cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25989944     EISSN : 26566753     DOI : -
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan merupakan kumpulan artikel ilmiah ilmu sosial dan pendidikan berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia. Terbit 3 kali setiap tahun pada bulan Maret, Juli, dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 2,509 Documents
ANALISIS SISTEM PEMASARAN SAPI POTONG Ria Ashari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.889 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i2.643

Abstract

In the context of national development, West Nusa Tenggara Province has been prioritized as one of the areas / regions of beef cattle and once as a beef cattle purification area that is expected to be a provider / stock of national beef cattle in a sustainable manner while maintaining its sustainability, especially Bali cattle (Livestock Service NTB Province, 2011). Cows are the most efficient commodity in converting animal feed into animal protein. Cattle breeders in Nusa Tenggara Province are generally family businesses in small-scale rural areas, while large-scale businesses are still very limited and generally are a newly grown dairy business. The composition of cattle farmers is estimated to consist of 80% of small farmers with less than four cows, 17% of farmers with 4-7-tailed cattle ownership and 3% of farmers with ownership of 7 cows. The average selling price of beef cattle at the producer level is Rp 16,435.05 / kg live weight, Rp 16,539.34 / kg live weight and Rp 17,066.51 / kg live weight. The selling price of beef cattle at the level of recipient traders is Rp 16,952.73 / kg live weight, Rp 17,288.57 / kg live weight and Rp 18,208.29 / kg live weight. The average selling price of beef cattle at the cutter / retailer level is Rp. 17,529.57 / kg live weight, Rp. 18,344.06 / kg live weight and Rp. 20,125.75 / kg live weight. The average selling price of beef cattle at the retailer level is Rp. 17,557.55 / kg of live weight. The selling price of beef cattle at the agent level is Rp. 17,804.85 / kg of live weight. The selling price of beef cattle at the trader level is Rp. 20,125.75 / kg of live weight. Based on these price differences, the total marketing margins on average in each marketing channel are Rp 1,135.41 / kg live weight, Rp 2,154.74 / kg live weight and Rp 2,828.94 / kg live weight, respectively.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FOKUS BAHASA INDONESIA TEMA TUBUHKU MATERI MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE SILABA PADA SISWA KELAS I SDN PRINGGARATA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 NURAMIN NURAMIN
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.736 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Tema Tubuhku  Fokus Membaca Permulaan  dengan Metode Silaba pada Siswa Kelas I  SDN Pringgarata Timur Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tempat penelitian ini di laksanaakan di SDN  Pringgarata Timur pada siswa kelas I dengan jumlah 28 siswa terdiri atas 17 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil tes. Tes digunakan untuk mengukur  hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif  kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka,  Jika dibandingkan hasil belajar dari siklus I menuju siklus II terjadi peningkatan hasil yang cukup signifikan , dimana pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar  65,21 meningkat pada siklus II menjadi 80,60 meningkat sebesar 15,39 poin ,kemudian ketuntasan belajar pada siklus I  jumlah siswa yang tuntas sebanyak 16 orang atau sebesar 57% meningkat pada siklus II  jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 orang  atau persentase sebesar 89% terjadi peningkatan sebesar 32 poin begitu juga dengan ketuntasan klasikal berhasil di capai pada siklus II sebesar 89%. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan meode silaba dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia tema tubuhku  fokus membaca permulaan di kelas I SDN Pringgarata Timur tahunpelajaran 2017 / 2018
PENGEMBANGAN MEDIA MINIATUR ALAM SEKITAR PADA MATERI MENULIS PUISI SISWA KELAS V SDN 2 SURALAGA TAHUN AJARAN 2015/2016 NANA ARI ANGGRAINI
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.622 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pembangan media pembelajaran miniatur alam sekitar pada materi menulis puisi siswa kelas V SDN 2 Suralaga. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadopsi model pengembangan ASSURE yang disederhanakan menjadi 6 tahapan, yaitu: analisis karakteristik siswa, menetapkan kompetensi, memilih metode media dan bahan ajar, pemanfaatan bahan dan media pembelajaran, melibatkan siswa dalam proses belajar, evaluasi dan revisi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes essay. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh hasil analisis dan validasi media dengan nilai 4,6 dengan kategori “sangat baik”, validasi materi didapatkan nilai 4,3 dengan kategori “sangat baik”, validasi tes hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 80, hasil rata-rata persentase siswa yang merespons positif dalam menanggapi media miniatur alam sekitar sebesar 97,7 % dan berada dalam kategori “sangat merespons”, persentase ketuntasan siswa sebesar 81,8 % dengan KKM 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media miniatur alam sekitar layak digunakan pada pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi.
Upaya Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar IPS Peserta Didik Kelas VII.A SMP Negeri 9 Mataram Semester Satu Tahun Pelajaran 2018/2019 Melalui Penerapan Model STAD Mudhofir Mudhofir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.75 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pendekatan cooperative learning (CL) tipe STAD dalam upaya meningkatkan motivasi belajar IPS Peserta Didik Kelas VII-A SMP Negeri 9 Mataram. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan kajian dan bahan temuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas senyatanya. Bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pembelajaran dan bagi Peserta Didik untuk meningktakan motivasi belajar yang berdampak meningkatnya hasil belajar Peserta Didik. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru memperoleh skor rata-rata (4,43) dan hasil observasi Peserta Didik mencapai skor rata-rata (4,30). Sedangkan dampak dari peningkatan motivasi belajar adalah meningkatnya perolehan hasil belajar Peserta Didik mencapai nilai rata-rata (93,40), artinya indikator keberhasilan (> 4,0) telah terlampaui. Karena indicator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SEKOLAH U SD INPRES BANIONA FLORES TIMUR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Yoseph Labaama Kaha
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.957 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.656

