cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
EVALUASI KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) Studi Kasus: PLTMH Kombongan, Kab. Garut, Jawa Barat Nafis, Subhan; Berlian, Akbar; Anggono, Tri; Maksum, Hasan
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pembangkit tenaga listrik yang telah dibangun dan dilakukan pengujian operasi oleh kontraktor, harus melaksanakan uji laik operasi oleh pihak ketiga untuk memastikan pembangkit beroperasi dengan baik dan efisien. Kegiatan evaluasi kinerja pembangkit listrik di Indonesia merupakan usaha jasa penunjang tenaga listrik yang telah diatur dalam Undang Undang No 30 tahun 2009. Dalam tulisan ini disajikan hasil pengujian uji kinerja pada PLTMH Kombongan sebagai bentuk pelaksanaan Undang-undang tersebut dengan mengikuti aturan atau standar internasional pengujian kinerja pembangkit listrik tenaga air skala kecil (IEC 60041). Cakupan evaluasi sistem ketenagalistrikan PLTMH Kombongan ini hanya sebatas sistem pembangkitan tenaga listrik yang terdiri dari tubin, generator dan konstruksi sipil secara umum. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan pengukuran menggunakan power quality analyzer dan water current meter serta melakukan pemeriksaan terhadap getaran dan kebisingan peralatan. Hasil pengujian menunjukan bahwa kinerja PLTMH Kombongan masih berada di bawah nilai desain. Hal ini terkait erat dengan sistem perawatan yang dilakukan dan usia komponen utama pembangkit. Any power station which has been duly installed and commissioned by contractor should be tested by a third party to confirm that all its parts and systems are performing their assigned functions correctly and generating units are operating efficiently.The evaluation of power generation performance in Indonesia is the power of business support services that have been regulated in Law No. 30 of 2009. This paper presents results of Kombongan Micro Hydro Power Plant (MHP) performance test reffering to the rules or international standards of performance testing for small scale hydro power plant (IEC 60041). Scope of evaluation of the MHP-Kombongan electricity system is only limited at electric power generation system including the turbine, generator and civil construction in general. This evaluation is done by performing direct measurement using portable power quality analyzer, water current meter, examination of equipment vibration and noise. The analysis results show that MHP-Kombongan performance is still under design specification due to maintenance system applied and life time of the main components.
PENGARUH PENURUNAN KARAKTERISTIK SUMBER PANAS TERHADAP KINERJA HEAT EXCHANGER DI PLTP BINER DIENG ; THE EFFECT OF DECREASED HEAT SOURCE PROPERTIES ON HEAT EXCHANGER PERFORMANCE AT DIENG BINARY POWER PLANT Setiadanu, Guntur Tri; Gunawan, Yohanes; Sukaryadi, Didi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 2 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penurunan nilai karakteristik temperatur dan tekanan telah terjadi pada sumber panas PLTP biner Dieng. Pada studi ini dilakukan perhitungan model matematis dan termodinamika menggunakan software Engineering Equation Solver (EES) dan NIST Refprop untuk memprediksi pengaruh penurunan karakteristik sumber panas terhadap kemampuan heat exchanger dan efisiensi total dari sistem biner ORC. Hasil dari perhitungan akan dibandingkan dengan data aktual yang diperoleh dari pengujian sistem PLTP biner. Simulasi menunjukkan bahwa penurunan sumber panas mengakibatkan turunnya semua nilai parameter tekanan, temperatur dan laju alir dari n-pentane yang pada akhirnya akan menurunkan nilai kerja mekanik turbin dan listrik yang dihasilkan dibandingkan dengan desain awal. Laju n-pentane optimal dari simulasi desain adalah 0,9 kg/s, dengan tekanan kerja 6 bar, dan kalor perpindahan panas yang diterima n-pentane dari sumber adalah 419,51 kW dengan potensi untuk menggerakkan turbin sebesar 28,15 kW. Hasil pengujian aktual pada PLTP biner Dieng didapatkan bahwa nilai optimal laju n-pentane adalah 0,5 kg/s, kalor perpindahan panas sebesar 255,39 kW, tekanan kerja 6 bar dan potensi untuk menggerakkan turbin sebesar 12,31 kW. Perbedaan nilai kerja turbin antara hasil simulasi dengan percobaan aktual disebabkan oleh nilai input brine optimal saat percobaan di lapangan tidak bisa mencapai nilai optimal saat disimulasikan, akibat adanya pressure drop dan heat loss pada pipa heat exchanger sehingga laju n-pentane yang teruapkan juga turun. A decreased in temperature and pressure properties of heat source waste brine has occurred at Dieng binary geothermal power plant. This study performed mathematical models and thermodynamic calculations using EES and NIST Refprop software to predict the effect of decreased heat source brine to the heat exchanger capability and the total efficiency of the ORC binary system. Simulation’s results will be compared with actual data obtained from experiment at Dieng binary geothermal power plant. The results showed that a decrease in the heat source resulting values declining in all parameters, i.e. pressure, temperature and flow rate of n-pentane, moreover it will reduced the turbine mechanical work and electricity produced while compared with the initial design. Optimal mass rate of n-pentane from the simulation is 0,9 kg / s, with a working pressure of 6 bar, and heat transfer value received from source brine to n-pentane is 419,51 kW, predicted work turbine is 28,15 kW. Actual experiment on Dieng binary geothermal power plant show the optimal value of n-pentane mass rate is 0,5 kg / s, heat the heat transfer amounted to 255,39 kW, 6 bar working pressure and turbine work that can be produced is 12.31 kW. Those differences were due to the pressure drop and heat loss in the heat exchanger.
