cover
Contact Name
• Ishak Ryan, SP. M.Si
Contact Email
iryan75papua@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfapertanak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. nabire,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan
ISSN : 25408887     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI TENAGA KERJA USAHATANI CABE MERAH (CAPSINUM ANNUM L) DI KAMPUNG BUMI RAYA DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Sairdama, Syusantie S.; Matakena, Simon; Agapa, Selpina; Indahyani, Eni
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to find out the productivity of red chili farming and how much labor production factors are used in each process of red chili farming in Kampung Bumi Raya, West Nabire District, this research area, determined purposively based on the consideration that at the research location there are quite a lot of farmers cultivating horticultural crops including red chili farming and the research object is farmers who operate red chili farming with an area ranging from 0.25 - 1 ha and more. from three years of red chili farming. Sampling was carried out using purposive sampling, namely taking samples deliberately, namely a sample size of 30 respondents. There were 2 (two) data collections in this study, namely primary data and secondary data. Primary data was obtained from interviews and a list of questions/questionnaires distributed to respondents. Meanwhile, secondary data was obtained from literature studies and from related agencies. From the research it was concluded that: The productivity of the red chili business was 2,062.92 Kg/Ha. Obtained from the conversion results, the average production of red chili farmer respondents at the research location was 783.53 Kg with an average land area of ​​0.38 Ha and labor productivity of 104.66 HOK. This was obtained from the average use/deployment of labor production factors for red chili farmer respondents at the research location of 39.77 HOK, divided into cleaning and bed making activities of 9.57 Ha, planting of 4.47 Ha. HOK, maintenance (replanting, fertilizer and pesticides) is 8.07 HOK, and harvest is 17.67 HOK. Suggestions that can be given include; For farmers, utilizing labor within the farming family is very important in order to reduce labor costs, and can increase production by expanding farming land. For the government to support farmers in the policies they take, and can be used as a reference for other researchers whose topics are relevant to this research, as well as in-depth analysis of the allocation of agricultural labor.
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN AGROWISATA DI KAMPUNG AIR MANDIDI DISTRIK TELUK KIMI, KABUPATEN NABIRE PAPUA TENGAH Dasnarebo, Simson Semuel Hwat; Roy, Marloza
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development and enhancement of agrotourism in Air Mandidi Vilage, Teluk Kimi District, Nabire Regency, Central Papua Province, is based on the potential of natural resources and agricultural prospects that can serve as attractions for tourism. Research conducted over approximately one month in Air Mandidi vilage showed positive responses toward the development and management of agrotourism initiatives. The SWOT analysis reveals significant strengths such as the availability of 50 hectares of agricultural land, support from local government and communities, and ecological wealth including hot springs and lakes, which enhance tourism appeal. However, weaknesses like inadequate road infrastructure and insufficient tourist accommodations need addressing. Opportunities exist with the rising demand for organic farming and government support programs, while threats include competition from other agrotourism sites and environmental changes affecting agriculture. Internal and external factor analyses (IFAS and EFAS) indicate a solid foundation for developing agrotourism, highlighting the necessity for strategic plans that leverage strengths and opportunities while mitigating weaknesses and threats. The overall findings underline the potential for sustainable growth in agrotourism in Air Mandidi Vilage, contingent upon effective management and community involvement.
IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI LAHAN PERSAWAHAN KAMPUNG BUMI RAYA DISTRIK NABIRE BARAT Hra, Petronela; Ryan, Ishak; Dasnarebo, Simson Semuel Hwat
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oriza Sativa L.) adalah salah satu tumbuhan budidaya yang dikonsumsi bijinya sebagai makanan. Tumbuhan tersebut berasal dari Negara Cina bagian Selatan dan tersebar diseluruh Dunia termasuk Negara Indonesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga hama yang ditemukan pada tanaman padi sawah di Kampung Bumi raya Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadopsi metode observasi yaitu mengambil sampel jenis hama dengan cara penyapuan menggunakan peralatan net serangga dan mengamati secara langsung pada areal tanaman padi sawah. Berdasarkan hasil identifikasi serangga hama di lahan budidaya padi ssawah (Oriza sativa L.) dapat disimpulkan, bahwa penggerek batang (Scirpophaga innotata), Wereng cokelat (Nifaparvata fugens), Wereng hijau (Nephotettix virescen.), Ngengat (Cnaphafocrosis medinalis), Walang sangit (Leptocorixa acuta) terbanyak dari family Defphacidae.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PENJUAL ES KELAPA MUDA (Cocos nucifera) DI KELURAHAN OYEHE KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH Mundeh , Olvianus Calvein
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan serta kelayakan usaha penjual es kelapa muda di Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Penelitian ini bersifat purposive random sampling, dimana sampel adalah sebanyak 10 orang penjual Es Kelapa Muda. Penentuan sampel sebanyak 10 orang (responden) karena dari hasil observasi awal ditemukan bahwa hanya 10 responden penjual es kelapa muda di Kelurahan Oyehe yang rata-rata menjual Es Kelapa Muda perhari yang sifatnya tetap dan tidak temporer (tidak setiap saat menjual; mis, hanya pada saat bulan puasa). Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer adalah data yang diambil lansung dari obyek penelitaian, berupa daftar pertanyaan dan wawancara sedangkan data sekunder adalah data pendukung dari sumber-sumber lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata penjual es kelapa muda di Kelurahan Oyehe adalah sebesar Rp.440.000,- perhari, dengan pengeluaran perhari adalah sebesar Rp.190.941, dan pendapatan rata-rata penjual es kelapa muda di Kelurahan Oyehe perhari adalah sebesar Rp.249.059. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa R/C rasio adalah sebesar 2,30 yang menunjukkan bahwa usaha Penjual Es Kelapa Muda di Kelurahan Oyehe layak untuk diusahakan, karena R/C rasio lebih besar dari 1.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT ORGAN DALAM AYAM BROILER Palenga, Nurlaila Susilawati; Tumbal , Estepanus L.S.
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan ketumbar dalam air minum terhadap berat organ dalam ayam broiler. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan air rebusan ketumbar dalam air minum ayam broier sampai dosis 90 ml (P3), tidak berpengaruh nyata (P˃0,05) terhadap organ dalam ayam broiler penelitian, yang meliputi bobot hati, bobot rempela dan bobot jantung.
Perbandingan Kandungan Nutrisi Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Pada Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Melalui Uji Proksimat Indey, Seblum; Dogomo, Emanuel; Dogomo, Ferdinan
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan nutrisi rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan perbandingan dataran yang berbeda secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kadar air (10,12%) tertinggi pada dataran rendah dibandingkan dataran tinggi hanya (10,00%), kandungan kadar abu (8,55%) tertinggi pada dataran tinggi, sedangkan pada dataran rendah kandungan kadar abu hanya (6,74%), kandungan kadar lemak tertinggi yaitu pada dataran tinggi sebesar (4,65%) sedangkan pada dataran rendah (2,77%), kandungan protein tertinggi pada dataran tinggi sebesar (8,62%) sedangkan pada dataran rendah (7,27%), dan kandungan karbohidrat rumput gajah pada dataran tinggi sebesar (20,57%) dan pada dataran rendah sebesar (20,54%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan nutrisi rumput gajah yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah tidak memiliki perbedaan nilai nutrisi yang signifikan seperti halnya terlihat pada kandungan kadar protein pada dataran tinggi sebesar 8,62% dan pada dataran rendah 7,27%. Hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang diserap tanaman rumput gajah. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan mengambil sampel tanah pada kedua dataran yang berbeda.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAGU (Metroxylon sagu Rottb) DI DISTRIK NAPAN KABUPATEN NABIRE, PROVINSI PAPUA TENGAH Dasnarebo, Simson Semuel Hwat; Hra, Petronela; Ramandey, Johanis M.; Ryan, Ishak; Roy, Marloza