Abstract

Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu pemerintahan kota di Jawa Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh seorang wali kota dan merupakan kota yang cukup strategis karena terletak di paling ujung Timur NTT.Untuk meningkatkan mutu pendidikan pemerintah Kabupaten Flores Timur NTT pada tahun pelajaran 2017/2018 SD Inpres Baniona Flores menerapkan kurikulum baru yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tujuan menerapkan kurikulum baru tersebut adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Flores . Disamping itu mutu pendidikan akan menjadi baik diperlukan tatanan atau manajemen yang baik pula. Ujung tombak keberhasilan sebuah pendidikan terletak di tangan guru, maka guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan, untuk itu dalam menjalankan tugasnya seorang guru harus mampu melaksanakan manajemen yang baik, karena tanpa manajemen yang baik niscaya keberhasilan pendidikan tidak akan tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh pelaksanaan manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh guru penjasorkes SD Inpres Baniona Flores yang terpusat pada masalah utama yaitu: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran di kelas/lapangan, (3) pelaksanakan evaluasi, dan (4) pelaksanakan tindaklanjut hasil evaluasi. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan dokumen. Sedangkan sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Adapun sumber data diambil dari pengawas, kepala sekolah, guru, dan siswa. Kesahihan data diperoleh dengan cara triangulasi. Data dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Analisis menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SD Inpres Baniona Flores yang meliputi empat tahapan yaitu (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran di kelas/lapangan, (3) pelaksanakan evaluasi, dan (4) pelaksanakan tindaklanjut hasil evaluasi. Pada prinsipnya semua guru telah melaksanakan manajemen tersebut. Pelaksanaan perencanaan pembelajaran yang dilakukan dari membuat pemetaan sampai pada membuat RPP telah dilakukan walaupun hanya fotokopi yang dibuat MGMP. Pelaksaan pembelajaran juga sudah berjalan dengan baik, walaupun para guru masih belum bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Dalam melaksanakan evaluasi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan masih banyak yang melaksanakan evaluasi hasil dari pada evaluasi proses, sehingga evaluasi tersebut cenderung mengukur prestasi bukan mengukur keberhasilan pelaksanaan pembelajarannya, sedangkan pelaksanaan tindaklanjut hasil evaluasi baru bisa melaksanakan remidial saja, sedangkan yang lain yaitu pengayaan dan percepatan belum bisa dilaksanakan. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) dinas pendidikan maupun MGMP hendaklah sesering mungkin mengadakan sejenis workshop guna meningkatkan kemampuan guru dalam memenej pembelajarannya, (2) pengawas dikmenum serta kepala sekolah hendaklah secara periodik mengadakan supervisi kinerja guru dari membuat perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, melaksanakan evaluasi, dan melaksanakan tindaklanjut hasil evaluasi, (3) kepala sekolah mewajibkan kepada guru dalam membuat perencanaan pembelajarannya ditulis tangan, (4) sekolah kalau perlu memberikan reward terhadap guru yang rajin melaksanakan tugasnya, (5) bagi guru, diharapkan selalu mentaati segala bentuk aturan yang telah ditetapkan sehingga guru tersebut akan lebih enjoy dalam menjalankan tugasnya.
Pengelolaan dan Perlindungan Kawasan Pesisir Handri Jurya Parmi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.85 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.639

