cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
STUDI AWAL POLA SPASIAL PERMUKIMAN DI KOTA LAMA KUDUS STUDI KASUS : DESA DEMANGAN Anisa, Anisa
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Kudus sebagai wujud dari arsitektur tradisional, mempunyai keunikan danspesifikasi tersendiri. Rumah Kudus memiliki taksonomi ruang dalam rumah baik yangtradisional maupun yang baru, memiliki keterkaitan dengan sejarah dan latar belakangsejarah Kudus secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perwujudanarsitektur rumah tinggal tersebut antara lain: faktor sosial budaya, iklim, teknologi,ekonomi, struktur sosial, pengaruh geografis, religi, sejarah dan bahan bangunan.Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial permukiman, menemukanruang-ruang yang selalu ada pada rumah serta mendapatkan gambaran tentangtaksonomi ruang pada rumah lama dan rumah baru di Kota Lama Kudus. Metode yangdipergunakan adalah paradigma naturalistik kualitatif sebagai paradigma dasar untukmelihat kawasan Kota Lama Kudus dan permukimannya. Produk yang dihasilkan dapatdiketahui pola spasial permukiman dan mendapatkan gambaran tentang taksonomiruang pada rumah lama dan rumah baru di Kota Lama Kudus.AbstractKudus house as a form of traditional architecture, unique and has its ownspecifications. Kudus house has a taxonomy of space in both houses of traditional andnew, have relevance to the history and background on the whole history of the Kudus.Factors that affect the realization of residential architecture include: socio-culturalfactors, climate, technology, economics, social structure, the influence of geographical,religious, historical and building materials. So this study aims to determine spatialpatterns of settlement, to find spaces that are always there at home and get a picture ofthe taxonomy of spaces in old houses and new homes in the Old City of the Kudus. Themethod used was a qualitative naturalistic paradigm as the basic paradigm to see theOld Town area and the settlements Kudus. The resulting product can be identifiedspatial patterns of settlement and get a picture of the taxonomy of spaces in old housesand new homes in the Old City Kudus.
MENCARI BENTUK KOTA HEMAT ENERGI DI INDONESIA Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep bentuk kota yang hemat energi yangsesuai di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif yaitudengan membandingkan konsep pembangunan kota dan struktur kota terhadap kesesuaianaplikasinya di negara berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunanberkelanjutan sangat esensial bagi perkembangan kota-kota di masa depan. Kota kompak(compact city) merupakan salah satu konsep yang berkembang dalam pola ruang danbentuk kota yang hemat energi dan pembangunan berkelanjutan. Dalam sebuah kotakompak terdapat fokus yang kuat pada perencanaan urban containment, yakni denganmenyediakan suatu konsentrasi penggunaaan campuran yang secara sosial berkelanjutan.Pada kenyataannya kota besar di negara berkembang sudah sangat kompak dalam artisudah sangat padat. Tetapi kenyataan ini tidak berarti bahwa kota-kota tersebutberkelanjutan. Beberapa peluang dalam mewujudkan kota kompak berkelanjutan yanghemat energi di Indonesia adalah memperbaiki dan membangun kota secara vertikal,sistem transportasi massal, kota berinti ganda, tata bangunan dan lingkungan hematenergi, dan ruang kota yang berorientasi pejalan kaki.AbstractThe objective of this research is to get a city concept of saved energy in Indonesia. Researchmethod applied is descriptive and comparative by comparing development conceptand city structure to concordance the application in developing countries. Result ofresearch indicates that sustainable development is essential for development of city.Compact city is one of growing concept in space pattern and form of energy saving cityand sustainable development. In a compact city there is strong focus at planning of urbancontainment, that is by providing a concentration of mixed use space that socially sustainable.In fact, megacities in developing countries have been very compact in meaning ofhave been very dense. But this reality doesn't mean that the cities are sustainable. Someopportunities in realizing sustainable compact city that saved energy in Indonesia isimprove and builds vertically city, mass transportation system, multiple city core, setenergy saving building and area, and pedestrian oriented.
