cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PETUGAS CLEANING SERVICE DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT XY Rafif, Naufal; Mappangile, Andi Surayya; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1285

Abstract

Pada penelitian ini menganalisis managemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) petugas cleaning service di unit rawat inap rumah sakit XY. pada latar belakang mencakup peningkatan kecelakaan kerja di sektor kesehatan, paparan bahan kimia, limbah infeksius, lantai licin dan gangguan muskuloskeletal akibat beban kerja berat,sesuai data bpjs ketanagakerjaan 2024. Merupakan tujuan utama adalah mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko dan merumuskan pengendalian berdasarkan iso 3100 : 2018, metode yang digunakan metode kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dengan 4 informan yang terdiri dari (petugas cleaning service, kepala kesehatan lingkungan, serta supervisior cleaning service) identifikasi bahaya yang di lakukan dengan klasifikasi unsafe action dan unsafe condition, diikuti penialian likelihood (skala 1-5) dan severity (skala1-5) untuk menghasilkan matriks risiko dari hasil penelitian menunjukkan ada nya 16 bahaya utama, serta didominasi oleh unsafe condition seperti keramik retak kabel berantakan dan safety box jebol, dengan risiko kebanyakan low hingga medium setelah pengendalian hieraki (eliminasi, subtusi,rekayasa, administrasi, APD) dengan ada nya tambahan perlu nya perbaikan fasilitas yang lebih memadai. Manajemen risiko hirarc efektif menurunkan insiden.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RESIKO PEKERJAAN MEKANIK BENGKEL MULIA MOTOR TAMAN SARI KOTA BALIKPAPAN Satriadisi, Dhiemas Putera; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1289

Abstract

Performa sepeda motor yang memanfaatkan secara berkelanjutan mengalami penurunan akibat sejumlah factor penentu, antara lain keausan komponen, kelelahan mesin, akumulasi kotoran, serta variasi pada pengaturan start (Rubiono dan Mukhtar, 2021). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode HIRARC bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan strategi pengendalian pekerjaan mekanik di bengkel, berdasarkan hasil wawancara dan penilaian resiko dengan metode hirarc di bengkel mulia motor taman sari masih belum sepenuhnya mengikuti peraturan keselamatan kerja saat ini maka dari itu peneliti membantu bengkel untuk mengidentifikasi dan pengendaliannya serta memberikan saran agar bengkel mulia motor taman sari bisa bekerja secara aman dalam jangka waktu Panjang dan pendek dan sesuai peraturan keselamatan kerja yang berlaku.
HUBUNGAN KEBISINGAN TERHADAP STRES KERJA PADA ANAK BUAH KAPAL PT. PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 BALIKPAPAN Ichsan, Christofer Kevin Tandi; Zulfikar, Iwan; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1290

Abstract

Penyakit Akibat Kerja (PAK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja, salah satunya akibat paparan kebisingan yang dapat menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesehatan pekerja. Kebisingan dengan intensitas tinggi diketahui dapat memicu gangguan fisiologis dan psikologis, termasuk peningkatan tekanan darah dan penurunan konsentrasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan terhadap stres kerja pada Anak Buah Kapal (ABK) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain studi kasus–kontrol. Populasi penelitian berjumlah 30 ABK, dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan menggunakan sound level meter, sedangkan tingkat stres kerja diukur menggunakan kuesioner Bourdon Wiersma Test. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di beberapa area kapal melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB, dengan tingkat kebisingan tertinggi mencapai 98 dBA. Distribusi stres kerja didominasi kategori stres sebesar 58,75%. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan antara kebisingan dan stres kerja dengan persamaan Y = 0,756 − 0,517X, yang mengindikasikan bahwa kebisingan berpengaruh terhadap tingkat stres kerja ABK. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian kebisingan dan peningkatan perlindungan kesehatan kerja guna meminimalkan dampak stres kerja pada pekerja kapal.
ANALISIS PERILAKU PADA KEGIATAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT TAMAN HUSADA BONTANG Yuliana, Lina; Bot, Patrikson George; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1291

Abstract

Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di rumah sakit merupakan aspek penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku petugas dalam pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit Taman Husada Bontang berdasarkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat menggunakan teori Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumentasi terhadap perawat, petugas cleaning service, petugas pengelola limbah, dan penanggung jawab B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap petugas terhadap pengelolaan limbah medis B3 tergolong baik, namun pemahaman terhadap SOP dan konsistensi pelaksanaan masih bervariasi. Sarana, alat pelindung diri, dan SOP pada umumnya telah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Faktor penguat berupa pengawasan, pelatihan, dan dukungan manajemen berperan penting dalam membentuk kepatuhan petugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pelatihan dan pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat perilaku aman dalam pengelolaan limbah medis B3 sesuai standar yang berlaku.
EVALUASI PENERAPAN 5R PADA PT. BORNEO TEKNIKAL INDONESIA DI BALIKPAPAN Dahlan, Andi Muhammad; Rusba, Komeyni; Nur, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1292

