cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN ENERGI ARUS LAUT SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK Firmansyah, Arfie Ikhsan; Pranoto, Bono; Nasruddin, Nasruddin
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi baru terbarukan (renewable) bisa menjadi salah satu solusi keterbatasan energi fosil.Energi arus laut merupakan energi terbarukan yang diakibatkan oleh pasang surut air laut. Penelitian ini mengkaji Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLT-Arus Laut) yang sesuai dengan karakteristik arus laut di Indonesia. Data yang digunakan pada peneltian adalah data hasil pengukuran arus laut di selat toyapakeh, selat pantar dan selat larantuka yang dimiliki Puslitbangtek Geologi Kelautan (PPPGL). Berdasarkan studi penentuan lokasi PLT-Arus Laut pada aspek teknis dan aspek sosial ekonomi pada tiga lokasi, maka potensi arus laut di selat larantuka memiliki poin tertinggi dikuti selat toyapakeh dan selat pantar. Perancangan turbin dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk jenis turbin vertical axis tipe Gorlov dan Darrieus berkapasitas 1 kW dengan memvariasikan kecepatan arus dan putaran bilah turbin. Hasil penelitian menunjukkan rancangan turbin gorlov dapat menghasilkan energi listrik pada kecepatan arus laut rendah (cut in speed) 0.3 m/s dan pada kecepatan arus laut 1.2 m/s daya rotor yang dihasilkan mencapai design capacity sebesar 1 kW. Renewable energy is used to solve limitation non-renewable energy. The Ocean Currents Energy is renewable energy caused by tides. This study examined the ocean currents power plant that corresponds to the characteristics of ocean currents in Indonesia. The measurement data used in this research is ocean currents in the Toyapakeh, Pantar and Larantuka strait owned R & D Center Marine Geology (PPPGL). Based on a study determining the current location of Ocean Current power plant on the technical aspects and the socio-economic aspects of the three locations, the potential of ocean currents in the strait has the highest points is Larantuka strait. The design of the turbine performed using Computational Fluid Dynamics (CFD), type of turbine were Darrieus and Gorlov turbine with capacity of 1 kW with ocean current speeds and blade rotation variation . The results showed that design of the Gorlov turbine could produce electrical energy at low speed of ocean currents (cut-in speed) 0.3 m / s and the rotor power generated reached the design capacity of 1 kW at the ocean current speed of 1.2 m / s rotor.
ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN PANAS BUANG PLTG UNTUK PEMBANGKIT DAYA ; POTENTIAL UTILIZATION ANALYSIS OF WASTE HEAT FROM GAS POWER PLANT FOR INCREASING POWER Suntoro, Dedi; Konitat, Nina; Ahadi, Khalif
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 1 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas daya terpasang seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Indonesia adalah 3.591 MW atau 9,6% dari total pembangkit listrik. Suatu PLTG umumnya memiliki efisiensi 25 - 30% sehingga energi panas yang terbuang dari PLTG mencapai sekitar 60-70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya dari panas buang PLTG, peningkatan efisiensi yang didapat setelah memanfaatkan sisa panas buang PLTG untuk pembangkit daya, serta kriteria kelayakan ekonomi dari pemanfaatan panas buang untuk pembangkit daya di PLTG Pesanggaran Bali. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan analisis termodinamika menggunakan paket program Cycle Tempo, kemudian melakukan analisis ekonomi untuk mengetahui kriteria kelayakan ekonomi dari pemanfaatan panas buang untuk pembangkit daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panas buang dari PLTG Unit 1, 2, 3, dan 4 Pesanggaran Bali dapat dimanfaatkan untuk pembangkit daya dengan siklus kogenerasi menggunakan siklus uap Rankine atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Peningkatan efisiensi setelah pemanfaatan sisa panas buang PLTG untuk pembangkit daya adalah 46,46% dari efisiensi semula. Kriteria kelayakan ekonomi untuk pemanfaatan panas buang PLTG untuk pembangkit daya adalah nilai NPV (Net Present Value) untuk masing-masing PLTG yang bernilai positif, IRR (Internal Rate of Return) untuk PLTG Unit 1 dan PLTG Unit 2 adalah 49%, sedangkan PLTG Unit 3 dan PLTG Unit 4 adalah 57%. Payback period PLTG Unit 1 dan PLTG Unit 2 adalah 2,6 tahun sedangkan PLTG Unit 3 dan PLTG Unit 4 adalah 2,2 tahun. Installed power capacity of the entire natural gas power plant in Indonesia is 3,591 MW or 9.6% of total electricity generation. Natural gas power plant generally has an efficiency of 25-30%, therefore wasted heat energy from the power plant reaches about 60-70%. This study aims to determine the power potential of waste heat natural gas power plant, knowing the increased efficiency gained after utilize the waste heat for power generation, and to analyze the criteria for the economic feasibility of waste heat utilization for power generation at Pesanggaran Bali power plant. The Cycle Tempo program was employed to do the thermodynamic analysis. The results showed that the waste heat from the PLTG Units 1, 2, 3, and 4 can be utilized for power generation with cogeneration cycle using steam Rankine cycle (steam power plant). Efficiency value was increase 46.46% from the original, after utilizisation of the waste heat for power generation. As for the economic feasibility, the criterias have to meet the following requirements, i.e. NPV (Net Present Value) values obtained for each power plant is positive, IRR (Internal Rate of Return) for Natural gas power plant Unit 1 and Unit 2 is 49%, and for Natural gas power plant Unit 3 and Unit 4 is 57%. The payback period for Natural Gas power plant Unit 1 and Unit 2 is 2.6 years, and for Natural Gas power plant Unit 3 and Unit 4 is 2.2 years.
