cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DI PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE Ghani, Muhammad Abdul; Hardiyono, Hardiyono; Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesesuaian penerapan sistem tanggap darurat kebakaran dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja di PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sistem proteksi aktif, APAR memiliki tingkat kesesuaian 100%, sementara detektor asap hanya 33% dan sistem hydrant serta sprinkler belum tersedia sama sekali. Untuk sistem proteksi pasif, tingkat kesesuaian sebesar 40%, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap penjalaran api masih rendah. Sarana penyelamatan jiwa seperti jalur evakuasi, rambu, tangga darurat, dan titik kumpul telah tersedia dengan tingkat kesesuaian 80%, meskipun masih ditemukan kekurangan teknis seperti arah ayunan pintu dan minimnya pemeliharaan tangga. Hasil kuesioner memperkuat temuan ini, di mana mayoritas responden menunjukkan persepsi positif terhadap sistem yang ada, dengan 62% memilih “Setuju” dan 17% “Sangat Setuju”. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem tanggap darurat kebakaran di perusahaan telah diterapkan cukup baik pada beberapa aspek, namun masih perlu ditingkatkan terutama pada instalasi proteksi otomatis dan infrastruktur tahan api guna memastikan keselamatan kerja yang sesuai.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA HOTEL X BALIKPAPAN Tamin, Henrico Gabriel Samona; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1266

Abstract

Penelitian berjudul “Identifikasi Bahaya dan Penlian Risiko Pada Hotel X Balikpapan”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian risiko pada pekerjaan di area Hotel X Balikpapan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control). Pendekatan kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja, dan analisis dokumen K3. Hasil menunjukkan terdapat 7 bahaya utama. Risiko awal untuk masing-masing aktivitas berkategori High (skor 12) atau Moderate (skor 6), namun pengendalian awal meliputi Penggunaan APD, SOP dan perbaikan postur tubuh berhasil menurunkan seluruh risiko menjadi Low (skor 4). Temuan kualitatif mempertegas kesadaran pekerja terhadap bahaya, meski kepatuhan APD dan kondisi fasilitas perlu ditingkatkan. Berdasarkan hierarki kontrol risiko, direkomendasikan eliminasi/substitusi sumber bahaya, pemasangan local exhaust dan interlock guard, peninjauan SOP K3 secara berkala, audit kepatuhan APD, serta sistem pelaporan near-miss untuk continuous improvement budaya K3.
ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN BAHAYA DALAM PEKERJAAN SURVEI BATIMETRI TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PT. BINAV MAJU SEJAHTERA Sajangbati, Bima Bintang Satria; Rusba, Komeyni; Nur, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1267

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis pengelolaan limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PT. Hidup Baru Perdana Abadi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan telah mematuhi regulasi yang berlaku. Proses pengelolaan limbah dilakukan dengan menyerahkan limbah kepada pengumpul resmi yang berizin, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan penyimpanan limbah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Meskipun perusahaan telah memenuhi banyak kriteria, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi karyawan, perbaikan fasilitas penyimpanan, dan pelaksanaan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur yang aSurvei batimetri merupakan kegiatan pengukuran perairan yang memiliki tingkat risiko kerja relatif tinggi karena dilakukan di lingkungan perairan yang dinamis dan melibatkan penggunaan peralatan teknis. Pengelolaan bahaya yang tidak optimal berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan mengganggu produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan bahaya dalam pekerjaan survei batimetri terhadap produktivitas pekerja di PT Binav Maju Sejahtera. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen keselamatan kerja. Fokus analisis diarahkan pada penerapan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), standar operasional prosedur (SOP), serta pelaksanaan safety briefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan bahaya yang dilakukan secara konsisten mampu mendukung efisiensi kerja, menjaga kualitas data survei, serta meningkatkan kehadiran dan partisipasi pekerja. Namun demikian, masih ditemukan kendala dalam penerapan di lapangan, terutama terkait faktor cuaca, kondisi peralatan, dan kepatuhan individu terhadap prosedur keselamatan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam memperkuat pengelolaan bahaya guna mendukung produktivitas kerja yang berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT ANGKASA PURA INDONESIA Fikri, Ahmad Khoirul; Mappangile, Andi Surayya; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada karyawan Divisi Security Protection PT Angkasa Pura Indonesia di Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan seluruh karyawan berjumlah 56 orang melalui metode total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner HSE untuk menilai tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (85,7%) memiliki beban kerja pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres kerja berada pada kategori sedang (42,9%) dan tinggi (46,4%). Nilai rata-rata skor beban kerja adalah 60,77 (kategori tinggi) dan rata-rata stres kerja sebesar 110,14 (kategori sedang). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja, dengan nilai ρ = 0,293 dan p = 0,029. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan peningkatan tingkat stres kerja karyawan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan beban kerja serta upaya pencegahan stres kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. This study aims to examine the relationship between workload and work stress among employees of the Security Protection Division at PT Angkasa Pura Indonesia in Balikpapan. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving all 56 employees selected through a total sampling method. Workload was measured using the NASA-TLX questionnaire, while work stress was assessed using the HSE questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents (85.7%) experienced a high level of workload, while work stress levels were categorized as moderate (42.9%) and high (46.4%). The average workload score was 60.77 (high category), and the average work stress score was 110.14 (moderate category). The Spearman Rank test revealed a significant positive relationship between workload and work stress, with a correlation coefficient of ρ = 0.293 and a significance value of p = 0.029. These findings indicate that higher workload is associated with increased levels of work stress
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO ERGONOMI PADA POSTUR KERJA STAF KEPOLISIAN DALAM PENGURUSAN LOGISTIK DI POLRES BERAU DENGAN PENDEKATAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) Irawan, Bagus Aldi; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko ergonomi pada postur kerja staf kepolisian dalam pengurusan logistik di Polres Berau dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Aktivitas pengangkatan dan pemindahan logistik secara manual berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap lima orang staf logistik. Hasil analisis menggunakan metode REBA menunjukkan bahwa tingkat risiko ergonomi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan skor rata-rata 11–12. Selain itu, hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan pada bagian leher, punggung, bahu, dan pinggang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perbaikan postur kerja, pelatihan ergonomi, dan penggunaan alat bantu angkat untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada staf logistik Polres Berau.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA KEGIATAN LOADING DI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA PADA PT X DI SANGATA DENGAN METODE HIRARC Bandaso, Agchel Randa; Sipahutar, Merry Krisdawati; Yuliana, Lina
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1271

