IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya.
Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Articles
282 Documents
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI TANGGAP DARURAT DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 6 BALIKPAPAN
Nurfathan, Ibra;
Rusba, Komeyni;
Liku, James Everd Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.353
Kesiapsiagaan adalah suatu praktek proses perencanaan, persiapan dan penyediaan bekal secara dinamis guna mengantisipasi bencana melalui melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat. Sekolah yang memiliki risiko tinggi wajib untuk menerapkan sistem tanggap darurat yang sesuai dengan peraturan dan standar yang ada. ISO 45001 : 2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang di dalamnya membahas tentang sistem implementasi tanggap darurat yang tertuang dalam ISO 45001 : 2018 Klausul 8.2 tentang emergency response and preparedness, meyebutkan bahwa perusahaan atau organisasi wajib memiliki perencanaan keadaaan darurat, prosedur keadaan darurat, komunikasi, pembinaan serta evaluasi secara berkala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menggunakan kriteria penilaian presentase berdasarkan tabel kategorial International Safety Rating System (ISRS). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sesuai atau tidak sesuainya prosedur tanggap darurat di Sekolah Menengah Negeri 6 Balikpapan. Kemudian hasil observasi dibandingkan dengan standar acuan yaitu ISO 45001 : 2018, untuk dapat mengetahui tingkat keefektivitasan implementasi tanggap darurat di SMKN 6 Balikpapan. Hasil tingkat efektifitas implementasi tanggap darurat berdasarkan ISO 45001 : 2018 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Balikpapan memiliki rata rata nilai 8,5% yang dinyatakan dalam kategori “Buruk”. Berdasarkan hal ini SMKN 6 Balikpapan melaksanakan penerapan sistem tanggap darurat sesuai dengan ISO 45001 : 2018 Klausul 8.2 tentang emergency response and preparedness dengan buruk dalam hal sistem dan implementasi tanggap darurat untuk menanggulangi keadaan darurat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Balikpapan.
ANALISIS PENANGANAN LIMBAH MEDIS DI KLINIK GRAND MEDICA INDONESIA
Ekaputra, Bimo;
Rusba, Komeyni;
Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.352
Sampah Pada Klinik Kesehatan memiliki potensi dampak penting terhadap penurunan kualitas maupun secara langsung memiliki potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat seperti infeksi nosokomial, gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, serta gangguan pekerjaan, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan limbah medis padat secara benar dan aman. Jenis penelitian yang digunakan dalam analisa penanganan limbah medis ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara bagaimana penanganan Limbah Medis ditempat dilakukan. Pemilahan Limbah medis di Klinik Grand Medica Indonesia sudah dilakukan dengan cara memimsahkan antara Limbah Medis dan yang Non – Medis. Semua tahap kerja pemilahan Limbah medis sudah sesuai dengan yang Permenakes no .2 tahun 2023, Berdasarkan dengan penelitian yang dilakukan di Klinik Grand Medica Indonesia semua proses penyimpanan Limbah medis sudah Mengikuti standar Undang – Undang. Meskipun masih Ada beberapa yang Tidak Mengikuti peraturan seperti penempatan Limbah medis dan Non – Medis. Saran Untuk Klinik adalah Pihak klinik Menyediakan kantong sampah yang berbeda sebagai wadah untuk pemilahan didalam Tong sampah dan penggunaan Tong sampah yang sesuai dengan standar. perlu melakukan pengumpulan dan pengangkutan limbah medis menggunakan troli khusus sebelum limbah medis padat dikumpulkan di tempat penyimpanan sementara.
