cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Kata Pengantar - Daftar Isi ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

USULAN KLASIFIKASI NILAI SERVIS KIPAS ANGIN TUMPU DIAMETER 40 CM DI INDONESIA; PROPOSED CLASSIFICATION OF 40 CM DIAMETER PEDESTAL FAN SERVICE VALUE IN INDONESIA Fitarto, Tweeda Augusta; Pribadi, Dwi Rahmasari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 1 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan usulan klasifikasi kipas angin tipe tumpu berdiameter 40cm berdasarkan nilai servisnya. Sampel yang digunakan merupakan kipas angin tumpu yang dipasarkan di Indonesia dan dipilih secara acak. Dua model dari lima merek kipas angin digunakan dalam kajian ini dengan spesifikasi diameter baling-baling sebesar 40 sentimeter, tegangan kerja 220 Volt dan frekuensi kerja 50Hz. Sedangkan spesifikasi daya listrik masing-masing merek berbeda, tergantung kepada pabrikannya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode eksperimen berupa pengukuran parameter kecepatan angin dan daya listrik yang digunakan setiap sampel kipas angin sesuai dengan metode yang terdapat dalam klausul 9 IEC 60879. Sedangkan metode komparatif diperlukan untuk melihat simpangan nilai servis kipas angin tumpu yang didapat dari metode sebelumnya terhadap nilai servis yang dimiliki negara-negara lain terkait dengan program Barrier Removal To The Cost-Effective Development And Implementation Of Energy Efficiency Standards And Labeling (BRESL). Rentang nilai servis yang didapat kemudian dikelompokkan berdasar tingkatan efisiensi sesuai SNI 04-6958-2003. This paper presents a classification proposal for of pedestal electric fans based on their service value. Samples which is used in this study are available and sold in Indonesia and are randomly selected from market. Two models of five brands of pedestal electric fan with the specification propeller diameter of 40 centimeters, the working voltage of 220 Volts and a frequency of 50Hz, are used in this study. There are two methods used in this study, experimental method is needed to obtain the data of wind speed, power needed by electric fans. This method is done in accordance with clause 9 of IEC 60879. While the comparative method is needed to see the closeness of the electric fan’s service value as result of previous method with the ones that are established by several other regional country do with the program Barrier Removal To The Cost-Effective Development And Implementation Of Energy Efficiency Standards And Labeling (BRESL). These  service values then were classified according to the SNI 04-6958-2003’s four levels of efficiency values
Cover Belakang Vol.9 No.1 2010 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI LIMBAH LAMPU HEMAT ENERGI DI INDONESIA Susila, I Made Agus Dharma; Magdalena, Medhina; Sihombing, Adolf Leopold
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 2 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah studi dilakukan untuk memperkirakan potensi limbah elektronik dari lampu hemat energi (LHE) di Indonesia dengan menggunakan model logistik dan analisis aliran material untuk memperkirakan laju penetrasi dan jumlah LHE yang dikonsumsi di masa depan. Data historis menunjukkan bahwa penetrasi LHE di masyarakat meningkat lebih dari 20 kali di tahun 2011 dibandingkan dengan penetrasi di tahun 2000. Diperkirakan penetrasi LHE ini akan terus meningkat tajam sampai dengan tahun 2020 dan setelah tahun 2020 hingga tahun 2030 akan tetap terjadi peningkatan tetapi nilainya relatif kecil. Di tahun 2020, laju penetrasi LHE diperkirakan sekitar 7,2 unit per rumah tangga dan di tahun 2030 menjadi sekitar 7,94 unit per rumah tangga. Peningkatan penjualan LHE juga diperkirakan terjadi hingga tahun 2030 yaitu sekitar 578 juta unit dan limbah LHE terbuang sekitar 570 juta unit. Secara kumulatif, limbah LHE terbuang hingga tahun 2030 diperkirakan sekitar 9.068 juta unit dan limbah merkuri yang menyertainya sekitar 45 ton. This study is carried out to investigate the electrical and electronic waste of compact fluorescent lamps (CFLs) in Indonesia. Logistic models and material flow analysis (MFA) are applied to forecast the future penetration rate and quantity of CFLs. The historical data shows that the CFLs penetration increased more than 20 times from 2000 to 2011. It is forecasted that the penetration of CFLs will still increase until 2020 and will be relatively flat after 2020. In 2020, penetration rate of CFLs is about 7.2 units per household and in 2030 it is about 7.94 units per household. The sale of CFLs in 2030 is estimated about 578 million units and the number of disposed CFLs is about 570 million units. Cumulatively, the disposed CFLs are about 9,068 million units in 2030 and mercury contained in the waste is about 45 tones.
