cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016)" : 24 Documents clear
Validasi Metode Penetapan Kadar Lisinopril dalam Spiked Plasma Secara Ultra Performance Liquid Chromatography Melalui Derivatisasi dengan 1-Fluoro 2,4 Dinitrobenzen Sumiyani, Ririn; Martono, Sudibyo; Sugiyanto, .
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: A rapid, accurate, and sensitive method for determining lisinopril in spiked plasma was developed by means using an Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) with 1-fluoro 2,4 dinitrobenzen (FDNB) derivatization. Lisinopril was precolumn derivatized with FDNB at optimum condition, i.e. room temperature and borate buffer at pH 11, subsequently analyzed with UPLC. Isocratic condition of acetate buffer (0.01 M, pH 3.50) : acetonitrile : metanol = 70 : 10 : 20 (v/v/v) as mobile phase, 0.3 mL/min of flow rate at λ 296 nm were applied at Acquity BEH C18 column, resulting a linearity of lisinopril at range of concentration of 5,0-100 ng/mL (Y = 410,59x + 211,91, r = 0.93). The accuration of the established method was achieved by 88,59±6,01 to 101,70± 2,56% recovery, while the precision was shown with RSD value of 2,57- 8,16 %, limit of detection (LOD) instrument of 0,73 ng/mL and limit of quatification (LOQ) 2,44 ng/mL, dwith R2 = 0,9987 dan r = 0,9993. In addition, the resulted LOD and LOQ more or less similar with the published HPLC-MS-MS method (1.03-10.0 ng/mL). Hence, it could be concluded that the developed UPLC method can be used as an alternative method for determining lisinopril in plasma.Keywords: Lisinopril, FDNB, derivatization, UPLCABSTRAK: Penetapan kadar lisinopril dalam spiked plasma secara Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) melalui derivatisasi dengan 1-fluoro 2,4 dinitrobenzen (FDNB) merupakan metode yang cepat, sensitif dan akurat. Derivatisasi precolumn lisinopril dan FDNB optimum pada suhu kamar, suasana dapar borat pH 11,0, dilanjutkan analisis secara UPLC isokratis menggunakan kolom Acquity BEH C dan fase gerak dapar asetat (0,01 M pH 3,50): asetonitril:metanol (70: 10: 20, v/v/v), laju alir 0,3 mL/menit pada λ 296 nm, menghasilkan linieritas kadar lisinopril dalam spiked plasma pada rentang 5,0 -100 ng/mL terhadap luas area lisinopril-DNB dengan persamaan Y = 410,59x + 211,91 dengan R2 = 0,9987 dan r = 0,9993 Akurasi metode ditunjukkan dengan nilai % rekoveri sebesar 88,59±6,01 smpai dengan 101,70± 2,56 %. Ketelitian ditunjukkan dengan nilai RSD 2,57- 8,16 %, sedangkan Batas Deteksi Instrumen = 0,73 ng/ mL dan Batas Kuantitasi = 2,44 ng/mL. Hasil Batas Deteksi penelitian ini relatif sama dengan Batas Deteksi penetapan kadar lisinopril secara HPLC-MS (1,03- 10,0 ng/mL). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode ini berpotensi dikembangkan sebagai metode alternatif pengganti HPLC-MS untuk penetapan lisinopril dalam plasma.Kata kunci: Lisinopril, FDNB, derivatisasi, UPLC
Kesinambungan Pendanaan JKN-BPJS Kesehatan Situmorang, Chazali H
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) is one of five social security programmes in Indonesia, under the Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) scheme. So far, there has been a significant improvement in JKN programme’s operation. However, there is a concern of maintaining financial sustainability, as the key factor to attain the programme’s long-term objective. In order to study the financing of JKN, an actuarial analysis has been done. The data used in this analysis were obtained from two main sources, i.e. BPJS Kesehatan and Ministry of Health RI. Other data used were the JKN premium revenues and health care costs (capitation, non-capitation, CBGs and non-CBGs). Based on the analysis, there is a clear evidence that shows a large mismatch in JKN financing. The health care costs of JKN is projected to increase from 6.1 Billion IDR in year 2014, to approximately 23.8 Billion IDR in year 2019, an increase of more than 58% each year. Based on these findings, it can be concluded that the JKN financing is not sustainable, at least at existing conditions. However, there are solutions for the policy makers to increase the sustainability, i.e. by revising the premium nominal value through the amendment of Perpres No. 111/2013, by rasionalising the health care costs standard tariff through the amendment of Permenkes No. 59/2014, and by implementing cost control and cost efficiency in every operational aspects. Keywords: Indonesia, National Health Security, National Social Security System, JKN, SJSN ABSTRAK: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan satu dari lima program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Indonesia. Kemajuan besar telah dicapai dalam pelaksanaan program JKN. Namun demikian kesinambungan keuangan merupakan faktor kunci yang perlu dipertimbangkan untuk mencapai tujuan JKN jangka panjang. Oleh karena itu, dalam rangka menentukan keberlanjutan pendanaan JKN, sebuah analisis aktuaria telah dilakukan. Data yang digunakan dalam analisis aktuaria ini diperoleh dari dua sumber utama, yaitu BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan RI. Data lain yang digunakan juga mencakup data pendapatan JKN (premium) dan biaya kesehatan (kapitasi, non-kapitasi, CBGs dan non- CBGs). Hasil kajian menunjukkan bukti jelas adanya kesenjangan pendanaan program JKN. Meskipun hanya untuk membiayai manfaat JKN, kesenjangan pendanaan JKN naik dari 6,1 triliun rupiah pada tahun 2014 menjadi 23,8 triliun rupiah pada tahun 2019, atau naik lebih dari 58% per tahun. Sehubungan dengan hasil kajian ini disimpulkan bahwa kondisi keuangan JKN tidak mampu berkelanjutan, setidaknya dalam kondisi seperti sekarang ini. Namun demikian ada beberapa cara dimana para pembuat kebijakan dapat membuat kebijakan agar sistem keuangan JKN lebih berkelanjutan. Cara tersebut meliputi revisi nilai premi yang kini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111/2013, rasionalisasi tarif pelayanan kesehatan yang kini diatur dalam PerMenkes 59/2014, serta meluncurkan serangkaian program pengendalian biaya dan mempromosikan efisiensi. Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, Sistem Jaminan Sosial Nasional, JKN, SJSN, aktuaria, pendanaan kesehatan
Preparation and Characterization of Ba-Alginate Microspheres Containing Ovalbumin Hariyadi, Dewi Melani; Hendradi, Esti; Irawan, Mukhlis Bayu
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.701 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.204

