cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH DI SAKIT UMUM DAERAH RATU AJI PUTRI BOTUNG PENAJAM PASER UTARA Fuadi, Yan; Al Mutawaqil, Muhammad Irsyad; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.832

Abstract

Penelitian ini menganalisis kecukupan penyimpanan dan pengangkutan limbah medis di RSUD AjiPutri Botung Penajam Paser Utara, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup danKehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor06 Tahun 2021. Limbah medis padat (B3) memerlukan pengelolaan yang ketat. Metode kualitatifdeskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi (daftar periksa) dan wawancaramendalam. Hasil observasi menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 66,67% dalam penyimpananlimbah. Masalah ketidakpatuhan meliputi: (1) penyimpanan limbah infeksius melebihi batas dua hari(pengangkutan terjadi setiap tiga hari), (2) tidak adanya sistem drainase/bak kontrol, dan (3)pencahayaan yang tidak memadai. Dalam hal pengangkutan, kepatuhan berada pada angka 91,67%,dengan masalah seperti tidak adanya spill kit dan tidak adanya prosedur. Disimpulkan bahwapenyimpanan limbah medis padat di rumah sakit tidak sepenuhnya memenuhi standar teknis danperaturan kesehatan dan keselamatan kerja. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkataninfrastruktur, kepatuhan terhadap batas waktu penyimpanan, serta penyediaan dan pemeliharaanperalatan kesehatan dan keselamatan kerja yang penting untuk memastikan lingkungan kerja yangaman dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
IDENTIFIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPRABILITY (HAZOP) PADA BENGKEL MOTOR HARAPAN UTAMA KARANG JATI BALIKPAPAN Ramdan, Muhamad; Zain, Naufal; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan masalah operasional terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan dengan menggunakan metode Hazard and Operability (HAZOP). Metode HAZOP dipilih karena kemampuannya untuk menganalisis sistem kerja secara sistematik dan mendalam guna mengidentifikasi risiko-risiko yang dapat membahayakan pekerja dan operasional bengkel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja dan manajemen, serta penerapan metode HAZOP pada proses kerja bengkel. Hasil dari analisis HAZOP menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja, baik yang bersifat fisik, kimia, maupun ergonomis. Selain itu, ditemukan juga beberapa ketidaksesuaian dalam prosedur operasional yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan temuan ini, penelitian memberikan rekomendasi berupa perbaikan prosedur kerja, peningkatan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan keselamatan bagi seluruh pekerja untuk meminimalkan risiko yang ada.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perbaikan dalam pengelolaan K3 di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN FORKLIFT DI PT. CATUR MANUNGGAL HIDUP SEJAHTERA Pratama, Satrio Arrahman; Rusba, Komeyeni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.834

Abstract

JSA adalah singkatan dari Job Safety Analysis (Analisis Keselamatan Kerja), sebuah metode untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam suatu pekerjaan dan menentukan tindakan pengendalian untuk mencegah kecelakaan kerja. Proses ini melibatkan pemecahan pekerjaan menjadi langkah-langkah spesifik, analisis bahaya di setiap langkah, dan perumusan prosedur kerja aman untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko. Tujuan dari penelitihan ini adalah yang selamat, aman, efisien dan produktif tujuan dari penelitihan ini adalah mengetahui gambaran kesesuian penelitihan JSA di PT. Catur Manunggal Hidup Sejahterah. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dimana dalam peneliltian ini penulis melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan beberapa teknik pngumpulan data yaitu : wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dimana dalam peneliltian ini penulis melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan beberapa teknik pngumpulan data yaitu : wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul pelaksanaan Job Safety Analysis (JSA) di PT. Catur Manunggal Hidup Sejahterah maka dapat diambil kesimpulan bahwa terkhusus terhadap 3 elemen yaitu elemen 1 kepemimpinan dan komitmen, elemen 2 kebijakan dan sasaran strategis K3LL, elemen 6 implementasi dan pemantauan kinerja K3LL menunjukkan bahwa penilaian pada elemen satu dapat terealisasikan hingga 100%, pada elemen dua terealisasikan hingga 100% dan terdapat 84,6% yang terealisasikan pada elemen enam, yang sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada Perusahaan PT. Catur Manunggal Hidup Sejahtera.
PENERAPAN SISTEM PERMIT TO WORK SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HEXA PRIMA ENERGI Saputra, Dharma; Gustapo, Luis; Rusba, Komenyi; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.835