KINERJA SISTEM DRAINASE TATA AIR KAWASAN ARJUNA UTARA KECAMATAN KEBON JERUK Wulan, Asri; Putro, Haryono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagian besar wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat berupa daratan rendah denganbeberapa bagian berada di bawah permukaan laut (dpl) kondisi ini merupakan salahsatu faktor penyebab tingginya resiko genangan air yang terjadi pada musim penghujan.Pada sisi lain wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat juga banyak dilalui sungai (kali),yaitu antara lain Kali Mookevart, Kali Angke, Kali Sekretaris, Kali Grogol, KaliCengkareng Drain dan Kali Banjir Kanal. Genangan banjir selalu menimbulkankerugian yang tidak sedikit, baik dari aspek fisik, sosial dan ekonomi. Untuk itu dalampenanganan masalah drainase dan penanggulangan banjir suatu kawasan, diperlukanpengembangan sistem pengendalian banjir, normalisasi/sungai dan pembangunanwaduk-waduk atau polder untuk penampungan air. Kinerja ini juga harus dapatmenghasilkan konsep rancangan sistem tata air terpadu dan terkoordinir yangmelibatkan semu pihak dari hulu ke hilir. Sehingga hasil kajian ini dapat dijadikanrujukan/pedoman sistem tata air bagi elemen masyarakat, Pemerintah dan pihak-pihaklain yang akan melakukan kegiatan pembangunan baik parsial maupun simultanterhadap Kawasan Arjuna Utara Kecamatan Kebon Jeruk.AbstractMost areas of West Jakarta City Administration of low land with some parts are belowsea level (asl) of this condition is one of the factors causing the high risk pool of waterthat occurs during the rainy season. On the other hand the area of West Jakarta CityAdministration is also widely traveled river (times), among other Mookevart Kali, KaliAngke, Secretary Kali, Kali Grogol, Kali and Kali Cengkareng Drain Flood Canal.Floodwaters do not always cause a little damage, either from physical, social andeconomic. For it in handling the problem of drainage and flood an area, required thedevelopment of flood control system, the normalization / rivers and building dams forwater reservoirs or polders. This performance should also be able to produce the conceptdesign of a system of integrated and coordinated water involving fictitious parties fromupstream to downstream. So that the results of this study can be used as a reference /guideline for the waterworks system of society, government and other parties who willperform construction activities either partially or simultaneously to the Northern RegionDistrict of Kebon Jeruk Arjuna.
ESTIMASI PENENTUAN TARIF AIR MINUM BERDASARKAN TINGKAT PENDAPATAN KONSUMEN Diyanti, Diyanti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gunung Kidul adalah salah satu wilayah yang sebagian besar kondisitopografinya dataran tinggi. Dimana sistem pelayanan untuk pendistribusian air bakudikelola oleh pihak Pemerinta Daerah Air Minum (PDAM) dan pihak Swasta. Padaestimasi perhitungan tarif berdasarkan tingkat pendapatan konsumen/pelanggan airminum disini peneliti menghitung tarif air minum berdasarkan ketentuan WHO, danmenteri dalam negeri. Data-data yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yaitudata sekunder berupa jumlah pelanggan, kebutuhan air minum pelanggan per bulan,biaya operasional dan pemeliharaan, serta biaya sewa meteran. Data Primer diperolehdengan cara wawancara dan pengisian kuesioner ke 100 pelanggan air minum diKabupaten Gunung Kidul yang mendapatkan pelayanan dari Pemerintah Daerah AirMinum yang menggunakan sumber air goa Seropan. Analisis yang digunakan yaituanalisis kuantitatif deskriptif sehingga dapat diketahui pendapatan rata –rata pelangganair minum yaitu sebesar Rp. 1.000.000,00/bulan, sedangkan uang yang dikeluarkan untukmembayar retribusi air per bulan yaitu Rp. 1.7000/m3 + Rp. 5.000,00 uang sewameteran. Rata-rata pelangganan mengeluarkan uang untuk membayar retribusi airminum yaitu sebesar Rp. 1.700,00 x 18 m3/bulan (kebutuhan perbulan) + Rp. 5.000,00 =Rp. 35. 600,00. Sedangkan tingkat kemampuan membayar retribusi air minumberdasarkan hasil survey yaitu hanya sebesar Rp. 20.000,00 – Rp. 29. 000,00. Retribusiair minum setiap daerah berbeda-beda hal ini tergantung pada kebijakan daerah tersebutdan pendapatan masyarakatnya. Pengeluaran untuk pembelian air setiap bulannyasebesar Rp. 40.000,00, jadi harga tarif air minum setiap bulannya per meter kubiksebesar Rp. 6700,00/m3 termasuk biaya sewa meteran dan dana administrasi sudahmemenuhi ketentuan Mentri Dalam Negeri.