Cover Depan Vol.10 No.1 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS INVENTARISASI DAUR HIDUP PENGEMBANGAN SUMUR DI LAPANGAN PANAS BUMI WAYANG WINDU, JAWA BARAT; LIFE CYCLE INVENTORY ANALYSIS OF GEOTHERMAL WELL DEVELOPMENT IN WAYANG WINDU FIELD, WEST JAVA Susila, I Made Agus Dharma
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 2 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis semua masukan baik energi maupun material yang dibutuhkan dalam pemboran sumur di lapangan panas bumi Wayang Windu yang selanjutnya disusun sebagai inventarisasi daur hidup pengembangan sumur panas bumi Indonesia. Sejumlah 33 sumur di lapangan panas bumi Wayang Windu dianalisisis kebutuhan bahan bakar diesel, baja untuk selubung sumur, semen penguat selubung, air, barit dan bentonit. Indikator dampak yang dianalisa dari tiap masukan adalah potensi perubahan iklim berupa emisi CO2 –e, dampak eutrofikasi berupa emisi PO43- -e, dan emisi SO2 –e sebagai indikator dampak pengasaman atau asidifikasi. Unit fungsional yang digunakan dalam studi ini adalah meter dari kedalaman sumur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa emisi CO2 –e, PO43- -e, dan SO2 –e pada kedalaman pemboran sumur dari 1.000 hingga 3.000 meter secara berurutan adalah 1.428 – 3.102 ton, 2,8 - 6,6 ton, dan 9,6 – 25,3 ton. Kontributor utama dari emisi-emisi untuk semua indikator dampak dalam pemboran sumur panas bumi adalah bahan bakar diesel yaitu lebih dari 54%, diikuti oleh baja dan semen. Sebaliknya, kontribusi lumpur pemboran yang komposisi utamanya terdiri dari air, barit dan bentonit, sangat kecil yaitu di bawah 1%. Intensitas emisi untuk masing-masing indikator dampak per kedalaman sumur secara berturut-turut adalah 1,0 -1,4 t/m, 0,002 – 0,003 t/m dan 0,008 – 0,010 t/m. This study is meant to analyze inputs both energy and materials which are required on geothermal well drilling in Wayang Windu field.  These inputs then are composed as life cycle inventory of geothermal well development in Indonesia. A number of 33 wells in Wayang Windu geothermal field are analyzed for requirements of fuel, steel for casing, cement, water, barite, and bentonite. The impact indicators which are analyzed are global warming potential as CO2 -e emissions, eutrophication as PO43- -e emissions, and acidification as SO2 –e emissions. Functional unit applied in the study is meter of well depth.  The results show that drilling well with depth of 1,000 to 3,000 m emit CO2 –e, PO43- -e, and SO2 –e about 1,428 – 3,102 t, 2.8 -6.6 t, and 9.6 – 25.3 t, respectively. The main contributors of these emissions are diesel fuel, followed by steel and cement. On the other hand, contribution of drilling mud consisting of water, barite and bentonite, is small, less than 1%. Emission intensity of well for each impact indicator are 1.0 -1.4 t/m, 0.002 – 0.003 t/m and 0.008 – 0.010 t/m, respectively.
