cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 540 Documents
IDENTIFIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN: LITERATUR REVIEW Salsabila, Aulia Putri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1405

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang dapat menimbulkan kerugian material, gangguan operasional, dan korban jiwa sehingga diperlukan sistem proteksi kebakaran aktif sebagai upaya pencegahan bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan sistem proteksi kebakaran aktif serta mengevaluasi tingkat kesesuaian dan keandalannya pada berbagai sektor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review terhadap 15 artikel ilmiah terindeks SINTA periode 2023–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif yang paling banyak digunakan meliputi APAR, hydrant, sprinkler, smoke detector, fire alarm, dan sistem pompa kebakaran. Sebagian besar objek penelitian telah memiliki sistem proteksi kebakaran aktif dengan kategori baik, terutama pada sektor industri. Namun, masih ditemukan beberapa permasalahan seperti kurangnya pemeliharaan rutin, inspeksi berkala yang belum optimal, dokumentasi pemeriksaan yang tidak lengkap, serta rendahnya kepatuhan terhadap SOP evakuasi. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, pemeliharaan, serta pelatihan berkala agar sistem proteksi kebakaran aktif dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah bahaya kebakaran.
HUBUNGAN BEBAN KERJA, SHIFT KERJA, DAN STRES KERJA TERHADAP KELELAHAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PEKERJA: LITERATUR REVIEW Lukman, Siti Nurhalisa
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1407

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan kerja adalah kelelahan kerja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti beban kerja, sistem shift kerja, dan stres kerja. Kelelahan kerja dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, serta kemampuan pekerja dalam menjalankan tugas sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan perilaku keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja, shift kerja, dan stres kerja terhadap kelelahan kerja serta implikasinya terhadap perilaku keselamatan pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 95 pekerja aktif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur melalui instrumen National Aeronautics and Space Administration–Task Load Index (NASA-TLX) untuk beban kerja, Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk stres kerja, serta Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, shift kerja, dan stres kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kelelahan kerja, dengan shift kerja menjadi faktor dominan yang memengaruhi kelelahan. Selain itu, kelelahan kerja terbukti berimplikasi terhadap penurunan perilaku keselamatan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian melalui pengelolaan beban kerja, pengaturan sistem kerja yang ergonomis, dan pengendalian stres kerja guna meningkatkan penerapan K3 di lingkungan kerja.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA: LITERATUR REVIEW Phannur, Muhammad Riski
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1408

Abstract

Lingkungan kerja merupakan faktor krusial yang memengaruhi kesejahteraan fisik dan psikologis pekerja, terutama dalam konteks beban kerja yang semakin kompleks di berbagai sektor. Beban kerja yang tinggi, baik yang bersifat fisik maupun mental, berpotensi menimbulkan kelelahan kerja (fatigue) serta berdampak negatif terhadap kesehatan mental pekerja, seperti meningkatnya stres kerja, kecemasan, dan penurunan konsentrasi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup pekerja, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kesalahan kerja, kecelakaan, serta penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kesehatan mental dan kelelahan kerja pada pekerja melalui pendekatan literature review. Pendekatan yang digunakan dalam berbagai studi sebelumnya umumnya bersifat kuantitatif, yang memberikan gambaran hubungan antar variabel secara numerik, namun belum mampu menggali secara mendalam pengalaman subjektif pekerja terkait tekanan kerja yang dialami. Oleh karena itu, kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih komprehensif terhadap faktor lingkungan kerja dalam kerangka Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), guna merumuskan strategi intervensi yang efektif dalam mengurangi beban kerja berlebih dan dampaknya terhadap kesehatan mental serta kelelahan kerja.
ANALISIS PELAKSANAAN PROSEDUR TANGGAP DARURAT DALAM PROSES EVAKUASI: LITERATUR REVIEW Kurniawan, Rifky
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1410