Abstract

The use of microspheres nowadays is important in the pharmaceuticals formulation. The aim of the present research was to evaluate physical characteristics of ovalbumin-loaded alginate microspheres using aerosolisation technique at various concentrations of alginate and BaCl2. Alginate microspheres were characterized in terms of encapsulation efficiency, yield, particle size, surface morphology and protein integrity. The comparative study between concentrations of BaCl2 and alginate polymer was investigated. Increasing concentration of alginate polymer from 2.5 to 3.5% reduced their particle size and formed smoother and spherical microspheres. Increasing Ba2+ concentration, simultaneous increased the encapsulation efficiency and yield. Scanning electron microscope (SEM) photomicrographs revealed that with the increase in the electrolyte concentration the density of the cross link is also increased. Smoother surface was demonstrated when the electrolyte concentration is increased from 0.5M to 0.75M. Formula prepared using 0.75M BaCl2 and 3.5% alginate polymer resulted the highest encapsulation efficiency (92%), the highest microspheres yield (73%) and the smallest microspheres size (3.73µm). Most of the formulations maintain the integrity of ovalbumin after 2 hours incubation in pH 1.2 followed by 8 hours incubation in pH 7.4. The different formulations produced different physical characteristics of ovalbumin-loaded alginate microspheres.
Validasi Metode Penetapan Kadar Lisinopril dalam Spiked Plasma Secara Ultra Performance Liquid Chromatography Melalui Derivatisasi dengan 1-Fluoro 2,4 Dinitrobenzen Sumiyani, Ririn; Martono, Sudibyo; Sugiyanto, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.293 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.417

