cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
MICRO-GRID PLTS UNTUK MENJAGA KUALITAS DAYA DI INDUSTRI Irawati, Rina; Zuhaidi, Zuhaidi; Hadiyono, Adjar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buruknya kualitas daya listrik dapat menyebabkan mal fungsi dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Untuk menjaga kualitas daya pada suatu sistem tenaga listrik bisa digunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terhubung ke jaringan (Micro-Grid). Tujuan dari penggunaan PLTS ini adalah untuk menjaga kualitas daya listrik yang disalurkan pada beban-beban penting dan sensitif, sehingga saat terjadi gangguan pada jaringan listrik dari PLN suplai daya untuk beban-beban penting tersebut tetap terjaga kualitasnya. Prinsip kerja sistem PLTS ini adalah pada saat terjadi gangguan pada grid utama, Hight Speed Circuit Breaker (HSCB) bekerja dengan sangat cepat memisahkan sistem Micro- Grid dari jaringan utama dan beban keseluruhan. Sehingga beban-beban penting hanya disuplai dari Micro-Grid. Sistem PLTS menjaga kualitas daya keluaran PV (berfluktuatif tergantung intensitas matahari) dengan mengatur input dan output batere. Pada saat kondisi grid utama pulih dari gangguan, sistem memerintahkan HSCB untuk menutup kembali dengan terlebih dahulu mensinkronkan antara sistem Micro-Grid dengan jaringan utama, sehingga kualitas daya sistem tetap terjaga.
POTENSI ENERGI ANGIN DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI, PROVINSI SUMATERA UTARA; THE WIND ENERGY POTENCY IN SERDANG BEDAGAI, NORTH SUMATERA Cendrawati, Dian Galuh; Soekarno, Hari; Nasution, Syaiful
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 1 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan setempat mendapat tempat tersendiri di dalam cetak biru pemerintah daerah. Jika hal tersebut diimplementasikan maka harus didukung oleh ketersediaan data beserta analisa kelayakannya. Namun di sisi lain keterbatasan sumber daya manusia seringkali menghambat pemenuhan akan kebutuhan ini. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah memberikan analisa mengenai potensi energi angin di daerah Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara. Penentuan titik lokasi pengukuran kecepatan dan arah angin dilakukan di Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai pada koordinat 030 33.902 N dan 0990 07.775 E. Pengukuran dilakukan selama 12 bulan dengan waktu sampling rata-rata setiap 10 menit-an, pada ketinggian alat ukur 20m, 30m dan 50m. Data kemudian di ekstrak dengan menggunakan perangkat lunak NOMAD Desktop sebagai analisa statistikal dan kemudian dilakukan simulasi modeling dengan menggunakan perangkat lunak WAsP sebagai ekstrapolasi horisontal sejauh radius 10 km untuk mengetahui potensi energi angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi energi angin yang dipunyai oleh Kabupaten Serdang Bedagai adalah 26 - 38 watt/m2. The usage of renewable energy resources has declared in the blue print of its local government policy. It must be supported by reliable data and the feasibility study of them, but the human resources competency reach the limitation for the demand growing. This research gives analysis for the wind energy potency in Serdang Bedagai, North Sumatera. The met mast had been located in the Sentang village, Teluk Mengkudu, by coordinat 030 33.902 N and 0990 07.775 E. The measurement has been done for 12 months with 10 minutes mean sampling time at 20m, 30m, and 50m height. By using NOMAD Desktop software, the datas will be shown in the statistical graphs. The modelling has been proceed by WAsP software and give us horizontal extrapoplation in the 10 km radius from the met mast for the wind energy potency. It shows that Serdang Bedagai has power density in the range of 26 - 38 watt/m2.
