IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya.
Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Articles
282 Documents
WAKTU PAPARAN DAN JARAK MONITOR DENGAN KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN PT PELINDO (PERSERO) REGIONAL 4 BALIKPAPAN
Afrilia, Rizky Monica;
Rusba, Komeyni;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.326
Setiap tempat kerja selalu mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menganggu Kesehatan pekerja atau menimbulkan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sarana untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan, dan bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas kerja. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sebagai suatu gambar kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami. Kategori sesuai apabila jarak monitor ke mata sekitar 50-100 cm OSHA. Apabila tidak dalam rentang jarak tersebut maka dikategorikan tidak sesuai. Hasil penelitian pada pekerja bahwa lebih banyak pekerja dengan jarak mata ke monitor yang tidak sesuai dibandingkan pekerja dengan jarak yang telah sesuai. Waktu paparan ke komputer memiliki dua kriteria yaitu kurang dari sama dengan 2 jam dan lebih dari 2 jam. Hasil penelitian yang dipaparkan diketahui para pekerja bahwa pekerja tidak menggunakan kriteria penggunaan komputer 2 jam yang sesuai dengan Permenkes No 48 Tahun 2016. Hasil dari waktu paparan melihat monitor, 7 pekerja belum menerapkan metode 20- 20-20 Permenkes No 48 Tahun 2016 yakni pekerja berhenti bekerja menggunakan komputer jika merasakan kelelahan pada mata, hasil dari jarak monitor dengan mata pekerja, terdapat 4 pekerja yang belum sesuai dengan ketetapan OSHA yakni jarak pandang masih 50cm.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DELUGE VALVE DI PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU V BALIKPAPAN
Setiawan, Fachri;
Hardiyono, Hardiyono;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.327
Bahaya kebakaran adalah bahaya yang diakibatkan oleh adanya ancaman potensial dan derajat terkena pancaran api sejak awal kebakaran hingga penjalaran api yang menimbulkan asap dan gas. Hal ini tentunya membahayakan nyawa manusia, bangunan atau ekologi. Kebakaran bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Dengan adanya sistem proteksi kebakaran aktif pada bangunan gedung, dapat memberikan kontribusi yang besar dalam manajemen kebakaran khususnya pemadaman api saat terjadi kebakaran. Sehingga sangat diperlukannya sistem proteksi kebakaran di setiap bangunan gedung ataupun industri. PT Kilang Pertamina Internasional merupakan industri yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas) yang pengolaannya tersebar di seluruh wilayah nusantara. Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang berpotensi menimbulkan kerugian besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, melalui pendekatan observasional, wawancara dan dokumentasi dengan menilai tingkat pemenuhan penerapan sistem proteksi aktif sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap sistem proteksi aktif pada PT. Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan yang dibandingkan dengan standar acuan Permen PU No.26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Maka didapatkan rata-rata kesesuaian sistem proteksi aktif 92,5% telah terpenuhi dan 7,5% tidak terpenuhi. Berdasarkan data tingkat kesesuaian penerapan penanggulangan kebakaran, didapatkan hasil pada komponen sprinkler 100% dan deluge valve 85%, sehingga rata presentase kesesuaian sebesar 92,5%. Sistem Proteksi Kebakaran Aktif sebesar 92,5% telah terpenuhi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran pada PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan masuk dalam klasifikasi “Baik” menurut table audit kebakaran Puslitbang Departemen Pekerjaan Umum, Pd-T-11-2005-C.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PROSES SANDBLASTING PT BUDHI WIGUNA PRIMA
Riyadi, Ilham Zidan;
Hardiyono, Hardiyono;
Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.328
Sandblasting adalah proses penyemprotan abrasive material biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dll. Selain itu juga bertujuan untuk membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung misalnya cat. Potensi bahaya sandblasting lainnya adalah bahaya kebakaran dari benda-benda berbahan metal/besi yang berisiko terbakar, dan pekerja yang cenderung tidak peduli dengan bahaya yang mereka hadapi di tempat kerja. Ini terjadi karena kurangnya informasi terkait prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan fakta, keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya penelitian deskriptif kualitatif serta menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi pada proses sandblasting di workshop mesin produksi PT Budhi Wiguna Prima. Berdasarkan hasil penelitian diperlukan nya identifikasi bahaya untuk mengetahui potensi bahaya pada aktifitas bisnis perusahaan khususnya pada proses sandblasting dan menentukan nilai risiko serta melakukan tindakan pengendalian guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari proses sandblasting di area workshop mesin produksi PT Budhi Wiguna Prima. Dalam proses sandblasting PT Budhi Wiguna Prima telah berupaya untuk melakukan pengendalian risiko melalui pembuatan SOP (standar operasional prosedur), SOP yang dibuat telah memuat pengendalian-pengendalian terhadap potensi bahaya.
