cover
Contact Name
Bahril
Contact Email
bahrilhidayat@fis.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bahrilhidayat@fis.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14125382     EISSN : 25982168     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
The articles were published in the Journal include the results of the quantitative research, qualitative research, conceptual, theoretical and a literature review. The series of studies covering integration between Religion, Islamic, Education, Economic, and Human Behavior in Social Science issues, such as Educational Behavior, can be either Economic and Organization Behavior issues.
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
Pembinaan Pendidikan Karakter Akhlak Mulia Melalui Ekstrakurikuler Mualimin, Mualimin
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 12 No 1 (2015): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai moral sehingga anak akan mampu berpikir, berperasaan dan berperilaku sesuai dengan akhlak mulia. Penelitian ini mengkaji tentang implementasi program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN 2 Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung. Dengan rumusan masalah bagaimana implementasi program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler di SDN 2 Palapa dan faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat dalam pengimplementasian program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia siswa di SDN 2 Palapa. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, komite, dan siswa disekolah SDN 2 Palapa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasai. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan kegiatan seperti: penerangan bahaya narkoba, outbond bagi siswa, kebersihan dan kesehatan, memperingati tahun baru islam, lomba, bercerita mengarang ketauladanan nabi, dan pramuka. Dengan demikian dapat disimpulkan implementasi program pembinaan pendidikan karakter akhlak mulia siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN 2 Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung dapat merubah nilai-nilai akhlak siswa terhadap sesama teman, akhlak siswa terhadap guru, akhlak siswa terhadap lingkungan, tanggung jawab siswa terhadap tugas, kepatuhan siswa terhadap kerapihan dan tata tertib.
Tauhid: Dasar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Hs, Mastuki; Hasanah, Lathifatul
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 8 No 1 (2011): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tauhid sebagai dasar dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak (pemerintah, guru, dan stakeholder pendidikan) dalam rangka mengembangkan kurikulum yang didasarkan pada tauhid. Tulisan ini menghasilkan dua hal yaitu: Pertama, tauhid meliputi bukan saja pengakuan pada keesaan Tuhan (kesatuan ketuhanan), tetapi juga pengakuan kesatuan penciptaan (alam) dan kesatuan kemanusiaan. Dengan kata lain, dari tauhid dapat diderivasi tiga aspek utama, yaitu aspek teologis (ketuhanan), kosmologis (kealaman), dan antropo-sosiologis (kemanusiaan). Kedua, perumusan makna terdalam kurikulum pendidikan Islam harus memperhatikan keberadaan hakikiah manusia dan dimensi ketergantungannya pada aspek teologis, kosmologis dan antropo-sosiologis. Dengan begitu, dalam perspektif pandangan dunia tauhid, kurikulum pendidikan Islam harus diorientasikan pada pengembangan nilai-nilai ilahiah (teologis), alamiah (kosmologis) dan insaniah (antropo-sosiologis). Dari kemestian ini, bangunan pendidikan Islam dilandasi dan sekaligus hendak mengarahkan anak didik pada tiga pola hubungan fungsional, yaitu hubungan manusia dengan Allah (hablun min Allah, aspek teologis), hubungan manusia dengan sesamanya (hablun min al-nâs, aspek antropo-sosiologis), dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya (hablun min al-‘âlam, aspek kosmologis).
