang lebih sesuai adalah kegunaan yang tidak menuntut perubahan drastis, atau yang hanya memerlukan sedikit dampak minimal. Dampak revitalisasi pada sistem sosial budaya suku Dani akan dikaji dengan menggunakan teori fungsionalisme Malinowski untuk melihat fungsi kebudayaan terhadap kebutuhan manusia. Penggunaan teori rumah tradisional untuk memberi gambaran bagaimana bentuk rumah tradisional disatu kawasan dan budaya bisa berbeda. Bila dilakukan revitalisasi apakah dapat meningkatkan nilai sosial budaya penghuninya, bila ya, maka apa langkah yang perlu diperhatikan agar dapat diterapkan pada kegiatan lain untuk meningkatkan mutu pembangunan masyarakat tradisional dalam bermukim. Penelitian ini bertujuan memberi gambaran apa dampak program pemerintah (dalam hal ini revitalisasi kawasan tradisional oleh Kementrian Pekerjaan Umum) terhadap perubahan pada sistem kebudayaan orang Dani dilihat dari perspektif teori fungsionalisme dan teori rumah tradisional.
RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API KOTA DI JAKARTA (MASS RAPID TRANSIT) Ruswandi, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 5, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pembangunan ekonomi yang cukup cepat, telah menimbulkan tingkat mobilitas yang tinggidi Jakarta. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya kemacetan lalu-lintas yang disebabkankarena semakin bertambahnya penggunaan kendaraan pribadi. Proporsi pelayanan transportasijalan masih sangat dominan (95 %) bila dibandingkan dengan transportasi perkereta-apian (3-4%). Tujuan penelitian adalah untuk merencanakan pembangunan kereta api kota di Jakarta,sebagai alternatif di dalam mengatasi kemacetan lalu-lintas yang terjadi di Jakarta menjelang2010, dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi massal(kereta api). Metode yang dipergunakan adalah dengan melihat karakteristik transportasi sertamencari alternatif pemecahan awal masalah kemacetan lalu-lintas melalui transportasi massal,yaitu kereta api kota. Produk yang dihasilkan adalah penentuan jalur pembangunan MRTFatmawati – Kota.AbstrakIn pertaining to economic growth rate which infact that as growing the economic rate of peoplein Jakarta as higher their life rate. It will cause the traffic jam due to so many vehicles on theroad especially private vehicles. Now, road service transportation is still dominant (around95%), while train transportation only around 3-4% proportionally.The objection of the study is to plan the city train transportation in Jakarta, in order to get thesolution how to solve the road traffic jam problem. Here, alternative taken in the study is byincreasing service of train transportation. Study is done by using MRT (mass rapidtransportation) method.Key words : road traffic jam, mass transportation, city train planning
KAJIAN ATRIUM PADA BANGUNAN BERTINGKAT SEBAGAI PEREDUKSI KEBISINGAN (SIMULASI PROGRAM KOMPUTER) Widiastuti, Santi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akustik bangunan merupakan faktor penting dalam perancangan arsitektural padabangunan untuk mengendalikan kebisingan yang berlebihan dalam bangunan sehinggadiperoleh kondisi suara yang ideal di dalam maupun di luar ruangan. Salah satu upayapengendalian kebisingan dalam bangunan adalah dengan menerapkan desain atriumyang tepat sebagai pereduksi kebisingan. Tujuan utama penelitian untuk mengetahuifungsi atrium sebagai pereduksi kebisingan terutama pada bangunan bertingkatsehingga diperoleh kenyamanan akustikal. Simulasi program komputer merupakanperangkat desain untuk merencanakan desain atrium terutama dalam bangunanbertingkat untuk memperoleh kondisi suara yang ideal dalam bangunan. Produk yangdiinginkan adalah desain atrium (ruang terbuka) sebagai alternatif bagi pemecahanrmasalah akustik lingkungan dan akustik bangunan, terutama pada bangunan bertingkatkarena diharapkan berfungsi sebagai pereduksi kebisingan yang efektif.AbstractThe building acoustic is critical factor in architectural design stage to the buiding to control theexcessive indoor noise and obtaining ideal sound condition both indoor and outdoor. One effortto control noise inside the building sound building is to implement an appropriate design atriumas a noise reduction. The main purposes of this study is to examine the function of atrium asnoise reduction especially in high rise building to obtain the acoustical satisfaction. Thecomputer simulation program is sophisticated design tool to plan the design of atrium in high risebuilding to obtain ideal indoor sound condition.