PERBANDINGAN METODA INTERPOLASI INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOUR, DAN SPLINE UNTUK PERAPATAN DATA PETA POTENSI ENERGI SURYA; COMPARISON OF INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOUR, AND SPLINE INTERPOLATION METHODS FOR DOWNSCALING DATA OF SOLAR ENERGY POTENSIAL MAP Fitri, Silvy Rahmah; Saadudin, Edi; Pranoto, Bono
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 1 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan energi surya Indonesia memerlukan arahan berupa informasi wilayah yang cocok untuk pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Beberapa situs telah menyediakan sumber data radiasi surya hasil pencitraan dan pengukuran satelit yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan  untuk memperkirakan data radiasi pada interval tertentu. Data radiasi surya tersebut sulit dimanfaatkan secara langsung dikarenakan data yang memiliki rentang interval yang terlalu jauh. Diperlukan interpolasi untuk mendapatkan informasi yang lebih detail untuk area yang lebih kecil. Interpolasi adalah salah satu metoda yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Pada kajian ini, dibandingkan 3 metoda interpolasi sebagai pendekatan. Interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW), Natural Neighbour, dan Spline digunakan untuk merapatkan data dari 110 km menjadi 7 km. Hasil interpolasi kemudian dibandingkan dengan data pengukuran langsung di permukaan. Melalui perhitungan korelasi antara data hasil interpolasi dengan data pengukuran langsung, maka didapatkan bahwa metoda interpolasi spline memiliki tingkat presisi yang lebih baik dibandingkan dengan interpolasi IDW ataupun Natural Neighbour. The development of solar energy in Indonesia requires the referral of information of region suitable for installation of solar power plants ( PV Plan ) . Some sites has provides a source of solar radiation data which are resulted by satellite imagery and measurement that can be used as reference to  estimate the radiation data at specific intervals. Solar radiation data is difficult to use directly since the data has a range of intervals that are too far away. It needs interpolation to obtain more detailed information for smaller areas. Interpolation is one method that can be used to achieve the goal. In this study, three interpolation methods are compared. Interpolation Inverse Distance Weighted (IDW), Natural Neighbour, and Spline are used to dense the data from 110 km to 7 km. The interpolation results then compared with the direct measurement data on the surface. Through the calculation of the correlation between the data of interpolation results with direct measurement data, it was found that spline interpolation method has better precision than the IDW or Natural Neighbour interpolation.