PENILAIAN TEGANGAN SENTUH DAN TEGANGAN LANGKAH DI GARDU INDUK KONVENSIONAL DAN BERISOLASI GAS; EVALUATION OF TOUCH AND STEP VOLTAGES IN CONVENTIONAL AND GAS INSULATED SUBSTATION Baldi, Gery; Rasyid, Harun Al
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 2 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keamanan desain sistem pembumian grid pada gardu induk konvensional (outdoor) dan berisolasi gas (indoor) bagi manusia apabila terjadi gangguan. Kajian dilakukan dengan membandingkan antara tegangan mesh dan tegangan langkah maksimum dengan tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diizinkan. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai tegangan mesh dan tegangan langkah maksimum pada Gardu Induk (GI) Gambir Lama sebesar 450 volt dan 182 volt, sedangkan pada Gas Insulated Substation (GIS) Senayan Baru sebesar 774 volt dan 443 volt. Kemudian nilai tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diijinkan untuk manusia dengan berat 50 kg sebesar 476 volt dan 1557 volt pada GI gambir Lama, sedangkan pada GIS Senayan Baru sebesar 836 volt dan 2851 volt. Sementara itu untuk manusia dengan berat 70 kg, tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diijinkan adalah sebesar 644 volt dan 2107 volt pada GI Gambir Lama, serta 1131 volt dan 3859 volt pada GIS Senayan Baru. Berdasarkan hasil tersebut maka desain GI Gambir Lama dan GIS Senayan Baru dapat dinyatakan aman terhadap manusia yang berada didekatnya apabila terjadi gangguan, karena nilai tegangan mesh dan tegangan langkah maksimumnya lebih kecil dari tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diijinkan. This study aimed to assess the safety of grounding grid design system on a conventional substation (GI, outdoor) and gas insulated substation (GIS, indoor) to humans in the event of disruption . The study was conducted by comparing the mesh and the maximum step voltages with the touch and step voltages are permitted . The value of the mesh and maximum step voltages at the GI Gambir Lama are 450 volt and 182 volt , while at the GIS Senayan Baru are 774 volt and 443 volt . Then the value of the touch and step voltages allowable for a person weighing 50 kg are 476 volt and 1557 volt on the GI Gambir Lama , while in GIS Senayan Baru are 836 volt and 2851 volt . Meanwhile, for a person weighing 70 kg , the touch and step voltages allowable is equal to 644 volt and 2107 volt at GI Gambir Lama, and 1131 volt and 3859 volt at GIS Senayan Baru. Based on these results, the design of GI Gambir Lama and GIS Senayan Baru can be declared safe for the people they are close in the event of disruption , because the value of the mesh and the maximum step voltages are smaller than the touch and step voltages are permitted .
Pengantar Redaksi - Daftar Isi ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

METODA PENENTUAN NILAI FREKUENSI DAN NILAI KAPASITOR MINIMUM GENERATOR INDUKSI PHASA TIGA BERPENGUATAN SENDIRI Zuhaidi, Zuhaidi; Irawati, Rina; Azri, Azri
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan pembangkit energi non-konvensional membuat generator induksi mendapat prioritas karena biaya yang lebih murah, brushless rotor dan juga tak memerlukan sumber DC. Untuk menjadikan generator induksi ber-eksitasi sendiri, dibutuhkan kapasitor sebagai sumber eksitasi, yang besarnya dapat ditentukan dengan metoda impedansi loop. Penentuan nilai kapasitor dengan menggunakan metoda impedansi loop akan menghasilkan dua buah persamaan real dan imajiner. Selanjutnya dapat ditentukan nilai frekuensi dan nilai kapasitor minimum yang diperlukan untuk masing-masing nilai reaktansi magnetisasi jenuh dan reaktansi megnetisasi maksimum. Pengujian dilakukan pada kecepatan 0.8, 0.9, 1 pu dan tahanan beban 1.25, 1,838, ∞ pu. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa frekuensi berbanding lurus dengan tahanan beban dan kecepatan putar generator sedangkan nilai kapasitor berbanding terbalik dengan tahanan beban dan kecepatanputar generator.
Appendix Vol.11 No.1 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 11 of 15 | Total Record : 147