cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jc@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 20894503     EISSN : 25278487     DOI : -
Core Subject : Health,
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan ISSN 2527-8487(online), ISSN 2089-4503(cetak), adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan keperawatan.Scope jurnal terdiri dari keperawatan,kesehatan,kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH Ema Marlina; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.397 KB) | DOI: 10.33366/cr.v3i2.480

Abstract

Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan. Sehingga anak memerlukan pendampingan dari orang terdekat yaitu orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan semua anak usia prasekolah yang berjumlah masing-masing 46 orang, pengambilan sampel penelitian di RW 03 Kelurahan Tlogomas Malang secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik analisis datanya uji korelasi pearson chi-square, dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa 63 % orang tua mengalami kemampuan pemberian stimulasi baik, sedangkan untuk kemandirian anak sebanyak 58.7% mengalami kemandirian yang baik. Hasil analisa uji Chi-Square, p value 0,000 dan nilai r hitung 53,468. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemberian stimulasi mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan kemandirian anak. Disarankan pada orang tua untuk mempertahankan kemampuan pemberian stimulasi pada anak, atau lebih meningkatkan lagi dengan cara mengikuti pelatihan dan banyak membaca tentang stimulasi perkembangan anak.
ANALISIS ALASAN MEMILIH BERSALIN DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITOPENG KOTA CIREBON TAHUN 2016 Nurasih Nurasih; Endang Nurrochmi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.653 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i3.703

Abstract

Di Kota Cirebon masih terdapat persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang dilakukan di rumah klien, sedangkan kebijakan pemerintah mengharuskan persalinan di fasilitas kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 14 orang ibu bersalin dan 2 orang Bidan. Hasil penelitian didapatkan bahwa usia responden antara 19 – 45 tahun, paritas 1 – 10, pendidikan SD, pekerjaan sebagai IRT, dan dengan persalinan normal. Alasan informan bersalin di rumah karena kenyamanan dan kebiasaan keluarga yang sudah berlangsung, merasa kurang nyaman dan tidak praktis melahirkan di fasilitas kesehatan, jarak tidak menjadi masalah dalam persalinan di fasilitas kesehatan. Persalinan di rumah menurut informan Bidan dirasakan kurang aman, meskipun waktu menolong persalinannya menjadi singkat, banyak hambatan yang ditemui terkait dengan persiapan penolong maupun tempat dan kejadian kegawatdaruratan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Alasan bersalin dirumah yang diketahui oleh Bidan lebih kepada kenyamanan yang dirasakan oleh ibu bersalin. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa ibu bersalin menyukai persalinan di rumah dengan alasan kepraktisan dan kenyamanan. Masih terdapat pengaruh budaya terhadap keputusan ibu memilih persalinan di rumah. Bidan diharapkan dapat melakukan pemberdayaan pada ibu hamil.
Pendidikan Kesehatan Berbasis Multimedia Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Siswa Mariani, Nina Nirmaya; Lisnawati, Lisnawati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.018 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i3.978

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu upaya mencegah tindakan penyimpangan perilaku seksual. Rendahnya pengetahuan menjadi satu faktor yang mempengaruhi tingginya kasus perilaku seksual menyimpang. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan multimedia akan menjadi alternatif dalam meningkatkan pengetahuan siswa khususnya tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh multimedia dalam peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja siswa kelas XI SMAN 9 Kota Cirebon. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan pretest posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Besarnya sampel yaitu 30 siswa sebagai kelompok intervensi dan 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah multimedia berupa video hak cipta BKKBN dan media sederhana (power point), kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired t test untuk melihat perbedaan dalam satu kelompok perlakuan dan independent t-test untuk kelompok perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di masing-masing kelompok dengan peningkatan lebih tinggi pada kelompok multimedia (p
INTENSITAS NYERI ANTARA PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN MASASE PUNGGUNG BAGIAN BAWAH DALAM PROSES PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Nurasih Nurasih; Nurkholifah Nurkholifah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.899 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.431