PENERAPAN ALAT PEMADAM API RINGAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI BLUE SKY
Ramdan, Muhamad;
Ismail, Muhammad Faizi;
Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.356
Alat Pemadam Api Ringan adalah salah satu media penanggulangan kebakaran, adanya APAR ini diharapkan kejadian seperti kebakaran dapat ditanggulangi saat masih di tahap permulaan sebelum api meluas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar. Penanggulangan kebakaran adalah paduan dalam rangka antisipasi penanganan darurat kebakaran dan bencana lainnya dalam rangka pengamanan jiwa, gedung maupun prasarana yang dibuat sebagai Langkah yang harus dilakukan dalam keadaan aman dan darurat kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan fakta, keadaan yang terjadi pada saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya penelitian deskriptif kualitatif serta menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan terkait Penerapan Alat Pemadam Api Ringan dan Penanggulangan Kebakaran di Hotel Blue Sky. Berdasarkan hasil dari penelitian Maka didapat rata-rata tingkat pemenuhan Alat Pemadam Api Ringan adalah 71,1% terlah terpenuhi dan 28,9% tidak terpenuhi. Dan Tingkat dapat dirata-rata tingkat kesesuaian dari penerapan penanggulangan kebakaran di Hotel Blue Sky Balikpapan 100% telah terpenuhi dan 0% tidak terpenuhi.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI CV BIMA PERSADA KOTA BALIKPAPAN
Padu, Cristina Angella;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.357
Proses penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertujuan supaya bisa berjalan dengan efektif penerapan K3 di suatu perusahaan, dengan demikian akan timbul kondisi aman serta karyawanan yang taat akan aturan perusahaan. . Salah satu upaya untuk mengelola vendor agar 3 terlindungi dari risiko bahaya dilingkungan kerja yaitu melalui program Contractor Safety Managemen System. Kerugian yang terjadi bagi karyawan adalah karyawan dapat mengalami luka-luka, cacat fisik dan meninggal dunia. Riset yang dilakukan badan dunia International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa 2,78 juta karyawan didunia meninggal setiap tahun karena kecelakaan saat bekerja dan penyakit akibat kerja. Dengan pertumbuhan Kota Balikpapan yang cukup pesat, kebutuhan perusahaan akan semakin banyak agar memiliki High Quality Company, salah satu yang dibutuhkan adalah Program K3 pada Perusahaan.
FAKTOR RISIKO PENYEBAB KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI GOJEK DI KOTA BALIKPAPAN
Akbar, Muhammad Radyasa;
Yuliana, Lina;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.361
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena, tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian Pada penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil penelitian dengan melakukan wawancara dan observasi kelelahan dengan alat ukur IFRC (Industrial Fatigue Rating Committee) pada pengemudi Gojek serta melakukan observasi pada aplikasi pengemudi Gojek. Pada hasil wawancara dan observasi setelah aktivitas bekerja pada informan IV diketahui informan IV dalam sehari dapat memperoleh orderan sebanyak 16 orderan dengan tingkat kelelahan ringan yang dialami setelah melakukan aktivitas bekerja sebagai pengemudi gojek. Pada Pembahasan penelitian ini Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti diketahui sebagai berikut: 1. Pengaruh Kondisi Kesehatan Pada Kelelahan Fisik 2. Pengaruh Durasi Kerja Pada Kelelahan Fisik 3. Pengaruh Variasi Jarak Pengantaran Pada Kelelahan Fisik 4. Pengaruh Servis Pelayanan Pada Kelelahan Fisik. Adapun kesimpulan yang dapat diuraikan dari hasil penelitian Kondisi kesehatan merupakan aspek penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari bagi seorang pekerja. Yang mana bila kesehatan dari seorang pekerja itu sendiri bagus tanpa ada ganguan dapat meningkatkan produktivitas dan kuliatas kerjaan yang dihasilkannya, Durasi kerja adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/target yang ditentukan. Bekerja berkepanjangan tanpa adanya batas jam kerja dapat mempengaruhi dari kualitas kerja yang dihasilkan, Berkendara dengan rute/jarak yang jauh dapat mengakibatkan terjadinya hilang konsentrasi, jenuh atau kelelahan saat berkendara.
