Journal of Civic Education
JCE mengundang para sarjana, peneliti, praktisi, dan mahasiswa pascasarjana untuk mengirimkan artikel ilmiah mereka yang berasal dari penelitian, studi, dan ulasan buku di bidang pendidikan kewarganegaraan, pendidikan moral, studi interdisipliner dalam bidang politik, hukum, sosiologi, sejarah, dan budaya yang memengaruhi pendidikan kewarganegaraan dan moral di seluruh dunia.
Articles
378 Documents
Strategi SMP Angkasa Lanud Padang dalam Menanamkan Nilai- Nilai Nasionalisme melalui Program Cinta Dirgantara
Delvia Yurmanita;
Azwar Ananda
Journal of Civic Education Vol 3 No 4 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.418 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i4.314
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penanaman nilai nasionalisme di SMP Angkasa Lanud Padang melalui Program Cinta Dirgantara. Pengamalan nilai nasionalisme dapat tergambar melalui sikap rela berkorban, cinta tanah air, berjiwa pemeaharuan, pantang menyerah, mengutamakan persatuan dan kesatuan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, dan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian di SMP Angkasa menunjukkan bahwa, strategi SMP Angkasa menanamkan nilai nasionalisme melalui program cinta dirgantara adalah melalui kegiatan-kegitan yang dilakukan bersama dengan TNI-AU. Beberapa indikator sikap nasionalisme belum mampu terpenuhi oleh siswa, masih ditemui siswa yang tidak mengikuti aktivitas seperti UBHS dengan baik dan kurangnya disiplin siswa. Kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program menjadi hambatan utama sekolah, terutama transportasi untuk membawa semua siswa menyambut pesawat. TNI-AU berperan sebagai pelatih dalam ekskul pramuka dan paskibra. Selain itu TNI-AU juga dapat menjadi contoh pengamalan nilai nasionalisme di kehidupan kepada siswa.
Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran PPKn di SMP N 3 Bukittinggi
Nova Hardyanti;
Isnarmi Isnarmi
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.027 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.363
Penelitian ini mengungkapkan Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 3 Bukittingggi, sering ditemukan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang meliputi; kurangnya perhatian,dan rasa menyenangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, adapun data informan dalam penelitian ini adalah; sepuluh siswa kelas VIII.6, guru PPKn dan kepala sekolah. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder yang didapatkan dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi, kemudian analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya disimpulkan untuk penulisan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPkn di SMP Negeri 3 Bukittinggi, menyangkut: a) suasana kelas belum sepenuhnya dalam keadaan kondusif dari setiap pelaksanaan proses pemebelajaran; b) belum seluruh siswa memperhatian penjelasan guru dengan baik; c) sebagian besar siswa kurang menyenangi pembelajaran PPKn; d) sebagian besar siswa sudah terlibat aktif dalam proses pembelajaran; e) kejelasan penyampaian materi pelajaran oleh guru belum dimengerti sebagaian siswa, dan; f) penggunaan metode dan media dalam proses pembelajaran telah meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Upaya-upaya guru dalam proses pembelajaran PPKn: a) guru telah memberikan dorongan agar siswa dapat termotivasi dalam proses pembelajran PPKn; b) guru memberikan pertanyaan dan kesimpulan akhir dalam proses pembelajaran, serta memberikan metode dan media yang bervariasi dalam menyampaikan materi pelajaran PPKn agar matei yang di sampaikan dapat dimengerti siswa.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Program UP2K Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Di Desa Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci
Fadilla Ulpa;
Fatmariza Fatmariza
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.151 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.364
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui Program UP2K Usaha Setia di Desa Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Informan ditentukan secara purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui Triangulasi sumber dan motode. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya program UP2K Usaha Setia telah membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program-program yang bernilai ekonomis. Ada beberapa bentuk pemberdayaan yang dilakukan yaitu: pelaksanaan pembuatan anyaman bambu, kegiatan simpan pinjam up2k usaha setia, dan pemberdayaan sosial perempuan. Akan tetapi masih ada kendala dalam pemberdayaan ini karena partisipasi perempuan masih rendah. Rendahnya partisipasi ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya sosialisai, pelatihan dari pemeritah dan rendahnya pendidikan bagi perempuan. Kata Kunci : Pemberdayaan, pemberdayaan perempuan, program UP2K Usaha Setia
Pelaksanaan Peraturan Kepala Desa No.4 Tahun 2019 Tentang Uang Adat di Desa Koto Mudik
Barqah Nosi Helpia;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.982 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.365
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala yang terjadi dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 mengenai ketetapan uang adat di Desa Koto Mudik Kec. Air Hangat Barat Kab. Kerinci. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 29 orang yaitu terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, pemangku adat, ketua BPD, pelaku pelanggaran dan masyarakat Desa Koto Mudik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan selanjutnya data yang diperoleh akan analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat pada pelaksanaanya masih belum efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat di Desa Koto Mudik yaitu masalah perekonomian masyarakat, adanya perlakuan yang tidak adil dari pemangku adat, tidak tegasnya perangkat desa dan pemangku adat dalam penetapan denda uang adat, juga kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai peraturan yang berlaku di Desa Koto Mudik.