INTERPRETASI CITRA DAN PENGARUH UKURAN PIXEL TERHADAP LUAS LAHAN HASIL INTERPRETASI Osly, Prima Jiwa; Ihsani, Irfan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penginderaan jauh merupakan solusi yang relatif cepat dalam perencanaanwilayah karena keruangan dalam bentuk gambar menyimpan banyak sekali informasi.Tulisan ini bertujuan untuk mengulas proses interpretasi dan pengaruh ukuran pixelpada gambar pola ruang serta mengkaji hasil interpretasinya. Data dan software yangdigunakan adalah adalah foto udara kawasan Kabupaten Bogor, peta hidrologi sebagaipeta referensi dan ArcView versi 3.30. Ukuran pixel dapat mempengaruhi luas lahanpada peta hasil interpretasi. Semakin besar ukuran pixel, maka akan terjadi perbedaanluas lahan masing-masing Land Use/Land Cover-nya hasil interpretasi. Namunperbedaan ini tidak berpengaruh pada luas secara keseluruhannya (grand total) yangartinya masing-masing Land Use/Land Cover hanya melakukan substitusi saja. Dalamperencanaan wilayah, pemilihan ukuran pixel menentukan tingkat detail informasi yangtersaji oleh citra hasil interpretasi. Produk yang dihasilkan berupa informasi dalambentuk peta (tematik). Kondisi kawasan yang tercakup pada foto udara Kabupaten Bogordapat dikatakan cukup representatif untuk menggambarkan pola keruangan yang ada.Kondisi kawasan permukiman harus diperbaiki karena terletak pada garis sempadansungai yang seharusnya merupakan kawasan lindung. Kondisi kawasan lindung yangsaat ini berjumlah 34% seharusnya dapat dipertahankan. Kedepan, apabila konversilahan harus dilakukan, jumlahnya minimal 30% dari total luas wilayah.AbstractRemote sensing became relatively fast solution in the regional planning due to spatialdata store lots of information. This paper analyses the process of interpretation and theinfluence of pixel size on the image of spatial patterns, and the results. Aerial photo ofdistrict Bogor and hydrology map are used as a reference and ArcView version 3.30 isselected for interpretation process. Pixel size can affect the area of map interpretationresults. The larger the size of pixels, there will be the difference in spacious area of eachLand Use/Land Cover. However, this difference does not affect to the grand total whichmeans that each Land Use/Land Cover only perform the substitution. In the regionalplanning, the selection of pixel size determines the level of information presented byimage interpretation results. The condition of area that covered in aerial photo is simplyrepresentative to describe existing spatial patterns. The condition of the area should beimproved because the settlement which is located on the border line of the river should bethe protected area. Currently, the condition of protected areas is 34% and this should bemaintained. In the future the amount of land conversion should not be granted more than30% of the total area.
PRIORITAS PERBAIKAN JALAN UNTUK JALAN BERASPAL DILIHAT DARI ASPEK INDEKS PERMUKAAN, LHR, BCR DAN KONDISI DRAINASE STUDI KASUS : JALAN JAYAPURA – SENTANI, PROPINSI PAPUA Angreni, Ida Ayu Ari; Kusumaningrum, Jennie
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas perbaikan jalan untuk jalan beraspal,dilihat dari berbagai faktor yaitu: Indeks Permukaan (erat kaitannya dengan nilaikerusakan jalan), BCR (Benefit Cost Ratio), kondisi drainase dan LHR (Lalu LintasHarian Rata-rata). Metode yang dipergunakan dengan menganalisis masing-masingfaktor dan diberikan penilaian pembobotan berdasarkan Proses Analisa Hirarki (AHP).Produk yang diharapkan di dalam menentukan ruas jalan yang harus diperbaiki sudahmerupakan keputusan yang tepat karena melihat dari berbagai faktor dan dapatmengetahui setiap ruas jalan ada dalam posisi prioritas perbaikan yang keberapa.AbstractThis study is done to make a priority of road rehabilitation especially for asphaltic roadwith some constraint factors like : surface index (related to value of damage road),BCR (Benefit Cost Ratio), drainage condition and LHR (daily traffic average). The studyis done by analyzing these factors and giving the value of hierarchy analysis process(AHP). By this study, it will get some priority of road rehabilitation in order to take theright decision.
