cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
JEJAK KARBON PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK PANAS BUMI DI INDONESIA; CARBON FOOTPRINT OF GEOTHERMAL POWER PLANT DEVELOPMENT IN INDONESIA Susila, I Made Agus Dharma; Sihombing, Adolf Leopold; Magdalena, Medhina; Adila, Ikrar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 2 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah studi dilakukan untuk menganalisis jejak karbon dalam bentuk intensitas emisi CO2 –e dari pengembangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di Indonesia dimana metodologi yang digunakan adalah penakaran daur hidup sebagaimana didefinisikan dalam ISO 14040 dan ISO 14044. Cakupan studi ini meliputi kegiatan eksplorasi, konstruksi sumur, konstruksi jaringan pipa, konstruksi jalan akses, konstruksi pembangkit hingga operasional pembangkit. Analisis terhadap konsentrasi gas yang tidak dapat terkondensasi dari uap panas bumi dan pengaruh alih guna lahan terhadap intensitas emisi pembangkit juga dilakukan. Unit fungsional yang digunakan dalam studi ini adalah kWh produksi listrik bersih. Dalam studi ini, tiga skenario dirancang yaitu kasus dasar, kasus terburuk dan kasus terbaik. Produksi bersih energi listrik yang dihasilkan oleh PLTP selama daur hidupnya adalah sekitar 11.285,3 GWh. Sedangkan  total emisi CO2-e yang dihasilkan berkisar antara 219 Mt sampai dengan 1.466 Mt dengan total emisi rata-rata sekitar 511 Mt. Intensitas emisi berkisar antara 130 g sampai dengan 19 g CO2 –e per kWh dengan rata-rata sekitar 45 g CO2 –e per kWh. Intensitas emisi ini jauh lebih kecil dari intensitas emisi pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Intensitas emisi CO2 –e dalam studi ini didominasi oleh NCG (71% - 82%), diikuti infrastruktur pembangkit (13% - 14%), dan alih guna lahan (5% - 15%). This study is carried out to analyze CO2e emission intensity of geothermal power plant development in Indonesia. Methodology applied in the study is Life Cycle Assessment (LCA) as defined in ISO 14040 and ISO 14044. The scope of the study is whole life of a geothermal power plant from exploration, construction of wells, pipeline, access road, and plant into plant operation. In addition, an analysis on the effects of non-condensable steam gas and land use change to the emission intensity is also conducted. Functional unit applied on the study is kWh of net electricity produced. There are three scenarios are designed, which are base, worst, and best cases. Net electricity generated by the plant is about 11,285 GWh while total CO2e emissions emitted by the plant about 219 Mt to 1,466 Mt with its average 511 Mt. Emission intensities range is 19 g to 130 g CO2e per kWh with average 45 g CO2e per kWh. The emission intensity estimated in the study is much lower than those on fossil-fueled power plants. Emission intensity in this study is dominated by NCG (71% - 82%) followed by power plant infrastructures (13% - 14%) and land use change (5% - 15%). 
RANCANG BANGUN PENCATAT DATA KELISTRIKAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO Effendy, Machmud
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diambil adalah adanya kegiatan rutin pada pencatatan data kelistrikan secara manual pada setiap PLTMH. Metode rancang bangun yang digunakan meliputi tahap pembuatan hardware dan pembuatan software. Hardware yang digunakan meliputi trafo arus sebagai sensor arus, trafo step down sebagai sensor tegangan, Mikrokontroler 89C51 sebagai pengolah data, sedangkan penyimpanan data menggunakan MMC 512 MB. Pembuatan software dimulai dengan pembuatan flowchart dan pembuatan program sesuai dengan desain flowchart. Software yang digunakan adalah program Borland C++. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistik. Penelitian ini menghasilkan sebuah Pencatat Data (Logger) yang dapat digunakan untuk mencatat dan menyimpan data kelistrikan. Periodisasi pencatatan data minimal tiap 1 menit, kapasitas maksimum memori data logger adalah 2.130.440 masukan data. Kesalahan alat ukur pencatat data baik secara parsial maupun keseluruhan berada pada rentang 0.37% sampai 3.8%. Rentang kesalahan tersebut masih di bawah standar baku kesalahan 10%. Hal ini jika dibandingkan dengan kalibrator Power Meter Nanovip. Data logger sudah dicoba dan diimplementasikan pada PLTMH Sengkaling.
