cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Papan Partikel dari Pelepah Kelapa Sawit Sulistyowati, Nurul Aini
Jurnal Permukiman Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.29-37

Abstract

Limbah padat kelapa sawit yang tersedia berupa tandan kosong, pelepah, cangkang dan batang kelapa sawit. Setiap pemanenan buah kelapa sawit harus dilakukan pemotongan pelepah seban yak 2-3 buah per tandan kelapa sawit. Pemanfaatan pelepah ini belum optimal, karena hanya dibiarkan membusuk di kebun. Dalam penelitian ini akan memanfaatkan pelepah kelapa sawit seba gai bahan baku dalam pembuatan papan partikel guna mendapatkan sifat fisis dan mekanisnya. Kadar air, kerapatan, dan pengembagan tebal berturut-turut sebesar 12,60 %, 0,52 g/cm3 dan 21,20 % untuk kadar perekat 10 %, sedangkan untuk kadar perekat 12 % sebesar 13,90 %, 0,56 g/cm3 dan 12,60 %. Sifat mekanis modulus patah dan modulus elastisitas papan partikel pada kadar perekat 10 % sebesar 24 kg/cm2 dan 5,041 kg/cm2. Sementara pada kadar perekat 12 % sebesar 51,5 kg/cm2 dan 8.906 kg/cm2.
Analisis Kinerja Peredam Viscoelastis di antara Dua Sub Sistem Struktur Nuraini, Nuraini
Jurnal Permukiman Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.38-45

Abstract

Peredam viscoelastis yang akan dibahas dalam tulisan ini tidak dipasang pada sistem pen gaku ban gunan seperti yang umum dilakukan tetapi sistem peredam ini dipasang diantara dua sub sistem struktur dibawah pembebanan gaya gempa yaitu pada tiap level lantai yang men ghubungkan dua buah ban gunan. Ada empat model struktur yang akan dibahas lebih lanjut yaitu tiga model struktur dengan peredam viscoelastis dan satu model struktur tanpa peredam viscoelastis. Analisis pertama yang dilakukan adalah memodelisasi masing-masing sub sistem struktur berderajat kebebasan banyak (Multi Degree Of Freedom = MDOF) menjadi sub sistem struktur berderajat kebebasan tunggal (Single Degree Of Freedom = SDOF) dengan menerapkan metode Rayleigh Ritz. Selanjutnya, disusun persamaan gerak untuk seluruh sistem dengan menerapkan prinsip Newton, D’Alembert dan Hooke. Persamaan dinamik ini diselesaikan secara analisis riwayat waktu (Time History Analysis) dengan men ggunakan Average Acceleration Method. Metode ini dipiih karena konvergensi, stabiitas dan akurasinya jauh lebih baik bila dibandingkan dengan metode-metode lain. Selanjutnya respon struktur yang berupa perpindahan, kecepatan dan percepatan dilakukan terhadap empat model struktur, simulasi parametrik dengan memvariasikan karakteristik dinamik masing-masing sub sistem struktur dan peredam viscoelastis dilakukan untuk men getahui kinerja peredam viscoelastis dalam mereduksi efek gempa bumi pada struktur ban gunan. Untuk mempermudah proses analisa tersebut maka dibuat pemrograman dengan men ggunakan software MATLAB® versi 6.1.0.450 Release 2.1.
Struktur dan Kinerja Industri Konstruksi Nasional: Pendekatan Analisis Input-Output Wibowo, Andreas
Jurnal Permukiman Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.55-66