Abstract

Secara fisiologi, nyeri persalinan mulai timbul pada persalinan kala 1 fase laten dan fase aktif. Timbulnya nyeri disebabkan adanya kontraksi uterus, nyeri yang dirasakan bertambah kuat dan puncaknya terjadi pada fase aktif. Salah satu metode pengurangan rasa nyeri diantaranya kompres air hangat dan masase punggung bagian bawah. Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan intensitas nyeri pada pemberian kompres air hangat dengan masase punggung bagian bawah dalam proses persalinan kala 1 fase aktif di RSUD Waled periode April 2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan pendekatan Control Time Series Design. Populasi adalah semua ibu bersalin kala 1 fase aktif, dengan pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner perpaduan antara skala analog visual dan skala nyeri muka. Analisis data secaa univariat dan bivariat (independent t-test).Hasil penelitian menunjukan rata-rata nyeri yang dilakukan masase lebih kecil (2.20) dibanding yang dilakukan kompres (5.20), uji statistik didapatkan nilai p sebesar 0.001 dengan beda mean 3.000. Kesimpulan rata-rata intensitas nyeri pada responden yang dilakukan masase cenderung lebih kecil daripada yang dilakukan kompres. Diharapkan Bidan dapat menerapkan metode ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif.
PENINGKATAN BONDING ATTACHMENT BAYI PREMATUR DENGAN MELIBATKAN ORANG TUA DALAM ASUHAN KEPERAWATAN SEBAGAI BENTUK TINDAKAN CARING YANG DILAKUKAN PERAWAT Laviana Nita Ludyanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.17 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i1.468

Abstract

Bonding attachment merupakan suatu proses jangka panjang yang terjadi antara orang tua dan anak untuk menjalin kedekatan antara keduanya. Hal ini dapat ditingkatkan melalui proses caring yang diberikan perawat selama menjalani perawatan di Rumah Sakit. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dengan menggunakan teknik Purpossive Sampling yang bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman orang tua dalam meningkatkan bonding attachment melalui tindakan caring perawat. .Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil analisis data didapatkan adanya keterlibatan orang tua dalam proses asuhan keperawatan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan bonding attachment antara orang tua dan bayi serta orang tua akan lebih memahami perawatan yang seharusnya diberikan terhadap bayi premature.
PENGARUH KOMBINASI METODE ZILGREI DAN ENDORPHIN MASSAGE PADA IBU INPARTU PRIMIGRAVIDA TERHADAP LAMANYA KALA I FASE AKTIF DI RSUD INDRAMAYU PERIODE APRIL-MEI 2013 Endang Nurrochmi; Nurasih Nurasih; Riqki Amaliani Romadon
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.666 KB) | DOI: 10.33366/cr.v2i2.592

Abstract

The causes of high maternal mortality rate (MMR) in Indonesia are, among others, prolonged labor by 37%, excessive bleeding by 9%, fever by 7%, seizures by 2% and premature rupture of membranes (PROM) more than 6 hours by 17%. Prolonged labor can lead to infection, exhaustion, dehydration in the mother, perineal tear, asphyxia in infants, and postpartum hemorrhage. One factor causing the prolonged labor is discomfort and pain felt by women along with the progress of labor. This study aimed to determine the effect of Zilgrei methods and endorphins massage for primigravida during labor against the duration of the active phase of the first stage and to measure the labor pain intensity in the first stage of labor both during the latent phase and the active phase. This study used an analytical method with a quasi-experimental research design and nonrandomized concurrent control design. This research was conducted in Indramayu Local Hospital from 1 April to 25 May 2013. Sampling technique in this study was purposive sampling totaling 31 people. The data taken were the primary data collected directly from the study site. Analysis of the data used univariate and bivariate analysis with independent t-test for the difference between two means. Results of univariate analysis showed that the active phase of the first stage of labor in the intervention group using a combination of Zilgrei methods and endorphine massage was faster than the group given only Zilgrei method, and the pain intensity in the latent phase of the first stage and the active phase of the first stage of labor in the intervention group using a combination of Zilgrei methods and endorphine massage was lower than that in the group given only Zilgrei method. The results of the bivariate analysis showed that the variable of Zilgrei methods and endorphin massage on the duration of the active phase of the first stage obtained a P-value of 0.002 which was smaller than the value of α (0.05). Similarly, the variable of the intensity of pain in the latent phase of the first stage obtained a P-value of 0.003 which was smaller than the value of α (0.05) and the intensity of pain in the active phase of the first stage obtained a P-value of 0.001 which was smaller than the value of α (0.05). From the results of this study, it can be concluded that there was an influence of Zilgrei methods and endorphins massage for primigravida during labor on the duration of the active phase of the first stage of labor and labor pain intensity. It is recommended that health workers should be able to improve the quality of obstetric care and reduce the incidence of prolonged labor by performing the Zilgrei methods and endorphine massage.
Gambaran Epidemiologi Penyakit Tuberkolusis Paru (TB Paru) Di Kabupaten Indramayu Widyastuti, Setyo Dwi; Riyanto, Riyanto; Fauzi, Muhamad
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): EDITION JULY 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.525 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i2.911