Abstract

Kesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen krusial dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan dampak bencana, khususnya kebakaran, di lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan pedoman telah ditetapkan, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan implementasi di lapangan, di mana sebagian besar penelitian cenderung berfokus pada hubungan antar variabel tanpa mengkaji secara mendalam bagaimana prosedur tanggap darurat dijalankan secara nyata, terutama dalam proses evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prosedur tanggap darurat dalam proses evakuasi guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat kesiapsiagaan serta efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara, sehingga memungkinkan peneliti mengidentifikasi kondisi aktual, hambatan, serta kesesuaian antara prosedur yang ditetapkan dengan praktik di lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap tingkat kepatuhan terhadap prosedur, efektivitas koordinasi, serta kesiapan sumber daya dalam mendukung proses evakuasi yang aman dan cepat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem K3 yang lebih aplikatif dan berorientasi pada peningkatan keselamatan kerja secara berkelanjutan.
ANALISIS INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KENYAMANAN VISUAL PADA PERUSAHAAN: LITERATUR REVIEW Agatha, Cayla Beauty
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1412

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan, keselamatan, dan produktivitas pekerja. Intensitas cahaya yang tidak sesuai dengan standar dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti kelelahan mata, sakit kepala, stres visual, menurunnya konsentrasi, hingga meningkatnya risiko kesalahan dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya terhadap kenyamanan visual pekerja pada perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja pada area kerja perusahaan, sedangkan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter serta penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat kenyamanan visual pekerja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara intensitas cahaya dan kenyamanan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar area kerja memiliki tingkat pencahayaan di bawah standar yang ditetapkan, yaitu ≤300 lux pada ruang kerja tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar pekerja mengalami keluhan berupa kelelahan mata, pandangan kabur, dan kesulitan berkonsentrasi saat bekerja. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas cahaya dengan kenyamanan visual pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan sistem pencahayaan sesuai standar untuk meningkatkan kenyamanan visual, keselamatan kerja, serta produktivitas pekerja secara optimal.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN INTENSITAS PENCAHAYAAN RUANG KERJA TERHADAP STANDAR ERGONOMI: LITERATUR REVIEW Allo, Helvis Datu
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1417

Abstract

Penerapan ergonomi lingkungan fisik di Indonesia menghadapi masalah tingginya risiko kelelahan kerja akibat paparan faktor fisis intensitas pencahayaan aktual yang substandar di berbagai sektor kerja.Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah terakreditasi nasional periode 2017–2026 dari basis data Google Scholar melalui teknik analisis isi content analysis .Hasil sintesis menunjukkan ketidaksesuaian pencahayaan aktual yang tinggi terhadap regulasi Permenaker No. 5/2018, Permenkes No. 2/2023, dan SNI 7062:2019, di mana mayoritas area berada di bawah 300 lux, bahkan menyentuh 19 lux. Defisit cahaya ini berkorelasi positif kuat memicu kelelahan mata visual fatigue yang bertindak sebagai mediator pengikis produktivitas kerja, di mana risikonya ditemukan berlipat ganda pada pekerja shift malam, Kesimpulan penelitian ini mendorong pengelola tempat kerja untuk menerapkan sistem pencahayaan dinamis yang adaptif terhadap rotasi waktu kerja serta melakukan inovasi rekayasa arsitektural berupa pemasangan light shelves atau modifikasi armatur pencahayaan buatan demi mencapai kenyamanan visual pekerja.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA AKTIVITAS MAINTENANCE DI KILANG MENGGUNAKAN METODE HIRARC: LITERATUR REVIEW Maukar, Matthew Justin Josia
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1418

