cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
IDENTIFIKASI DERAJAT KEPENTINGAN KOMPONEN BANGUNAN DALAM MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN Nico, Muhamad; Andayani, Relly
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid decline in quality of infrastructure assets as a result of factors such as age and environmental factors. So some developing asset management systems such as building condition assessment, prediction of deterioration, maintenance and treatment strategies, improvement of the condition after treatment and priority to building components should be repaired with cost barriers (Ahluwalia, 2008). The degree of interest of building components needed to incorporate the need for maintenance and upkeep of the building. The research method using a questionnaire with a scale degree of interest 1 (less important) to 6 (of extraordinary importance) (Pedro, et al, 2008). Statistical test research data using Friedman test and Kruskal Wallis. The results showed the component with the highest degree of interest is the structure components such as foundations, columns and beams with a degree of interest "Very Important" with a value of 5.56 each; 5.20 and 5.00. The highest degree of interest Landscape component is Channel Drainage and Road to the degree of interest "Important" by the respective value of 4.48 and 4.16. The highest degree of interest Architectural components are roof and wall coverings with a degree of interest "important" to the value of each of 4.40 and 4.40. The highest degree of interest components Mechanical / Electrical Lightning is the degree of interest "Important" with a value of 4.12. Key words: The degree of interest, Building Components, Maintenance and Building Maintenance,  Asset Management
EFFECT OF BENDING ANGLES ON THE GALVANIZING AND GALVANNEALING COATINGS ON THE STEEL PLATE COLD COMMERCIAL (SPCC) Syahbuddin, Syahbuddin; Wiseno, Elbi; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study conducted the effect of bending angles on the galvanizing and galvannealing coatingson the steel plate cold commercial. Both coatings consisted of serial Fe-Zn intermetallic layerssuch as -FeZn13, p-FeZn10, k-FeZn7 and -Fe3Zn10 layers with different fraction. The greaterpart of the first coating was the phase and in the other was the  phase. Formable of thecoatings was examined using bending test with angles about 150, 120, 90, 60 and 30 degrees. Asresults, the galvanizing coating except for bending angle of 30 degree seems strong for tensionload. By contrast, most galvannealing coatings bent in all angles were cracks runningperpendicular from the steel surface to -zinc region. Similar to the tension load, compressedload as resulted of the bending test did not provide any influence to the galvanizing coating, butsignificantly lead to cracks in the galvannealing coating both parallel and vertical direction tothe steel surface.
PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN IRIGASI DI NDONESIA Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi arahan kebijakan pemerintah dalam penentuan prioritasprogram pengembangan kelembagaan dan pengelolaan irigasi di Indonesia. Propinsiyang menjadi obyek penelitian adalah 16 propinsi yang akan menerapkan PKPI(Pembaharuan Ke-bijakan Pengelolaan Irigasi). Metoda penelitian menggunakanpemodelan berdasarkan ana-lisis multiatribut dengan kriteria SWOT. Penentuan nilaifaktor SWOT didasarkan atas jawa-ban responden di propinsi tentang kondisipengelolaan irigasi di daerah mereka. Penentukan bobot faktor SWOT didasarkanjawaban responden di Pusat yang diolah menggunakan prinsip Comparative Judgment(AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa propinsi Bali, NTB, Kalbar, dan Gorontalosebaiknya menggunakan strategi Growth oriented. Propinsi Babel, Kateng, Kaltim,Sulteng, Malut, dan Papua sebaiknya menggunakan strategi Turn around. Propinsi Jambi,Sulut, Kalsel, dan Maluku sebaiknya menggunakan strategi Diversification, sedangpropinsi Riau dan Bengkulu sebaiknya menggunakan strategi Defensive. Dari tipologistrategi dan penilaian faktor-faktor SWOT yang dominan disusun prioritas kegiatan yangpaling sesuai untuk masing-masing propinsi. Melalui matriks profil kompetitif diketahuiurutan (ranking) dari 16 propinsi dimana propinsi NTB, Bali, Gorontalo, Sulteng, danKalbar menempati posisi 5 propinsi teratas.AbstractThe objective of this research is to give a guide on governmental policy in programpriority of institutional development and management of irrigation in Indonesia. Theresearch object is 16 provinces that will apply PKPI (Policy Renewal of IrrigationManagement). Research method applies modeling based on analysis multi attribute withSWOT criterions. Determination of SWOT value is based to responder answer in provinceabout condition of irrigation management in their area. Determination of SWOT value isbased on responder in central government which processed by Comparative Judgmentprinciple (AHP). Result of research of shows that Bali, NTB, Kalbar, and Gorontaloprovince is better to apply Growth oriented strategy. Babel, Kalteng, Kaltim, Sulteng,Malut, and Papua province is better to apply Turn around strategy. Jambi, Sulut, Kalsel,and Maluku province is better to apply Diversification strategy, whereas Riau andBengkulu province is better to apply defensive strategy. From typology of strategy andassessment of dominant SWOT factors, most appropriate activities for each province arecompiled. With competitive profile matrix we can rank out 16 provinces where NTB, Bali,Gorontalo, Sulteng, and Kalbar province occupies of 5 upper positions.