Abstract

Indonesia has a lot of potential such as marine potential, where since the enactment of Law Number 5 of 1983 concerning the Indonesian Exclusive Economic Zone claims that the sea area is 200 miles wide, this adds to the jurisdiction of Indonesian waters as much as 2.7 million km2, therefore it is not surprising if Indonesia is known as an archipelago. In accordance with the nature of the Unitary State of the Republic of Indonesia as a rule of law, the development of a system of management of Coastal Areas and Small Islands as part of sustainable development that has environmental insight must be given a clear, firm and comprehensive legal basis to ensure legal certainty for efforts to manage the Territory Coastal and Small Islands then with the approval of the House of Representatives of the Republic of Indonesia and the President LAW No. 27 of 2007 concerning management of coastal areas and small islands. The legal basis is based on Pancasila and the 1945 Constitution to protect the natural resources contained in Indonesia are state obligations and state duties. This is stated in the Indonesian constitution, namely Article 33 paragraph (3) of the fourth Amendment of the 1945 Constitution which states that the earth and water and the wealth contained therein are controlled by the state, and are used for the greatest prosperity of the people. Based on this background and the results of a review of legislation (20 national laws) and conventions (5 international conventions) that the Indonesian government has ratified relating to the management of coastal areas, the government and the legislature form Law Number 27 Year 2007 concerning Management of Coastal Areas and Small Islands. On June 26, 2007, in its General Assembly, the Indonesian Parliament passed the Law on Management of Coastal Areas and Small Islands (PWP3K). In one chapter, chapter V regulates the utilization given in the form of coastal water concession rights, which is regulated in Article 16 up to Article 22. Management of integrated coastal areas (Integrated Coastal Zone Management or abbreviated as ICZM). Protection and management of coastal areas and small islands are regulated in Article 16 up to Article 20 of Law Number 27 of 2007 concerning Management of Coastal Areas and Small Islands, namely:: utilization is given in the form of HP-3 covering sea level and water ponds up to the surface of the sea floor, HP-3 is given in a certain area and time, must pay attention to the preservation of ecosystems, indigenous peoples, national interests, and peaceful crossing rights for foreign vessels, HP-3 is given to individuals, legal entities, and communities adat, granted for a period of 20 years and can be extended up to twice, HP-3 can switch, be transferred and become collateral for debt
PROFIL GURU DITINJAU DARI PERMASALAHAN MATEMATIKA YANG DIKEMBANGKAN: TERMASUK RICH TASKS ATAU BUKAN? Eliska Juliangkary; Baiq Rika Ayu Febrilia
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.656 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.500