Abstract

Penderita penyakit TB paru di Indonesia berada pada urutan ke empat Negara dengan beban TB tertinggi di dunia setelah India, Cina, dan Afrika Selatan. Di Kabupaten Indramayu juga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan data dalam profil kesehatan Propinsi Jawa Barat, pada tahun 2012, prevalensi penyakit TB paru sebanyak 192/100.000 penduduk, dengan distribusi 112/100.000 penduduk laki-laki dan 80/100.000 penduduk perempuan, sedangkan insidensi penyakit TB paru sebanyak 1.602 penduduk, dengan distribusi 960 penduduk laki-laki dan 642 penduduk perempuan. Dalam pencatatan dan pelaporan penyakit TB paru, variable yang dicatat yang termasuk dalam epidemiologi deskriptif baru meliputi : umur, jenis kelamin dan pekerjaan, alamat, waktu diagnosa dan waktu sembuh, serta trimester. Dengan epidemiologi deskriptif dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi tingginya frekuensi penyakit TB paru di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui Gambaran epidemiologi penyakit TB paru di Kabupaten Indramayu tahun 2016. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah seluruh penderita TB paru di Kabupaten Indramayu pada tahun 2016. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa prevalensi penyakit TB paru di Puskesmas Jatibarang, Puskesmas Kertasemaya dan Puskesmas Losarang sebanyak 141 penderita TB paru. Adapun distribusinya adalah sebagai berikut: menurut variabel orang, 85,5% berumur antara 15-64 tahun, 66,1% berjenis kelamin laki-laki, 32,3% tidak bekerja, 29% belum/tidak sekolah, 61,3% sosial ekonominya rendah, 67,7% status perkawinannya kawin, 37,7% besar keluarga lebih dari 4 orang, 51,6% tidak menderita penyakit lainnya selain penyakit TB paru, dan 59,7% mempunyai pengetahuan yang cukup tentang penyakit TB paru. Varibel tempat, 40,3% berada di Puskesmas Kertasemaya, dan 90,3 tinggal di desa. Sedangkan berdasarkan variabel waktu, 33,9% penderita TB paru didiagnosa pada trimester I, yaitu bulan Januari sampai dengan Maret, dan lama pengobatnnya 62,3% lebih dari 6 bulan. Saran, puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan lagi kegiatan promosi kesehatan, khususnya tentang penyakit TB paru, masyarakat agar berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penularan penyakit TB paru dengan cara makan-makanan bergizi, meningkatkan kesehatan lingkungan dan periksa dahak apabila batuk lebih dari 2 minggu. Untuk peneliti lain, agar melakukan penelitian tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya penyakit TB paru di Kabupaten Indramayu
MOTIVASI, HAMBATAN DAN STRATEGI ORANGTUA KELUARGA MISKIN DALAM MERAWAT ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT (LLA) Feriana Ira Handian; Pudjo Hagung Widjajanto; Sumarni DW
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.17 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.393