REVITALISASI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL PADA LINGKUNGAN PERMUKIMAN TRADISIONAL DI ASEI BESAR DANAU SENTANI, JAYAPURA Salipu, M. Amir; Angreni, Ida Ayu Ari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman tradisional Asei Besar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura sudah mengalamipenurunan kualitas baik dari penghuninya maupun kualitas lingkungan permukiman itusendiri. Perlu dilakukan suatu langkah untuk menghidupkan atau menemukan kembalipotensi yang dimiliki atau yang seharusnya dimiliki sebuah lingkungan permukiman.Melalui revitalisasi diharapkan hal ini dapat terwujud. Sehingga tujuan penelitian adalahmerencanakan revitalisasi permukiman tradisional Asei Besar,Sentani Timur, KabupatenJayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang diperoleh diidentifikasidan dianalisis. Produk yang diinginkan adalah tersusunnya rencana dan programpembangunan fisik bagi pemerintah di Kabupaten Jayapura dalam penanganan tatabangunan dan lingkungan kawasan permukiman tradisional.AbstractThe traditional residence of Asei Besar, East Sentani, Jayapura District has experienceddegradation in quality both from its occupants and residence environment quality itself. It isnecessary to undergo a step which aimed to revitalize or to refind the nature potential orwhat a residence environment supposed to have. By revitalizing, this issue is hoped to beobtained. Hence, this research is aimed to plan a revitalization on traditional environmenton Asei Besar, Sentani Timur, Jayapura District. This research uses Descriptive Method.The data gained is identified and analyzed. The product which is the main goal to beachieved is structurized plan and pshycal development program for a local government inJayapura District in managing the building regulation and traditonal residenceenvironment.
PENINGKATAN DEBIT BANJIR DI KATULAMPAH AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI DAS CILIWUNG HULU DENGAN METODE RASIONAL Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan yang terjadi disegala bidang didaerah aliran sungai Ciliwung hulu,telah membawa dampak perubahan terhadap daerah aliran sungai, seperti kenaikan debit.Perubahan tataguna lahan akan berdampak pada perubahan koefisien aliran, sehinggaterjadi kenaikan koefisien aliran (C) yang cukup signifikan yang menyebabkan kenaikandebit maksimum tahunan. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa debit terukur dikatulampah cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasilpenelitian didapat kenaikan koefisien limpasan dari tahun 1970 sebesar 0,386 meningkatmenjadi 0,468 pada tahun 2008
KAJIAN KINERJA PELAKSANAAN PEKERJAAN PERKERASAN KAKU (PERBANDINGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT CONCRETE PAVER “WIRTGENT SP 500” DAN DENGAN METODE MANUAL) Tenriajeng, Andi Tenrisukki; Firawati, Nita
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) pada ruasCikunir – JatiAsih, Bekasi pada struktur utama jalan tersebut menggunakan konstruksiperkerasan kaku (Rigid Pavement). Dalam pelaksanan pekerjaan perkerasan kakumenggunakan dua cara yaitu dengan menggunakan alat concrete paver dan denganmenggunakan metode manual. Penggunaan kedua metode tersebut mempunyaiperbandingan dari segi pelaksanaan pekerjaan, efektifitas waktu, dan efisiensi biaya.Perhitungan biaya pekerjaan dapat menggunakan analisa B.O.W (BurgerlijkeOpenBare Werken). Dengan menggunakan analisa B.O.W dapat menghitung hargasatuan pekerjaan, dan upah tenaga kerja.Total volume pekerjaan perkerasan kaku100,039.62 m³. Biaya pekerjaan perkerasan kaku dengan menggunakan alat sebesarRp.76,143,993,590 dan biaya dengan menggunakan manual sebesar Rp.74,288,794,390.Efisiensi biaya dengan menggunakan cara manual sebesar 2,6% terhadap alat,Efektifitas waktu dengan menggunakan alat sebesar 31,8% terhadap manual.
