Articles
2,437 Documents
Penyelesaian Sengketa Atas Kepemilikan Sertifikat Hak Atas Tanah Ganda di Indonesia
Rafi, Muhammad;
Lukman, Arsin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.3989
tanah memiliki peran yang penting di dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah dalam hal pembangunan di Indonesia. Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yakni bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pentingnya peranan tanah bagi kehidupan masyarakat ini menyebabkan adanya kebutuhan untuk adanya suatu alat bukti yang sah dan kuat bagi kepemilikan hak atas tanah tersebut untuk menciptakan kepastian hukum di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi keberadaan suatu sertipikat hak atas tanah sebagai alat bukti tersebut terkadang memiliki kendala-kendala dalam pelaksanaannya, diantaranya adalah kemungkinan adanya sertipikat ganda. Berdasarkan hal tersebut, terdapat 2 (dua) rumusan masalah di dalam penelitian ini, yang pertama mengenai kedudukan sertifikat hak atas tanah sebagai alat bukti bagi pemegang hak atas tanah, kemudian yang kedua mengenai mekanisme penyelesaian sengketa atas kepemilikan sertifikat hak atas tanah ganda di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative yang bertujuan untuk menganalisis mengenai kedudukan sertipikat hak atas tanah sebagai alat bukti kepemilikan hak atas tanah bagi para pihak serta mekanisme penyelesaian sengketanya bilamana muncul sertipikat ganda di tengah-tengah masyarakat.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Negeri Uma Buntar Kabupaten Sumbawa
Risdianto, Rudi;
Fahruddin, Fahruddin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4102
The purpose of this study was to describe the principal's leadership in improving teacher performance at SDN UMA BUNTAR, Sumbawa Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection in the study was carried out by observation, documentation, and interviews. Informants in this study include: Principals and Teachers. The data analysis technique used in this study uses the Miles and Huberman interactive data analysis model. Which consists of four flow of activities, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. To measure the validity of the data in this study, researchers used triangulation techniques. The triangulation used in this study is source triangulation using cross-checking of data between informants. The results showed that the principal's leadership in improving teacher performance during the COVID-19 pandemic at the State Elementary School of UMA BUNTAR, Sumbawa Regency was good.
Keabsahan Akta Notaris Pewarisan Beda Agama Ditinjau Dari Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Pertiwi, A. Trisnawati Ayu;
Lukman, Arsin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4018
The family is born from the marriage bond between husband and wife and children. A person who dies of course becomes the heir of his inheritance which will be given to his family, both civil and Islamic inheritance law. However, in the practice of inheritance distribution, there are often disputes or disputes among heirs regarding the portion and portion of inheritance rights, especially in interfaith marriages whose inheritance system is carried out through a notary deed. This research is a juridical-normative research. The purpose of this study is to determine and analyze the disputes between heirs on inheritance in terms of the Civil Code and Islamic law. The results of this study are known that cases that often occur in inheritance disputes are the existence of children outside of wedlock and interfaith marriages which have implications for civil rights, especially the validity of notarial deeds in inheritance distribution. So that it is necessary to resolve inheritance disputes which can be done by means of kinship, dispute resolution, or civil claims to the Religious Courts and/or District Courts.