Abstract

Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mendeskripsikan profil guru matematika terhadap masalah matematika berbobot (rich rask). Penelitian ini berlokasi di MTs Negeri 2 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei yang diberikan kepada 7 orang guru, di mana 2 diantaranya merupakan guru laki-laki dan lainnya guru perempuan. Ketujuh guru ini aktif dalam kegiatan MGMP Matematika Kota Mataram. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk melihat profil guru MGMP Matematika terhadap masalah matematika berbobot (Rich Task)  selanjutnya digunakan sebagai analisis didaktik. Data diperoleh dari hasil pekerjaan guru pada LKG yang telah disiapkan oleh peneliti yaitu untuk merancang rich task (sebelum guru memperoleh materi tentang  rich task). Profil guru MGMP Matematika Kota Mataram terhadap masalah matematika berbobot (Rich Task) dengan menggunakan indikator berikut: (1) Berangkat dari suatu permasalaha 85,7%. (2) Memberikan dan menyelesaikan masalah, membuat konjektur 85,7%. (3) Bekerja diberbagai level 100%. (4) Memperluas pengetahuan atau mengaplikasikan pengetahuan pada konteks yang baru 57,1%. (5) Menyediakan metode yang berbeda 42,9%. (6) Menawarkan kesempatan untuk memperluas kemampuan/keterampilan pemecahan masalah siswa 42,9%. (7) Memperdalam dan memperluas pengetahuan konten matematika 57,1%. (8) Memiliki potensi untuk mengungkapkan prinsip-prinsip yang mendasari atau membuat hubungan antara beberapa area/subjek pada matematika 57,1%. (9) Menyertakan konteks yang menarik 71,4%. (10) Memberikan kesempatan untuk mengamati orang lain menjadi matematis atau peran matematika dalam pengaturan budaya 57,1%. Dari tujuh permasalahan matematika yang dikembangkan oleh guru hanya ada satu permasalahan matematika yang memenuhi semua indikator rich task
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK MATERI MENENDANG DAN MENGUMPAN BOLA DENGAN METODE RESIPROKAL PADA SISWA KELAS VII.B SMPN 2 PUJUT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Lalu WIRAJAYA
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.571 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.628

Abstract

Kecepatan dan kelincahan adalah modal dasar dalam bermain sepakbola dan bagi pemain merupakan modal sukses untuk mencetak gol, dan mempertahankan kemasukan gola. dengan  kemampuan kecepatan akan memudahkan pemain dalam rangka membawa bola. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagimanakah meningkatkan hasil belajar PJOK materi menendang dan mengumpan bola dengan metode Resiprokal  pada siswa kelas VII.B SMPN 2 Pujut tahun pelajaran 2016/2017? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PJOK materi menendang dan mengumpan bola dengan metode Resiprokal pada siswa kelas VII.B SMPN 2 Pujut tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan. Refleksi dan refisi Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas VII.B SMPN 2 Pujut. Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami  peningkatakan dari siklus I sampai II yaitu pada siklus I yang tuntas belajar sebanyak 18 orang atau persentase ketuntasan 66.66%  dan siswa yang tidak tutas sebanya 9 orang atau sebesar 33.33% dengan rata- rata kelas sebesar 67.22%. Kemudian pada siklus II terjadi penigkatan  hasil belajar siswa dimana yang tuntas sebanyak 25 siswa atau 92.59% dan yang tidak tuntas sebanyak 2 orang atau sebesar 7.40%  dengan nilai rata-rata 85.74%. Dengan demikian  metode resipokal dapat berpengaruh positif  terhadap   peningkatan peenguasaan dasar-dasar sepak bolaa bagi siswa kelas VII.B SMPN 2 Pujut Tahun Pelajaran 2016/2017 serta model pembejalaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PJOK.
Tindakan Bullying di Media Sosial dan Pencegahannya Abdul Sakban; Sahrul Sahrul; Andi Kasmawati; Heri Tahir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.698 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.564