ANALIS PENGARUH PERTUMBUHAN KENDARAAN DENGAN TINGKAT POLUSI UDARA STUDI KASUS DKI JAKARTA Suryanto, Doddy Ari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeningkatan kebutuhan akan moda transportasi baik transportasi barang dan atautransportasi penumpang berakibat pada peningkatan produksi kendaraan bermotor.Dampak dari meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor tersebut terhadap kualitasudara menempati posisi pertama dalam urutan penyebab polusi udara terutama diJakarta. Oleh karena itu, dalam tulisan ini peneliti membuat model pencemaran udaraakibat peningkatan beberapa jenis moda, antara lain sepeda motor, mobil penumpang,mobil bis dan mobil barang yang berdampak terhadap peningkatan produksi polutan,seperti CO (Karbon monoksida), HC (Hidrokarbon), dan NO (Natrium Monoksida),sehingga dapat diketahui seberapa besar dampak yang diakibatkan oleh perubahanmoda terhadap polutan tersebut dan model konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak)akibat perubahan jumlah moda. Metode yang digunakan adalah metode statistik regresilinier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat, yaitu tingkatpolutan dan variabel bebas, yaitu jumlah masing-masing jenis kendaraan bermotor.Hasil dari penelitan ini, adalah: (1) model untuk Tingkat polutan HC adalah y=-48170+0,02X1+0,5X3+0,1X4, (2) model untuk Tingkat polutan CO adalahy=267003+1,18X1-0,58X3+0,5X4, dan (3)model untuk Tingkat Polutan NO adalahy=11043+0,05X1-0,03X3+0,03X4. Sedangkan untuk model konsumsi BBM adalah (1)model konsumsi solar adalah y=-413731-0,2X2+1,5X3+1,4X4 (2) model konsumsipremium adalah y=-759700-2,7X2+4,85X2+3,4X4.AbstractIncreased demand for both modes of transport and freight transport or passengertransport resulting in increased production of motor vehicles. The impact of theincreasing use of motor vehicles on air quality in first place in the order of the causes ofair pollution, especially in Jakarta. Therefore, in this paper researchers create model ofair pollution due to increase in several types of modes, including motorcycles, passengercars, buses and car goods cars that have an impact on the increased production ofpollutants, such as CO (carbon monoxide), HC (Hydrocarbons), and NO (SodiumMonoxide), so that can know how big the impact caused by changes in the modes of themodel pollutants and fuel consumption (fuel oil) due to changes in the number of modes.The method used is a statistical method of multiple linear regression to determine therelationship between the dependent variable, namely the level of pollutants and theindependent variables, namely the number of each type of motor vehicle. The results ofthis research are: (1) model for the level of pollutants HC is y=-48170+0,02X1+0,5X3+0,1X4, (2) a model for CO pollutant levels arey=267003+1,18X1-0,58X3+0,5X4, and (3) model for the level of pollutant NO isy=11043+0,05X1-0,03X3+0,03X4 As for fuel consumption models are (1) model dieselconsumption is y=-413731-0,2X2+1,5X3+1,4X4 (2) is a premium consumer models y=-759700-2,7X2+4,85X2+3,4X4
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR BERKELANJUTAN BERPERSPEKTIF MITIGASI BENCANA, KASUS INDRAMAYU DAN PANGANDARAN Tahrir, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan pengembangan wilayahpesisir yang berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat dengan kasus, kabupaten Indramayu dipantai utara dan kabupaten Ciamis di pantai Selatan. Proses evaluasi diselesaikanmenggunakan teknik Sistem Manajemen Berbasis Ilmu Pengetahuan (SMBIP) yaitu alihpengetahuan seorang pakar atau lebih melalui diskursus menggunakan sistem teknologitransformasi. Teknik SMBIP didukung oleh 7 parameter yaitu optimalisasi pelaksanaan tataruang dan lingkungan, ketersediaan prasarana dan sarana, pembangunan industri berbasiswilayah pesisir, proporsi dana pembangunan wilayah pesisir dalam APBD, rejimpenguasaan pemerintah, program pemberdayaan masyarakat melalui CSR danpengembangan sektor pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan dan migas yangberperspektif mitigasi bencana. Berdasarkan pengelompokan parameter dan permutasidiperoleh 24 kaidah dengan hasil diskursus yang menyimpulkan bahwa kebijakanpengembangan wilayah pesisir di Jawa Barat khususnya Kabupaten Indramayu danKabupaten Ciamis masih perlu diarahkan pada konsep pengelolaan wilayah pesisir secaraterpadu. Selanjutnya di Kabupaten Indramayu perencanaan pengembangan wilayah pesisirdan penguasaan pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat bantuanPertamina sudah cukup baik, kecuali di dalam pengembangan sektor pariwisata yangkurang mendapat perhatian dengan baik. Di Kabupaten Ciamis, pengembangan sektorpariwisata dan perikanan sudah merupakan salah satu sektor unggulan dalampengembangan wilayah pesisir.