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya sistematis yang bertujuan untuk melindungi tenaga kerja, aset, dan lingkungan dari potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Dalam sektor industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas, khususnya pada aktivitas maintenance di kilang, potensi bahaya cenderung lebih kompleks sehingga memerlukan pendekatan manajemen risiko yang terstruktur. Namun, masih tingginya angka kecelakaan kerja menunjukkan adanya kesenjangan antara proses identifikasi bahaya dan implementasi pengendalian risiko di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada aktivitas maintenance di kilang menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) melalui pendekatan literature review. Studi ini mengkaji berbagai penelitian terdahulu untuk mengidentifikasi kelemahan dalam penerapan metode analisis risiko, yang umumnya masih bersifat kualitatif deskriptif dan belum terintegrasi secara komprehensif dengan metode lain seperti Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification (HAZID). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan HIRARC secara sistematis dan terintegrasi mampu meningkatkan efektivitas identifikasi bahaya, penilaian, serta pengendalian risiko. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat implementasi K3 dan menurunkan angka kecelakaan kerja pada aktivitas maintenance di kilang.
EVALUASI SISTEM PENANGGULAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA PT. XYZ KOTA BALIKPAPAN Fauzie, Tariq Azhar
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1419

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu potensi bahaya yang memiliki risiko tinggi di lingkungan kerja, terutama pada perusahaan dengan aktivitas operasional yang kompleks. Oleh karena itu, penerapan sistem penanggulangan tanggap darurat kebakaran menjadi bagian penting dalam mendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penanggulangan tanggap darurat kebakaran pada PT. XYZ Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau review jurnal. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber referensi lain melalui Google Scholar dan database ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan telah memiliki fasilitas keselamatan kerja seperti APAR, alarm kebakaran, jalur evakuasi, dan prosedur tanggap darurat. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti kurang optimalnya pemeliharaan fasilitas proteksi kebakaran, rendahnya kesiapsiagaan pekerja, serta kurangnya pelatihan dan simulasi secara rutin. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan sistem perlu dilakukan secara berkala agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
ANALISIS PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE JSA: LITERATUR REVIEW Utama, Andika Praja
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1422

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas pekerjaan, penggunaan alat berat, pekerjaan di ketinggian, serta kondisi lingkungan kerja yang dinamis. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya penerapan pengendalian risiko keselamatan kerja secara sistematis untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Job Safety Analysis (JSA) dalam pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi serta pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode JSA efektif dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko secara sistematis pada setiap tahapan pekerjaan konstruksi. Selain itu, penerapan metode JSA juga mampu meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Namun demikian, implementasi metode JSA masih menghadapi kendala seperti rendahnya kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja dan kurangnya pengawasan keselamatan kerja di lapangan.
EVALUASI EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN TANGGAP DARURAT TERINTEGRASI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN DAN KECELAKAAN KERJA DI PERUSAHAAN: LITERATUR REVIEW Afandi, Hanan Ahmad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1425

Abstract

Industri merupakan salah satu sektor kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap terjadinya kebakaran dan kecelakaan kerja akibat aktivitas operasional yang melibatkan penggunaan mesin, bahan mudah terbakar, peralatan listrik, serta mobilitas pekerja yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan perlu memiliki sistem manajemen tanggap darurat yang efektif, terstruktur, dan terintegrasi guna meminimalkan dampak kerugian terhadap pekerja, aset perusahaan, maupun lingkungan sekitar. Sistem tanggap darurat yang baik tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pemenuhan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat. Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu, masih ditemukan perusahaan yang belum optimal dalam menerapkan sistem tanggap darurat, seperti kurangnya pelatihan keadaan darurat, belum tersedianya fasilitas evakuasi yang memadai, rendahnya kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan, serta lemahnya koordinasi saat kondisi darurat terjadi. Selain itu, implementasi sistem tanggap darurat di beberapa perusahaan masih belum mengacu secara menyeluruh pada standar internasional seperti ISO 22301 dan NFPA 1600 yang berfokus pada keberlangsungan bisnis dan manajemen keadaan darurat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi efektivitas implementasi sistem manajemen tanggap darurat terintegrasi untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kebakaran dan kecelakaan kerja sehingga dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan sistem keselamatan kerja dan kesiapan darurat di perusahaan.