PERENCANAAN PONDASI PILE RAFT MENGGUNAKAN PLAXIS DENGAN PEMODELAN MOHR-COULOMB Darmini, Darmini; Juniarso, Juniarso; Ridwan, Agus
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi rakit digunakan jika lapisan tanah pondasi mempunyai daya dukung rendah. Pondasirakit akan memberikan faktor keamanan yang memadai dalam menghadapi masalah kegagalandaya dukung ultimate. Bagian ini berfungsi meneruskan beban bangunan ke tanah di bawahnya.Pondasi rakit penuh masih memberikan penurunan yang berlebihan. Ketika bagian atas tanahmenunjukkan nilai yang sangat tinggi dari penurunan dan rendahnya daya dukung, permukaanraft diperkirakan akan mengalami penurunan yang besar, bahkan lebih besar dari penurunanyang diijinkan. Oleh karena itu perlu ditambahkan tiang-tiang pada pondasi rakit sehinggamenjadi pile-raft system. PLAXIS adalah program elemen hingga untuk aplikasi geoteknikdimana digunakan model-model tanah untuk melakukan simulasi terhadap perilaku dari tanah.Mohr-Coulomb adalah model yang sangat dikenal yang digunakan untuk pendekatan awalterhadap perilaku tanah secara umum. Model ini meliputi lima buah parameter yaitu modulusyoung, E, poisson ratio, kohesi, sudut geser, dan sudut dilatasi. Tujuan dibuatnya tugas akhir iniadalah merencanakan dimensi pondasi pile-raft menggunakan cara manual dan menggunakansoftware PLAXIS. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh dimensi pondasi rakit yangbervariasi dengan kedalaman 2 m, 5 m, dan 7 m. untuk mereduksi penurunan yang terjadi padapondasi rakit ditambahkan tiang-tiang (friction pile). Dimensi yang digunakan adalah D300untuk panjang 3 m dan D500 untuk panjang 5 m. dengan penambahan tiang tersebut diperolehpenurunan antara 0,01969 m sampai dengan 0,05739 m. tulangan yang digunakan pada pondasirakit adalah D 32 – 200 sedangkan untuk pondasi tiang digunakan 13D25 dan 10D10 untuktulangan longitudinal dan D22-130 dan D22-100 untuk tulangan geser.