Abstract

ABSTRACT: A rapid, accurate, and sensitive method for determining lisinopril in spiked plasma was developed by means using an Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) with 1-fluoro 2,4 dinitrobenzen (FDNB) derivatization. Lisinopril was precolumn derivatized with FDNB at optimum condition, i.e. room temperature and borate buffer at pH 11, subsequently analyzed with UPLC. Isocratic condition of acetate buffer (0.01 M, pH 3.50) : acetonitrile : metanol = 70 : 10 : 20 (v/v/v) as mobile phase, 0.3 mL/min of flow rate at λ 296 nm were applied at Acquity BEH C18 column, resulting a linearity of lisinopril at range of concentration of 5,0-100 ng/mL (Y = 410,59x + 211,91, r = 0.93). The accuration of the established method was achieved by 88,59±6,01 to 101,70± 2,56% recovery, while the precision was shown with RSD value of 2,57- 8,16 %, limit of detection (LOD) instrument of 0,73 ng/mL and limit of quatification (LOQ) 2,44 ng/mL, dwith R2 = 0,9987 dan r = 0,9993. In addition, the resulted LOD and LOQ more or less similar with the published HPLC-MS-MS method (1.03-10.0 ng/mL). Hence, it could be concluded that the developed UPLC method can be used as an alternative method for determining lisinopril in plasma.Keywords: Lisinopril, FDNB, derivatization, UPLCABSTRAK: Penetapan kadar lisinopril dalam spiked plasma secara Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) melalui derivatisasi dengan 1-fluoro 2,4 dinitrobenzen (FDNB) merupakan metode yang cepat, sensitif dan akurat. Derivatisasi precolumn lisinopril dan FDNB optimum pada suhu kamar, suasana dapar borat pH 11,0, dilanjutkan analisis secara UPLC isokratis menggunakan kolom Acquity BEH C dan fase gerak dapar asetat (0,01 M pH 3,50): asetonitril:metanol (70: 10: 20, v/v/v), laju alir 0,3 mL/menit pada λ 296 nm, menghasilkan linieritas kadar lisinopril dalam spiked plasma pada rentang 5,0 -100 ng/mL terhadap luas area lisinopril-DNB dengan persamaan Y = 410,59x + 211,91 dengan R2 = 0,9987 dan r = 0,9993 Akurasi metode ditunjukkan dengan nilai % rekoveri sebesar 88,59±6,01 smpai dengan 101,70± 2,56 %. Ketelitian ditunjukkan dengan nilai RSD 2,57- 8,16 %, sedangkan Batas Deteksi Instrumen = 0,73 ng/ mL dan Batas Kuantitasi = 2,44 ng/mL. Hasil Batas Deteksi penelitian ini relatif sama dengan Batas Deteksi penetapan kadar lisinopril secara HPLC-MS (1,03- 10,0 ng/mL). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode ini berpotensi dikembangkan sebagai metode alternatif pengganti HPLC-MS untuk penetapan lisinopril dalam plasma.Kata kunci: Lisinopril, FDNB, derivatisasi, UPLC
Efek Imunomodulator Kombinasi Susu Probiotik dan Ekstrak Daun Jambu Biji Isnaeni, .; Sugiyartono, .; Kusumawati, Idha; Rijal, Muh. Agus Syamsur
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.889 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.197

