cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN: LITERATURE REVIEW Anelka, Chlara Chlaudia
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1373

Abstract

Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan pilar utama dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan di sektor kesehatan. Namun, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur masih sering ditemukan yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan limbah medis B3 pada berbagai tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Indonesia melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif deskriptif dengan menganalisis 15 jurnal ilmiah terindeks dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Fasyankes telah melaksanakan pemilahan limbah di sumber dengan baik, namun terdapat tantangan signifikan pada standarisasi infrastruktur Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), akurasi dokumentasi administrasi (logbook), dan pemeliharaan rutin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari perspektif K3, risiko paparan bahan kimia dan kecelakaan kerja di area pengolahan menjadi ancaman utama bagi petugas. Saya menyimpulkan bahwa meskipun regulasi terbaru seperti Permenkes No. 2 Tahun 2023 mulai diadopsi, kesenjangan (gap) kepatuhan antar fasilitas masih tinggi (berkisar 66,67%). Sebagai sumber referensi dari meng-review 15 artikel ini, diperlukan penguatan pengawasan otoritas dan digitalisasi sistem pelaporan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah medis secara berkelanjutan.
PENGENDALIAN LIMBAH B3 PADA KEGIATAN OPERASIONAL INDUSTRI: LITERATUR REVIEW Aisyah, Sitti
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1375

Abstract

Perkembangan sektor industri dan fasilitas kesehatan memberikan dampak signifikan terhadap timbulan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berisiko bagi kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian limbah B3 pada berbagai kegiatan operasional industri dan medis serta mengevaluasi tingkat kepatuhannya terhadap regulasi yang berlaku melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literature review terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2022-2026. Data dianalisis secara komprehensif mencakup aspek penyimpanan, pengawasan, serta mitigasi risiko menggunakan instrumen seperti HIRARC dan What-If Analysis Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan teknis pada sektor workshop industri cukup tinggi, meskipun aspek administratif seperti pelabelan masih perlu ditingkatkan. Di sektor kesehatan, tantangan utama terletak pada durasi penyimpanan limbah medis yang seringkali melampaui batas waktu regulasi. Pengawasan dari instansi pemerintah terbukti efektif dengan tingkat keberhasilan mencapai 89% dalam menekan pencemaran cair. Pengendalian limbah B3 yang efektif memerlukan integrasi antara infrastruktur penyimpanan yang memadai, pengawasan ketat, dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kuat untuk memastikan keberlanjutan operasional industri.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN RISIKO PADA AREA KERJA UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA: LITERATUR RIVIEW Dirgantari, Rosita
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1376

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya risiko kecelakaan kerja di berbagai sektor industri dan kesehatan yang sering kali disebabkan oleh kegagalan dalam sistem pengendalian risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas berbagai metode pengendalian risiko di area kerja guna meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis mendalam terhadap 15 jurnal ilmiah yang relevan. Berdasarkan hasil literatur review yang saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis (JSA) secara konsisten mampu mereduksi potensi kecelakaan pada pekerjaan teknis dan operasional alat berat. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan limbah B3 dipengaruhi secara signifikan oleh kepatuhan prosedur dan ketersediaan fasilitas pendukung. Sebagai kesimpulan, pengintegrasian antara pengawasan ketat, inspeksi rutin seperti P2H, dan perbaikan perilaku pekerja merupakan strategi paling optimal dalam memitigasi risiko di tempat kerja.
ANALISIS DAN STRATEGI PENGENDALIAN KEBISINGAN DAN PENCAHAYAAN TERHADAP KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI AREA WORKHSOP: LITERATUR REVIEW Oktavia, Zaro Wanda
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1378