ANALISIS KINERJA PLTU INDRAMAYU SEPANJANG TAHUN 2015; PERFORMANCE ANALYSIS OF INDRAMAYU'S COAL-FIRED POWER PLANTS IN YEAR 2015 Widhiatmaka, Widhiatmaka; Gunawan, Yohanes; Simorangkir, Charles Lambok F.; Aman, Mohamad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 2 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subsidi listrik yang semakin besar telah memberatkan pengeluaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk biaya energi. Salah satu cara untuk mengurangi subsidi tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi pada pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit terbesar di Indonesia yang harus ditingkatkan efisiensinya dengan menurunkan heat rate. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kinerja PLTU Indramayu (Jawa Barat) yang mempunyai kapasitas 3x330 MW sepanjang tahun 2015. Metodologi yang digunakan adalah metode heat loss atau metode tidak langsung dan diasumsikan bahwa nilai heat rate yang rendah akan menghasilkan efisiensi yang maksimum. Hasil menunjukkan bahwa dari ketiga unit yang ada, Unit 3 memiliki nilai heat rate terendah yaitu 2.765 kcal/kWh dengan kalori batubara 4.690 kcal/kg dan efisiensi termal tertinggi yaitu 31,1%. Dengan data tersebut dapat dikatakan bahwa PLTU Indramayu tidak efisien yang disebabkan oleh rugi-rugi boiler akibat hilangnya panas pada preheater air. Dua hal penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi PLTU Indramayu adalah kalori batubara dan kebocoran pada komponen-komponen boiler. Kata kunci: heat rate; efisiensi termal; PLTU;  The increasing of electricity subsidy – in terms of energy – has resulted a heavy burden on government spending. One of the key strategies to reduce those burden is generation efficiency. Coal-fired power plant has currently been the largest generating capacity in Indonesia. This paper examines the generation performance in Indramayu’s coal-fired power plant (West Java) in year 2015 which has a total capacity 3x330 MW. The methodology used is the heat loss or indirect method and we assume that the lowest heat rate parameter could produce a maximum efficiency. The results show that among 3 installed units, there was only one units (3rd unit) that the lowest heat rate (2,765 kcal/kWh), using coal callories (4,690 kcal/kg) and highest thermal efficiency about 31.1%. These implies that Indramayu’s power plants in inefficient due to the boiler losses: heat elimination at the water preheater. Two crucial components that are required to increase the Indramayu’s generation capacity, that are coal callories and leakage on boiler components. Keywords: heat rate; thermal efficiency; coal- fired power plan;
ASPEK ENDAPAN (SCALING) PADA RENCANA PLTP SIKLUS BINARI DI LAPANGAN PANAS BUMI DIENG, JAWA TENGAH Sukaryadi, Didi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 1 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endapan (scaling) merupakan masalah yang sering ditemukan pada pembangkit listrik siklus binari, dikarenakan temperatur limbah air panas bumi (brine) yang digunakan sebagai sumber energi sudah pada titik kritis saturasinya, sehingga jika terjadi penurunan tekanan akan mudah sekali terbentuk endapan. Oleh karena itu sebelum digunakan untuk membangkitkan listrik perlu diketahui potensi dan kondisi-kondisi yang dapat mempercepat terjadinya endapan sebagai dasar untuk pengoperasian PLTP Siklus binari. Perhitungan potensi terjadinya endapan (silika, anhidrit dan kalsit) dari brine yang direncanakan akan digunakan sebagai sumber energi pada PLTP siklus binari dilakukan pada kondisi tekanan reservoir kemudian di flash ke tekanan 9,86 bar, 7 bar, 4 bar, dan 1,2 bar. Pengambilan sampel brine dilakukan di PAD sumur HCE-28 dan PAD sumur HCE-7. Hasil analisis dan perhitungan mengindikasikan bahwa potensi terjadinya endapan silika (SiO2) sebesar 140 mg/kg air, anhidrit (CaSO4) sebesar <50 mg/kg air dan tidak berpotensi terjadi endapan kalsit (CaCO3). Penambahan asam sulfat menyebabkan meningkatnya potensi endapan anhidrit, sebaiknya sebelum diinjeksikan kembali ke dalam reservoir pH brine dinormalkan dengan menambahkan NaOH. Scaling is a problem that often found in binary cycles power plant, because the temperature of brine is used as an energy source already at saturation pressure, so if there is a pressure drop will aeasily precipitate. Therefore before using it to generate electricity, the potential and conditions that may accelerate the occurance of sediments as the basis for the operation of the binary cycles power plant is needed to know. Calculation of scaling potential (silica, anhidrite or calcite) from brine which will be used as energy source on binary cycle was done at reservoir pressure condition then were flashed to pressure of 9,86 bar, 7 bar, 4 bar, and 1,2 bar. Brine sampling was done on PAD well HCE-28 PAD well HCE-7. The result of analyzing and calculation indicate that scaling potential are 140 mg/kg water for silica, less than 50 mg/kg water for anhydrite (CaSO4) and calcite (CaCO3) will not deposited. Additional of sulfuric acid causes to increase potential of anhydrite, therefore before reinjection brine into reservoir pH brine should be normalized by additional of NaOH.
