cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
PENGARUH BEBAN KERJA DAN SHIFT KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KARYAWAN: LITERATURE REVIEW Arvin, Mohammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1349

Abstract

Peningkatan tuntutan produktivitas pada era industrialisasi modern menyebabkan bertambahnya beban kerja dan penerapan sistem kerja shift yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan sistem shift terhadap tingkat stres kerja karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan diperoleh dari berbagai basis data jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja, baik fisik maupun mental, memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap peningkatan stres kerja. Beban kerja yang melebihi kapasitas individu dapat memicu kelelahan fisik, tekanan psikologis, serta penurunan produktivitas kerja. Selain itu, sistem kerja shift, khususnya shift malam, terbukti menyebabkan gangguan ritme sirkadian dan kualitas tidur yang berdampak pada meningkatnya kelelahan serta menurunnya konsentrasi pekerja. Kondisi tersebut diperburuk oleh lingkungan kerja yang kurang ergonomis sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja akibat human error. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja yang proporsional serta pengaturan jadwal shift yang lebih manusiawi dan ergonomis sangat penting dalam mengendalikan risiko stres kerja. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko psikososial dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
PENGARUH KELELAHAN KERJA (FATIGUE) TERHADAP HIPERTENSI PADA KARYAWAN: LITERATUR REVIEW Rifaldo, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1350

Abstract

Hipertensi tergolong sebagai persoalan kesehatan global yang secara nyata mendorong kenaikan angka morbiditas dan mortalitas. Kelelahan kerja ditengarai turut berperan dalam memicu hipertensi pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kelelahan kerja dan kejadian hipertensi pada pekerja dengan berpijak pada hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data dari 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2018 hingga 2025 melalui database Google Scholar, PubMed, dan Identifikasi Uniba. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada pekerja. Berbagai faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi durasi kerja yang berlebihan, sistem kerja shift, kualitas tidur yang rendah, stres kerja, beban kerja mental, serta kondisi lingkungan kerja. Secara fisiologis, kelelahan kerja meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan produksi hormon stres yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Mengacu pada temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan kerja berperan sebagai faktor risiko yang bertalian erat dengan hipertensi pada pekerja. Atas dasar itu, perusahaan perlu menempuh upaya pengendalian melalui penataan jam kerja, peningkatan kualitas istirahat, sekaligus pembenahan kondisi lingkungan kerja.
ANALISIS METODE KUALITATIF DAN PENGENDALIAN APD PADA PENELITIAN K3 PROSES: LITERATUR REVIEW Winati, Winati
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1351

Abstract

Kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Evaluasi terhadap metode penelitian dalam studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Proses menjadi hal yang penting. Penelitian ini menelaah 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode penelitian yang digunakan serta pola rekomendasi Alat Pelindung Diri (APD) dari artikel-artikel tersebut. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan analisis konten tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif paling dominan, yaitu 6 dari 15 artikel atau 40 persen. Disusul semi-kuantitatif sebanyak 4 artikel, kuantitatif 2 artikel, dan mixed methods 2 artikel. Kata kunci Proses muncul 12 kali, sedangkan Keselamatan atau Safety muncul 11 kali. Rekomendasi pengendalian risiko masih didominasi oleh APD dan langkah administratif seperti SOP, pelatihan, dan rambu. Eliminasi dan substitusi jarang diusulkan. Kelemahan jurnal nasional meliputi sampel kecil antara 5 hingga 10 responden dan tidak adanya analisis biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa riset K3 Proses di Indonesia perlu beralih ke metode semi-kuantitatif atau kuantitatif dengan sampel yang lebih besar. Eliminasi dan rekayasa teknik perlu diutamakan. Topik seperti NaTech, big data, kecerdasan buatan, dan integrasi safety-security masih jarang diteliti, sehingga menjadi peluang besar untuk riset selanjutnya.
ANALISIS EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI AMDAL SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN DAN PENCEGAHAN KERUSAKAN PADA LINGKUNGAN: LITERATURE REVIEW Satrio, Rifqi Luthfan Sandi
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1352