Beban Ganda Buruh Tani Perempuan di Jorong Limpato Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat
Riva Dila Yarsiah;
Alia Azmi
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (797.31 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.367
This study aims to describe the phenomenon of the double burden endured by female farm workers in Jorong Limpato Nagari Kajai and the impact of the double burden on family and social activities in the community and to identify the involvement of the female farmworker's husband in domestic work. This research is a qualitative research with descriptive method conducted in Jorong Limpato Nagari Kajai Talamau District, West Pasaman Regency. The informants in this study were determined using purposive sampling technique. The type of data in this study consisted of primary and secondary data obtained through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show the phenomenon of the double burden faced by women farm workers can be seen from their productive, reproductive, and social roles in society. The positive impact of a double burden on the family is to increase the husband's income in meeting family needs, while the negative impact is the time to gather with the family and educate and supervise children is limited and the difficulty in allocating time to carry out their role creates pressure for farm laborers. The positive impact of a double burden on social activities in the community is women active in social activities in the community that are informal as at weddings and deaths, while the negative impact is the lack of interaction between women farm workers and community members, in addition to social activities held during the day women farm workers are rarely attended because to attend they are forced to leave their jobs. The involvement of the female farm worker husband in domestic work is very low due to the construction of community thought in Jorong Limpato which results in gender injustice against the female farm worker. interviews, and documentation studies. The results of the study show the phenomenon of the double burden faced by women farm workers can be seen from their productive, reproductive, and social roles in society. The positive impact of a double burden on the family is to increase the husband's income in meeting family needs, while the negative impact is the time to gather with the family and educate and supervise children is limited and the difficulty in allocating time to carry out their role creates pressure for farm laborers. The positive impact of a double burden on social activities in the community is women active in social activities in the community that are informal as at weddings and deaths, while the negative impact is the lack of interaction between women farm workers and community members, in addition to social activities held during the day women farm workers are rarely attended because to attend they are forced to leave their jobs. The involvement of the female farm worker husband in domestic work is very low due to the construction of community thought in Jorong Limpato which results in gender injustice against the female farm worker.
Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial
Febi Afriani;
Alia Azmi
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.435 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.372
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan etika komunikasi di media sosial WhatsApp oleh mahasiswa. Etika komunikasi di media sosial ini terbagi atas tiga poin penting yang harus diterapkan oleh setiap penggunanya termasuk mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana penerapan etika komunikasi mahasiswa di media sosial WhatsApp. Penelian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Objek penelitian adalah semua postingan mahasiswa mahasiswa PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang tahun masuk 2016 pada media sosial whatsapp grup angkatan 2016 yaitu grup ISP 16, yang meliputi semua teks, audio, video, gambar dan dokumen yang diposting selama bulan maret 2020. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan etika berkomunikasi yang santun dalam menggunakan media sosial dimedia sosial WhatsApps grup oleh mahasiswa PPKN tahun masuk 2016 sudah sangat baik, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil analisis terlihat ketika menyampaikan salam atau sapaan ketika memulai pembicaraan, mengucapkan kata terimakasih setelah mendapatkan informasi dan memberikan respon ketika bertanya. 2) Penerapan etika memberikan informasi secara bijak sangat baik ini hal ini terbukti dari memberikan informasi dari sumber terpercaya, tidak menyebarkan konten yang bersifat pornografi, memberikan informasi positif, tidak mmberikan informasi yang memicu terjadinya konflik, tidak menyebarkan informasi yang bersifat SARA, serta tidak adanya plagiat atas hak kekayan intelektual orang lain. 3) Penerapan etika menghargai privasiorang lain sangat baik penerapanya hal ini dibuktikan tidak adanya menuduh dan menyerang secara pribadi dalam grup, tidak menyebarkan informasi yang sivatnya privasi dan tidak adanya bullying dalam grup.