Abstract

Kegiatan loading point pada perusahaan tambang batubara merupakan salah satu aktivitas kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi karena melibatkan pergerakan alat berat, kondisi medan yang tidak stabil, serta interaksi langsung antar unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading di PT X yang berlokasi di Sangata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan lima informan yang terdiri dari safety coordinator, pengawas lapangan, dan operator alat berat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan tahapan aktivitas loading dengan berbagai potensi bahaya, antara lain permukaan tanah tidak stabil, material labil, area sempit, tinggi meja digger yang tidak sesuai, antrian loading, hingga manuver truk. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan adanya risiko dengan kategori sedang hingga ekstrem. Setelah dilakukan penerapan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko, terjadi penurunan tingkat risiko menjadi lebih terkendali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi dan menurunkan risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading, serta dapat menjadi dasar dalam peningkatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan tambang batubara.
IMPLEMENTASI SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN Akmal, Muhammad Firja; Hardiyono, Hardiyono; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1273

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius di lingkungan kerja, termasuk rumah sakit, yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi mengingat kompleksitas fasilitas dan tingginya aktivitas medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen dengan informan dari tim K3RS dan petugas keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah memiliki sistem tanggap darurat kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa.sistem tanggap darurat kebakaran di rumah sakit ini sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih perlu peningkatan dalam pemerataan pelatihan seluruh staf dan optimalisasi sarana penyelamatan jiwa agar efektivitas tanggap darurat semakin maksimal.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH B3 PADA KEGIATAN OPERASIONAL WORKSHOP PT. COATES HIRE INDONESIA DI BALIKPAPAN Pratamasari, Iin; Naufal, Ridho Agung; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1276

Abstract

Perkembangan industri memberikan banyak manfaat, namun juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah hasil proses industri, termasuk limbah B3. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dan dibuang langsung ke lingkungan, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, makhluk hidup, serta merusak keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan perusahaan terhadap penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari HSE Manager dan HSE Officer PT. Coates Hire Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3 PT. Coates Hire Indonesia terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 mencapai 73%, dengan nilai terendah terdapat pada indikator pengemasan limbah B3. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan dan pengendalian sesuai rekomendasi yang ditawarkan pada penelitian ini guna meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
ANALISIS PENILAIAN CONTRACTOR MANAGEMENT SYSTEM (CSMS) PADA KONTRAKTOR PT. XYZ Akmal, Moh Asril; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1280

Abstract

PT. XYZ menerapkan Contractor Management System (CMS) untuk memastikan kinerja K3L para kontraktor terpenuhi. Namun, hasil evaluasi tahunan menunjukkan masih ada kontraktor dengan skor di bawah standar. Penelitian ini menyajikan analisis penilaian CMS pada dua kontraktor (disebut PT A dan PT B) di PT. XYZ, berfokus pada lima elemen utama CMS: (1) strategi perencanaan & kepemimpinan, (2) perencanaan sumber daya & pengelolaan lingkungan, (3) perencanaan & pengendalian operasi, (4) pengukuran, pemantauan & analisa, serta (5) evaluasi & perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan menggunakan lembar evaluasi CMS, wawancara dengan pihak HSE PT. XYZ dan perwakilan kontraktor, serta studi dokumen terkait. Hasil menunjukkan PT A memenuhi sebagian besar elemen dengan baik (skor ~85%) meskipun sempat terjadi insiden fatal, sedangkan PT B hanya mencapai ~62% sehingga digolongkan tidak memenuhi persyaratan minimum. Kelemahan utama PT B terdapat pada rendahnya keterlibatan manajemen dan alokasi sumber daya, implementasi pengendalian operasi yang tidak konsisten, serta lemahnya sistem monitoring dan feedback. Kesimpulannya, PT B gagal memenuhi standar CMS karena kombinasi kegagalan top-down, bottom-up, dan feedback loop dalam penerapan K3L.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PEKERJAAN PENGGALIAN PADA PROYEK PT.WIGNYO Tombokan, Efranly Hosea; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1284

Abstract

Pada proses Pembangunan jalan akan di lakukan pekerjaan tanah yang meliputi penggalian, di Lokasi yang di rencanakan, yang di lakukan sebagai badan jalan. Dengan pekerjaan galian di lakukan dengan skala besar begitu pun akan tingginya kecelakaan kerja. Salah satu sumber bahaya yang berasal dari faktor lingkungan yaitu tempat kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi. Metode HIRADC meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko serta pengendalian bahaya. Identifikasi bahaya di lakukan secara observasi lapangan dan wawancara kepada pihak safety office. Setelah itu, melakukan penilaian risiko dengan mengacu Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Penentuan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian yaitu eliminasi, subtitusi, rekayasa Teknik, administrative, dan alat pelindung diri (APD).