Implementasi Zakat Profesi di UPZ Pemerintah Provinsi Riau Astuti, Daharmi; Zulkifli, Zulkifli; Zulbaidi, Zulbaidi
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya maksimal pelaksanaan kinerja BAZ yang ada di dalam memaksimalkan pengumpulan zakat di UPZ yang ada seharusnya dengan pesatnyapertumbuhan yang ditandai dengan peningakatan taraf hidup masyarakat yang dapat dilihat dari perkembangan perekonomian yang baik, peningkatan perekonomian masyarakat tidak dibarengi dengan peningkatan dalam membayar zakat khususnya zakat profesi. Hal tersebut dipengaruhi kurangnya maksimal kinerja BAZ dalam pelaksanaan pengumpulan zakat serta kurangnya juga kesadaran masyarakat untuk membayar zakat profesi. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah implementasi pengumpulan zakat profesi di UPZ Pemerintah Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan bertujuan menganalisa implementasi pengumpulan zakat profesi di UPZ Pemerintah Provinsi Riau. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dalam mengelola data yang diperoleh ialah dengan metode statistik deskriptif yaitu penyajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran, piktogram, perhitungan modus, median mean, persentase, dan standar deviasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 14 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan secara langsung kepada responden di UPZ Pemerintah Provinsi Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi zakat profesi di UPZ Pemerintah Provinsi Riau dikatakan “sangat tidak baik” berdasarkan data yang diperoleh dari 14 responden maka rata-rata skor penelitian sebesar 50,46 terletak pada daerah sangat tidak setuju.
Hubungan Kematangan Beragama dengan Konsep Diri Wahyuni, Ida Windi
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 8 No 1 (2011): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara kematangan beragama dengan konsep diri? Manfaat teoritis penelitian ini adalah dapat digunakan untuk memberikan kontribusi keilmuan yang lebih jelas mengenai kematangan beragama dengan konsep diri, sehingga hal ini dapat memperkaya khazanah keilmuan psikologi pada umumnya dan psikologi agama pada khususnya, serta diharapkan dapat memacu perkembangan ilmu psikologi, selain itu sebagai referensi dan penelitian lebih lanjut yang sejenis. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Riau angkatan 2009 yang berjumlah 85 orang. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana untuk mengetahui besar hubungan antara kematangan beragama dengan konsep diri dengan menggunakan program komputer SPSS for Windows 15.0. Hubungan antara variabel kematangan beragama dan konsep diri ditunjukkan dengan koefisien Rxy=0,059 dengan p<0,589 dengan arah hubungan positif yang menunjukkan semakin tinggi kematangan beragama maka semakin tinggi pula konsep dirinya, begitu juga sebaliknya.
Metode Drill dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 13 No 2 (2016): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satunya adalah metode drill. Metode drill adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran pendidikan agama Islam dengan jalan melatih peserta didik secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dalam bentuk lisan, tulisan, maupun aktivitas fisik agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang tinggi dalam menguasai bahan pelajaran, memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen. Metode drill dapat digunakan baik pada saat mengajarkan kecakapan motoris maupun kecakapan mental. Namun demikian, metode drill ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, diperlukan langkah-langkah khusus agar penggunaan metode drill ini dapat berjalan dengan efektif sehingga hasil pembelajaran Pendididikan Agama Islam (PAI) dapat mencapai hasil maksimal. Adapun langkah-langkah metode drill tersebut adalah: asosiasi, menyampaikan tujuan yang hendak dicapai, memotivasi peserta didik, melakukan latihan dengan pengulangan secara bertahap, aplikasi, evaluasi dan tindak lanjut.
Kebangkitan Pendidikan Islam: Melacak Isu Historis Kebangkitan Kembali Pendidikan Islam Tambak, Syahraini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 12 No 2 (2015): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melacak isu-isu penting awal kemunduran pendidikan Islam di masa lampau dapat dilihat pada fakta sejarah peradaban Islam, di mana terdapat dua corak pemikiran yang selalu memengaruhi cara berpikir umat Islam. Pertama, pemikiran tradisionalis (orthodox) yang berciri sufistik, dan kedua, pemikiran rasionalis yang berciri liberal, terbuka, inovatif, dan konstruktif. Kedua corak inilah yang kelihatannya pada saat-saat kejayaan Islam berlangsung bersatu padu, dan saling mengisi satu sama lain. Masyarakat tidak mau lagi membedakan gagasan dan pemikiran mana yang mereka harus pelajari. Namun yang jelas, baik ilmu agama yang bersumber dari wahyu maupun ilmu pengetahuan yang bersumber dari pemikiran rasional, mereka pelajari secara seksama tanpa mendikotomikannya. Kedua corak pemikiran ini, tampak dijadikan sebagai sarana untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan, baik pengetahuan agama maupun umum hingga sampailah pada kejayaan atau keemasan Islam.