ANALISA SIMPANG TERINTEGRASI PADA JAM SIBUK PAGI (STUDI KASUS PADA SIMPANG CILIBENDE DENGAN SIMPANG LODAYA KOTA BOGOR) Tenriajeng, Andi Tenrisukki; Putra, Ariestian Perdana
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja persimpangan terintegrasi. Me to d e penelitian menggunakan alat bantu programTRANSYT. Data diperolehdengancarasurveylapanganpadahari seninselama2jam dari pukul05.30s/d 07.30 WIBdandidapatwaktupuncakpadapukul06.00s/d 07.00WIB. Dari hasil analisis untuk persimpanganyangbelum dikoordinasikan denganwaktu siklusexisting didapatkan PerformanceIndex(PI) 3167.7$/huntuksimpangCilibendedanPI 3276.9$/huntuksimpang Lodaya. Untukpersimpanganyang telahdikoordinasikandanmenggunakanwaktusiklus existing mendapatkan PI 1343.5$/huntuksimpangCilibende danPI 875.2 $/huntuksimpang Lodaya. Untukpersimpanganyangtelahdikoordinasikandanmenggunakanwaktusiklus180 detikmendapatkanPI1320.7$/huntuksimpangCilibende danPI 836.6$/huntuksimpang Lodaya. Untukpersimpanganyang telahdikoordinasikandenganperubahanfasadanwaktu siklusexisting didapat PI 1042$/huntuksimpang Cilibende danPI 596.3$/huntuksimpang Lodaya. Untukpersimpanganyang telahdikoordinasikan denganperubahanfasa menggunakan waktu siklus180detik didapatkan PI961.7$/huntuksimpang Cilibende danPI 503.6$/huntuk simpangLodaya. Bahwa perubahanfasa danwaktusiklusdapatmengoptimalkankinerja persimpangan dengan perubahanPIsebesar77.26%dari kondisiexisting.
TINJAUAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI RUANG PUBLIK DI PUSAT KOTA JAYAPURA Baharuddin, Alfini
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kota Jayapura berdasarkan RTRW Kota Jayapura ditetapkan di KelurahanGurabesi Distrik Jayapura Utara. Kawasan ini terus mengalami perkembangan yangcukup pesat dengan terjadinya peningkatan jumlah penduduk, tingginya permintaanpemanfaatan lahan yang disertai dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Halini berdampak pada semakin padatnya kawasan pusat kota Jayapura yang dapatberakibat pada timbulnya permasalahan-permasalahan pemanfaatan lahan dan semakinmenurunnya kualitas lingkungan. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya keberadaanruang terbuka hijau untuk mengurangi dampak lingkungan yang terjadi baik fisikmaupun sosial. Dalam penelitian ini tinjauan dilakukan terhadap keberadaan RuangTerbuka Hijau (RTH) publik yang ada di pusat kota Jayapura. Beberapa permasalahanpengelolaan RTH publik di pusat kota Jayapura yaitu sebaran penyediaan RTH publikyang tidak merata, RTH publik yang ada belum memiliki kuantitas dan kualitas fasilitasyang baik, serta pemanfaatan RTH publik yang ada belum optimal.