Inflasi dan Pengangguran Dalam Islam
Lubis, Tetti Maisyaroh
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.3562
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti mengenai Inflasi dan pengangguran dalam Islam. Metode dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptifanalitik, yaitu penelitian yang ditekankan pada penelusuran dan penelaahan sumber-sumber tertulis dan bahan bacaan lain yang ada kaitannya dengan tema yang dibahas untuk selanjutnya dikaji dan ditelaah secara mendalam. Perekonomian beberapa negara yang mengalami masalah atau tantangan dalam hal ini akan selalu berkaitan dengan inflasi dan juga pengangguran. Inflasi merupakan suatu fenomena yang dimana terjadi kenaikan pada tingkat harga umum. Dan biasanya inflasi akan terjadi apabila ada beberapa hal yang terjadi yaitu seperti : natural inflasi, human error inflasi, cost push inflasi, spiralling inflasi dan imported inflasi. Beberapa para ekonom ternama atau ekonom modern mendefinisikan inflasi sebagai kenaikan yang terjadi secara menyeluruh dari berbagai jumlah uang yang harus dibayarkan. Pada salah satu teori ekonomi yang berkaitan dengan inflasi bahwa inflasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap tingkat kemiskinan, akan tetapi hasil salah satu analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa justru sebaliknya yaitu inflasi tidak berpengaruh kepada tingkat kemiskinan. Salah satu penyebab utama yang membuat terjadi suatu inflasi yaitu tidak lain adalah harga barang yang selalu meningkat yang menimbulkan kenaikan biaya produksi. Sedangkan dalam pendangan islam terdapatnya biaya membuat munculnyamonopoli barang atau tenaga kerja, akan tetapi berbeda dalam pasar yang berbasis islam hal tersebut justru tidak ditetapkan.
Upaya Pengembangan Perbankan Syariah Dengan Melakukan Spin Off Unit Usaha Syariah Pada Bank Pembangunan Daerah
Anadya, Imara Mahally
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4088
Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia dapat mengalami peningkatan dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu adanya kebijakan spin off. Kebijakan Spin off diatur dalam Undang-Undang tentang Perbankan Syariah yaitu Bank Umum Konvensional (BUK) yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) dengan nilai asetnya mencapai paling sedikit 50% dari total nilai aset bank induknya atau 15 (lima belas) tahun sejak berlakunya peraturan ini, yaitu pada tahun 2023. Kebijakan spin-off Unit Usaha syariah menjadi bank umum syariah berlaku untuk semua Unit Usaha Syariah di Indonesia, termasuk di dalamnya Unit Usaha Syariah pada Bank Pembangunan Daerah (BPD). Melihat potensi yang dimiliki oleh UUS BPD apabila melakukan spin off diharapkan dapat memperkuat perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini bersifat normatif, dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriftif analisis. Penelitian ini membahas mengenai sejarah perkembangan perbankan syariah di Indonesia, mekanisme pelaksanaan spin off Unit Usaha Syariah pada Bank Pembangunan Daerah dan kendala yang dihadapinya. Dalam prakteknya upaya pengembangkan perbankan syariah melalui spin off masih menemui hambatan pada aspek permodalan, kendala pada struktur dana hingga belum adanya sumber daya manusia yang memadai.
Peran Dinas Sosial PPPA Dalam Menangani Gelandangan Pengemis (GEPENG) di Kota Probolinggo
N, Veronica Sri Astuti;
Y, Eko Yudianto;
Apriliansah, Feri
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.3991
The problem of homeless and beggars is currently still a concern of the local government. Not only in big cities, even in small towns there are still many homeless beggars (GEPENG) such as in Probolinggo City. Many motives are carried out by someone to make the culture of begging and the homeless as a profession. In dealing with this problem, the Probolinggo city government through the Social Service for Women's Empowerment and Child Protection (PPPA) continues to make efforts to minimize the presence of homeless beggars on the streets. This research aims to find out and obtain an overview of the role and strategy of the PPPA service in dealing with the GEPENG problem in Probolinggo City. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The selection of informants is selected according to the criteria that are considered to be able to provide answers that are in accordance with the problem. This research uses role theory according to J. Dwi Narwoko and Bagong Suyanto (2010:160) as an analysis material. The results of this research show that the PPPA Social Service in dealing with Homeless Beggars (GEPENG) in Probolinggo City is in accordance with Probolinggo Mayor regulation number 38 of 2019 with the availability of temporary shelter houses (Shelters) including their managers as a place for fostering Homeless Beggars (GEPENG), coordination with Satpol PP. The obstacle in dealing with the GEPENG problem is the limited temporary shelter (Shelter) for Homeless Beggars (GEPENG) so that the capacity is inadequate.
