cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 540 Documents
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HIRARC: LITERATUR REVIEW Umasangaji, Meutiah Apriani
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1377

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, yang mencapai 278.564 kasus hingga Agustus 2024, menegaskan urgensi penerapan manajemen risiko yang sistematis di berbagai sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan menganalisis efektivitas pengendalian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) serta Job Safety Analysis (JSA) melalui tinjauan literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain literatur review terhadap 15 artikel ilmiah bertema K3. Dari hasil literatur review yang saya lakukan, teridentifikasi berbagai kategori bahaya mulai dari fisik, mekanik, elektrik, hingga biologi pada sektor manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas kerja sebelum pengendalian memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Namun, setelah dilakukan rekomendasi pengendalian berdasarkan hierarki kontrol, tingkat risiko berhasil diturunkan secara signifikan menjadi kategori rendah yang dapat diterima perusahaan. Dari jurnal sebelumnya, saya menyimpulkan bahwa keberhasilan mitigasi risiko sangat bergantung pada kedisiplinan pekerja dalam mematuhi SOP dan konsistensi pengawasan manajemen. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai referensi dalam meningkatkan standar keselamatan kerja di industri guna mencapai target zero accident.
STUDI KUALITATIF TENTANG MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDS) PADA PEKERJA PT. XYZ KOTA BALIKPAPAN: LITERATUR REVIEW Abriansyah, Agung
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1388

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja akibat postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas berulang, durasi kerja yang panjang, dan fasilitas kerja yang kurang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai MSDs pada pekerja PT. XYZ Kota Balikpapan melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari artikel jurnal dan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, dan telaah pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan tema utama, yaitu faktor risiko MSDs, bagian tubuh yang sering mengalami keluhan, dan rekomendasi pengendalian ergonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluhan MSDs pada pekerja PT. XYZ dan pekerjaan sejenis di Kota Balikpapan umumnya terjadi pada leher, punggung, pinggang, dan pergelangan tangan. Faktor dominan yang memengaruhi terjadinya MSDs adalah postur kerja tidak ergonomis, aktivitas berulang, durasi kerja yang panjang, fasilitas kerja yang kurang memadai, serta rendahnya pengetahuan ergonomi pekerja. Dengan demikian, pencegahan MSDs perlu dilakukan melalui perbaikan fasilitas kerja, penerapan prinsip ergonomi, pelatihan pekerja, dan evaluasi postur kerja secara berkala.
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN DI INDUSTRI PERTAMBANGAN INDONESIA: LITERATUR RIVIEW Sabbaran, Gita
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1391

Abstract

Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang ekstrem, serta paparan berbagai potensi bahaya. Oleh karena itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) menjadi instrumen penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di industri pertambangan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas SMKP dalam mencegah kecelakaan kerja berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh dari enam artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2021–2024. Analisis dilakukan dengan mengkaji tingkat penerapan SMKP, faktor penyebab kecelakaan kerja, serta jenis pengendalian risiko yang diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SMKP telah diterapkan pada sebagian besar perusahaan pertambangan, namun efektivitasnya masih belum optimal karena tingkat risiko kecelakaan kerja berada pada kategori sedang hingga tinggi. Faktor utama penyebab kecelakaan kerja meliputi tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, rendahnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta lemahnya pengendalian teknis. Selain itu, pengendalian risiko masih didominasi oleh pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas SMKP sangat dipengaruhi oleh kualitas implementasi, komitmen manajemen, budaya keselamatan, dan keterlibatan aktif pekerja.
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI: LITERATUR REVIEW Nur, Muhamad; Rum, Chesia Andrialni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1393