Abstract

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan instrumen penting dalam pengendalian risiko lingkungan dan pencegahan kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pembangunan dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi AMDAL di Indonesia menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan regulasi terkait AMDAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMDAL memiliki peran penting dalam mengidentifikasi dan mengendalikan dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, implementasi AMDAL masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan pemerintah, rendahnya kualitas dokumen AMDAL, kurangnya kepatuhan pelaku usaha, keterbatasan sumber daya manusia, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Selain itu, perubahan kebijakan terkait penyederhanaan perizinan juga memengaruhi efektivitas AMDAL sebagai instrumen perlindungan lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penegakan hukum, serta kualitas dokumen AMDAL agar pembangunan berkelanjutan dapat tercapai dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KEGIATAN PERBAIKAN KAPAL DI GALANGAN: STUDI LITERATUR Watti, Israel William
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1353

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan perbaikan kapal di galangan karena pekerjaan yang dilakukan memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penerapan sistem K3 pada kegiatan perbaikan kapal di galangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review dengan cara mengkaji berapa jurnal, regulasi serta penelitian terdahulu pada aktivitas kerja pekerja di area galangan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem K3 telah dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan prosedur kerja aman, dan pengawasan dari pihak perusahaan, namun tingkat kepatuhan pekerja masih belum optimal. Beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya kepatuhan antara lain kurangnya kesadaran pekerja, kondisi lingkungan kerja yang panas dan berdebu, serta aktivitas kerja manual yang menyebabkan kelelahan fisik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas pekerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pelatihan K3 secara berkala, serta evaluasi risiko kerja secara rutin guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di area galangan kapal.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO LINGKUNGAN KERJA FISIK DALAM UPAYA PENGENDALIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA: LITERATUR REVIEW Adzkiyah, Lathifatul
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1354

Abstract

Lingkungan kerja fisik seperti pencahayaan, kebisingan, dan suhu berperan penting dalam menunjang keselamatan, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja. Namun, pada berbagai sektor industri dan UMKM masih ditemukan kondisi lingkungan kerja yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko lingkungan kerja fisik sebagai upaya pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui observasi, wawancara, serta pengukuran menggunakan lux meter, sound level meter, dan envirometer. Parameter yang dianalisis meliputi pencahayaan, kebisingan, dan suhu kerja yang dibandingkan dengan standar Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa area kerja memiliki tingkat pencahayaan di bawah standar, kebisingan melebihi NAB 85 dB, serta suhu lingkungan kerja yang relatif tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti kelelahan mata, stres kerja, dan gangguan pendengaran, serta berdampak pada penurunan produktivitas pekerja.Kondisi lingkungan kerja fisik yang tidak memenuhi standar meningkatkan risiko kesehatan dan menurunkan kinerja pekerja, sehingga diperlukan pengendalian melalui perbaikan pencahayaan, pengurangan kebisingan, peningkatan ventilasi, serta penggunaan APD dan edukasi K3.
IDENTIFIKASI KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DAN 5W ANALYSIS PADA BENGKEL BUBUT BALIKPAPAN Hutagalung, Bryan Matthew Christian
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1355