PENGEMBANGAN SISTEM KONVERSI ENERGI AIR MENGGUNAKAN TURBIN VERY LOW HEAD PADA PINTU AIR DI WILAYAH BANDUNG Subekti, Ridwan Arief
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang pengembangan sistem konversi energi air dengan memanfaatkan pintu air yang ada pada sebuah sungai. Lokasi yang dipilih adalah pintu air yang berada di anak Sungai Citarum di sekitar wilayah Bandung yaitu Sungai Cikapundung, Sungai Citarik, dan Sungai Cidurian. Analisis hidrologi, pemilihan jenis pembangkit, perhitungan potensi daya listrik, dan analisis kelayakannya akan dijabarkan pada tulisan ini. Hasil analisis hidrologi menunjukan bahwa debit andalan Sungai Cikapundung adalah 2,9 m3/s, Sungai Citarik 0,8 m3/s, dan Sungai Cidurian 0,62 m3/s dengan masing-masing potensi daya listrik yang dapat dibangkitkan adalah 19,91 kW, 5,49 kW, dan 4,26 kW. Jenis pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang cocok diaplikasikan pada pintu air tersebut adalah menggunakan turbin head sangat rendah dengan head bersih sekitar satu meter. Berdasarkan perhitungan kelayakan dapat diketahui bahwa ketiga rencana pengembangan sistem konversi energi air pada pintu air anak Sungai Citarum tersebut layak dijalankan.
PROSPECT OF RICE STRAW POTENTIAL FOR BIOENERGY IN INDONESIA AS SUBSTITUTED GASOLINE AND REDUCING OF ENVIRONMENTAL PROBLEM Sidjabat, Oberlin
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pemanfaatan jerami padi, berupa limbah pertanian yang potensial sebagai sumber energi terbarukan (bioetanol). Substitusi bahan bakar dengan etanol yang berasal dari sisa biomassa berselulosa adalah suatu strategi yang menjanjikan untuk menghasilkan energi sekaligus memitigasi emisi gas rumah kaca (GRK). Jerami padi sebagai bahan baku generasi kedua untuk bioetanol tidak berkompetisi dengan produksi makanan seperti tebu, yang digunakan untuk bahan baku generasi pertama. Produksi bioetanol dari jerami padi didukung oleh ketersediaan dan pengembangan teknologi konversi, proses termokimia dan biokimia. Suatu proses dapat lebih ekonomis secara maksimal bila tahapan-tahapan proses terintegrasi secara efisien. Integrasi dari kedua proses tersebut adalah aspek yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya proses, dan membuat kedua proses menjadi lebih berkelanjutan. Produksi bioetanol diharapkan dapat  membuka lapangan kerja di daerah pedesaan khususnya bagi petani yang menggunakan sisa tanaman pertanian (jerami padi) sebagai bahan baku. Ada prospek yang menjanjikan untuk melakukan riset untuk pengembangan bioetanol berbasis lignoselulosa dalam skala pilot. This paper describes utilization of rice straw (agricultural waste) that is potential as renewable energy (bioethanol). Substituting fossil fuels with bioethanol derived from the wastes of cellulosic biomass is a promising strategy to produce and to mitigate greenhouse gas (GHG) emissions. Rice straw, as the second generation feedstock of bioethanol, does not compete with food production such as sugarcane, which is used for the first generation feedstock. Bioethanol production from rice straw is supported by the availability and development of conversion technology, thermo-chemical and bio-chemical process. A process can be economized to itsmaximum extent when the process steps are efficiently integrated. The integration of both process is very important aspects that improve energy efficiency, reduce processing costs, and enable both processes to be more sustainable. Production of bioethanol hopefully opens jobs in rural areas especially for the farmers using agricultural waste (rice straw) as feedstock. There is a promising prospect to conduct research towards the development of lignocellulose-based bioethanol in pilot scale.
POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI LISTRIK DI TPA CILOWONG KOTA SERANG PROVINSI BANTEN; THE POTENCY OF USING WASTE TO GENERATE ELECTRICITY IN TPA CILOWONG, SERANG BANTEN Faridha, Faridha; Pirngadie, Budi; Supriatna, Nina Konitat
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 2 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah di Indonesia akan terus menjadi persoalan selama tidak ada upaya pengelolaan yang optimal untuk mengatasinya. Permasalahan sampah memberikan dampak pada banyak aspek kehidupan tidak saja pada aspek lingkungan, tapi juga estetika, kesehatan, sosial maupun dampak lanjutan lainnya dan Pemerintah pun telah mengatur pengelolaan sampah di Indonesia melalui Undang Undang No. 18 Tahun 2008. Dalam mengelola sampah ada beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah memanfaatkan sampah menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemanfaatan sampah menjadi listrik dari sampah yang masuk ke TPA Cilowong Kota Serang. Metodologi yang dilakukan adalah dengan melakukan survey dan pengambilan sampel sampah di TPA Cilowong, pemeriksaan sampel di laboratorium dan melakukan perhitungan untuk mengetahui potensi listrik yang dihasilkan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar sampah yang ada di TPA Cilowong merupakan sampah organik yaitu 70,99%, dengan jumlah sampah yang masuk ke TPA Cilowong Kota Serang sebanyak 120 ton/hari menghasilkan listrik sebesar 2,19 MW (konversi thermokimia) dan sebesar 1,09 MW (konversi biokimia). Solid waste in Indonesia will continue to be a problem as long as there are no optimal management efforts to overcome them. Solid waste problems have an impact on many aspects of life not only on environmental aspects, but also aesthetic, health, social and, further impacts. the Government also has set up Waste Management in Indonesia through Act of Number 18 Year 2008. Solid waste management includes several ways to solve this problem, one of them is to convert waste into electricity. This study aims to identify potential utilization of waste in Cilowong, Serang city to convert into electricity. The methodology are survey and sampling of solid waste in the Cilowong landfill, examination of samples in the laboratory, and do the calculations to determine the potential of the electricity generated. Research results show that most of the waste in the Cilowong landfill is organic waste with the amount of 70.99%. Solid waste rate of 120 tons/day solid waste from Cilowong, Serang can produce 2.19 MW of electricity (thermochemical conversion) and 1.09 MW of electricity (biochemical conversion) .
Front Cover Vol 17, No 2 (2018) KetJurnal, KetJurnal
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SIMULASI PEGEMBANGAN LAPANGAN PANAS BUMI DI SUMATERA BARAT ; THE DEVELOPMENT SIMULATION OF SUMANI GEOTHERMAL FIELD, WEST SUMATERA Putriyana, Lia; Soekarno, Hari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 1 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelidikan terpadu geologi, geokimia, dan geofisika di lapangan panas bumi Sumani, timur laut Kota Padang telah dilakukan tahun 2011. Hasil penyelidikan menunjukkan terdapat manifestasi berupa mata air panas yang muncul di zona perpotongan sesar, dimana sesar tersebut berarah barat laut–tenggara dan barat daya–timur laut. Selain survei terpadu, pemboran sumur landaian suhu SMN-1 di lapangan terse-but juga telah dilakukan untuk menentukan daerah prospek. Sumur landaian suhu SMN-1 dibor hingga kedalaman 800 m dan menunjukan adanya anomali gradien temperatur. Data-data yang diperoleh dari survei terpadu dan pemboran landaian suhu digunakan untuk membuat model lapangan panas bumi Sumani. Pemodelan ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai perilaku reservoar saat di-produksikan. Simulasi pengembangan yang dievaluasi pada studi ini menggunakan dua skenario, yaitu skenario 1 dan 2. Masing-masing skenario terdiri dari dua sumur produksi dan satu sumur injeksi dengan lokasi yang berbeda. Hasil simulasi kedua skenario tersebut menunjukkan kemampuan kapasi-tas pembangkitan sebesar 21 MW dengan menggunakan pembangkit siklus biner. Terkait dengan pengembangan lapangan Sumani, studi ini bermanfaat untuk menganalisa dan memprediksi perilaku reservoar panas bumi setiap waktu, selain itu untuk memastikan ketersediaan fluida panas bumi yang digunakan untuk membangkitkan listrik.Kata kunci : pengembangan lapangan, model numerik, lapangan sumani, siklus binerAbstractAn integrated survey of geology, geochemistry and geophysics in Sumani geothermal field, north east of Padang city has been conducted on 2011. The result shows hot spring manifestation appears on inter-section fault of northwest-southeast and southwest-northeast. In addition, thermal gradient hole of SMN-1 also has been drilled until 800 meters depth and shows anomaly of temperature gradient to determine prospect area of Sumani geothermal field. The collected data from the integrated survey and thermal gradient hole to be used for numerical model of Sumani. The numerical modelis built to gather infor-mation regarding behaviour of reservoir during production. There are two development scenarios, each of scenario consist of two production wells and one injection well. The generation capacity resulted from those scenarios is 21 MWe using Binary Cycle technology. The aim of this study is to analyzing and predicting the reservoir behaviour during production, also to ensure fluid availability to generate electricity .