Abstract

Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi. Peningkatan kinerja pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya lingkungan kerja dan disiplin kerja. Lingkungan kerja yang kondusif dapat memberikan kenyamanan dalam bekerja, sedangkan disiplin kerja mencerminkan kepatuhan pegawai terhadap peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji empat jurnal ilmiah yang relevan dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan komparatif untuk membandingkan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja secara umum memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Namun, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa tidak semua variabel berpengaruh signifikan secara parsial, tergantung pada kondisi dan karakteristik organisasi. Secara keseluruhan, kombinasi lingkungan kerja yang baik dan disiplin kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Dengan demikian, organisasi perlu memperhatikan kedua faktor tersebut secara bersamaan dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai
ANALISIS PROSEDUR DAN PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA PADA PEKERJAAN MAINTENANCE DAN PERBAIKAN KOMPONEN ALAT BERAT: LITERATUR REVIEW Siboro, Impol; Pratama, Nofal Rizki
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur kerja serta pengendalian potensi bahaya pada pekerjaan maintenance dan perbaikan komponen alat berat melalui pendekatan literature review. Perkembangan industri yang melibatkan penggunaan alat berat meningkatkan potensi risiko kecelakaan kerja, khususnya pada aktivitas maintenance dan perbaikan komponen. Risiko tersebut muncul akibat kompleksitas pekerjaan, interaksi manusia dengan mesin, serta paparan bahan berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur kerja serta pengendalian potensi bahaya pada pekerjaan maintenance alat berat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui literature review dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal ilmiah terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan HIRADC dan Job Safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi bahaya dan menentukan pengendalian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya utama meliputi bahaya mekanik (40%), kimia (25%), ergonomi (20%), dan kebakaran (15%), dengan bahaya mekanik sebagai risiko paling dominan. Pengendalian risiko dilakukan melalui hirarki pengendalian, namun implementasi di lapangan masih didominasi oleh pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prosedur kerja yang sistematis serta pengendalian bahaya yang mengacu pada hirarki pengendalian secara menyeluruh dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja pada aktivitas maintenance alat berat.
ANALISIS PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN BERBASIS PELATIHAN, SIMULASI, DAN EVALUASI BERKELANJUTAN DI TEMPAT KERJA: LITERATURE REVIEW Yusuf, Muhammad Pasha Melandri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1398

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bahaya utama di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik berupa kerusakan aset, gangguan operasional, maupun korban jiwa, sehingga diperlukan sistem tanggap darurat yang efektif dan berkelanjutan. Meskipun berbagai organisasi telah menerapkan sistem tanggap darurat kebakaran, efektivitasnya masih terbatas akibat rendahnya kesiapan pekerja, kurang optimalnya pelatihan dan simulasi, serta belum adanya evaluasi berkelanjutan yang sistematis. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada aspek pemenuhan standar keselamatan dan ketersediaan sarana proteksi kebakaran, sementara integrasi antara pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan masih jarang dikaji secara komprehensif. Selain itu, sebagian besar studi kesiapsiagaan masih berasal dari konteks bencana alam yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik risiko kebakaran di tempat kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran berbasis pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan melalui pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025 dan diperoleh melalui database seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed, dengan proses seleksi menggunakan alur PRISMA. Analisis data dilakukan melalui thematic analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan temuan utama terkait pelatihan, simulasi, evaluasi berkelanjutan, dan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan simulasi berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan respons, sementara evaluasi berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjaga efektivitas sistem secara jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di tempat kerja.
EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) BERBASIS DATA DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KILANG MINYAK: LITERATUR REVIEW Nave, Febrian Dwi Arianto Putra
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1399

Abstract

Industri minyak dan gas (migas) merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas proses operasional, penggunaan bahan berbahaya, serta potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan, dan paparan gas beracun. Dalam upaya pengendalian risiko, berbagai sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti SMK3, HIRARC, dan HAZID telah diterapkan. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan dalam implementasinya, antara lain rendahnya kepatuhan terhadap prosedur, kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta lemahnya pengawasan di lapangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas penerapan sistem K3 belum sepenuhnya optimal dan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berbasis data dalam menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja pada kilang minyak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, standar regulasi, serta dokumen terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengkaji temuan penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan SMK3 berbasis data mampu meningkatkan efektivitas pengendalian risiko melalui pemantauan kinerja keselamatan secara sistematis, namun masih terdapat gap antara konsep dan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komitmen manajemen, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi pemanfaatan data untuk mendukung keberhasilan implementasi SMK3 secara berkelanjutan.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN PENYIMPANAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT: LITERATUR RIVIEW Pangestu, Dyas Yogo
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1400