Abstract

PT. Borneo Teknikal Indonesia menghadapi tantangan efisiensi tata graha pada area kerja operasional yang terpusat . Kondisi awal menunjukkan penumpukan dokumen, manajemen kabel yang buruk, dan kesulitan pencarian alat kerja yang berdampak pada risiko K3 serta inefisiensi waktu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan 5R menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi checklist, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pasca-intervensi: Ringkas meningkat dari 40% menjadi 100% (Sangat Baik), Rapi dari 20% menjadi 80% (Baik), dan Resik konsisten pada 100% (Sangat Baik). Sementara itu, aspek Rawat dan Rajin meningkat dari kategori Kurang menjadi 60% (Cukup). Disimpulkan bahwa penerapan 5R efektif memangkas waktu pencarian dokumen dari 15 menit menjadi kurang dari 1 menit dan menghilangkan potensi bahaya fisik, namun keberlanjutannya masih sangat bergantung pada pengawasan lisan manajemen akibat belum adanya SOP tertulis.
STRATEGI PENGENDALIAN KEBISINGAN UNTUK MENCEGAH GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA WORKSHOP BFS NON-SPUN PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE Ramadhany, Muhammad Revanza Hafizh; Zainul, L.M.; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1293

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan industri dan berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja apabila tidak dikendalikan dengan baik. Mesin BFS (Beton Fertigile Systeme) yang digunakan pada Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile menghasilkan tingkat kebisingan yang berisiko terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian kebisingan serta tindakan pencegahan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpapar kebisingan mesin BFS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa checklist observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari HSE Manager dan pekerja di Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kebisingan telah diterapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, meliputi pengendalian teknis melalui pemeliharaan mesin dan peredaman sumber suara, pengendalian administratif melalui pengaturan waktu kerja dan penyediaan ruang istirahat, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa earplug dan earmuff. Namun demikian, pengendalian eliminasi dan substitusi belum dapat diterapkan, serta tingkat kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan edukasi K3, serta menerapkan sistem insentif dan sanksi guna mencegah risiko gangguan pendengaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan kesehatan pekerja.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT BALIKPAPAN READY MIX SITE KARIANGAU Sutiyono, Wildan Muhammad Sulton Bin; Rusba, Komeyni; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT. Balikpapan ready mix Site Kariangau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur beban kerja yaitu menggunakan NASA-TLX dan alat ukur untuk mengukur stres kerja yaitu menggunakan kuesioner Permenaker No. 5 Tahun 2018. Populasi dalam dalam penelitian ini adalah pekerja di area Workshop PT. Balikpapan Ready Mix Site Kariangau, dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat beban kerja paling dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 18 responden (56,25%), sedangkan tingkat stres kerja paling dominan adalah stres sedang sebanyak 22 responden (68,75%). Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan dan stres kerja dengan nilai korelasi ρ = 0,426 dan signifikansi ρ = 0,015 (< 0,05). Korelasi ini bersifat positif, yang berarti semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pekerja.
PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG TERMINAL PT ANGKASA PURA INDONESIA KANTOR CABANG BANDAR SAMS BALIKPAPAN Fahmi, Muhammad; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1298

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi akibat kesalahan manusia (human error) atau faktor teknis, yang dapat menyebabkan kerugian materil, trauma, bahkan korban jiwa. Gedung terminal bandara sebagai fasilitas umum dengan tingkat aktivitas tinggi memiliki potensi risiko kebakaran yang tinggi, sehingga dibutuhkan sistem proteksi kebakaran yang andal dan terawat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung menggunakan checklist, wawancara dengan informan dari unit SMS & K3, Fasilitas, dan ARFF, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem proteksi kebakaran aktif secara keseluruhan telah memenuhi standar Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI, dan NFPA, dengan tingkat kepatuhan APAR sebesar 92,3% (kategori baik), dan sistem hidran, detektor, dan alarm kebakaran mencapai tingkat kepatuhan 100%. Sementara itu, sistem proteksi kebakaran pasif menunjukkan kinerja yang baik, dengan jalur evakuasi dan tangga darurat mencapai kepatuhan 100%, pintu keluar darurat 77,8%, dan area berkumpul 80%. Beberapa komponen masih memerlukan perbaikan kecil, khususnya pada fungsi pintu keluar darurat dan keamanan area berkumpul. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan cukup baik. Namun, pemeliharaan dan perbaikan berkelanjutan masih diperlukan untuk mencapai kepatuhan optimal dan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.
IDENTIFIKASI RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT KALTIM KARIANGAU TERMINAL Saputra, Mochammad Rezky; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1299

Abstract

Manajemen risiko adalah sejumlah prosedur dan metode untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang disebabkan oleh kegiatan bisnis atau bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui segala jenis bahaya kegiatan bongkar muat peti kemas dan pengendalian risiko dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment And Determination Of Control (HIRADC) yang dapat dilakukan tepatnya di PT Kaltim Kariangau Terminal. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian yang berdasarkan pada pengelolahan data yang sifatnya deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) PADA PEMBUATAN PAGAR DI CV. XYZ Pongky, Patunru; Andry, Andry; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1300

Abstract

Perkembangan sektor industri, khususnya pada bidang fabrikasi dan konstruksi, menuntut pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang optimal karena tingginya potensi bahaya yang ditimbulkan, salah satunya pada pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses pengelasan SMAW melibatkan panas tinggi, arus listrik, sinar las, percikan api, serta asap las yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai tingkat risiko serta pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW pembuatan pagar di CV. XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area workshop, wawancara dengan pekerja pengelasan dan pihak terkait K3, serta studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang pekerja pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pengelasan SMAW memiliki berbagai potensi bahaya, antara lain risiko tersengat listrik, paparan sinar las langsung, percikan api las, serta paparan asap las yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan tingkat risiko sangat rendah sebesar 11%, rendah 25%, sedang 36%, dan tinggi 28%. Setelah dilakukan rekomendasi pengendalian berupa pengendalian administratif, pengawasan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD), tingkat risiko mengalami penurunan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis sangat diperlukan untuk meminimalkan kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat pada pekerjaan pengelasan SMAW.