Abstract

Tindakan bullying dapat dilakukan melalui media seperti pesan text, gambar video, panggilan telepon, e-mail, chat room, Instant Messaging (IM), Situs Media Sosial, dan website. Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah untuk menjelaskan tindakan bullying di media social dan pencegahan. Hasil studi menunjukkan bahwa etika berinternet, peran orang tua harus lebih intensif mengawasi perkembangan anaknya terhadap pengaruh media internet, aparat sipil kepolisian rutin melakukan kampanye “anti bullying” (stop bully) di sekolah, kampus/instansi dan masyarakat, dan melibatkan organisasi social untuk mengawasi peredaran kejahatan cyberbullying. Cara mencegah dan mengurangi berbagai tindakan bullying di media sosial dapat memaksimalkan sikap etika berinternet, peningkatan peran orang tua lebih intensif, pihak kepolisian rutin melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti bullying, dan organisasi social. Dalam melakukan represif polisi terhadap kejahatan tindakan bullying, harus berawal pada titik paling awal dalam penyelidikan ditentukan apa tujuan utama investigasi dilakukan oleh pelaku terhadap korban.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK NEGERI 2 KOTA BIMA Ilyas Ilyas
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.983 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.494

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tujuan pembelajaran dengan kriteria penyusunan tujuan pembelajaran, perencanaan pembelajaran dan kesesuaiannya dengan standar proses, pelaksanaan pembelajaran dan kesesuaiannya dengan standar proses, hasil pembelajaran dari segi pencapaian KKM. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Bima dengan menggunakan metode analisis secara kualitatif. Data yang dikaji dalam penelitian ini bersumber dari guru yang mengajar produktif TKJ, data dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum, serta data dari siswa mengenai tanggapanya terhadap kondisi pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif, yaitu data yang diperoleh secara langsung dipelajari, dianalisis, kemudian membuat penafsiran dan menarik kesimpulan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dikonversikan ke data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perumusan tujuan pembelajaran kompetensi keahlian TKJ di SMK Negeri 2 Kota Bima telah dilakukan sesuai dengan kriteria penyusunan tujuan pembelajaran dengan rata-rata 100%, (2) perencanaan pembelajaran kompetensi keahlian TKJ di SMK Negeri 2 Kota Bima telah dilakukan dengan sangat baik dengan rata-rata 95% dan sesuai dengan standar proses, (3) pelaksanaan pembelajaran kompetensi keahlian TKJ di SMK Negeri 2 Kota Bima telah dilaksanakan dengan sangat baik dengan rata-rata 91,10% dan sesuai dengan standar proses, (4) hasil pembelajaran kompetensi keahlian TKJ di SMK Negeri 2 Kota Bima telah mencapai KKM yang telah ditentukan. Disarankan kepada penentu kebijakan agar dapat mengimplementasikan penjabaran kriteria atau standar proses secara keseluruhan terhadap guru kompetensi TKJ di SMK Negeri 2 Kota Bima sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik

Page 17 of 251 | Total Record : 2509


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret) Vol 10, No 1 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari) Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November) Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli) Vol 9, No 2 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret) Vol 9, No 1 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari) Vol 8, No 4 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November) Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli) Vol 8, No 2 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret) Vol 8, No 1 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari) Vol 7, No 4 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 7, No 4 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November) Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli) Vol 7, No 2 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret) Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari) Vol 6, No 4 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 6, No 3 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 6, No 2 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 5, No 4 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 5, No 3 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 5, No 1 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 4, No 3 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 4, No 2 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 4, No 1 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) Vol 3, No 3 (2019): JISIP: JURNAL ILMU SOSIAL DAN PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2019): JISIP: JURNAL ILMU SOSIAL DAN PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Nomor 2 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Nomor 2 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan More Issue