Pengantar Redaksi - Daftar isi ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RANCANG BANGUN MODUL PENGKONDISI SINYAL & ANTAR MUKA UNTUK KONTROLER TEGANGAN DIJITAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) Rijanto, Estiko; Muqorobin, Anwar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak PLTA yang beroperasi menggunakan kontroler tegangan analog. Beberapa komponen pentingnya semakin sulit ditemukan sehingga mengancam keberlangsungan operasi PLTA yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun sebuah kontroler tegangan dijital yang dapat dipakai pada PLTA berkapasitas 9 MVA dengan metoda reverse engineering dan updating. Tujuan makalah ini adalah melaporkan hasil rancang bangun tersebut khususnya terkait modul pengkondisi sinyal dan antar muka. Karena algoritma kontrol direalisasikan memakai DSP, maka diperlukan pembuatan modul pengkondisi sinyal ADC dan DAC. Modul antara muka pengeset tegangan operator dan pemonitor driver dibuat memakaimikrokontroler 8 bit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa: modul pengkondisi sinyal ADC dan DAC yang dibuat berfungsi dengan baik, modul pengeset tegangan mampu memproses perintah secara tepat, dan modul pemonitor driver mampu mendeteksi pulsa penyalaan dan memberikan indikator status berupa: normal, terlalu panjang, dan terlalu pendek.
ANALISIS ALIRAN FLUIDA ALAT PENGERING PRODUK PERTANIAN MEMANFAATKAN PANAS BUANG TUNGKU BOILER PLT-BIOMASSA; THE ANALYSIS OF THE FLUID DYNAMICS IN AGRICULTURAL PRODUCT DRYER USING THE EXHAUST OF BIOMASS Firmansyah, Arfie Ikhsan; Nafis, Subhan; Suntoro, Dedi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 1 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan adalah salah satu metode pengawetan produk makanan dengan mengurangi kadar air di dalam sebuah peralatan yang dikenal sebagai alat pengering. Aliran fluida pada alat pengering dimodifikasi sedemikian rupa agar lebih optimal pada saat proses pengeringan. Analisis distribusi aliran dan temperatur fluida dilakukan untuk mendapatkan alat pengering produk pertanian yang optimal. Pada analisis ini digunakan pendekatan Computational Fluids Dynamics (CFD) untuk menganalisa alat pengering produk pertanian yang memanfaatkan gas buang dari furnace boiler pembangkit listrik tenaga biomassa berkapasitas 10 kW milik P3TKEBTKE.  Pengujian dilakukan menggunakan kecepatan alir gas buang 2,2 m/s dan 3,7 m/s dengan beberapa susunan tray pengering. Hasil analisis menunjukan alat pengering belum memiliki distribusi fluidaoptimal, perlu dilakukan modifikasi saluran keluar dan penambahan plat sehingga meningkatkan perbedaan suhu tiap tray yang hanya mencapai 2,5% Drying is one of the methods for preserving food products by reducing the amount of water inside the equipment which is known as dryer. The fluid dynamics in the dryer is modified in such a way to optimize the drying process. The analysis of the distribution of fluid dynamics and temperature is conducted to obtain the best agricultural product dryer. In this analysis, the Computational Fluids Dynamics (CFD) approach is applied to analyze the agricultural products dryer using the exhaust gasfrom the furnace boiler in biomass power plant with the capacity of 10 kW owned by P3TKEBTKE. The testing is done by using the 2.2 m/s and 3.7 m/s exhaust gas flow velocity with some tray dryer formations. The result of the analysis shows that the dryer has not possessed the best fluid distribution, an exit line modification and plat addition is needed in order to increase the temperature difference of each tray which only reached 2.5 %.
Back Cover Vol 17, No 1 (2018) Wargadalam, M.T., Verina J.