Abstract

ABSTRACT : This research studied the potential and action mechanism of probiotic milk-guava leaf extract combination as an immunomodulator using mice as an experimental animal. The mouse were given the combination of probiotic milk-guava leaf extract for 7 days, then the levels of TNF-α in serum and lymphocites proliferation were measured. The results showed that the extract of guava leaf can increase levels of TNF-α in serum and the number of lymphoblast, either in single preparation or in combination with probiotic milk. However, administration of probiotic milk cannot improve the TNF-α in serum or increase the number of lymphoblast. It can be concluded that the immunomodulatory effects of the probiotics- milk-guava leaf extract combination was caused by the substances in the extract of guava leaf rather than by the probiotic milk. Keywords: probiotic milk, guava leaf extract, immunomodulator ABSTRAK: Konsorsium mikroba probiotik yang dikembangkan dalam bentuk sediaan susu probiotik telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas, antara lain sebagai imunomodulator dan antimikroba. Jus buah jambu biji telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit penderita demam berdarah dengue. Kombinasi susu probiotik-ekstrak daun jambu biji telah terbukti mempunyai efek anti bakteri penyebab diare, namun mekanisme kerjanya belum diketahui. Dalam penelitian ini dilakukan kajian potensi dan mekanisme kerja kombinasi susu probiotik-ekstrak daun jambu biji sebagai imunomodulator. Sejumlah mencit diberi perlakuan kombinasi susu probiotik-ekstrak daun jambu biji selama 7 hari, kemudian diukur kadar TNF-α dalam serum dan kecepatan proliferasi limfositnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji dapat meningkatkan kadar TNF-α dalam serum dan dapat meningkatkan jumlah limfoblast, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasinya dengan susu probiotik. Pemberian susu probiotik saja tidak dapat meningkatkan TNF-α dalam serum ataupun meningkatkan jumlah limfoblast. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efek imunomodulator kombinasi susu probiotik-ekstrak daun jambu biji lebih disebabkan oleh kandungan zat zat berkhasiat dalam ekstrak daun jambu biji dari pada oleh susu probiotik. Kata kunci: probiotik, Lactobacillus acidophilus, jambu biji, Psidium guajava, imunomodulator.  
Kesinambungan Pendanaan JKN-BPJS Kesehatan Situmorang, Chazali H
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.33 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.418

Abstract

ABSTRACT: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) is one of five social security programmes in Indonesia, under the Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) scheme. So far, there has been a significant improvement in JKN programmeâ??s operation. However, there is a concern of maintaining financial sustainability, as the key factor to attain the programmeâ??s long-term objective. In order to study the financing of JKN, an actuarial analysis has been done. The data used in this analysis were obtained from two main sources, i.e. BPJS Kesehatan and Ministry of Health RI. Other data used were the JKN premium revenues and health care costs (capitation, non-capitation, CBGs and non-CBGs). Based on the analysis, there is a clear evidence that shows a large mismatch in JKN financing. The health care costs of JKN is projected to increase from 6.1 Billion IDR in year 2014, to approximately 23.8 Billion IDR in year 2019, an increase of more than 58% each year. Based on these findings, it can be concluded that the JKN financing is not sustainable, at least at existing conditions. However, there are solutions for the policy makers to increase the sustainability, i.e. by revising the premium nominal value through the amendment of Perpres No. 111/2013, by rasionalising the health care costs standard tariff through the amendment of Permenkes No. 59/2014, and by implementing cost control and cost efficiency in every operational aspects. Keywords: Indonesia, National Health Security, National Social Security System, JKN, SJSN ABSTRAK: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan satu dari lima program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Indonesia. Kemajuan besar telah dicapai dalam pelaksanaan program JKN. Namun demikian kesinambungan keuangan merupakan faktor kunci yang perlu dipertimbangkan untuk mencapai tujuan JKN jangka panjang. Oleh karena itu, dalam rangka menentukan keberlanjutan pendanaan JKN, sebuah analisis aktuaria telah dilakukan. Data yang digunakan dalam analisis aktuaria ini diperoleh dari dua sumber utama, yaitu BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan RI. Data lain yang digunakan juga mencakup data pendapatan JKN (premium) dan biaya kesehatan (kapitasi, non-kapitasi, CBGs dan non- CBGs). Hasil kajian menunjukkan bukti jelas adanya kesenjangan pendanaan program JKN. Meskipun hanya untuk membiayai manfaat JKN, kesenjangan pendanaan JKN naik dari 6,1 triliun rupiah pada tahun 2014 menjadi 23,8 triliun rupiah pada tahun 2019, atau naik lebih dari 58% per tahun. Sehubungan dengan hasil kajian ini disimpulkan bahwa kondisi keuangan JKN tidak mampu berkelanjutan, setidaknya dalam kondisi seperti sekarang ini. Namun demikian ada beberapa cara dimana para pembuat kebijakan dapat membuat kebijakan agar sistem keuangan JKN lebih berkelanjutan. Cara tersebut meliputi revisi nilai premi yang kini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111/2013, rasionalisasi tarif pelayanan kesehatan yang kini diatur dalam PerMenkes 59/2014, serta meluncurkan serangkaian program pengendalian biaya dan mempromosikan efisiensi. Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, Sistem Jaminan Sosial Nasional, JKN, SJSN, aktuaria, pendanaan kesehatan
Uji Akvitas dan Keamanan Hair Tonic Ekstrak Daun Kembang Sepatu pada Pertumbuhan Rambut Kelinci Febriani, Amelia; Elya, Berna; Jufri, Mahdi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.566 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.234