Abstract

Penggunaan teknologi yang maju sangat di perlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas, namun tanpa disertai dengan pengendaian yang tepat akan dapat terjadinya kecelakaan, terutama pada era industrialisasi yang di tandai adanya proses mekanisasi, elektifikasi, dan moderenisasi. Sistem Permit to Work atau sistem ijin kerja adalah sistem tertulis resmi yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan tertentu yang diidentifikasikan sebagai pekerjaan yang berpotensi berbahaya. Penelitian inidi fokuskan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Sistem Permit to Work di PT. Hexa Prima Energi Sebagai Upaya Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja Balikpapan. Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari pihak yang perlu di olah kembali untuk dapat di gunakan sebagai sumber informasi, berupa data sekunder internal yaitu data yang tersedia di dalam perusahaan seperti sejarah perusahaan, stuktur organisasi perusahaan, Standar Prosedur Operasional (SOP) beserta tanggung jawab dan wewenang.
IMPLEMENTASI STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) DI PT PLN (PERSERO) KALIMANTAN UTARA Azahra, Putri Ramadina; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.836

Abstract

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan merupakan aktivitas operasional kritis memerlukan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat karena melibatkan risiko tinggi bagi teknisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan di PT PLN Persero Kalimantan Utara yang baru dibentuk tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan di tiga lokasi kerja yaitu Tarakan, Tanjung Palas, dan Tanjung Selor. Pengumpulan data dilakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan kerja, wawancara terstruktur dengan teknisi dan pengawas, serta analisis dokumen kerja seperti Surat Perintah Pekerjaan Bertegangan dan Standar Operasional Prosedur. Hasil penelitian menunjukkan seluruh personel memiliki sertifikasi kompetensi yang masih berlaku sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Tingkat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur bervariasi antara 75 hingga 85 persen di setiap lokasi kerja dengan ditemukan beberapa pelanggaran seperti tidak memasang conductor cover, penggunaan alat pelindung diri yang tidak layak, dan pelanggaran disiplin kerja. Dokumen administratif seperti Surat Perintah Pekerjaan Bertegangan dan Surat Penunjukan Pengawas tersedia secara digital namun belum sepenuhnya menjadi acuan pelaksanaan kerja yang konsisten. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan sebelum berangkat ke lokasi kerja namun masih terbatas pada aspek fisik dasar. Pengawasan lapangan dilaksanakan namun belum optimal dalam menegakkan prosedur ketika terjadi pelanggaran. Sistem tanggap darurat masih mengandalkan fasilitas eksternal tanpa adanya tim evakuasi internal. Penelitian ini menyimpulkan meskipun aspek formal telah terpenuhi, implementasi praktis di lapangan masih memerlukan penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang ketat, dan pengembangan sistem tanggap darurat yang komprehensif untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja.
IMPLEMENTASI 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA TOOLS STORAGE DI PT. PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN Mulya, Widya; Justine, Dave; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.837

Abstract

Lingkungan kerja yang tidak tertata secara sistematis dapat menimbulkan berbagai risiko keselamatan, penurunan produktivitas, serta ketidakefisienan operasional. Salah satu pendekatan strategis yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Konsep 5R ini merupakan adaptasi dari metode Jepang 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang menurut Osada (1995) dan Gaspersz (2011) terbukti meningkatkan efisiensi kerja, kualitas lingkungan kerja, serta keselamatan kerja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prinsip 5R pada area penyimpanan alat (tools storage) di PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi berupa observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator operasional dari kelima prinsip 5R, dan dianalisis menggunakan persentase skor terhadap standar ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Ringkas, Resik, dan Rajin masing-masing memperoleh skor 80%, 90%, dan 80% yang dikategorikan sebagai sangat baik. Namun, implementasi Rapi (55%) dan Rawat (65%) masih dalam kategori baik, dengan kelemahan utama terletak pada ketiadaan layout ruangan, pembagian zona kerja, serta minimnya visualisasi standar seperti poster dan penanda. Penerapan prinsip 5R yang efektif tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keteraturan, tetapi juga terbukti dapat menurunkan potensi kecelakaan kerja (Ramli, 2010; Suma’mur, 2014 Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya 5R, penambahan fasilitas visual (layout, signage, poster), serta peningkatan pelatihan K3 berbasis prinsip 5R sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.
PENERAPAN SISTEM KEBAKARAN AKTIF DAN SISTEM KEBAKARAN PASIF PT CHITRA PARATAMA KARIANGAU BALIKPAPAN Alamsyah, Ade Yusuf; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem kebakaran aktif dan sistem kebakaran pasif di PT Chitra Paratama Kariangau Balikpapan sebagai upaya mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya angka kejadian kebakaran di sektor industri serta pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja yang tertuang dalam Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan Kepmenaker No.186/MEN/1999. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, checklist, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran aktif seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, smoke detector, dan fire alarm memiliki tingkat kesesuaian sebesar 86,7% terhadap standar yang berlaku, dengan beberapa temuan ketidaksesuaian minor seperti label teknis yang tidak lengkap dan akses APAR yang terhalang. Sementara itu, penerapan sistem proteksi kebakaran pasif seperti fire door, jalur evakuasi, ruang aman, dan pengendali asap menunjukkan tingkat kesesuaian hanya 50%, dengan kekurangan signifikan pada fire door, ducting tahan api, dan fire damper. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penerapan sistem proteksi kebakaran mencapai 72%.
IMPLEMENTASI PROMOSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT. PLN (PERSERO) UPT MEDAN ULTG SEI ROTAN Handayani, Hanifah; Madhona, Yenny Frisca; Syahrani, Elfi
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.841