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 1 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROSPEK PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAPIOKA Wintolo, Marhento; Isdiyanto, Rochman
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi produksi biogas telah dapat diterapkan pada instalasi pengolahan air limbah industri tapioka. Pengolahan air limbah dengan kapasitas 150 m3 mampu menghasilkan biogas sebanyak 485,4 m3 per hari. Dari hasil analisa biogas, diperkirakan setiap 1 m3 limbah dapat menghasilkan 1,88 m3 gas metana. Bila tidak dicegah, gas metana ini akan teremisi bebas dan menambah terjadinya peningkatan konsentrasi di atmosfir yang berakibat pada meningkatnya efek rumah kaca. Gas ini memiliki nilai ekonomi bila digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk keperluan memasak rumah tangga. Gas metana bisa juga dipergunakan sebagai bahanbakar generator yang akan mampu memproduksi sekitar 578 kWh energi listrik.
KESETIMBANGAN ENERGI PADA BUDIDAYA TANAMAN TEBU DAN INDUSTRI GULA; THE ENERGY BALANCE IN SUGAR CANE CULTIVATION AND SUGAR INDUSTRY SM Sihombing, Adolf Leopold; Susila, I Made Agus Dharma; Pribadi, Dwi Rahmasari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 2 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Molase merupakan produk samping dari industri gula yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol. Keberadaan tetes tebu tidak terlepas dari proses yang terjadi pada budidaya tanaman tebu dan proses produksi pada industri gula. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kesetimbangan energi berdasarkan masukan dan keluaran energi selama siklus hidup molase dengan menggunakan data yang diperoleh di Balai Besar Teknologi Pati (B2TP), PT. Gunung Madu Plantations (GMP) dan PG Djatiroto. LCA merupakan perangkat yang digunakan untuk melakukan evaluasi dari suatu sistem atau produk berdasarkan keseluruhan siklus hidupnya. Analisa juga akan menghitung net energy ratio (NER) dan net energy production (NEP). Industri gula PG Djatiroto memiliki nilai Net Energy Production (NEP) sebesar 12.989.446,96 MJ dan nilai Net Energy Ratio (NER) sebesar 1,39. Sedangkan PT. GMP memilikinilai NEP sebesar 43.699.435,41 MJ dan nilai NER sebesar 1,88. Surplus energi yang terdapat dalam industri gula dapat  dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk listrik maupun integrasi ke pabrik spiritus. Molasses is a by-product of the sugar industry which has been used as a raw material for bioethanol production. The existence of molasses comes from the processes of sugarcane cultivation and the production processes of sugar industry. The purpose of this study is to evaluate the energy balance based on the input and ouput energy throughout the molasses lifecycle using actual data collected from Balai Besar Teknologi Pati (B2TP), PT . Gunung Madu Plantations (GMP) and PG Djatiroto. LCA is a tool for evaluating a system or product based on its entire lifecycle. The analysis will also calculate the Net Energy Ratio (NER) and Net Energy Production (NEP). PG Djatiroto sugar industry has a Net Energy Production (NEP) value of 12,989,446.96 MJ and Net Energy Ratio (NER) of 1.39. While PT . GMP has a NEP value of 43,699,435.41 MJ and NER value of 1.88. The Surplus energy in sugar industry can be utilized as an energy source either for electricity or integration to ethanol factory.