PEMANFAATAN DATA SRTM DEM DAN TRMM UNTUK MEMBUAT PETA AREA POTENSI MIKROHIDRO INDONESIA Soekarno, Hari; Dictus, Benny F.; Isdiyanto, Rochman
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta area potensi Mikro Hidro ini dibangun dengan cara menggabung 6 layer jenis peta yang meliputi : 1. Peta Slope, 2. Peta Curah Hujan, 3. Peta Sungai, 4. Peta Daerah Aliran Sungai (DAS), 5. Peta Batas Administrasi, 6. Peta Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Peta Slope dan Peta Curah Hujan merupakan peta utama, sedangkan ke empat peta lainnya merupakan peta penunjang. Peta utama dibuat dengan cara memanfaatkan data Shuttle Radar Tophography Mission Digital Elevation Model (SRTM DEM) dan data Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), sedangkan peta penunjang diperoleh dari instansi terkait. Proses membuat layer peta Slope berawal dari Data SRTM DEM resolusi 30 meter yang diubah menjadi peta kontur dengan bantuan software Global Mapper. Selanjutnya peta kontur diubah menjadi peta slope menggunakan software Argis. Sedangkan layer peta Curah Hujan dibuat dari data TRMM resolusi 0.25o yang semula dalam bentuk image kemudian diubah ke dalam bentuk kontur. Peta potensi mikrohidro yang dihasilkan dapat ditampilkan dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk peta seluruh Indonesia atau dalam bentuk grid tertentu sesuai dengan wilayah yang diinginkan. Micro Hydro area potential maps were constructed by combining types of six layer maps that include: 1. Slope maps, 2. Rainfall maps, 3. Maps of the River, 4. Watershed maps, 5. Administrative Boundary maps, 6. Location maps of MHP. Slope and rainfall maps is the main map, while the four other maps are supporting maps. The main map is created by utilizing the data SRTM DEM and TRMM data, while supporting maps obtained from the relevant authorities. The process of making slope maps layer, originated from 30 meter resolution DEM SRTM data is converted into a contour map with the help of the Global Mapper software. Which can be converted into a slope map using the Argis software. While the Rainfall maps layer is made of the TRMM data at 0.25o resolution, originally in the form of image is then converted into a contour shape. Maps of potential micro-hydro area generated can be displayed in two forms, namely in the form of a map of the whole of Indonesia or in the form of a specific grid according to the desired area. 
ANALISIS POTENSI PENGHEMATAN ENERGI PENERANGAN JALAN UMUM KOTA SURAKARTA DAN KOTA BANDUNG; ENERGY SAVING POTENTIAL ANALYSIS FOR STREET LIGHTING SYSTEMS IN BANDUNG AND SURAKARTA CITIES Berlian, Akbar; Al Irsyad, M. Indra; Emo, Sarimin; Widyanto, Pungut; Fitarto, Tweeda Augusta; Aman, Muhammad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 1 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghematan energi di penerangan jalan umum (PJU) tidak hanya membantu pemerintah pusat dalam pengelolaan energi nasional namun juga menghemat anggaran pemerintah daerah untuk tagihan listrik PJU. Tulisan ini bertujuan menganalisis permasalahan dalam pengelolaan penerangan jalan umum (PJU) dalam menghemat pemakaian energi dengan studi kasus di Kota Surakarta dan Bandung. Analisis dilakukan dengan data sekunder berupa tagihan listrik serta data primer berupa pengukuran dan pengamatan langsung di lapangan.Permasalahan utama yang ditemukan adalah system tagihan PJU abonemen dan penggunaan tarif yang tidak sesuai.Solusi yang perlu dilakukan adalah meterisasi PJU abonemen yang berpotensi menurunkan tagihan listrik PJU abonemen hingga 73,15%. Permasalahan kedua adalah penggunaan lampu PJU teknologi lama yang berpotensi digantikan oleh teknologi lampu efisiensi tinggi untuk menurunkan konsumsi listrik hingga 50%. Permasalan terakhir adalah kesalahan tagihan listrik oleh PLN yang dapat diatasi dengan teknologi PJU pintar. Teknologi ini juga mampu meredupkan lampu yang berakibat pada pengurangan daya 30% saat kepadatan lalu lintas berkurang. Saving energy consumption on street lighting is not only helping central government on national energy management but also reducing local government budget for street lighting electricity bill. This paper aims to analyze challenges faced on street lighting management in order to reduce energy consumption with case study on Surakarta and Bandung cities. Analysis has been done on secondary data especially electricity bills and also primary data based on field observation and measurement. The main problem found is unmetered street lighting bill scheme and inappropriate tariff. The solution needed is to install power meter on unmetered street lighting that could reduce unmetered street lighting energy bill into 73.15%. The second problem is old-inefficient lamp technology that could be replaced by new-efficient lamp technology that potentially reduces energy consumption into 50%. The last problem is inaccurate electricity bill by PLN that the problem could be solved by using smart street lighting technology. The technology also able to dim the lamp that reduce power consumption into 30% when the traffic density has been reduced.