ANALISA PELAYANAN KERETA KOMUTER JABODETABEK DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) (STUDI KASUS: RUTE BOGOR-KOTA) Suryanto, Doddy Ari; Violin, Ivy
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 5, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan arus perekonomian di Jakarta sebagai pusat kegiatan perekonomian di Indonesiamenyebabkan arus urbanisasi dari luar Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi)meningkat. Hal menyebabkan peningkatan beban pada daerah tersebut yang merupakan daerahpenyangga Jakarta, baik penduduk dan beban perumahan yang secara tidak langsungberpengaruh juga terhadap peningkatan kegiatan. Hal ini meru-pakan beban yang harusditanggung oleh Bodetabek, yang membutuhkan alat trans-portasi berupa angkutan yangmelayani kebutuhan masyarakat pendatang tersebut. Pengoperasi KA Komuter Jabodetabek yangterkenal dengan sebutan KRL Jabodetabek (Kereta Listrik) merupakan salah satu modatransportasi masal atau Mass Rapid Transit (MRT) yang melayani pergerakan komuter daridaerah sub urban menuju Jakarta pada pagi dan sebaliknya pada sore hari untuk bekerja.Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui faktor-faktor apa saja dalam pelayanan keretakomuter Jabodetabek yang perlu menjadi prioritas untuk diperbaiki dan ditingkatkan olehPT.Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator KRL di Jabodetabek khususnya rute StasiunBogor – Stasiun Kota. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada 100orang responden pada hari kerja (Senin-Jumat) maupun hari libur (Sabtu-Minggu) pada saat jamsibuk pagi dan sore hari. Untuk pengukuran kepuasan responden terhadap berbagai factor yangberkaitan dengan pengoperasian KRL Jabodetabek digunakan metode Importance PerformanceAnalysis (IPA). Berdasarkan hasil analisa kuisioner dengan metode Im-portance PerformanceAnalysis (IPA) dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 faktor yang menurut responden menjadiprioritas untuk ditingkatkan karena belum memuaskan yaitu meliputi fasilitas pejalan kaki,keselamatan di stasiun, penerangan diKRL, pegangan tangan di KRL, kerapian petugas,kecepatan KRL, frekuensi kedatangan, kecepatan pelayanan oleh petugas, keselamatan diKRLdan pemahaman petugas kepada kebutuhan penumpang.AbstractImprovement of economics current in Jakarta as economics centre of activities in Indonesiacauses urbanization current from outside Bodetabek ( Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi)increases. The causing improvement of burden at the area which is buffer zona Jakarta, About theresident and the housing burden that is indirectly influence also to improvement of activity. Thisthing is burden which must accounted by Bodetabek, what requires equipment of transportationin the form of transportation ser-ving requirement of urban people. The operation of CommuterLight Rail JABODETABEK which is famous with the title KRL Jabodetabek be one of moda masstransportation or Mass Rapid Transit ( MRT) what serves movement of commuter from sub areaurban towards Jakarta at morning conversely in the evening to work. This re-search aim to knowfactors any kind of in service of KRL Jabodetabek that need to be-come priority to be repairedand improved by PTKereta Api Indonesia ( KAI) as operator KRL in Jabodetabek especiallyroute Bogor Station- Kota Station. Data collecting is done by through spreading of kuissioner to100 respondent at workday ( Senin-Jumat) and also on holiday ( Sabtu-Minggu) at the time ofmorning busy hours and evening. For measurement of satisfaction of respondent to various factorrelated to operation of KRL Jabodetabek is applied by method Importance Performance Analysis( IPA). Based on result of kuissioner analysis with method Importance Performance Analysis( IPA) in-ferential that there are 12 factors which according to respondent becomes priority to beimproved by has not gratified that is covering pedestrian facility, safety in station, lighting diKRL,hold of hand in KRL, accuration of officer, speed KRL, arrival frequency, service speed byofficer, safety of diKRL and understanding of officer to requirement of passenger.Keywords : KRL JABODETABEK, service repair, Importance Performance Analysis (IPA)

Page 9 of 32 | Total Record : 320