Abstract

Penggunaan mesin berputar berkecepatan tinggi dan material tajam membuat pekerjaan di tempat bengkel bubut berisiko kecelakaan tinggi. Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di sektor bengkel bubut tetap menjadi masalah serius, dengan lebih dari 2,3 juta kematian akibat kecelakaan kerja di seluruh negara setiap tahunnya (ILO, 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecelakaan kerja yang terjadi di bengkel bubut di daerah Balikpapan, menganalisis faktor penyebab kecelakaan dengan menggunakan metode Fishbone analysis dan 5 Why, kemudian membuat saran pengendalian yang efektif. Metode deskriptif campuran (Mixed Method Descriptive) digunakan untuk melakukan penelitian literatur secara sistematis terhadap 15 artikel jurnal ilmiah terakreditasi yang diterbitkan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan membubut menduduki peringkat pertama dalam jumlah kecelakaan dengan 18,5%, diikuti oleh pekerjaan memotong dengan 14,3%. Jenis risiko yang telah diidentifikasi termasuk terjatuh, terjepit, terluka/teriris, dan patah tulang, yang memiliki rating risiko awal antara 9 dan 15 dan termasuk dalam kategori moderat hingga tinggi. Dengan menggunakan analisis Fishbone, dapat teridentifikasi faktor seperti Man (Manusia) dan Management (Manajemen) sebagai penyebab utama, sedangkan analisis 5 Why memberikan data penyebab utama yang meliputi fasilitas yang kurang memadai dalam aspek K3 dan implementasi sistem manajemen K3 yang buruk. Secara teoritis, rekomendasi pengendalian yang didasari oleh hierarki pengendalian risiko (Hierarchy of Control) mempunyai kemampuan untuk menurunkan seluruh tingkat risiko menjadi kategori yang dapat diterima (Acceptable level), yaitu Risk Rating 4–6.
PENILAIAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN RISIKO BERBASIS HIRARC PADA PENYIMPANAN KONTAINER PASCA LOADING DAN UNLOADING DI PELABUHAN: LITERATUR REVIEW Andini, Putri Nur
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1358

Abstract

Kegiatan penyimpanan kontainer pasca laoding dan unlaoding di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja tinggi akibat interaksi antara pekerja, alat berat, material, dan lingkungan kerja yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian risiko berbasis metode HIRARC pada aktivitas penyimpanan kontainer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review terhadap jurnal nasional, internasional, serta Jurnal Identifikasi dalam rentan tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis bahaya dominan meliputi tertabrak forklift, tertimpa material, paparan gas buangan, tergelincir, dan luka akibat benda tajam. Penilaian risiko menunjukkan bahwa mayoritas aktivitas berada pada kategori medium hingga high risk. Pengendalian risiko telah dilakukan melalui pendekatan engineering control, administrative control, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Namun, efektivitas pengendalian belum optimal karena masih terdapat risiko pada kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi antara lain; kepatuhan pekerja, pengawasan, dan kondisi lingkungan kerja. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi dan menilai risiko, namun peningkatan efektivitas pengendalian memerlukan implementasi yang konsisten, penguatan budaya K3, serta evaluasi berkelanjutan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA BENGKEL LAS: LITERATUR REVIEW Ansar, Ansar
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1359

Abstract

Bengkel las merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, seperti luka bakar, cedera mata, paparan asap las, sengatan listrik, dan kebisingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengendalian risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada bengkel las melalui literature review. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan menelaah berbagai jurnal dan artikel ilmiah periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode FMEA efektif digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat risiko, dan menetapkan prioritas pengendalian melalui nilai Risk Priority Number (RPN). Pengendalian risiko yang umum diterapkan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan keselamatan kerja, serta pengawasan rutin. Dengan demikian, metode FMEA dinilai cukup efektif sebagai alat bantu pengendalian risiko kecelakaan kerja pada bengkel las.
ANALISIS KEBISINGAN DAN PENCAHAYAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI RUKO: LITERATUR REVIEW Septiani, Nadya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1360

Abstract

Produktivitas pekerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi. Pada proyek konstruksi ruko, kondisi lingkungan kerja seperti kebisingan dan pencahayaan dapat memengaruhi kenyamanan, keselamatan, serta kinerja tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebisingan dan pencahayaan terhadap produktivitas pekerja pada proyek konstruksi ruko. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review melalui pengumpulan dan penelaahan berbagai jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebisingan yang tinggi dapat menurunkan konsentrasi, menghambat komunikasi, meningkatkan stres kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan sehingga berdampak pada penurunan produktivitas pekerja. Selain itu, pencahayaan yang kurang memadai maupun berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata, kesalahan kerja, menurunkan ketelitian, serta memperlambat penyelesaian pekerjaan. Pada proyek konstruksi ruko, kedua faktor tersebut menjadi penting karena area kerja relatif terbatas, bertingkat, dan melibatkan berbagai aktivitas pekerjaan secara bersamaan. Oleh karena itu, pengendalian kebisingan dan penyediaan pencahayaan yang sesuai perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan keberhasilan proyek.