PERENCANAAN STRUKTURGEDUNG MARITIME EDUCATION AND TRAINING IMPROVEMENT DENGAN ANALISA DINAMIS Andayani, Relly; Afrian, Rendi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur merupakan sarana yang berfungsi menyalurkan beban yang diakibatkanpenggunaan dan/atau kehadiran bangunan di atas tanah. Untuk merencanakansuatu bangunanharus diketahui terlebih dahulu jenis struktur yangakandidirikan.Setiap jenis bangunan mempunyai sifat-sifat dan persyaratan masing-masing,sehingga dalamperencanaannya, analisa yangdigunakanakandisesuaikanmenurutjenisbangunan tersebut.Struktur Gedung Maritime Education and Training Improvement (METI)merupakan struktur beton bertulang yang terdiri dari 8 lantai. Ditinjau dari denahnya, gedung METI termasuk ke dalam struktur tidak beraturan. Berdasarkan SNI1726-2002, perilaku struktur terhadap pengaruh gempa rencana pada penelitian inidilakukan dengan metode analisis ragam spektrum respons dengan memakaispektrum respons gempa rencana. Hasil akhir dari penelitian ini adalah mengetahui respons dinamik akibat pengaruhgempa rencana terhadap strukturdan merencanakan serta mengintepretasikan ke dalam gambar rencana, berupa detail penulangan dari elemen-elemen struktur dan pendetailan sambungan balok-kolom.
ANALISIS PERKEMBANGAN GAYA ARSITEKTUR PADA FASADE BANGUNAN STASIUN KERETA TANJUNG PRIUK Widayanti, Rina; Widyarsih, Meyka
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Stasiun kereta api sebagai tempat/ wadah turun naiknya penumpang dan penantian antara sistem angkutan kereta api dengan sistem angkutan lain dalam sebuah kota. Sebagai tempat transit, menjadikan stasiun kereta api sangat strategis, ekonomis, banyak masyarakat antara lain pengelola stasiun, penumpang kereta, pedagang atau siapa saja menggunakan stasiun sebagai tempat untuk memulai aktivitasnya. Dengan mengadopsi bentukan fasade bangunan serta ornamen yang di gunakan maka permainan garis – garis horizontal dan vertikal yang menjadi aksen utama dalam bangunan untuk menciptakan kesan formal. Selain itu penggunaan kaca pada bangunan untuk menciptakan kesan minimalis yang seolah-olah menggambarkan kemajuan teknologi saat ini. Bagaimana perubahan perkembangan Fasade Bangunan Stasiun Kereta Tanjung Priuk hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami perubahan fungsi dan gaya arsitektur pada fasade bangunan Stasiun kereta Tanjung Priuk di Indonesia yang merupakan bangunan kolonial. Stasiun Tanjung Priuk merupakan stasiun monumental dengan 8 jalur ganda, 6 jalur didalam peron dan 2 jalur diluar peron. Bangunan Stasiun Tanjung Priuk memiliki bentuk dominan simetris dikarenakan pengaruh aliran Kubisme sehingga berbentuk simpel dan geometris persegi empat dan garis garis vertical dan berlanggam Indische Empire Style. 