PENGARUH POLA SIRKULASI PUSAT PERBELANJAAN MAL TERHADAP POLA PENYEBARAN PENGUNJUNG Studi kasus: Margocity, Depok Syoufa, Ade; Hapsari, Helen
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship of the circulation pattern which is owned by the shopping center on the pattern of spread of visitors. Circulation patterns that are the focus of research is sirkukasi visitors, visitor circulation pattern will be seen in detail segingga will note a relationship between circulation pattern with grooves keramain visitors. Circulation pattern itself occurs because of the arrangement of the spaces within the shopping center consists of retail shops among other facilities along. Spaces are arranged in such sedemkian, thus indirectly shape the flow of circulation patterns, visitors. Space in the center of the magnet laying perelanjaan determining equitable circulation flow in the building. Each shopping center has a groove pattern sirkuasi different depending on the configuration of the space, because the circulation is determined by the configuration of the room. Margo City has a circulation pattern Linear Because of the configuration space of pertokoannya arranged in series based on the horizontal axis (longitudinal). Judging from the pattern of spatial arrangement of the circulation pattern liner owned by Margocity make visitors easy access to the train-destination retail stores. Magnet space on the top floor of the building Margocity is 21 or cinema theater and electronic center, for that is a magnet Baah floor space is Giant wholesale and retail stores daily necessities and ATM Center. Keywords: circulation patterns, the mall, Margocity, the spead of visitors
SPASIAL EKONOMI, KEPADATAN KOTA, DAN KETINGGIAN BANGUNAN: STUDI KASUS HONGKONG Suartika, Gusti Ayu Made
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan bagaimana isu ketinggian bangunan dan kepadatan wilayahdiregulasi dalam kebijakan perencanaan dan praktek-praktek terkait. Paper ini merefleksikantantangan yang dihadapi oleh beragam daerah, khususnya perkotaan, dalamperkembangannya saat ini maupun di masa yang akan datang. Sementara daerah perkotaanmemiliki keterbatasan skala keruangan, mereka diharapkan memiliki kemampuanmengakomodasi pertumbuhan populasi yang berkelanjutan, serta kompleksitas aktivitas,seiring tahapan pembangunan. Dengan menerapkan metode penelitian hermeneutic danmengambil Hongkong sebagai studi kasus, penelitian ini menekankan jika pada kondisitertentu, konsolidasi dan perencanaan daerah berkepadatan tinggi merupakan sebuahkeharusan, jika bukan keputusan perencanaan yang paling tepat. Beranjak dari pandangandimana keterbatasan lahan diopsikan sebagai faktor pendorong utama, dari yangkelihatannya sebagai pelonggaran pembatasan ketinggian bangunan di Hongkong,artikel ini menginvestigasi faktor-faktor intrinsik yang juga memiliki peranan penentu.Dalam mengilustrasikan argumentasinya, dikaji beragam strategi perencanaan terkait,yang diberlakukan di Hongkong, kondisi positif dan tantangan dalam implementasinya,termasuk permasalahan lingkungan yang muncul. Beragam kebijakan dan praktek yangdihasilkan dari prosedur ini diharapkan akan memberlakukan keseluruhan elemenelemenpenentu diatas sebagai satu kesatuan. Hanya dengan mensinergikan mereka,pembangunan berkelanjutan akan bisa diraih, seperti secara berulang ditekankan dalamdokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Burtland Report (1983).AbstractThis article discusses how issues of density and building height are regulated within urbanplanning policies and practices. It reflects challenges encountered by many cities intheir current and potentially future development. While urban areas possess limited scaleof spatial resources, they are expected to have all the capacity to accommodate the continuallygrowing population, as well as intensity and complexity of the existing diverseactivities, taking place in line with their development stages. By using her-meneuticalresearch method and taking Hongkong as a case study, this paper emphasizes that tocertain cases consolidation and a high density approach is a must, if not the mostappropriate planning decision. Moving from an opinion in which limited spatialresources is viewed as the main motivator of the seemingly relaxed current buildingheight restriction in Hongkong, this paper further investigates intrinsic factors whichequally have determining roles. In illustrating its arguments, this article examinesrelevant urban planning strategies that have been enforced in Hongkong, pros and consfor their implementations, as well as arising environmental impacts the strategies haveinflicted. In measuring the appropriateness of similar strategies to other regions, such anendeavour requires preceding analysis of socio-cultural, economic, and political circumstancesof each given case. Added to this, an idealistic conception enforcing developmentas a process, which is not only accommodative to human basic, social, andeconomic needs, but also to the protection of the environment and nature, demands ahighlight (Chapin 1959, Godschalk, Keiser, Chapin 1997). As is often overlooked, thelater agenda should be consciously prioritised and imbedded within any planningapproaches. The anticipated policies and practices resulted out of this procedure areexpected to treat all these concerning matters as a unity. Only by synergizing them,sustainable development will be within our reach in the future, as are repeatedly viewedwithin the United Nation’s Burtland Report (1983).