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan struktur dan kinerja sektor industri konstruksi sebelum dan setelah krisis moneter 1997/8 secara kuantitatif men ggunakan model input-output (I-O). Data yang digunakan adalah data I-O tahun 1990, 1995, 2000, dan 2003 dari Badan Pusat Statistik. Analisis I-O menunjukkan tidak terjadi perubahan berarti dalam hal efisiensi, permintaan akhir, bilangan pen gganda output dan input serta upah dan gaji. Perubahan yang cukup substansial hanya terjadi pada pen gganda tenaga kerja yang bisa diserap untuk setiap unit permintaan terhadap sektor konstruksi dan rasio nilai tambah bruto dan output yang dihasilkan. Statistik yang ada menunjukkan bahwa industri konstruksi nasional tampaknya sudah kembali ke kin erjanya semula.
Model Pengembangan Hunian Vertikal Menuju Pembangunan Perumahan Berkelanjutan Murbaintoro, Tito; Ma'arif, M. Syamsul; Sutjahjo, Surjono H.; Saleh, Iskandar
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.72-87

Abstract

Pengembangan hunian vertikal di Kota Depok merupakan salah satu alternatif strategi memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mengurangi backlog, dan mengoptimalkan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pengembangan hunian vertikal menuju pembangunan perumahan berkelanjutan dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan perumahan bagi MBR. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis statistika, analisis finansial, analisis input-output (I-O), dan analisis sistem dinamik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Depok memiliki potensi minat yang besar terhadap hunian vertikal namun tingkat keterjangkauan terutama MBR masih sangat rendah. Untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat dalam memiliki hunian, maka peran pemerintah sangat diperlukan terutama dalam pemberian bantuan dan insentif kepemilikan hunian. Pembangunan perumahan juga memberikan dampak ganda (multiplier effect) terhadap pembangunan di Kota Depok dan daerah sekitarnya. Dampak tersebut antara lain tingginya pembangunan perumahan, meningkatnya pendapatan masyarakat, dan  tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja akibat pembangunan perumahan.  Peningkatan kebutuhan jumlah hunian, serta backlog perumahan di Kota Depok menunjukkan kecenderungan pertumbuhan mengikuti kurva eksponensial pada tahun simulasi 2001 sampai tahun 2025. Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat di Kota Depok khususnya MBR dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan mempertahankan ketersediaan lahan RTH pada tingkat tertentu, skenario yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan RTH sampai pada luasan 5000 ha, dengan mendorong pertumbuhan hunian vertikal melalui subsidi bunga sebesar 8% dan subsidi uang muka sebesar Rp 10.000.000 – Rp 13.000.000.
Peningkatan Peran Lembaga Lokal dalam Rangka Pembangunan Permukiman di Perdesaan Prihandono, Aris
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.88-101

Abstract

Pelibatan kelembagaan lokal tingkat desa dalam pembangunan perumahan dan permukiman sangat relevan dengan situasi saat ini karena kapasitas dan kapabilitas lembaga-lembaga formal yang ada sangat terbatas. Sekalipun demikian upaya tersebut harus disertai langkah seleksi yang hati-hati karena terkait dengan internalisasi muatan baru.  Hasil kajian adalah bahwa sejumlah kriteria dapat dijadikan referensi dalam pemilihan lembaga, yakni: tingkat kemapanan, kondisi unsur-unsur kelembagaan, serta efektivitas organisasi. Selanjutnya dilakukan penyusunan substansi dan metode pemberdayaan setelah tipe-tipe kelembagaan dan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja lembaga diketahui. Bentuk pemberdayaan dapat berupa asistensi, fasilitasi, atau promosi. Sedangkan materi pemberdayaan meliputi tiga hal, yaitu materi umum, yakni materi yang diperlukan dalam proses peningkatan wawasan pengelola lembaga tanpa membedakan tipologi lembaga; materi inti adalah materi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peningkatan kapasitas dan sinergi lintas program; materi penunjang adalah materi dasar yang secara normatif harus sudah dikuasai oleh calon peserta. 
Pembangunan Rumah Susun dalam Mendukung Aktivitas Ekonomi Perkotaan (Studi Kasus Kota Bandung) Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.102-109