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PDAM PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN
Indah, Putri;
Rusba, Komeyni;
Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.329
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu usaha untuk menciptakan keamanan dan perlindungan dari berbagai risiko kecelakaan kerja dan bahaya, baik bahaya fisik, biologi, kimia maupun pisikogis terhadap pekerja, perusahaan maupun masyarakat. PDAM kota Balikpapan perusahaan milik daerah yang menjadi penyedia utama sumber air bersih bagi warga kota Balikpapan, PDAM kota Balikpapan sangat berkomitmen dangan mutu yang dihasilkan dimulai dari awal proses produksi, mutu hasil produksi,hingga pelayanannya dan pendistribusiannya ke konsumen serta menjunjung tinggi nilai K3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Keselamatan dan Kesehatan kerja di PDAM Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Metode yang digunakan ialah metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disajikan dengan tahapan mengolah data dan menyiapkan data dengan analisis, hingga akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi K3 di perusahaan PDAM Perumda Tirta Manuntung Balikpapan telah dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan kebijakan perusahaan dimana perusahaan berkomitmen untuk melindungi karyawanya dengan menerapkan K3. perusahaan PDAM telah melakukan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja terkait analisis risiko yang mendalam untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan ancaman terhadap karyawan. Analisis ini mencakup komitmen terhadap keselamatan kerja dan komitmen terhadap kesehatan kerja.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN SANDBLASTING DI PT CATUR ELANG PERKASA
Lewaha, Yunus Patipelang;
Hardiyono, Hardiyono;
Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.330
Sandblasting merupakan suatu proses pekerjaan dimana permukaan logam dibuat menjadi kasar dan rata dengan derajat kekasaran serta laju pengikisan tertentu sesuai dengan kebutuhan dengan cara menembakkan bahan abrasive ke permukaan logam dengan tekanan tertentu. Proses sandblasting bertujuan agar permukaan logam menjadi kasar, sehingga cat atau bahan pelapis lain dapat menempel pada permukaan logam dengan baik, tidak mudah terkelupas, dan menghindari korosi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi bahaya serta pengendalian risiko dari pekerjaan sandblasting. Peneliti menggunakan Hierarchy of Controls dan tabel HIRARC sebagai alat identifikasi dan pengendalian risiko. PT. Catur Elang Perkasa merupakan perusahaan konstruksi yang memiliki risiko dalam setiap aktivitas pekerjaannya seperti sandblasting. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian ini terdapat 3 narasumber yang terdiri dari pekerja sandblasting. Dari hasil akhir penelitian ini bahaya yang teridentifikasi dari pekerjaan sandblasting sebanyak 6 bahaya dan 8 risiko dengan kategori high sebanyak 5 risiko, medium sebanyak 3 risiko sehingga perlu dilakukan pengendalian risiko mulai dari melarang dan mencegah orang selain pekerja sandblasting berada di zona bahaya, memasang barricade pada area kerja, memastikan safety wire dan couple terpasang dengan benar dan kencang, melakukan inspeksi peralatan/perkakas sebelum melakukan pekerjaan, melakukan sosialisasi kondisi area, material dan alat kerja. Setelah dilakukan pengendalian kategori bahaya dan risiko menjadi low.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI DUMP TRUK DI PT ABC
Pratama, Dimas Abdi;
Zulfikar, Iwan;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.331
Kelelahan kerja merupakan hal yang umum pada setiap tenaga kerja di berbagai perusahaan, dari beberapa penelitian, situasi ini dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja, dimana kelelahan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor penyebab kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di PT ABC. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan rancangan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-20 Juli Tahun 2023 dengan populasi dalam penelitian ini adalah pengemudi dump truk di PT ABC yang berjumlah 71 orang dengan menggunakan rumus slovin. Variabel bebas adalah faktor-faktor penyebab kelelahan kerja, sedangkan variabel terikat adalah kelelahan kerja. Instrumen penelitian ini meggunakan kuesioner KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja) dan kuesioner faktor-faktor penyebab kelelahan kerja. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapat ada hubungan waktu kerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk dengan perolehan signifikan = 0,001, dan ada hubungan status kesehatan pekerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk dengan perolehan signifikan = 0,001.
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN FISIK PADA TENAGA KERJA PT GALANGAN KALIMAS KOTA BALIKPAPAN
Ridho, Muhammad Alfiansyah Miftachul;
Wahyuni, Sri;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.332
PT Galangan Kalimas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri galangan kapal yang menawarkan jasa perbaikan kapal dan pabrikasi pembuatan kapal baru. Sebagian proses pekerjaan yang dilakukan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan keahlian tangan, berdiri terlalu lama, serta bagian tangan yang menerima beban kerja terlalu lama. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini mengenai beban kerja terhadap kelelahan fisik dengan menggunakan pedoman IFRC yang dialami oleh pekerja perusahaan PT Galangan Kalimas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan sample secara purposive sampling dengan jumlah informan 3 orang terhadap pekerja docking kapal di PT Galangan Kalimas. Hasil penelitian ini diperoleh yaitu beban kerja pada tugas-tugas yang diberikan kepada pekerja cukup dan sesuai dengan pekerjaan, suhu pada lingkungan area docking panas karena bekerja dibawah sinar matahari, serta lingkungannya juga cukup berdebu yang berdampak kepada gangguan pernapasan pekerja. Sedangkan tingkat kelelahan fisik yang mungkin perlu adanya perbaikan terhadap ketiga informan pekerja galangan kapal, dengan kategori kelelahan sedang dari ketiga informan tersebut. Dengan persentase kelelahan masing-masingnya adalah 56%, 43%, dan 38%.