Abstract

Lingkungan kerja fisik yang tidak optimal, khususnya terkait paparan kebisingan dan kualitas pencahayaan, menjadi tantangan serius bagi kesehatan dan produktivitas di berbagai sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas kebisingan dan pencahayaan serta merumuskan strategi pengendalian yang efektif berdasarkan tinjauan literatur pada berbagai area kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (Literature Review) dengan meninjau 15 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2026. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan temuan lapangan terhadap Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kebisingan di area produksi sering kali melampaui 85 dBA, yang berdampak pada kelelahan fisik, peningkatan denyut jantung, hingga risiko gangguan pendengaran. Sementara itu, intensitas pencahayaan di area gudang dan kantor sering ditemukan di bawah standar (kurang dari 100-300 lux), yang memicu kelelahan mata dan penurunan fokus kerja. Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi pemeliharaan teknis mesin dan armatur lampu, pengaturan administratif melalui rotasi kerja, serta peningkatan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) melalui edukasi berkelanjutan. Kesimpulannya, sinergi antara evaluasi rutin dan pengendalian yang tepat sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dan produktif.
ANALISIS RISIKO K3 PADA PENGOPERASIAN CRANE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA Putri, Anggel Adelia
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1381

Abstract

Crane merupakan alat angkat angkut yang banyak digunakan di berbagai industri seperti konstruksi, dan di area pelabuhan. Penggunaan crane menyimpan adanya potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengkaji risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pengoperasian berbagai jenis crane, yang meliputi tower crane, overhead crane, goliath crane, container crane, dan jib crane, dan menganalisis keterkaitannya dengan produktivitas kerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang relevan dan telah dipublikasikan di jurnal nasional terindeks antara tahun 2018 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi bahaya pada crane mencakup dimensi mekanik, fisik, ergonomi, serta faktor manusia dan organisasi, dengan tingkat risiko yang bervariasi dari sedang hingga ekstrem. Metode analisis risiko yang banyak digunakan antara lain Fuzzy FMEA, HIRARC, HAZOP, HIRADC, dan riksa uji teknis berdasarkan Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kajian ini juga menemukan bahwa pengendalian risiko yang efektif berkontribusi langsung pada penurunan angka kecelakaan dan peningkatan produktivitas kerja. Kesimpulannya, implementasi manajemen risiko yang menyeluruh dan konsisten menjadi kunci terciptanya lingkungan kerja crane yang aman dan produktif.
ANALISIS RISIKO PAPARAN KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN PEKERJA MENGGUNAKAN METODE MIX METHODE: LITERATUR REVIEW Wulandari, Diah Ayu
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1385

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja adalah salah satu risiko fisik yang sering dijumpai di sektor industri, seperti industri baja, tempat fabrikasi, batching plant, dan pembangkit listrik. Terpapar kebisingan lebih dari Nilai Ambang Batas (NAB) yang di tetapkan sebesar 85 dBA dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental bagi para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti risiko yang ditimbulkan oleh paparan kebisingan terhadap kesehatan pekerja dengan pendekatan mix methode yang didasarkan pada tinjauan pustaka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-analitik yang dengan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan berdasarkan tingkat kebisingan, durasi paparan, dampak kesehatan dan langkah-langkah pengendalian yang diterapkan di tempat kerja. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas sektor industri memiliki tingkat kebisingan yang melampui NAB, bahkan melebihi 100 dBA di industri berat. Dampak pada kesehatan yanh teridentifikasi meliputi kehilangan pendengaran permanen (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL), peningkatan tekanan darah, stres kerja, penurunan konsentrasi, kelelahan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan kerja. Upaya pengendalian telah dilakukan dengan pendekatan hierarchy of control, namun implementasinya masih belum maksimal karena rendahnya kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri serta kurangnya pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kebisingan yang efektif memerlukan kombinasi dari kontrol teknis, administratif, dan peningkatan budaya keselamatan kerja.
PENERAPAN SMKP DAN PERAN K3 DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PERTAMBANGAN: LITERATUR REVIEW Daffa, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) serta peran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam mencegah kecelakaan kerja di sektor pertambangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 15 dokumen ilmiah yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tahap pencarian, skrining, dan ekstraksi data, sedangkan analisis dilakukan menggunakan analisis tematik dengan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi SMKP di berbagai perusahaan tambang masih bervariasi. Elemen kebijakan dan perencanaan umumnya telah diterapkan dengan baik, namun masih terdapat kelemahan signifikan pada elemen organisasi dan personel, implementasi, dokumentasi, serta tinjauan manajemen. Keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, lemahnya pengawasan, serta tekanan efisiensi anggaran menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas sistem. Selain itu, pengendalian risiko pada aktivitas berisiko tinggi seperti peledakan dan penggunaan alat berat terbukti efektif apabila dilakukan sesuai dengan prosedur operasional standar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SMKP tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen manajemen, kompetensi tenaga kerja, serta konsistensi dalam pelaksanaan dan evaluasi sistem. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan integrasi sistem serta penguatan budaya keselamatan kerja yang proaktif dan berkelanjutan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT: LITERATUR REVIEW Syalsabilla, Amelya Difantri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1390