PENGARUH TOOLBOX MEETING TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT ARKANANTA APTA PRASISTA BALIKPAPAN
Firzatullah, Satria Aqmal Zulfikar;
Siboro, Impol;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.363
Penerapan SMK3 pada PP 50 tahun 2012 menjelaskan komunikasi K3 sebagai bagian dalam kegiatan yang mendukung pencegahan kecelakaan kerja. Toolbox meeting merupakan sebuah langkah mencegah kecelakaan kerja melalui promosi K3 yang bertujuan memberikan informasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan penelitian adalah menunjukkan pengaruh Toolbox meeting pada perilaku keselamatan dan kesehatan kerja di PT Arkananta Apta Prasista Balikpapan. Penelitian ini menggunakan melalui metode kuantitatif. Hasil didapat terdapat pengaruh antara penerapan, pelaksana, dan metode toolbox meeting terhadap perilaku K3 dengan perolehan signifikan = 0.001. ditemukan pengaruh penerapan toolbox meeting terhadap perilaku K3 dengan perolehan signifikan = 0.001. Terdapat pengaruh antara pelaksana toolbox meeting terhadap perilaku K3 dengan perolehan signifikan = 0.001. Terdapat pengaruh antara metode toolbox meeting terhadap perilaku K3 dengan perolehan signifikan = 0.001.
ANALISIS KESELAMATAN PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI DI KELURAHAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN
Pratamasari, Iin;
Winata, Handky Seption;
Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.369
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia telah menjadi ancaman serius terutama dikalangan petani terutama di sektor kesehatan. Masih banyak petani yang kurang memperhatikan kesehatan dikarenakan kurang adanya pemantauan dan perhatian khusus dalam bidang pertanian, termasuk penggunaan pestisida yang salah satunya terjadi di Kelurahan Teritip, kecamatan Balikpapan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkatan risiko dan pengendalian risiko penggunaan pestisida pada petani di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan dengan menggunakan lembar observasi HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian pada pekerjaan penggunaan pestisida insektisida di mulai dari (1) Barang datang, (2) Penerimaan pestisida insektisida, (3) Penyimpanan pestisida insektisida, (4) Persiapan alat dan bahan, (5) Pencampuran pestisida insektida curacron 500 EC, (6) Berjalan menuju lokasi ladang, (7) Penyemprotan pestisida insektisida, (8) Membersihkan peralatan, (9) Pembuangan limbah menunjukkan bahwa tingkat risiko high sejumlah 25% dan risiko medium 75%. Setelah dilakukan pengendalian tambahan menjadi nilai persentase risiko medium 25% dan nilai persentase risiko low 75%.
PENERAPAN K3 DI LINGKUNGAN KERJA DEPARTEMEN BATCHING PLANT PADA PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE BATAKAN BALIKPAPAN
Widiasari, Firda;
Siboro, Impol;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.371
Department batching plant di PT. Balikpapan Ready Mix Site Batakan Balikpapan mengalami beberapa masalah yang harus segera ditangani seperti Inconsistent Concrete Quality, Operational Downtime, Inefficient Material Handling, Environmental Compliance Issues, Poor Workforce Management, Supply Chain Disruptions dan Energy Inefficiency. Manajemen perusahaan sangat penting untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam semua kegiatan operasional untuk memitigasi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat berdampak buruk bagi karyawan dan perusahaan. Penerapan K3 bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan kondusif, menjamin kesejahteraan pegawai serta meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. PT. Balikpapan Ready Mix Site Batakan Balikpapan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pelaksanaan safety talk di departemen batching plant PT. Balikpapan Ready Mix Site Batakan Balikpapan, mengevaluasi kesehatan karyawan di departemen yang sama, dan memeriksa langkah-langkah keselamatan yang diterapkan untuk karyawan di departemen batching plant PT. Balikpapan Ready Mix Site Batakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dengan cara observasi langsung dan melakukan wawancara