Women's Political Behavior In Tomohon City – North Sulawesi
Sidik, Sangputri
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4107
Ketidakpastian pendapatan yang diperoleh oleh kepala keluarga sebagai seorang nelayan mendorong anggota ibu rumah tangga nelayan untuk bekerja agar memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui peran perempuann dalam meningkatkan ekonomi keluarga nelayan di Desa Gangga Dua dan juga untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga nelayan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga nelayan mengurus rumah tangga merupakan prioritas utama, mendampingi suami, mngurus anak serta membantu suami bekerja walaupun hanya menjalankan usaha warung kecil dapat membantu menambah pendapatan ekonomi keluarga. Dalam menjalankan peran tersebut tidak luput dari kendala yang mereka hadapi, kendala yang dihadapi perempuan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga nelayan yakni kendala dalam soal modal untuk usaha yang dijalankan. Karena kondisi warung yang hanya berada di dalam kampung serta pembeli yang hanya berasal kampung itu menyebabkan mereka tidak mendapatkan keuntungan banyak
Partisipasi Masyarakat dalam Program Rehabilutasi Rumah Tidak Layak Huni Di Nagari Batahan Kabupaten Pasaman Barat
Ainimar, Ainimar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4020
Partisipasi masyarakat dalam program rumah tidak layak huni diperlukan dalam setiap tahapan yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Akan tetapi ketika program dijalankan partisipasi masyaraat tidak mencapai ke-empat tahapan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana keterlibatan masyarakat pada keseluruhan tahapan penyelenggaraan program. metode dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuasi kualitatif. Data dianalisis secara manual dengam memakai teknik analisis MDAP (Manual Data Analyis Procedure). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan program masih rendah; pada tingkat pelaksanaan program tingkat partisipasi masyarakat sudah tinggi; begitu pula pada tahap pemanfaatan hasil tingkat partisipasi masyarakat sudah tinggi; sementara pada tahapan evaluasi tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah (tidak ada). Berdasarkan hal tersebut maka tingkat partisipasi masyarakat pada tahapan perencanaan dan evaluasi masih perlu tingkatkan.
Urgensi Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama
Nurwahid, Nurwahid
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.3952
Indonesia, as a multikultural country, is a nation's wealth that must preserve. Currently, it is increasingly sad because of the low level of multikultural education among students. There are many differences because of the cultural feel. One solution is to instill education that can do through multikultural based on local wisdom. The purpose of this paper is to provide an overview of the importance of multikulturalism and the learning of multikultural education based on local wisdom for elementary school (SD) students. The approach used is qualitative by conducting a literature review. The data analysis technique is descriptive qualitative. The result of this study is the importance of multikultural education for students. Elementary school teachers must design learning processes that integrate multikultural education based on local wisdom. This is part of a positive contribution to fostering students' nationalism and multikultural attitudes from an early age. Wisdom-based multikultural introduction aims to shape the character of the country's children who can accept, understand, and respect other people who are different in race, personality, social, ethnicity, customs, and religion. Multikultural education learning efforts in elementary schools are training and awareness for the younger generation to accept and appreciate all multikultural differences.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus di Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung)
Johan, Hane;
Ilyasmadi, Ilyasmadi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4089
This study aims to find, understand and explain the problem as a phenomenon that occurs. The phenomenon in this study is the management of household waste in Nagari Saok Laweh, Kubung District. The results showed that 64% of the respondents acknowledged the very important role of local community leaders, while 36% of the community stated that there was no role from the two governments in terms of providing socialization/training on how to manage waste properly. While 58% of respondents stated that the infrastructure for waste management in Nagari Saok Laweh was still lacking, while the remaining 32% benefited that the infrastructure was sufficient because the community in front of the road was in the trash can, 10% of respondents answered. Community participation in direct waste management 54% of respondents do not carry out environmental management activities directly, and 16% less often, and 7% of respondents quite often and 16% often do waste management.