Abstract

Program tanggap darurat merupakan salah satu komponen penting dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang bertujuan untuk meminimalkan dampak dari kejadian darurat di tempat kerja. Namun, efektivitas penerapannya masih menjadi tantangan di berbagai sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan program tanggap darurat berdasarkan kajian literatur dari berbagai sumber ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dari rentang tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program tanggap darurat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu pelatihan dan kompetensi personel, koordinasi dan komunikasi, serta prosedur dan sistem tanggap darurat. Faktor pelatihan dan kompetensi personel menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kesiapsiagaan pekerja terhadap kondisi darurat. Selain itu, koordinasi yang baik dan prosedur tanggap darurat yang jelas juga berperan penting dalam mendukung efektivitas program. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa program tanggap darurat dapat berjalan secara efektif apabila didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, sistem komunikasi yang baik, prosedur yang jelas, serta evaluasi secara berkala.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PROSES SANDBLASTING: LITERATUR REVIEW Putra, Eupraino Juan
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1396

Abstract

Proses sandblasting merupakan metode pembersihan permukaan logam yang efektif namun memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan langkah pengendalian pada proses sandblasting melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan meninjau jurnal nasional dan laporan penelitian dari pangkalan data Google Scholar dan SINTA dalam rentang waktu 2023–2026. Hasil identifikasi menunjukkan adanya 6 sumber bahaya utama dan 8 potensi risiko, yang mencakup bahaya tekanan tinggi kompresor, proyektil debu silika, kebisingan, serta posisi kerja ergonomis yang tidak tepat. Sebelum dilakukan pengendalian tambahan, terdapat 5 risiko kategori High dan 3 risiko kategori Medium. Setelah diberikan rekomendasi pengendalian berdasarkan hierarki kontrol (seperti pemasangan barikade, sistem ventilasi, dan penggunaan APD lengkap), tingkat risiko menurun menjadi 1 risiko Medium dan 7 risiko Low. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi HIRADC yang disiplin dapat secara signifikan meminimalisir potensi kecelakaan kerja pada aktivitas sandblasting.
PENGARUH ETIKA PERILAKU K3 TERHADAP PEKERJA DENGAN PENDEKATAN SAFETY BEHAVIOR DI PT XYZ: LITERATUR REVIEW Anyuanu, Kevin Gratsia
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1401

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja, terutama pada sektor industri dengan tingkat bahaya tinggi. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi K3 adalah etika perilaku pekerja dalam menjalankan prosedur keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika perilaku K3 terhadap perilaku keselamatan pekerja dengan pendekatan safety behavior di PT XYZ. Metode yang digunakan adalah mixed method, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pekerja dan pendekatan kualitatif melalui wawancara serta observasi lapangan. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji regresi untuk mengetahui hubungan antar variabel, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika perilaku K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keselamatan pekerja, yang ditunjukkan melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur kerja aman dan penggunaan alat pelindung diri. Selain itu, budaya keselamatan dan komitmen manajemen juga berperan dalam membentuk perilaku keselamatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan etika perilaku K3 dapat memperkuat safety behavior pekerja dan mengurangi potensi kecelakaan kerja.