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Siregar, Irma Suryani; Siregar, Lina Mayasari
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaip.2018.vol15(1).1588

Abstract

Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman. Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah kesan bahwa ada sebagian ilmu yang tidak Islam sehingga perlu untuk diislamkan. Berbicara tentang islamisasi ilmu pengetahuan, biasanya rujukannya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al Faruqi. Antara al-Attas dengan al-Faruqi mempunyai kesamaan pandangan, seperti pada tataran epistemologi mereka sepakat bahwa ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Mereka juga sependapat bahwa ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya. Walaupun cukup banyak persamaan yang terdapat di antara keduanya, dalam beberapa hal, secara prinsip, mereka berbeda. Untuk mensukseskan proyek Islamisasi, al-Attas lebih menekankan kepada subjek daripada ilmu, yaitu manusia, dengan melakukan pembersihan jiwa dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, sehingga dalam proses Islamisasi ilmu tersebut dengan sendirinya akan terjadi transformasi pribadi serta memiliki akal dan rohani yang telah menjadi Islam secara kaffah. Sedangkan al-Faruqi lebih menekankan pada objek Islamisasi yaitu disiplin ilmu itu sendiri.
Guru Profesional Menurut Imam Al-Ghazali dan Buya Hamka Ahmad, Muhammad Yusuf; Siregar, Balo
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 12 No 1 (2015): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu solusi dari permasalahan yang ada pada pendidikan di Indonesia adalah menjadikan para guru sebagai seseorang yang profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya. Penelitian ini mengangkat topik tentang guru profesional menurut Imam al-Ghazali dan Buya Hamka (Studi Komparatif). Kedua tokoh ini adalah tokoh yang hidup pada masa dan negeri yang berbeda, bahkan menganut aliran pemahaman yang berbeda pula. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru profesional menurut Imam al-Ghazali dan Buya Hamka, dan bagaimanakah perbandingan guru profesional menurut Imam al-Ghazali dan Buya Hamka. Penelitian yang dilakukan ini adalah termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan library research. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis kritis, sumber data primernya adalah karya-karya Imam al-Ghazali dan Buya Hamka yang berhubungan dengan guru profesional dan data sekundernya adalah karya-karya yang serupa yang mempunyai tema sama. Analisis pada penelitian ini menggunakan cara content analysis atau analisa isi yaitu pengolahan data dengan cara pemilahan tersendiri berkaitan dengan pembahasan dari beberapa gagasan atau pemikiran para tokoh pendidikan yang kemudian dideskripsikan, dibahas dan dikritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru profesional menurut Imam al-Ghazali dan Buya Hamka memiliki persamaan dan ada perbedaan:Diantara persamaan pendapat mereka adalah bahwa guru menjadi teladan bagi peserta didik, memiliki prinsip dan kasih sayang dll. Sedangkan perbedaan pendapat mereka yaitu menurut Buya Hamka guru harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat sedangkan Imam al-Ghazali tidak memiliki pemikiran itu jadi penulis anggap berbeda dll.
Al-Mundzirî dan “al-Targhîb wa al-Tarhîb Asra, Amaruddin
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 8 No 1 (2011): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Targhîb wa al-Tarhîb adalah sebuah kitab yang terdiri dari hadits-hadits Nabi SAW mengenai keutamaan-keutamaan yang dapat dicapai oleh seorang muslim ketika melakukan amalan-amalan baik, yang kemudian dinamakan dengan hadits-hadits targhîb (). Pada sisi lain kitab ini juga memuat hadits-hadits yang menjelaskan keburukan-keburukan yang akan menimpa seorang muslim jika melakukan hal-hal tidak baik. Hadits-hadits semacam ini disebut dengan hadits-hadits tarhîb (). Ditulis oleh pakar hadits pada masanya dengan sistematika yang amat baik, berupa keseimbangan antara penyebutan perihal targhîb dan tarhîb dari hadits Nabi SAW, penerapan bab, penisbahan hadits kepada sumber aslinya, merumuskan hadits-hadits yang absah dan yang tidak absah ataupun yang diragukan menggunakan shighât tamrîdh dan ‘an‘anah guna mempermudah pembaca, kemudian pencantuman daftar nama-nama periwayat bermasalah yang kadang diikuti dengan keputusan penulis.