DEGRADASI KUALITAS RUANG KOTA PADA KAWASAN NIAGA TERPADU STUDI KASUS : KAWASAN SENEN, JAKARTA Prabawasari, Veronika Widi; Suparman, Agus; Prakosa, Wahyu; Wardoyo, Wardoyo
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh globalisasi dalam perekonomian kota yang telahmembawa dampak atas kinerja sosial-budaya, ekonomi serta kinerja fisik lingkunganbinaan. Kawasan Senen dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir, mengalamidegradasi kualitas layanan baik bagi pertumbuhan ekonomi, kualitas layanantransportasi urban dan antar kota maupun kualitas layanan kawasan sebagai ruangpublik warga kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra positif dan negatifyang melekat pada kawasan niaga terpadu serta untuk mengetahui isu-isu strategikyang melatarbelakangi penurunan kualitas ruang kota pada kawasan niaga terpadu ini.Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dilakukan identifikasi terhadap kondisilingkungan di kawasan Senen serta mengidentifikasi kondisi sosio-kultural dan ekonomimasyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya 4 (empat) isustrategik dan mendasar yang mengakibatkan degradasi kualitas di kawasan Senen,yaitu isu daya tarik kawasan sebagai pusat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi,isu sistem layanan transportasi publik kawasan, isu peningkatan daya tarik kawasansebagai ruang publik kota berbasis sosio-kultural dan ekologis serta isu manajerial danpengelolaan terpadu.AbstractThe background of this research is the globalization process of the city financial systemcausing physical, socio-cultural, economical performance of the cultivatedenvironment. In the last 10-15 years, Senen district has experienced a service qualitydegradation in economic growth, urban and intercity transportation service, and eventhe degradation in service quality of the public space for city residents. The objective ofthis research is to know the positive and negative image of the integrated businessareas. To achieve the objective, the identification of environment circumstances of theSenen district, including the identification of socio-cultural and economicalcircumstances of local community are need to be done. The result of the research showsthat there are 4 (four) strategic and critical issues in quality degradation at Senendistrict. They are: the issue of district magnetism as trade and economic growth center,the district public transportation services system, the district magnetism improvementas socio-culture and ecological based city public space, and the issue of integratedmanagement and administration.Keywords : public space, urban space, business district, Senen district
MODEL SIMULASI JARINGAN PIPA DENGAN EPANET 2.0 DAN PENENTUAN TARIF AIR MINUM DI KECAMATAN PRACIMANTORO Supomo, Fani Yayuk; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan air bersih dan air baku di Kecamatan Pracimantoro saat ini sangatmemprihatinkan. Kondisi curah hujan yang semakin rendah serta elevasi daerah yang relativetinggi menjadi faktor utama kesulitan masyarakat Pracimantoro untuk mem-peroleh air baku.Adanya hasil analisa dari program Epanet 2.0 dan simulasi pelayanan baik dalam 8 jampelayanan maupun 24 jam pelayanan, mempunyai tujuan untuk di-pergunakan dalam halpengambilan rekomendasi atas penyediaan air baku di wilayah tersebut. Selain itu, analisaprogram Epanet 2.0 dimaksudkan untuk melihat pe-rencanaan pelayanan air baku yang akanditerima oleh masyarakat sekitar, mampu atau tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Data jumlah penduduk, elevasi permukaan, serta dimensi pipa, reservoir, tangki maupun hidranumum, akan sangat diperlukan untuk pencapaian desain pelayanan yang lebih baik.AbstractThe need for clean water and raw water in the District Pracimantoro currently very poor.Rainfall conditions of the lower elevation areas and high relative to the main factorPracimantoro community difficulties to obtain raw water. The existence of the program analysisand simulation Epanet 2.0 good service in 8 hours of service or 24 hours of service, has theobjective to be used in making recommendations for the provision of raw water in the region. Inaddition, analysis Epanet 2.0 program intended to see the planning of basic water services will beaccepted by the people around, able or not to fulfill their daily needs. Data population, surfaceelevation, and dimensions of pipes, reservoirs, tanks or public hydrants, will be required toachieve design better services.
HIBRIDITAS DESAIN SEBAGAI REPRESENTASI SEJARAH, BUDAYA DAN RELASI KEKUASAAN STUDI KASUS: DESAIN RUMAH TIONGHOA PERANAKAN DI LASEM Hidayat, July