PENGARUH WAKTU TINGGAL HIDROLIK TERHADAP PRODUKSI BIOGAS Isdiyanto, Rochman
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan limbah cair industri tapioka secara fermentasi anaerobik telah dapat diterapkan sebagai teknologi produksi biogas. Proses produksi biogas dipengaruhi oleh Waktu Tinggal Hidrolik, yaitu waktu yang diperlukan untuk proses dekomposisi bahan organik dalam limbah cair industri tapioka. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimal proses dekomposisi anaerobik limbah untuk menghasilkan biogas dengan melakukan rekayasa penentuan Waktu Tinggal Hidrolik (WTH) yang bervariasi, yaitu 20, 25, 30 dan 50 hari.Hasil pengamatan menunjukan bahwa rata-rata Laju Penyisihan Total Chemical Oxigen Demand (T-COD) pada WTH 20 hari diketahui sebesar 2.257,5 gr COD/hari atau 82,4% dengan rata-rata Laju Produksi Biogas paling tinggi, yaitu 1.248,9 liter/hari, atau 5 liter/liter air limbah, atau 0,55 liter/gram COD. Komposisi biogas yang dihasilkan pada WTH 20 hari memiliki kandungan CH4 56,22%. Biogas dapat digunakan dengan baik sebagai energi alternatif. 
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI ADSORPSI KINETIK Firmansyah, Arfie Ikhsan; Nasrudin, Nasrudin
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem adsorpsi pada padatan atau sistem adsorpsi fisik banyak sekali digunakan dewasa ini. Sistem adsorpsi digunakan pada sistem penjernihan air, penyerapan limbah, gas storage (penyimpan gas), sistem pendingin, pemurnian gas (gas purification) dan lain-lain. Pada sistem adsorpsi media penyerapnya biasa disebut sebagai adsorben dan zat yang terserap disebut sebagai adsorbat. Efisiensi sistem menggunakan aplikasi adsorpsi ditentukan oleh karakteristik adsorpsi fisik. Alat uji nilai karakteristik adsorpsi fisik berupa kapasitas dan laju penyerapan adsorben menyerap adsorbat pasangannya adalah alat uji adsorpsi kinetik. Alat uji adsorpsi kinetik dirancang dengan metode volumetrik. Perhitungan kapasitas dan laju penyerapan menggunakan persamaan gas ideal. Pengujian unjuk kerja alat uji adsorpsi dilakukan dengan uji repeatibility data dan validasi data menggunakan uji statistik T-berpasangan didapatkan thitung=-379.177. Hasil pengujian hipotesis penelitian diterima pada a=0.05. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat kesamaan data pengujian 1 dan 2 pada taraf signifikan (nyata) 95%.; Adsorption in solid surface is used by research and industrial. Adsorption system has used for water purity, gas storage, cooling system, gas purification etc. In adsorption system, Material orphysic media in conceiving call adsorbent and the material is permeated call adsorbate. Absorbent is material, which is having ability to fasten and maintain liquid or gas. Efficiency of system is using adsorption system, that is determined by adsorption characteriscic. The designed and manufacturing kinetic of adsorption test rig is used by volumetric method, which can be used to calculate characteristic adsorption like capacity and kinetic of adsorption. The data processing is using thermodynamics equation of ideal gas (STP), that is calculating capacity and kinetic of adsorption. The performance of test rig examination is using repeatability of data. The conclusion of examination is using statistical paired-samples T-test. The Result of T-test get thitung=-379.177. that is mean the research hypothesis accepted at a=0.05. Theconclusion of research is have same data between examination 1 and 2 at signification level (real) 95%.