Abstract

Promosi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah pendekatan prosedural yang memberdayakan pekerja untuk meningkatkan wewenang mereka atas keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja adalah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja dan menumbuhkan pola pikir yang lebih baik di antara para pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini untuk mengetahui implementasi promosi K3 di PT. PLN (Persero) UPT Medan ULTG Sei Rotan menggunakan metode deskiptif kualitatif dengan melakukan obsevasi lapangan, wawancara, dan studi literatur terkait promosi K3. Implementasi promosi K3 di PT. PLN (Persero) UPT Medan ULTG Sei Rotan mengacu pada Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dimana PT. PLN (Persero) UPT Medan ULTG Sei Rotan memiliki program promosi K3 berupa kampanye K3, Komunikasi K3 dan pelatihan K3. PT. PLN (Persero) UPT Medan ULTG Sei Rotan telah memiliki prosedur Kampanye K3 nomor dokumen PR SMK3 014 tentang komitmen K3 dan pemakaian rambu rambu K3L yang sudah di implementasikan dengan memasang rambu rambu K3 di area lingkungan kerja yang terdapat potensi bahaya, Prosedur Komunikasi K3 nomor dokumen PR SMK3 012 tentang petunjuk kerja sosialisasi dan komunikasi kepada seluruh tenaga kerja yang sudah diimplementasikan dengan mengadakan kegiatan safety induction, safety talk, safety patrol, dan safety meeting. Prosedur pelatihan K3 nomor dokumen PR SMK3 018 tentang prosedur tanggap darurat yang telah diimplementasikan dengan diadakannya pelatihan pemadaman kebakaran, tanggap darurat dan pelatihan pertolongan pertama.
IDENTIFIKASI POSTUR TUBUH PEKERJA ADMINISTRASI UNTUK MENGETAHUI MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDS) DENGAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT DI PT. SAMLI MAJU SUKSES Luqmantoro, Luqmantoro; Saputra, Angga Dwi; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.843

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang dialami oleh pekerja administrasi akibat postur kerja yang tidak ergonomis dalam penggunaan peralatan kantor seperti komputer, kursi, dan meja. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko penyakit akibat kerja. PT. Samli Maju Sukses sebagai perusahaan logistik memiliki lingkungan kerja kantor dengan pengaturan peralatan yang belum sepenuhnya sesuai prinsip ergonomi, seperti penggunaan kursi non-adjustable dan tata letak ruang kerja yang kurang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan MSDs dan menilai tingkat risiko postur kerja pekerja administrasi menggunakan dua metode, yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner oleh empat orang informan yang merupakan pekerja administrasi di PT. Samli Maju Sukses.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan metode NBM, seluruh informan memiliki tingkat keluhan MSDs yang tergolong rendah dan tidak memerlukan tindakan perbaikan. Namun, penilaian menggunakan metode 2. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja informan dengan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), diperoleh kesimpulan bahwa tingkat risiko pekerja kantor PT Samli Maju Sukses, informan memiliki level risiko sedang 2 pekerja, dan 2 pekerja risiko tinggi sehingga tergolong berbahaya dan diperlukan tindakan seperti istirahat yang cukup, perubahan gaya hidup seperti kebugaran dan olahraga.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN METODE JSA PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN KACA GEDUNG APARTEMEN BORNEO BAY BALIKPAPAN Fernando, Dafid; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.844

Abstract

Perkembangan industri yang pesat di Indonesia telah memicu peningkatan produktivitas, namun juga diikuti dengan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), setiap tahun 2,78 juta pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja, dengan 86,3% di antaranya disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi adalah industri jasa konstruksi, khususnya pada pekerjaan pembersihan kaca bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya pada pekerjaan pembersihan kaca di Apartemen Borneo Bay dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari studi pustaka dan laporan kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh proses dalam pekerjaan pembersihan kaca dengan total 12 sumber bahaya. Proses pembersihan kaca menggunakan gondola memiliki 3 sumber bahaya (25% dari total bahaya), persiapan peralatan gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), pemeriksaan peralatan memiliki 2 sumber bahaya (17%), persiapan pengoperasian gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), penandaan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%), pengembalian peralatan yang digunakan memiliki 1 sumber bahaya (8%), dan pembersihan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%). Pengendalian risiko yang disarankan meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemeriksaan peralatan secara berkala, dan pelatihan bagi pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri konstruksi.