Abstract

Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan instrumen krusial dalam menjaga sanitasi lingkungan serta menjamin standar keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan penyimpanan limbah medis di rumah sakit dengan menyoroti ketidaksiapan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan volume limbah, terutama pasca-situasi darurat kesehatan global yang menyebabkan kapasitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) melampaui batas (overload). Ketidaksesuaian prosedur penyimpanan dengan standar teknis terbaru juga memicu risiko keselamatan kerja yang signifikan bagi petugas kebersihan, ditambah dengan temuan kerusakan fisik infrastruktur seperti kebocoran atap dan sistem drainase yang buruk yang berpotensi mencemari ekosistem sekitar. Berbeda dengan studi terdahulu yang secara konsisten mengandalkan teknik pengumpulan data konvensional melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan berbasis checklist, penelitian ini mengusulkan pengembangan metode yang lebih mendalam dan akurat. Pendekatan yang digunakan mencakup integrasi audit internal rutin serta pengambilan sampel limbah secara berkelanjutan sesuai dengan standar SNI untuk menghasilkan data timbulan yang lebih representatif. Melalui analisis yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi teknis bagi rumah sakit dalam mengoptimalkan tata kelola penyimpanan limbah medis yang adaptif terhadap fluktuasi volume dan mematuhi regulasi kesehatan kerja serta lingkungan hidup demi keberlanjutan operasional rumah sakit yang aman.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS BAYESIAN PADA UNIT KILANG MINYAK: LITERATUR REVIEW Sanjaya, Leonardus Rezky
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1402

Abstract

Industri minyak dan gas merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, namun memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas proses operasional, penggunaan peralatan bertekanan tinggi, temperatur ekstrem, paparan bahan kimia berbahaya, serta potensi kebakaran dan ledakan. Pada unit kilang minyak, kondisi tersebut menuntut penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif dan berbasis prediksi. Berdasarkan analisis gap terhadap penelitian terdahulu, sebagian besar kajian masih berfokus pada identifikasi bahaya secara konvensional dan evaluasi pascakejadian, sehingga belum banyak memanfaatkan sistem cerdas yang mampu menganalisis probabilitas risiko secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis Bayesian untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada unit kilang minyak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Research and Development (R&D), melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data kecelakaan kerja, penyusunan basis pengetahuan pakar, perancangan model probabilitas Bayesian, pengembangan sistem, serta uji validasi dan implementasi. Sistem pakar ini dirancang untuk mengolah berbagai indikator risiko, seperti kondisi peralatan, lingkungan kerja, perilaku pekerja, dan kepatuhan prosedur, sehingga mampu menghasilkan tingkat kemungkinan kecelakaan beserta rekomendasi pengendalian. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersedianya alat bantu pengambilan keputusan yang objektif, cepat, dan akurat dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas manajemen K3 serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman pada unit kilang minyak.
STUDI ANALISIS RISIKO SISTEM BOILER MENGGUNAKAN METODE HAZOP: LITERATUR REVIEW Saputra, Dharma; Fadilah, Abde
IDENTIFIKASI Vol 12 No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i3.1403

Abstract

Boiler merupakan peralatan industri yang digunakan untuk menghasilkan uap bertekanan sebagai sumber energi dalam berbagai proses produksi. Dalam pengoperasiannya, boiler memiliki tingkat risiko tinggi karena bekerja pada kondisi tekanan dan temperatur tinggi serta melibatkan sistem aliran fluida yang kompleks. Kegagalan pada sistem boiler dapat menimbulkan gangguan operasional, kerusakan peralatan, hingga kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi risiko pada sistem boiler menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) berbasis studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review melalui telaah beberapa jurnal ilmiah yang membahas penerapan HAZOP pada sistem boiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deviasi yang paling sering ditemukan adalah more pressure, no flow, less flow, dan high temperature. Penyebab utama deviasi tersebut meliputi kegagalan sistem kontrol, kerusakan pompa feedwater, gangguan valve, penyumbatan aliran, serta kurang optimalnya perawatan peralatan. Dampak yang ditimbulkan antara lain boiler trip, penurunan efisiensi produksi, kerusakan komponen, luka bakar, hingga potensi ledakan. Metode HAZOP terbukti efektif dalam mengidentifikasi potensi bahaya, penyebab, serta dampak risiko secara sistematis sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan tindakan pengendalian. Dengan demikian, penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keselamatan kerja dan keandalan sistem boiler.