Abstract

Konsep dasar pembangunan rumah susun perkotaan adalah penataan ruang yang menghasilkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat dengan penggunaan lahan yang efisien.  Masalahnya adalah pembangunan rumah susun tidak pernah memperhitungkan kelompok-kelompok sasaran secara  jelas. Padahal aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan di kota-kota besar Indonesia pada umumnya didukung dan digerakkan oleh berbagai kelompok dan strata  sosial ekonomi masyarakat yang beragam.  Kajian ini mengidentifikasi struktur aktivitas ekonomi penduduk mayoritas dan  kecenderungannya dalam membentuk & membangun pola-pola aktivitas ekonomi perkotaan, serta pembangunan rumah susun yang seperti apa yang dapat  mendukung aktivitas ekonomi perkotaan tersebut.  Kajian ini menggunakan data statitistik, dan metoda yang digunakan adalah metoda penelitian induktif.  Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa ternyata aktivitas yang dominan  penduduk  Kota Bandung  bergerak di sektor  perdagangan dan industri pengolahan, terutama industri pengolahan skala rumah tangga sektor non formal.  Oleh sebab itu pembangunan rumah susun sebaiknya diarahkan secara terintegrasi untuk mendukung dan mengakomodasi kebutuhan ruang sebagai unit hunian dan  sebagai ruang ekonomi produktif perkotaan di  Kota Bandung. 
Komparasi Nilai Partial-OTTV pada EAST-WALL berbasis U-VALUE= 2,6 dengan U-VALUE= 1,6 Winaktoe, Wied Wiwoho
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.121-127

Abstract

Secara teoritik, dinding-Timur (obyek simulasi) iklim tropika-lembab dipersyaratkan untuk memiliki nilai u-value = 2,0 yang sebenarnya sulit tercapai karena struktur dinding yang popular (plester-bata-plester) cenderung memiliki u-value = 2,6. Peningkatan kuantitas u-value tersebut terkait dengan penurunan kuantitas resistance value (R) melalui hubungan 1/R = u-value; hal ini berarti bahwa nilai-resistensi dinding akan (selalu) sulit menahan laju transfer-panas (OTTV-partial). Riset ini ditujukan untuk mendefinisikan dampak u-value > 2,0 (yakni 2,6) atau u-value < 2,0 (yakni 1,6) terhadap OTTV-partial, kasus dinding-Timur bangunan gedung. Prosedur riset mencakup sejumlah tahapan, yakni: (a) model dinding-Timur yang bernilai u-value >2 (yakni 2,6) dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50; (b) model dinding-Timur yang bernilai u-value < 2 (yakni 1,6)  dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50, (c) dinding-Timur dengan u-value=2,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 21,28 W/m2, (d) dinding-Timur dengan u-value=1,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 12,95 W/m2.  Konklusi: U-value < 2 menghasilkan partial OTTV lebih kecil ketimbang u-value > 2; oleh karena itu struktur ber-u-value < 2 menerima transfer-panas parsial jauh lebih kecil karena memiliki resistensi panas yang jauh lebih besar
Metode Analisa Data Variabel Sosial Bidang Permukiman Rosa, Yulinda
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.128-139

Abstract

Pembangunan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan adalah suatu konsep pembangunan dengan mempertimbangkan tiga pilar yaitu: ekonomi, sosial dan lingkungan. Analisa sosial merupakan hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan pembangunan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan. Terdapat dua metode analisa data secara statistik yaitu deskriptif dan induktif. Metode analisa deskriptif merupakan tahap awal untuk melakukan analisa induktif. Hasil analisa deskriptif memberikan gambaran untuk sejumlah objek yang diteliti, tidak dapat digeneralisasi untuk kelompok yang lebih besar. Data variabel sosial bidang permukiman merupakan data kualitatif. Untuk data variabel sosial bidang permukiman yang diukur melalui kuesioner tertutup terstruktur, analisa deskriptif dilakukan dengan terlebih dahulu membuat distribusi frekwensi. Beberapa metode yang biasa digunakan  dalam pembuatan distribusi frekwensi variabel sosial, diantaranya adalah dengan menggunakan nilai skor kumulatif dari seluruh item yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut, dan metode strugle’s.    Ukuran letak dan ukuran penyebaran yang digunakan dalam analisa deskriptif data kualitatif variabel sosial bidang permukiman adalah rata-rata, modus, persentase, proporsi sebagai ukuran letak, sedangkan ukuran penyebaran diukur melalui nilai range (selisih nilai terbesar dan terkecil). Ukuran rata-rata dalam analisa data kualitatif variabel sosial bidang permukiman diwakili melalui ukuran modus. Metode analisa deskriptif  yang digunakan dalam pembahasan ini adalah melalui  pembuatan distribusi frekwensi dengan menggunakan nilai skor kumulatif seluruh item yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut.
Keefektifan Pengolahan antara Abu Terbang dengan Karbon Aktif Terhadap Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Berat Air Lindi Sampah Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.139-147