Implementasi Perda Kota Padang No. 1 Tahun 2012
Novela Rizka;
Suryanef Suryanef
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (872.701 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.373
Artikel ini bertujuan untuk mendeksripsikan implementasi Perda Kota Padang No. 1 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, Pengamen dan Pedagang Asongan yang berfokus pada pembinaan pengemis di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda Kota Padang No. 1 Tahun 2012 yang pada penelitian berfokus ke pembinaan pengemis sudah berjalan dengan baik, namun masih adanya hambatan dalam melaksanakan usaha preventif, represif dan rehabilitasi yang tertera pada Perda, hal ini dikarenakan rendahnya komunikasi yang dilakukan oleh implementor kepada kelompok sasaran, kurangnya koordinasi antar instansi, serta kurangnya partisipasi masyarakat terhadap kebijakan ini. Hambatan dalam pengimpementasian Perda terdiri atas aspek komunikasi dan aspek sumber daya (manusia dan sarana prasarana). Serta upaya pemerintah dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan Perda ini dilakukan dengan cara melaksanakan patroli dan razia rutin serta memberikan pengarahan dan melakukan kerjasama dengan instansi lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian Perda Kota Padang No. 1 Tahun 2012 secara keseluruhan sudah berjalan meskipun secara teknik/prosedur pelaksanaannya pada usaha preventif, represif dan rehabilitasi yang tertera di dalam Perda ini belum dilaksanakan secara efektif.
Perkawinan Sasuku Dalam Perspektif Hukum Adat Di Nagari Sago Salido
Dina Ekawiyani;
Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.392 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.375
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perkawinan sasuku di wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Akibat dari perkawinan sasuku di wilayah ini dan pelaksanaan sanksi adat terhadap pelaku perkawinan sasuku. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh faktor saling cinta, faktor hamil diluar nikah dan faktor kurangnya pengetahuan yang menyebabkan perkawinan sasuku terjadi di Wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah Ketua KUA, Ketua KAN, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pasangan yang melakukan kawin sasuku, Orang tua dari pasangan yang melakukan kawin sasuku, Pemuda-pemudi dan Orang-orang yang tidak melakukan kawin sasuku di Wilayah Kenagarian Sago Salido. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis melalui empat alur yaitu: proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi
Persepsi Masyarakat Nagari Batu Bajanjang Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Talang
Nia Cahya Ningsih;
Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.56 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i4.376
Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional pemerintah Indonesia terus mengusahakan pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada salah satunya panas bumi. Pembangunan merupakan proses multidimensi dalam perubahan-perubahan seperti struktur sosial, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Alasan penulis mengambil topik ini karena di nagari tersebut akan dibangun PLTP. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Purposive sampling digunakan sebagai teknik dalam penentuan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini digunakan teknik Miles dan Hurben (1984) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa.rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang yang akan dilakukan oleh PT Hitay Daya Energi menimbulkan berbagai pandangan atau persepsi dari masyarakat Nagari Batu Bajanjang sehingga terdapat dua kelompok persepsi masyarakat yaitu menerima (setuju) dan menolak (tidak setuju), persepsi masyarakat ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap PLTP dan dampak yang ditimbulkan (dampak sosial, ekonomi dan lingkungan). Selain itu untuk meningkatkan pemahan masyarakat pemerintah dan PT melakukan sosialisasi kepada masyarakat namun tidak berjalan optimal.
Perempuan dan Kepemimpinan di Organisasi Mahasiswa Universitas Negeri Padang
Nurhayati Putri;
Fatmariza Fatmariza
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1137.506 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.378
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perempuan dan kepemimpinan di organisasi mahasiswa Universitas Negeri Padang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method model Sequential Ekplanatory Design yaitu menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan, dimana pada tahap pertama penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif melalui Angket, kemudian didukung oleh metode kualitatif melalui Wawancara dan Studi Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Representasi perempuan dalam kepemimpinan di Organisasi mahasiswa rendah. Hal ini dibuktikan dengan pemimpin perempuan hanya 5,88% perempuan yang menjadi pemimpin di Ormawa sejak tahun 2015-2020. Penyebab rendahnya kepemimpinan perempuan di Oganisasi mahasiswa Universitas Negeri Padang adalah : Perempuan tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 65%. Perempuan dianggap kurang paham dalam mengambil kebijakan yang mempengaruhi orang banyak dengan persentase sebesar 62%. Perempuan tidak percaya diri untuk menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 47%. ketidakyakinan kepada perempuan untuk memenuhi tanggung jawab menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 44%. Budaya patriarki melekat dalam lingkungan organisasi dengan persentase sebesar 59%. tidak mampu mendisiplinkan orang dewasa terkhusus lakilaki dengan persentase sebesar 54%. Perempuan tidak memiliki relasi yang kuat dalam memperoleh suara untuk memimpin dengan persentase sebesar 50%. Sehingga hal tersebut membuat perempuan sangat sulit untuk menjadi pemimpin.