Abstract

ABSTRACT :Hair loss affects oneâ??s self image and emotional well-being. It is a very real and serious aesthetic concern for everyone. Leaves and flowers of Hibiscus are traditionally known to potentiate hair growth promotion. In this study we determine the hair growth promotion activity of hibiscus leaves using 2.5%, 5% and 10% of hibiscus leaf extract in the form of hair tonic. We also assessed the physical stability and safety of the hair tonic. Hair growth promotion activity assay was carried out by applying hair tonic on the rabbitâ??s back and measured hair length, hair thickness, hair weight and hair density. Physical stability assessment was performed at low (4°C ± 2°C), room (25°C ± 2°C) and high (40°C ± 2°C) temperature as well as the cycling test. Safety test was done by eye irritation test with HET-CAM and skin irritation test with patch test method. The results showed that hair tonic contains 10% of leaf extract have hair growth activity promotion better than the minoxidil 2%. Physical stability test showed extract of hibiscus leaf hair tonic has good physical stability. Results of safety test showed that thereâ??s no skin irritation occurred while eye irritation test showed positive eyes iritation. Keywords: hibiscus leave, hair growth, hair tonic, HET-CAM, patch test  ABSTRAK: Kerontokan rambut yang sering diakhiri kebotakan merupakan problema estetis yang sangat dikhawatirkan setiap orang. Daun dan bunga kembang sepatu telah diakui memiliki aktivitas pertumbuhan rambut berdasarkan penggunaan tradisional. Pada penelitian ini, 2,5%, 5% dan 10%  ekstrak daun kembang sepatu diformulasikan dalam bentuk hair tonic karena penggunaannya lebih mudah dan tidak lengket seperti sediaan semisolid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pertumbuhan rambut ektrak etanol daun kembang sepatu  stabilitas fisik dan keamanannya. Uji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan sediaan hair tonic pada punggung kelinci dan diukur panjang rambut, ketebalan rambut (diameter rambut), kelebatan rambut (bobot rambut) dan kepadatan rambut (densitas rambut). Uji stabilitas fisik dilakukan pada penyimpanan suhu rendah (4oC±2oC), suhu ruang (25oC±2oC) dan suhu tinggi (40oC±2oC) serta  cycling test. Uji keamanan dilakukan dengan uji iritasi mata dengan metode HET-CAM dan uji iritasi kulit dengan metode patch test. Hasil menunjukkan bahwa sediaan hair tonic ekstrak daun kembang sepatu 10% memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang lebih baik dibandingkan kontrol positif minoksidil 2%. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan sediaan hair tonic ekstrak daun kembang sepatu memiliki stabilitas fisik yang baik. Dari hasil uji keamanan iritasi kulit  tidak terjadi iritasi, sedangkan hasil uji iritasi mata menunjukkan sediaan mengiritasi mata.Kata Kunci: daun kembang sepatu, pertumbuhan rambut, hair tonic, HET-CAM, patch test 
Aktivitas Antioksidan Daun Iler Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br. Moelyono, M W; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Diantini, Ajeng; Musfiroh, Ida; Sumiwi, Sri Adi; Iskandar, Yoppi; Susilawati, Yasmiwar
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.122 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.416