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi areal pertumbuhan, keragaman morfologi, dan kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Metode yang digunakan adalah survei lapangan, analisis citra satelit, dan wawancara semi-terstruktur terhadap masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Distrik Napan memiliki luasan Hutan Sagu Alam (DSA) sebesar 1.894 hektar dan Dusun Sagu Tanam (DST) seluas 909 hektar. Sebanyak 11 kultivar sagu ditemukan dan dikelompokkan dalam tiga kelompok berdasarkan kesamaan morfologi. Masyarakat memanfaatkan seluruh bagian sagu untuk kebutuhan pangan, bahan bangunan, obat tradisional, dan berbagai upacara adat. Kearifan lokal ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat Napan
PERBEDAAN DIMENSI TUBUH SAPI BALI DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN DIKANDANGKAN DAN DENGAN SISTEM PINDAH IKAT DI LAPANG Putra, Trijaya Gane; Simanjuntak , Mery Christina; Robinson, Paskalis
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan dimensi tubuh sapi Bali muda umur 1-2 tahun pada dua sistem pemeliharaan yang berbeda, yaitu dikandangkan dan pindah ikat di lapang (SPL). Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan purposive sampling pada 60 ekor sapi (30 ekor jantan, 30 ekor betina) di Kampung Wiraska, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire. Parameter dimensi tubuh yang diukur meliputi tinggi pundak (TP), panjang badan (PB) dan lingkar dada (LD). Pengukuran parameter merujuk SNI 7651-4, 2023. Data hasil pengukuran dianalisis dengan uji-t menggunakan Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang significan (P>0,05) pada seluruh parameter dimensi tuubuh, baik pada sapi jantan maupun sapi betina pada kedua sistem pemeliharaan tersebut. Rerata TP, PB dan LD sapi jantan sistem pemeliharaan dikandangkan vs. SPL masing-masing adalah 99,33±3,64 vs. 99,00 ±3,55 cm; 93,40±4,08 vs. 94,20±4,06 cm dan 119,00±4,00 vs.118,93±4,08 cm. Pada sapi betina 95,73± 4,10 vs. 96,33 ± 3,24 cm; 86,47±5,04 vs. 86,67±3,77 cm dan 118,53±4,05 vs. 116,00±3,15 cm. Hasil penelitian disimpulkan bahwa 1). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan ukuran parameter dimensi tubuh (TP, PB dan LD) pada sapi Bali Muda umur 1-2 tahun baik jantan maupun betina yang dipelihara dengan sistem dikandangkan dengan sistem pindah ikat di lapang. 2). Ukuran dimensi tubuh (TP, PB dan LD) seluruh sapi baik jantan maupun betina lebih besar dari sapi Bali umur 1-1,5 tahun dan lebih kecil dari sapi umur 1,5-2 tahun pada kategori kualitas bibit klas III menurut SNI 7651-4 tahun 2023
SISTEM PENGATURAN CAHAYA LAMPU TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM RAS PETELUR Sawo , Kostafina; Degei, Ance
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas telur ayam ras petelur pada penggunaan cahaya alami / cahaya matahari (kontrol) dan penambahan cahaya lampu neon 2 jam dan 4 jam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh sembilan satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas empat ekor ayam ras petelur, sehingga dibutuhkan 36 ekor ternak ayam ras petelur. Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa penambahan cahaya lampu neon 4 jam memberikan pengaruh yang sama dengan perlakuan tanpa peaembahan cahaya atau dengan penggunaan cahaya secara alami (cahaya matahari) terhadap variable konsumsi ransum, berat telur, konversi ransum, namun memberikan produksi telur yang berbeda lebih tinggi untuk variabel HDP. HDP yang terbaik diperoleh pada penambahan cahaya lampu neon selama 4 jam atau pada lama penyinaran 16 jam, yaitu HDP sebesar 95,278%.

Page 11 of 11 | Total Record : 109