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kajian ini adalah memahami hibriditas spatial sebagai representasi sejarah,budaya dan kekuasaan. Identitas budaya dibentuk oleh interaksi dinamis antaraketiganya dan direpresentasikan sampai pada tataran budaya materi, termasuk rumahtinggal. Objek kajian adalah desain rumah Tionghoa peranakan di Lasem yang dikenalsebagai “The Tiongkok of Java”. Paradigma yang dipergunakan adalah pos-positivismedengan metode analisis studi kasus. Kasus dipahami dengan pendekatan sejarah danteori identitas budaya Stuart Hall. Etnis Tionghoa melakukan akulturasi budaya Jawasebagai strategi untuk bertahan hidup, mendapatkan posisi sosial, diakui dan masukdalam pergaulan golongan tertinggi yang sebelum abad 19 dipegang oleh bangsawanJawa. Sejarah interaksi keduanya sudah terjadi sejak abad I Masehi, dimulai darikerjasama ekonomi, akulturasi sosial (pernikahan campuran), dan diikuti oleh akulturasibudaya. Hal ini menjelaskan hibriditas dalam rumah Tionghoa peranakan sebagaikonsekuensi wajar sejarah. Pandangan hidup mereka mendukung akulturasi, ketika ataspengaruh Taoisme, terdapat sikap terbuka/fleksibel terhadap intervensi ruang budayalain ke dalam tradisinya: ”di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”. Dari relasikekuasaan, etnis Tionghoa waktu itu ada dalam posisi tidak setara, berada di bawahdominasi budaya Jawa yang mempengaruhi sistem representasinya. Hasil kajian adalahjenis hibriditas bentuk desain Tionghoa peranakan dan argumen bahwa hibriditas spatialTionghoa-Jawa berfungsi tidak sekadar menghasilkan kebaruan/keunikan desain tetapimerepresentasikan otoritas baru dalam menegosiasikan ulang makna dan identitasTionghoa peranakan, bahwa identitas spatial mereka harus dipahami bukan dalamkonteks budaya Jawa/Tionghoa tetapi Tionghoa peranakan yang sudah berbeda akibattranslasi terhadap budaya-budaya asli pembentuknya, termasuk harus dilepaskan dariprasangka dan senimen negatif terhadap konteks budaya Tionghoa asalnya.AbstractThe objective of this study is to comprehend the spatial hybridity as a representation ofhistory, culture and power. Cultural identity is formed by a dynamic interaction betweenthose three factors and is represented into a material culture level, including a residentialdesign. The object of study is the house of halfblooded Tionghoa in Lasem known as "TheTiongkok of Java". The study used the paradigm of post-positivism with case studyanalytical method. The case-study objects are comprehended with historical approachand the cultural identity theory of Stuart Hall. Tionghoa ethnic group did anacculturation with Javanese culture as a strategy for struggling life, getting socialposition, to be accepted in the interaction with the highest ruler which before 19th centuryis held by the Javanese nobles. The history of interaction between both of them hadhappened since 1st century, started from economical cooperation, social acculturation bymixing marriage, and followed automatically by culture acculturation. This conditionexplains hibridity in halfblooded Tionghoa design as a kind of proper consequence fromtheir acculturation history. Their world-view also supports the acculturation, wheninfluencing by Taoism, they perform a flexible attitude that taking into account the otherculture intervention in their tradition space. The spirit of openness is reflected from theirmotto: "where the earth is treaded, over there the celestial is held highly". From theaspect of power relationship, The halfblooded Tionghoa at that time has unequalrelation, under the domination of Javanese culture that influences their representationsystem. As the results are the hibridity types of halfblooded Tionghoa design and theargument that the role of spatial hybridity of halfblooded Chineseis not merely dealingwith new or unique form but as a representation of new authority in negotiating themeaning and identity of halfblooded Tionghoa. Their spatial identity must becomprehended not in the context of traditional Javanese or Tionghoa culture buthalfblooded Tionghoa. It has translated its former culture or original reference. Thehalfblooded Tionghoa culture that has already a hybrid with local content has to bedischarged from the prejudice and negative sentiment to its origin as they are alreadydifferent context.
DESAIN UNIT HUNIAN RUMAH SUSUN SEDERHANA Adianto, Joko
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan rumah susun sewa sederhana di perkotaan merupakan langkah tepat untukmemenuhi kebutuhan papan masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk metode kuantitatif, digunakanpendekatan deskriptif guna menggambarkan tingkat kerusakan dan alih guna ruangyang terjadi. Sementara metode kualitatif, digunakan pendekatan grounded-theory guna memahamipenyebab terjadinya perubahan tersebut. Dengan melakukan penelitian di 28 rumah susunsederhana sewa yang dibangun oleh Menpera, diidentifikasi bahwa desain unit rumah susun sederhanasewa mengutamakan faktor teknis pembangunan dan mengabaikan faktor non-teknisseperti kondisi sosial, ekonomi dan budaya calon penghuninya.AbstractThe development of low-cost vertical housing in urban area is the right policy to fulfill the demandof low-cost housing. I used mixed-research method to unveil the user’s physical and nonphysicalliving condition which caused spatial mismatch in low-cost vertical housing. I usedquantitative method to describe damage building damage level and the spatial mismatch.Meanwhile, I also used qualitative method to understand the factors that caused all theproblems. By observing 28 low-cost vertical housing that built by Menpera, I identified that thedesign is only prioritized technical dan budgetiing factors than user’s social-cultural andeconomic conditions which leads to the spatial mismatch.

Page 11 of 32 | Total Record : 320