Konsep Adab Peserta Didik dalam Pembelajaran menurut Az-Zarnuji dan Implikasinya terhadap Pendidikan karakter di Indonesia Noer, Muhammad Ali; Sarumpaet, Azin
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian   seseorang   tercermin   dari   akhlak   yang   mulia,   dia   akan mengantarkan  seseorang  kepada  martabat  yang  tinggi. Akhir-akhir  ini  adab  yang  mulia  merupakan  hal  yang  mahal  dan  sulit  dicari.  Minimnya  pemahaman akan  nilai-nilai  adab yang  terkandung  dalam al  qur’an dan hadits  akan  semakin memperparah kondisi kepribadian seseorang. Untuk  membentuk  pribadi  yang  mulia,  hendaknya  penanaman  adab terhadap  anak  digalakkan  sejak  dini,  karena  pembentukannya  akan  lebih  mudah dibanding  setelah  anak  tersebut  menginjak  dewasa. Al-jarnuzi membahas tentang beberapa  konsep adab yang  perlu  kita  aplikasikan  dalam pembelajaran, sehingga akan  tercipta  pribadi  yang  santun sesuai  tuntunan  al  qur‟an.  Jenis  penelitian  ini merupakan  penelitian  kajian  pustaka. Untuk memperoleh   data   yang  representatif  dalam   pembahasan   skripsi   ini digunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan cara mencari mengumpulkan,  membaca  dan menganalisa  buku-buku  yang  ada  relevansinya dengan masalah penelitian, kemudian diolah sesuai dengan kemampuan penulis. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsep adab dalam belajar  yang di gagas oleh Al-jarnuzi ini memiliki  konsep adab belajar yang terklasifikasi ke dalam adab belajar murid terhadap Allah, adab belajar murid terhadap diri sendiri, adab belajar murid  terhadap sesama (orang tua, guru, dan teman), dan adab belajar murid terhadap ilmu. Rekomendasi dalam penelitian ini, hendaknya semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan khususnya bagi seorang murid, harus senantiasa mengaplikasikan adab belajar yang  telah digagas oleh Al-jarnuji ini ,agar memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar, sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Page 3 of 28 | Total Record : 272


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 22 No. 2 (2025): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 22 No. 1 (2025): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 21 No. 2 (2024): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 20 No. 2 (2023): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 20 No. 1 (2023): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 19 No. 2 (2022): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 19 No. 1 (2022): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 18 No. 2 (2021): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 18 No. 1 (2021): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 17 No. 2 (2020): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 17 No. 1 (2020): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 16 No. 2 (2019): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 16 No. 1 (2019): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 15 No 2 (2018): Jurnal Al-Hikmah Vol. 15 No. 2 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Al-Hikmah Vol. 15 No. 1 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Al-Hikmah Vol. 14 No. 2 (2017): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Al-Hikmah Vol. 14 No. 1 (2017): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 13 No 2 (2016): Jurnal Al-Hikmah Vol. 13 No. 2 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol. 13 No. 1 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 13 No 1 (2016): Jurnal Al-Hikmah Vol. 12 No. 2 (2015): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 12 No 2 (2015): Jurnal Al-Hikmah Vol. 12 No. 1 (2015): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 12 No 1 (2015): Jurnal Al-Hikmah Vol. 8 No. 1 (2011): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP) Vol 8 No 1 (2011): Jurnal Al-Hikmah More Issue