OPTIMALISASI FUNGSI PLTA MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI (STUDI KASUS PLTA BENDUNGAN BILI-BILI) Mahida, Masmian; Angguniko, Bastin Yungga
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Balai Bendungan Kementerian PUPR 2015 bahwa kontribusi energi PLTA di 208 waduk besar di Indonesia yang sudah beroperasi kurang lebih 5.833 MW (kapasitas terpasang). Pemerintah saat ini telah melakukan assessment terhadap waduk-waduk potensial untuk dibangun PLTA maupun waduk eksisting yang terdapat PLTA untuk ditingkatkan daya kapasitasnya. Hasil identifikasi awal bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurang optimalnya produksi listrik pada waduk. Dalam kasus ini adalah Waduk Bili-bili dimana permasalahan sedimentasi di waduk yang melebihi kapasitas tampung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang perlu perhatian utama sehingga dapat meningkatkan optimalisasi fungsi PLTA Bendungan Bili-bili dalam mendukung ketahanan energi dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi penting yang digali melalui FGD dengan para pakar. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif melalui analisis Strategic Assumption Surfacing and Testing untuk mengungkap asumsi kritis dan penting secara hierarkis yang melandasi program peningkatan optimalisasi fungsi PLTA Bendungan Bili-bili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu perhatian utama pada asumsi adanya potensi ketersediaan air untuk pengoperasian bendungan sepanjang tahun, adanya konservasi wilayah hulu untuk menjaga ketersediaan air, dan adanya dukungan untuk pengoperasian waduk sepanjang tahun. Asumsi penting selanjutnya untuk diperhatikan adalah terpenuhinya debit air untuk pengoperasian bendungan sepanjang tahun, adanya kebijakan pemerintah terkait alokasi air untuk bendungan sepanjang tahun, kesiapan pengelola waduk untuk menyesuaikan pola operasi waduk, adanya mitigasi dampak negatif pemanfaatan air waduk sepanjang tahun, kesiapan PLN untuk menyerap energi listrik sepanjang tahun, adanya kemudahan aspek perizinan PEMDA, adanya komitmen pemerintah dalam menyediakan anggaran dalam pengoperasian waduk, dan adanya koordinasi lintas lembaga yang baik dalam pendayagunaan Sumber Daya Air.
PERANCANGAN DAN ANALISIS ROTOR MOTOR MAGNET PERMANEN UNTUK APLIKASI MOBIL LISTRIK / HIBRID ; DESIGN AND ANALYSIS OF PERMANENT MAGNET MOTOR ROTOR APPLICATION FOR ELECTRIC CARS/HYBRID Hikmawan, Muhammad Fathul; Widiyanto, Puji
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 1 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan rotor merupakan bagian terpenting dalam proses perancangan komponen mekanik se-buah motor listrik, karena sangat menentukan performa dan umur mesin. Dalam makalah ini dirancang sebuah rotor untuk motor listrik magnet permanen dengan spesifikasi 18 kW, 6 kutub, dan kecepatan nominal 6000 rpm. Merujuk pada spesifikasi tersebut, maka diameter terkecil poros rotor dapat diperoleh, yaitu 38 mm. Dalam proses pemilihan bearing diameter terkecil poros digunakan sebagai acuan. Jenis bearing yang dipilih adalah 6308 LLB, mampu digunakan selama 5 tahun dengan asumsi motor bekerja selama 15 jam/ hari. Pada tahap akhir dilakukan validasi menggunakan software ANSYS untuk mengetahui apakah kekuatan struktur rotor sudah memenuhi spesifikasi. Hasil simu-lasi menunjukkan bahwa tegangan maksimum yang terjadi pada rotor 2,7643x107 N/m2 lebih kecil dibanding tegangan ijin maksimum bahan 1,6x108 N/m2. Hal ini menunjukkan bahwa po-ros yang dirancang dapat beroperasi dengan aman pada spesifikasi yang ditentukan.The Rotor design is an important part in mechanical components design process of the electric motor, because it largely determines the performance and lifetime of the engine. In this paper rotor of the permanent magnet electric motor, with the specification 18 kW , 6 poles , and 6000 rpm nominal speed was designed. According to the specification, so the smallest rotor shaft diameter can be ob-tained, that is 38 mm. In bearing selection process, the smallest rotor shaft diameter used as a refer-ence . Bearing type chosen is 6308 LLB, can be used for 5 years, assuming the motor to work for 15 hours / day. At the final stage of validation was done using ANSYS software to determine whether the strength of the rotor structure meets the specifications. Simulation results show that the maximum stress occurs at rotor 2,7643x107 N / m 2 is smaller than the material maximum allowable stress 1,6x108 N / m 2. This indicates that the shaft is designed to operate safely on the prescribed specifications.

Page 9 of 15 | Total Record : 147