ANALISIS RISIKO BIAYA PELAKSANAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN DI PROVINSI PAPUA Sjawal, Mansur
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Proyek Jembatan di Provinsi Papua dari tahun ke tahun selalumenghadapi masalah yang sama, seperti keterlambatan pekerjaan, terjadinyapembengkakan biaya konstruksi, kekurangan dana pembangunan dan keterlambatanadministrasi kontrak, kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Hal inidisebabkan oleh beberapa faktor seperti sumber daya manusia yang tidak punyakemampuan. Permasalahan juga muncul karena kondisi geografis dan topografiwilayah Papua yang begitu sulit. Hampir seluruh wilayahnya adalah hutan lebat,dengan sungai, tebing, jurang, karang terjal dan lembah dengan tanah lembek. Hal–haltersebut merupakan bagian dari risiko dalam proyek konstruksi jembatan. Oleh karenarisiko selalu terjadi di dalam proyek konstruksi, maka perlu dilakukan kajian mengenaianalisis risiko terhadap biaya pelaksanaan pada proyek konstruksi jembatan. Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui risiko yang terjadi pada proyek konstruksi jembatan.Identifikasi risiko dilakukan menurut persepsi pihak yang terlibat dalam pelaksanaanproyek konstruksi jembatan yaitu konsultan, kontraktor dan pemilik. Objek penelitiandifokuskan pada proyek konstruksi jembatan dengan konstruksi beton bertulang danbeton komposit (beton dan baja). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner daninterview yang ditujukan kepada responden yang terdiri dari konsultan, kontraktordan pelaksana teknis kegiatan. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakanperhitungan probabilitas dan dampak, untuk mendapatkan nilai risiko masing-masingpersepsi. Dengan nilai risiko tersebut dilakukan analisis statistik dengan Uji Anovauntuk mendapatkan perbedaan persepsi antara konsultan, kontraktor dan pelaksanateknis terhadap risiko biaya pelaksanaan. Dari hasil analisis risiko terhadap biayapelaksanaan, diperoleh risiko tertinggi, menurut konsultan adalah produktivitastenaga kerja yang rendah. Menurut kontraktor adalah kondisi cuaca. Menurutpelaksana teknis adalah tenaga kerja yang tidak punya kemampuan. Sedangkanperbedaan persepsi antara konsultan, kontraktor dan pelaksana teknis terhadap risikobiaya menunjukan bahwa konsultan lebih besar dalam menerima risiko daripada kontraktor dan pelaksana teknis.AbstractBridge project development in Papua province from year to year, always face the sameproblems, such as the late of work, the swelling of the construction costs, lack of fundsand delays in construction contract administration, quality of work that is not tospecification. This is caused by several factors such as human resources who do nothave the ability. Problems also arise due to geographical and topographical conditionsof the Papua region. Almost the entire area is dense forest, with rivers, cliffs, andvalleys with soft soil. These things are part of the risk in the bridge constructionproject. Because the risk is always going on in the construction project, it is necessaryto do a risk analysis study on the cost of implementing on bridge construction projects.The purpose of this research is to know the risks that occur in the bridge constructionproject. Risk identification was done based on perception of those involved in theimplementation of a bridge construction project, such as consultants, contractors andowners. Object of research focuses on bridge construction projects with reinforcedconcrete construction and concrete composite (concrete and steel). Data was collectedthrough questionnaires and interviews with respondents consisting of consultants,contractors and technical and operational activities. The data collected was processedby calculating probability and impact, to get the value of each risk perception. Withthat risk value, statistical analysis was performed by deploying Anova test forinvestigate the difference of perception among consultants, contractors and technicalimplementation towards the risk costs. Result shows that from the point of view ofconsultant, the implementation costs due to productivity of labor is low. According tothe contractor, the implementation costs higher due to the weather conditions.According to the technical implementation, the implementation costs higher due tounskilled labor. While differing perceptions between consultants, contractors andtechnical implementation of risk shows that the cost of larger consulting in acceptingthe risk of the contractor and the technical implementers.

Page 10 of 32 | Total Record : 320