PENILAIAN STANDARISASI PELATIHAN INTERNAL PT. BALIKPAPAN READY MIX
Leyley, Glorya Carolina;
Maslina, Maslina;
Zainul, L. M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.333
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui standarisasi pelatihan internal yang terdapat pada PT. Balikpapan Ready Mix sebagai salah satu Perusahaan yang besar dan berkembang di kota Balikpapan. Penelitian ini adalah Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan Observasi terhadap karyawan PT. Balikppan Ready Mix. Sedangkan analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil Penelitian maka diketahui bahwa pelaksanaan program pelatihan PT. Balikpapan ready Mix baru berjalan dua kali. Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan basic fire dan basic safety. Untuk jenjang masih belum sesuai dengan SKKNI dan KKNI dan masih tahap perencanaan hal ini dikarenakan safety baru masuk ditahun 2019 untuk pemenuhan admin RDMP, hal ini juga dikarenakan fasilitas yang masih minim dan belum memadai sehingga perlu persiapan lebih lanjut. Tenaga pelatih sendiri perusahaan menggunakan internal HSE atau dari HRD yang sudah bersertifikat untuk melakukan pelatihan. Sedangkan sertifikat sendiri hanya sebatas sertifikat internal saja. Pihak PT. BRM berkomitmen untuk melaksanakan pelatihan internal yang sesuai dengan standar nasional namun dengan perencanaan yang matang dan fasilitas yang sedikit demi sedikit mulai dipersiapkan. Berdasarkan hal tersebut maka saran yang dapat diberikan kepada PT. Balikpapan Ready Mix adalah untuk mengembangkan standarisasi pelaksanaan program pelatihan internal sesuai dengan KKNI & SKKNI yang berlaku.
EVALUASI KECELAKAAN KERJA PADA KEGIATAN PRODUKSI DI PT. CAHAYA MURNI BORNEO TIMUR BALIKPAPAN
Qolip, Samsudyn Nur;
Maslina, Maslina;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.334
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi hal yang sangat serius bagi sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan banyaknya kejadian kecelakaan kerja yang terjadi belakangan ini. Karena setiap orang berhak mendapat pekerjaan dan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja mereka. Oleh sebab itu khususnya bidang industri sangat ketat akan pentingnya safety, yang dimana dapat menjamin keselamatan pekerja nya dan juga menghindarkan dari kecelakaan kerja. Di PT. Cahaya Murni Borneo Timur Balikpapan cukup banyak di temui kasus kecelakaan kerja, yang dimana total kasus yang di dapat sebanyak 31 kasus diantaranya 25 kasus ringan, dan 6 kasus kecelakaan kerja kategori sedang. Dengan tingginya angka tersebut, maka upaya evaluasi harus lebih sering dilakukan untuk mengontrol semuanya, apabila safety dapat berjalan dengan benar dan angka kecelakaan kerja bisa ditekan. Menggunakan Hira merupakan hal tepat dalam melakukan control, dalam hasil tepatnya di PT. Cahaya Murni Borneo Timur Balikpapan sudah dapat menurunkan tingkat risiko dari setiap job kerja yang ada. Ini akan menjadi hal positif bagi perusahaan bidang industri seperti PT. Cahaya Murni Borneo Timur Balikpapan yang dimana akan bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas kedepannya.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT RUANG IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
Alpian, Nur;
Zulfikar, Iwan;
Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.335
Beban kerja perawat meliputi banyak aspek, beberapa aspek yang berhubungan dengan beban kerja tersebut adalah jumlah pasien yang harus dirawatnya, kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang diperoleh, shift yang digunakan untuk bekerja yang sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan setiap hari, serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Perawat juga sering kali mengalami stress, stres kerja dapat diartikan sebagai tekanan yang dirasakan karyawan karena tugas-tugas pekerjaan tidak dapat pegawai penuhi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap stress kerja dan untuk mengetahui tingkat beban kerja pada perawat IGD. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian analitik karena bermaksud menganalisa hubungan antara variabel-variabel penelitian, pengumpulan data yang digunakan yaitu secara cross sectional dimana dalam penelitian ini seluruh variabel diamati pada saat yang bersamaan dan pada waktu berlangsungnya penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas perawat di IGD mengalami beban kerja berat yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah perawat, jumlah pasien, dan kompleksitas tugas yang diemban serta sebagian besar perawat di IGD mengalami tingkat stres yang signifikan, menandakan bahwa stres merupakan realitas dalam rutinitas sehari-hari baik di rumah maupun di tempat kerja.