Abstract

ABSTRACT : Antioxidants are the compounds capable to inhibit free radical reactions in the human body. This research was aimed to identify the antioxidant potency of ethanolic extract of Plectranthus scutellaroides leaves in vitro by using spectrophotometric methods with DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl) using vitamin C as reference. Concentrations of samples used were 75, 100, 115, 125 and 135 ppm. The antioxidant activity was measured by visible spectrophotometry at three wavelengths of 498, 518 and 538 nm. The result showed that the n-hexane fraction gave the highest antioxidant activity with IC50 of 52.5 ppm, 15 times lower than that of vitamin C (IC50 of 3.33 ppm). Phytochemical screening of the Plectranthus scutellaroides leaves indicated the presence of flavonoids, polyphenolic, monoterpenoids, sesquiterpenoids, steroids and triterpenoids. Keywords: antioxidant, Plectranthus scutellaroides, leaves, DPPH ABSTRAK Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antioksidan dari daun Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br., secara in vitro dengan metode spektrofotometri menggunakan pereaksi 1,1-difenil 2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan vitamin C sebagai pembanding. Daun diekstrak menggunakan etanol lalu difraksinasi dengan n-heksana, etil asetat dan air. Variasi konsentrasi sampel uji yang digunakan pada pengujian ini adalah 75, 100, 115, 125 dan 135 ppm. Aktivitas antioksidan diukur secara spektrofotometri pada tiga panjang gelombang yaitu 498, 518 dan 538 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana pada konsentrasi tersebut memberikan aktivitas antioksidan paling kuat dengan nilai IC sebesar 52.5 ppm, 15 kali lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C (IC50 = 3.33 ppm). Hasil penapisan fitokimia terhadap daun Plectranthus scutellaroides menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid, polifenolat, monoterpenoid, sesquiterpenoid, steroid dan tritertenoid. Kata kunci: antioksidan, Plectranthus scutellaroides, daun, DPPH
Profil Hematologis Tikus Putih (Rattus novergicus sp.) Betina Setelah Pemberian Jamu Kesuburan Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Manalu, Wasmen; Maheshwari, Hera
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.351 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.377