PEMANFAATAN BIOMASSA SEBAGAI BAHAN BAKAR UNTUK PEMBAKARAN KERAMIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GASIFIKASI Pranoto, Bono; Aminuddin, Aminuddin; Kusriadie, Errie; Firmansyah, Arfie Iksan
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 1 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai potensi biomasa yang melimpah yang berasal dari berbagai jenis sumber biomasa. Limbah biomasa yang sudah terkumpul dapat dijumpai di industri yang mengolah hasil pertanian/perkebunan. Salah satu pemanfaatan limbah biomasa yang menjanjikan adalah dengan konversi limbah tersebut menjadi gas bakar melalui teknik gasifikasi biomasa. Dalam paper ini, dipaparkan pengalaman penelitian dan pengembangan teknologi gasifikasi biomassa oleh P3TKEBTKE dalam rangka pemanfaatan energi limbah biomasa. Metodologi penelitian ini adalah uji coba sistem gasifikasi dengan variasi limbah biomassa. Sekam padi, cangkang kelapa, serbuk gergaji dan briket biomassa telah diuji coba dalam reaktor gasifikasi. Gas hasil gasifikasi dimanfaatkan untuk pembakaran keramik di desa Plered, Purwakarta, dengan menggunakan tungku tipe Shuttle Kiln. Gasifikasi dari cangkang kelapa memiliki kandungan gas produser yang tinggi dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembakaran keramik. Jumlah gas metana dalam kandungan gas dari masing-masing bahan bakar mempengaruhi besarnya temperature pembakaran. Penebangan kayu hutan sebagai bahan bakar pembakaran keramik harus dikurangi dengan memanfaatkan cangkang kelapa sebagai bahan bakar menggunakan teknologi gasifikasi. Indonesia has abundant biomass coming from a variety of biomass sources. A large amount of collected biomass waste can be found in agricultural/plantation processing industry. One of the promising biomass waste utilization is by converting the biomass into fuel gas through gasification techniques. This paper describes an experience research and development experience on biomass gasification technology that has been conducted by P3TKEBTKE in Plered, Purwakarta. The methodology of this research is to trial gasification system with biomass feed’s variation. Some biomass wastes like rice husk, coconut shell, sawdust, and biomass briquette were tested in the gasification reactor. The R & D goal is utilization of biomass waste energy to produce gas replacing fossil fuel in ceramic burning using Shuttle Kiln. Producer gas from coconut shell has a high combustible gas content, and can be used as fuel combustion ceramics. The quantity of metana in producer gas from each biomass influence quality of temperature combustion. Forest logging as ceramic fuel combustion should be reduced by using coconut shells as fuel using gasification technology
Front Cover ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALYTICAL DESIGN METHOD OF 3 KW, 200 RPM PERMANENT MAGNET GENERATOR FOR RENEWABLE ENERGY POWER PLANT APPLICATIONS Irasari, Pudji; Alam, Hilman Syaeful; Kasim, Muhammad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 1 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the analytical design method of 3 kW, 200 rpm radial flux permanent magnet generator (PMG) for renewable energy power plant applications. The proposed design method is conducted in two stages, i.e. initiation and validation stages. In the initiation stage, some of the parameters should be specified with values, such as output power, specific magnetic loading, rotation, etc. Results of this stage are detail dimensions of the stator and rotor, which then serve as a reference to recalculate the flux density (entering validation phase). With the new value of specific magnetic loading, all related parameters should also be recalculated, such as the number and diameter of the turns. Furthermore, design is validated by testing the prototype of generator using water resistance load. The test results show that it produces 3043.64 W of power and 253.51 V of voltage at 200 rpm. Compared to the analytical calculation, the power is 0.86% lower and the voltage is 12.45% higher. These results illustrate that the design has been performed properly since the targeted output power can be achieved at the desired speed. Paper ini membahas metoda perancangan analitik generator magnet permanent fluks radial 3 kW, 200 rpm untuk aplikasi pembangkit listrik energi terbarukan. Metoda perancangan yang diusulkan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap inisiasi dan tahap validasi. Dalam tahap inisiasi, beberapa parameter nilainya harus ditentukan, seperti daya keluaran, specific magnetic loading, putaran, dll. Hasil akhir tahap ini berupa dimensi detil stator dan rotor yang kemudian dijadikan sebagai acuan untuk menghitung kembali specific magnetic loading (memasuki tahap validasi). Dengan nilai specific magnetic loading yang baru, parameter lain yang terkait harus dihitung kembali, seperti jumlah dan diameter lilitan. Selanjutnya, desain divalidasi dengan menguji prototipe generator menggunakan beban tahanan air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa generator membangkitkan daya 3043.64 W dan tegangan 253.51 V pada 200 rpm. Jika dibandingan dengan hasil perhitungan, daya eksperimen lebih kecil 0.86% sedangkan tegangannya, lebih besar 12.45%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metoda desain yang diusulkan telah dilakukan dengan teliti karena target daya keluaran dapat dicapai pada putaran yang diinginkan.