Abstract

Penelitian pengolahan air lindi sampah dengan menggunakan abu terbang dan karbon aktif pada dosis tertentu dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mott dan Weber (1992), Viraraghavan dan Alfaro (1994), Vijender Sahu , R. P. Dahiya, K. Gadgil .(2005), yang menghasilkan bahwa abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK, warna dan logam berat air buangan rumah tangga. Penelitian eksperimental di laboratorium dilakukan dengan pengadukan abu terbang dan karbon aktif dengan air lindi sampah pada kecepatan 100 rpm selama satu jam, pada dosis 15, 25, 35, 50, 100 dan 150 mg/liter. Hasil pengadukan didiamkan selama 30 menit lalu diperiksa Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Beratnya. Efektifitas abu terbang dan karbon aktif ditentukan pada perbandingan persentase perubahan parameter air baku dengan air hasil pengadukan air lindi sampah dengan abu terbang dan karbon aktif. Dari analisis data atau pembahasan ternyata dengan pemakaian abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK sampai 100 %, dapat menurunkan kandungan  warna  sampai 99,72 %,  menambah kandungan  Fe sebesar 27,39%, menurunkan kandungan Zn sampai  91,57 %, dan menurunkan kandungan Cu sebesar 94,02 %, sedangkan dengan pemakaian karbon aktif penurunan KOK hanya 4,62 %, memperbesar kandungan warna, sebesar 14,47 %, menurunkan kandungan Fe sampai 27,65 %, menurunkan kandungan Zn  hanya 40,76 %, menurunkan kandungan Cu hanya 21,31%. Jadi pemakaian abu terbang akan lebih efektif dalam menurunkan KOK, warna, Zn,dan  Cu air lindi, sedangkan karbon aktif lebih efektif dalam menurunkan Fe air lindi. 
Peningkatan Mutu Agregat Ringan Buatan untuk Beton Ringan Struktural Husin, Andriati Amir; Sugiharto, Bambang
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.1-4

Abstract

Kegagalan yang sering terjadi pada pembuatan beton ringan buatan untuk beton ringan struktural akhir-akhir ini disebabkan pemilihan bahan baku yang tidak memenuhi persyaratan. Masalah ini apabila tidak diatasi segera akan menghambat kelancaran penyediaan bahan bangunan terutama untuk perumahan dan bangunan bertingkat. Penelitian peningkatan mutu agregat ringan dimaksudkan untuk mengembangkan agregat ringan buatan dan bertujuan untuk mendapatkan inovasi teknologi dalam pembuatan agregat ringan untuk beton ringan struktural menggunakan bahan baku lempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempung dengan bahan tambahan batu obsidian dan pembakaran sampai kondisi sintering dapat menghasilkan agregat ringan yang memenuhi persyaratan untuk pembuatan beton ringan struktural. Untuk campuran menggunakan 30% batu obsidian dan temperatur pembakaran 1150oC. Nilai 10% kehalusan  diperoleh sebesar 9,27% dan hasil uji kuat tekan benda uji selinder beton umur 28 hari mencapai 26,03 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan bahan lain  dan pengaturan temperatur pembakaran dapat meningkatkan mutu agregat ringan buatan. Disarankan bahwa dalam penggunaan bahan baku sebaiknya dilakukan analisis dahulu agar dapat  memenuhi persyaratan.Â