Abstract

ABSTRACT: The use of herbal preparations to improve fertility were empirically beneficial for reproductive health, however its use needs to be supported by scientific evidence. In this study we observed the effects of herbal preparations on haematological parameters, liver function and kidney function of female rats. The estrus cycle of the experimental female rats were previously synchronized by injection with prostaglandin twice in two days interval. The rats were randomly assigned into eight groups i.e., two negative control groups, two positive control groups (injected with pregnant mare serum gonadotropin with effective and double of effective doses), two groups were given herbal preparation A (with effective and double of effective doses), and two groups were given herbal preparation B (with effective and double of effective doses). The treatments were given for 3 consecutive estrous cycles. Parameters measured were hematological parameters (erythrocyte, leukocyte, and hemoglobin), liver functions (SGOT and SGPT concentrations), and renal function (serum ureum concentration). The results showed that the administration of herbal preparation for fertility improved erythrocyte, leukocyte, and hemoglobin parameters, improved liver functions, and optimized renal functions. It was concluded that the administration of herbal preparation for fertility for 3 consecutive estrous cycles did not disturb physiological functions, instead its improved hematological parameters as well as liver and renal functions.Keywords: hematological, herbal, liver function, renal function, female rats  ABSTRAK: Penggunaan jamu kesuburan secara empiris bermanfaat untuk kesehatan reproduksi, namun penggunaannya perlu didukung oleh data ilmiah. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan efek pemberian jamu kesuburan terhadap parameter hematologis, fungsi hati dan fungsi ginjal dari tikus betina. Penelitian ini diawali dengan sikronisasi siklus estrus tikus percobaan dengan penyuntikan prostaglandin dua kali dalam selang waktu dua hari. Tikus-tikus percobaan secara acak dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu dua kelompok kontrol negatif yang hanya diberi pelarut persiapan jamu kesuburan, dua kelompok kontrol positif yang disuntik pregnant mare serum gonadotropin untuk dosis efektif dan 2x dosis efektif, dua kelompok diberi jamu kesuburan A dengan dosis efektif dan 2x dosis efektif, dan dua kelompok yang diberi jamu kesuburan B untuk dosis efektif dan 2x dosis efektif. Perlakuan diberikan selama 3 siklus estrus berturut-turut. Parameter yang diukur adalah status hematologi (eritrosit, hemoglobin, dan leukosit), fungsi hati (kadar SGOT dan SGPT), dan fungsi ginjal (kadar ureum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu kesuburan memperbaiki parameter hematologis, memperbaiki fungsi hati, dan mengoptimalkan fungsi ginjal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian jamu kesuburan selama tiga siklus estrus berturut-turut tidak mengganggu fungsi fisiologis tubuh bahkan terbukti memperbaiki parameter hematologis, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Kata kunci: Jamu kesuburan, parameter hematologis, fungsi ginjal, fungsi hati, tikus betina 
Formulasi Tablet Hisap Yang Mengandung Ekstrak Akar Ginseng Korea (Panax ginseng C. A. Meyer) Dan Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB.) Gozali, Dolih; Susilawati, Yasmiwar; Simorangkir, T.P.H.; Utami, Nadya Firdianna
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.474 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.233

Abstract

ABSTRACT: The aims of this research is to find the best organoleptically acceptable formula of lozenges that contain ginseng and curcuma extract. Lozenges were prepared using wet granulation method with variation in concentration of sweetener (aspartame) and citric acid, i.e. for formula I aspartame 1% and citric acid 3%, formula II aspartame 0,75% and citric acid 4%, formula III aspartame 0,5% and citric acid 5%, and formula IV without aspartame and citric acid. The result of quality test of the tablets showed that tablets have a good quality and complied with the requirement. Thin Layer Chromatography indicated that all formulas still contain active ingredients from ginseng and curcuma extract after formulation process. Organoleptic test showed that formula II is the most suitable compared to the other three formulas. Keywords: formulation, lozenges, ginseng, temulawak, Panax ginseng, Curcuma xanthorrhiza ABSTRAK : Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan formula tablet hisap yang mengandung ekstrak Ginseng Korea (Panax ginseng C. A. Meyer) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB.) yang dapat diterima oleh masyarakat. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi pemanis (aspartam) dan asam sitrat, yaitu untuk formula I aspartam 1% dan asam sitrat 3%, formula II aspartam 0,75% dan asam sitrat 4%, formula III aspartam 0,5% dan asam sitrat 5%, dan formula IV tanpa aspartam dan asam sitrat. Pengujian kualitas tablet menunjukan bahwa tablet memiliki kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan. Hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak ginseng dan temulawak masih terdapat dalam tablet hisap. Hasil uji kesukaan yang dilakukan terhadap 30 responden menunjukan bahwa formula II lebih disukai dibandingkan ketiga formula lainnya. Kata kunci: formula, tablet hisap, ginseng, temulawak, Panax ginseng, Curcuma xanthorrhiza 

Page 2 of 3 | Total Record : 24