Abstract

Salah satu kendala dalam pengobatan leukemia di negara berkembang adalah penolakan pengobatan yang berimbas pada meningkatnya kematian. Walaupun penolakan sering terjadi,namun masih ditemui adanya keluarga miskin yang tetap bertahan untuk pengobatan limfoblastik akut (LLA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman orangtua dari keluarga miskin dalam merawat anak dengan LLA yang meliputi motivasi, hambatan dan strategi. Partisipan adalah 12 orangtua dari 8 keluarga miskin yang memiliki anak dengan LLA pada fase maintenance tahun kedua di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data diolah menggunakan metode collaizi dengan bantuan open code software. Dalam penelitian ini terungkap adanya motivasi positif serta harapan kesembuhan mendominasi untuk bertahan dengan pengobatan meskipun mengalami keterbatasan aksesibilitas pelayanan kesehatan dan menghadapi stressor selama merawat anak. Untuk melewati masa pengobatan panjang LLA, orangtua memanfaatkan dukungan dari eksternal. Diharapkan dengan penelitian ini perawat lebih dapat menggali dan menfasilitasi sumber dukungan untuk pengobatan LLA khususnya pada keluarga miskin.
PERAN LATIHAN PERNAFASAN TERHADAP NILAI KAPASITAS VITAL PARU PADA PASIEN ASMA (LITERATUR REVIEW) Warsono Warsono; Faradisa Yuanita Fahmi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.804 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.443

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi saluran pernafasan yang ditandai dengan penyempitan jalan nafas yang meluas, yang disebabkan oleh bronkospasme, edema mukosa dan hipersekresi mukus yang kental bersifat kambuh, berulang dan reversible. Nilai kapasitas vital merupakan salah satu indikasi obstruksi jalan nafas. Penatalaksanaan asma selain dengan farmakoterapi juga dengan melakukan pendekatan non farmakologis yakni latihan pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kapasitas vital pada pasien asma. Tulisan ini menggunakan metode analisis berupa review karena akan dianalisa dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik.Semua literatur yang digunakan dalam penelitian ini disimpulkan esensinya serta dibandingkan pada judul,metode serta hasil penelitiannya. Penelusuran literatur dilakukan pada website proquest, pubmed, dan google scholar. Artikel yang diambil merupakan artikel dengan desain eksperimen. Hasil didapatkan bahwa latihan pernafasan mampu meningkatkan nilai kapasitas vital paru pada pasien asma.Saran dalam penulisan ini adalah perlunya penyebarluasan informasi bahwa latihan pernafasan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesehatan pasien asma
STUDI KASUS SARANA TERAPI OKUPASI DENGAN TAMAN EDUKASI PADA PENDERITA AUTIS DI SLB SUMBER DHARMA KOTA MALANG Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Irawan Setyabudi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.749 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.569

Abstract

Terapi okupasi adalah jenis terapi yang secara khusus digunakan untuk membantu anak untuk hidup mandiri dengan berbagai kondisi kesehatan yang telah ada. Terapi ini digunakan sebagai bagian dari program pengobatan untuk anak yang mengidap suatu penyakit, seperti keterlambatan perkembangan sejak lahir, masalah psikologis, atau cedera jangka panjang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan cara deskripsi deduktif dan induktif. Nasution (2004) menyebutkan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti setatus sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Hasil penelitian ini melihat sarana okupasi dengan menggunakan taman edukasi di salah satu SLB Kota malang. Taman edukasi yang ada disekolah meliputi beberapa zona terapi dan pembelajaran. Taman yang digunakan untuk anak autis meliputi konsep bentuk, sirkulasi, dan vegetasi. Taman edukasi dapat digunakan sebagai sarana terapi okupasi dimana terdapat objek terapi yang meliputi fisik dan mental. Bentuk kegiatan yang dilakukan di SLB adalah berupa permainan dengan menggunakan terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Adapun tahapan terapi okupasi, antara lain: (1) Tahap Evaluasi, (2) Tahap Intervensi dan (3) Tahap Hasil Akhir. Tahap terapi okupasi kelompok dapat dilakukan dengan (1) Orientasi, (2) Tahap Pendahuluan (Introduction), (3) Tahap pemanasan (Warm-up activities), (4) Tahap aktivitas terpilih (selected activities) dan (5) Tahap Terminasi.

Page 4 of 46 | Total Record : 460