INTENSITAS ENERGI DAN CO2 SERTA ENERGY PAYBACK TIME PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO DAN MIKROHIDRO ; ENERGY AND CO2 INTENSITY AND ENERGY PAYBACK TIME ON MICRO AND MINI-HYDRO POWER PLANT Sihombing, Adolf Leopold
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 2 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik tenaga hidro (minihidro dan mikrohidro) memiliki peranan yang besar dalam bauran energi di Indonesia. Pembangunan pembangkit listrik tersebut meningkatkan penggunaan material dan energi yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi terhadap emisi karbondioksida (CO2). Tujuan dari studi ini adalah menghitung intensitas energi dan CO2 serta Energy Payback Time (EPBT) dari siklus hidup pembangkit listrik tenaga minihidro dan mikrohidro. Studi ini menggunakan metode Life Cycle Analysis (LCA) dengan lingkup analisis mulai dari tahapan konstruksi hingga operasional pembangkit. Unit fungsional yang digunakan adalah jumlah energi dan CO2 yang dihasilkan dari setiap produksi listrik (MJ/kWh dan gram-CO2/kWh). Selain itu dilakukan analisis EPBT guna mendapatkan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan seluruh investasi energi selama siklus hidup pembangkit. Nilai intensitas energi untuk PLTM dan PLTMH berkisar antara 0,06-0,85 MJ/kWh atau 0,01-0,1 kWhprim/kWh. Nilai intensitas emisi CO2 untuk PLTM dan PLTMH berkisar antara 3,99-76,94 g-CO2/kWh dengan kontribusi terbesar berasal dari pekerjaan sipil yaitu minimal 90,72%. Rentang nilai Primary Energy Payback Time (PEPBT) untuk PLTM dan PLTMH adalah 0,07-1,74 tahun dengan nilai penghematan energi sebesar 4,42-331,68 GWh. Sedangkan rentang nilai untuk COEmisi CO2 Payback Time (CO2PBT) untuk PLTM dan PLTMH adalah 0,11-2,09 tahun, dengan penghematan emisi CO2 sebesar 1,78 x 106 – 115,76 x 106 kg-CO2 selama siklus hidup pembangkit.  Hydro powerplants, especially the micro and mini hydro power plants, have a major role in the energy mix in Indonesia. The construction of the power plants increase the use of materials and energy that both directly and indirectly contribute to CO2 emissions. The purpose of this study is to calculate the energy and CO2 intensity and Energy Payback Time (EPBT) from the life cycle of mini and micro-hydro power plants. This study using Life Cycle Analysis (LCA) method with the scope of analysis from the construction phase to the operational of powerplant. Functional unit used is the amount of energy and CO2 from the electricity produced (MJ / kWh and gram-CO2 / kWh). Analysis of EPBT is also done to obtain the number of years required to return all the energy investment during the life cycle of plants. The values of energy intensity for micro and mini hydro power plants ranges from 0,06 to 0,85 MJ/kWh or 0,01 - 0,1 kWhprim/kWh. Intensity value of CO2 emission for those hydro power plant ranges between 3,99 to 76,94 g CO2/kWh, with the largest contribution coming from the civil works i.e. at least 90.72%. Primary Energy Pay-Back Time (PEPBT) showed a range from 0,07 – 1,74 years with energy saving ranges from 4,42 – 331,68 GWh. As for the CO2 emission payback time (CO2PBT), the value ranges from 0,11-2,09 years, with emission saving as much as 1,78 x 106 to 115,76 x 106 kg of CO2 during the life cycle of the plants.