di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan, peraturan, atau dokumen lain yang relevan dengan subjek yang diselidiki. Penelitian ini melibatkan tiga narasumber atau informan. Pengumpulan data melibatkan pemeriksaan dan penyajian gambaran komprehensif tentang situasi yang sedang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program inspeksi Batching Plant sebesar 92,72%. Hal ini menunjukkan adanya beberapa komponen yang belum lengkap atau rusak. Penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja Safety Talk dan Healthy Check-Up sudah mencapai 100% Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masalah yang belum sesuai harus memerlukan penanganan segera agar penerapan kesehatan dan keselamatan kerja dapat berjalan lebih maksimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA PT. KILANG PERTAMINA BALIKPAPAN
Afdillah, Andi Ahmad;
Hardiyono, Hardiyono;
Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.375
Penelitian dengan judul Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja PT. Kilang Pertamina Balikpapan diangkat karena berdasarkan data Surveilans Kesehatan Mental Pekerja PT. Kilang Pertamina Balikpapan yang telah dikumpulkan oleh Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan pada periode Juli 2022 terhadap 259 orang responden yang terdiri dari Pekerja (Non Kontraktor) PT. Kilang Pertamina Balikpapan, ditemukan terdapat 20% responden yang diduga mengalami stres kerja. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel sebanyak 192 responden pengambilan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan stres kerja, konflik peran (X2) dengan stres kerja (Y) memiliki nilai signifikansi 0,021 < 0,05. Pengembangan karir (X5) dan stres kerja (Y) memiliki nilai signifikansi 0,037 < 0,05 hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengembangan karir dengan stres kerja. Saran-saran yang dapat diberikan bagi para pekerja PT. Kilang Pertamina Balikpapan yang diduga mengalami stres (berdasarkan Instrumen PSS) direkomendasikan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut ke Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. karena PSS merupakan sebuah instrumen untuk skrining, sehingga diperlukan penilaian lebih lanjut untuk penegakkan diagnosis dan cara mengatasinya. Bagi PT. Kilang Pertamina Balikpapan diharapkan untuk manajemen agar dapat peninjauan kembali terhadap konflik peran dan pengembangan karir pekerjanya untuk mengetahui apakah peran dan kinerja yang diberikan telah dilaksanakan dengan baik ataupun sebaliknya.
IMPLEMENTASI HIGIENE DAN SANITASI JASA BOGA PADA KATERING DJULITA BALIKPAPAN
Asfarani, Izzati Dhiany;
Rusba, Komeyni;
Saputra, Dharma
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.376
Dapur di katering djulita Balikpapan memiliki beberapa permasalahan dari bagian kelayakan fisik higiene dan sanitasi, terutama pada lokasi dan bangunan, pembuangan sampah, alat pembuangan asap, hingga saluran air panas untuk pencucian. Pemilik katering penting untuk memperbaiki serta melengkapi beberapa kekurangan yang ada pada dapur katering terutama pada kelayakan fisiknya. Tujuan penelitian ini berguna untuk mengimplementasikan higiene dan sanitasi jasa boga sesuai dengan kelayakan fisik Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dengan cara observasi langsung dan melakukan wawancara di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan, peraturan, atau dokumen lain yang relevan dengan subjek yang diselidiki. Penelitian ini melibatkan empat narasumber atau informan. Pengumpulan data melibatkan pemeriksaan dan penyajian gambaran komprehensif tentang situasi yang sedang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan fisik higiene sanitasi jasaboga menunjukkan angka presentase sebesar 87% kesesuaian dan 12% ketidaksesuaian, hal ini menujukkan adanya beberapa kriteria yang belum memenuhi nilai dari kelayakan fisik higiene sanitasi jasaboga. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masalah yang tidak sesuai harus segera dilakukan perbaikan dari pemilik katering agar pengimplementasian higiene sanitasi jasaboga agar bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari nilai yang telah didapatkan sebelumnya.