MANAJEMEN PEMBEBANAN PADA KELUARAN FUEL CELL JENIS PEMFC UNTUK OPTIMALISASI INVERTER DC-AC Pranoto, Bono; Ahadi, Khalif; Rasyid, Harun Al
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pengoperasian sistem fuel cell adalah menjaga tegangan keluaran fuel cell yang cenderung menurun seiring meningkatnya arus beban. Pengaturan aliran masuk gas hidrogen dan oksigen tidak memberikan reaksi yang cepat terhadap perubahan tegangan keluaran fuel cell, sedangkan perubahan beban memberikan reaksi yang sangat cepat pada perubahan tegangan. Manajemen pembebanan dilakukan pada jalur masukan inverter untuk melihat karakteristik tegangan keluaran fuel cell akibat pengaruh pemberian beban pada jalur keluaran inverter. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaturan pembebanan menggunakan beban aktivasi pada keluaran fuel cell dapat menjaga range tegangan masukan inverter yaitu 12-15 volt sehingga inverter dapat terus bekerja. Namun demikian, pengaturan ini membutuhkan ketelitian operator saat terjadi perubahan beban. The operating problem on fuel cell system is to mantain the output voltage of fuel cell, which tends to drop as the load current inreases. Controlling the flow of hydrogen and oxygen does not give a quick response, on the other hand, changes in load give very quick responses on output voltage. Loading management is done on inverter input to observe characteristics of fuel cell’s output voltage under the influence of changes in load on inverter output. The experiment result shows that loading management using activating load on output fuel cell could maintain on the input voltage range of inverter, which is 12-15 volts, so that inverter still works. However, this arrangement still needs thoroughness of the operator during load change.
BESARAN EMISI CO2 DARI SIKLUS BIODIESEL BERBAHAN BAKU KEMIRI SUNAN DAN KELAPA SAWIT ; THE AMOUNT OF CO2 EMISSIONS FROM THE CYCLE OF REUTEALIS TRISPERMA OIL-BASED AND PALM OIL-BASED BIODIESEL Sihombing, Adolf Leopold; Dharma, I Made Agus; Magdalena, Medhina; Adilla, Ikrar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 1 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) telah melakukan studi pengembangan kemiri sunan sebagai sumber bahan baku biodiesel berikut satu unit mesin produksi biodiesel kemiri sunan dengan kapasitas 300 liter dengan sistem batch. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan berupa emisi CO2 yang dihasilkan dari biodiesel kemiri sunan serta perbandingannya dengan emisi CO2 dari biodiesel kelapa sawit. Metodologi yang digunakan adalah penakaran daur hidup atau Life Cycle Assessment (LCA) sebagaimana yang didefinisikan dalam ISO 14040 dan 14044 dengan menggunakan unit fungsional gram CO2 per liter biodiesel. Nilai emisi pada tahap budidaya tanaman kemiri sunan dan kelapa sawit sebesar 0,858 g-CO2/MJ Biodiesel dan 2,6 g-CO2/MJ Biodiesel. Apabila mempertimbangkan dampak perubahan lahan dengan asumsi peralihan lahan dari tanaman ilalang, maka nilai saving emisi tanaman kemiri sunan dan kelapa sawit adalah 103,07 gram CO2/MJ-BDF dan 40,70 gram CO2/MJ-BDF. Emisi yang dihasilkan dari proses produksi biodiesel kemiri sunan sebesar 8,10 kg-CO2/liter biodiesel. Nilai ini lebih besar bila dibandingkan dengan emisi dari proses produksi biodiesel kelapa sawit sebesar 0,33 kg-CO2/kg biodiesel. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan listrik dan metanol pada proses produksi biodiesel. A mobile pilot plant for producing kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco)) Biodiesel with the capacity of 300 liter per day has been develop. In this work, the emission of carbon dioxide (CO2) from kemiri sunan-based biodiesel production are calculated and compared to CO2 emission of palm oil based biodiesel. Methodology used in this study is a life cycle assessment (LCA) as define on ISO 14040 and 14044. The scope of the study is limited on biodiesel production and biodiesel combustion. Functional unit applied is gram CO2 per liter biodiesel production. The value of CO2 emissions at the cultivation stage of kemiri sunan and palm oil plant was 0.858 g-CO2 / MJ biodiesel and 2.6 g-CO2/ MJ biodiesel. When considering the impact of land use change, the emission saving value of kemiri sunan and palm oil plant was 103.07 grams CO2 / MJ-BDF and 40.70 gram CO2 / MJ-BDF. The CO2 emissions generated from production process of kemiri sunan based biodiesel was 8.10 kg-CO2/ liter of biodiesel. This value was greater compared to the emissions from production process of palm oil biodiesel which was 0.33 kg-CO2 / kg of biodiesel. This result was influenced by the use of electricity and methanol during the production process.
PERKIRAAN NILAI MEDAN MAGNET DI BAWAH SUTT-150 KV DAN SUTET-500 KV DENGAN METODE PERHITUNGAN MASIH AMAN Wintolo, Marhento
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet dan listrik terjadi ketika ada arus listrik mengalir melalui transmisi jaringan listrik. Medan magnit dianggap lebih berbahaya daripada medan listrik. Oleh karenanya perlu dihitung besaran medan magnit yang terjadi. Dasar perencanaan awal nilai medan magnetditentukan dengan cara perhitungan. Intensitas medan magnet mengalami penurunan secara linier terhadap jarak dari konduktor transmisi. Di daerah yang elevasi muka tanah mendekati sumber arus, tentu intensitas medan magnet membesar. Berdasarkan hal ini diperlukan adanya penelitian untuk beberapa daerah yang elevasi muka tanahnya mendekati sumber secara pengukuran langsung di lapangan. Dari hasil pengukuran langsung pada SUTT-150 kV diperoleh hasil bahwa terdapat1,8% yang melebihi hasil perhitungan/perencanaan, dari 166 titik hasil pengukuran langsung. Ini masih kurang dari 5% kesalahan yang diperbolehkan. Sementara pada SUTET-500 kV dilakukan pada 2 lokasi di Semarang menunjukkan bahwa terdapat 20% dari hasil pengukuran di atas perhitungan perencanaan.
KENDALI PROPORTIONAL-INTEGRAL-DIFFERENTIAL (PID) PADA PEMODELAN TURBIN SUMBU VERTIKAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT (PLTAL) DALAM KONDISI KECEPATAN ARUS LAUT YANG BERFLUKTUASI; PROPORTIONAL-INTEGRAL- DIFFERENTIAL (PID) CONTROL IN MODELING OF VERTICAL TURBINE FOR MARINE CURRENT POWER PLANT IN THE DIFFERENT SEA FLOW RATE CONDITION Wicaksono, Nanda Avianto; Aryanto, Arief; Nafis, Subhan
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 2 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan pengendali kecepatan putar turbin sumbu vertikal pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) pada kondisi kecepatan arus laut yang berfluktuasi. Kondisi kecepatan arus laut yang berfluktuasi tersebut direpresentasikan dengan model matematis Amin. Sistem PLTAL diuji dengan menggunakan dua skenario. Pada skenario pengujian pertama, sistem PLTAL diberi kecepatan arus laut rata-rata yang konstan yaitu: 0,6 m/s, 1,0 m/s, dan 1,6 m/s. Pada skenario kedua, sistem PLTAL diberi kecepatan arus laut rata-rata (v0) berbentuk gelombang sinusoidal yang bernilai antara 0,6-1,6 m/s. Pada kedua skenario pengujian tersebut, sistem PLTAL diberi nilai referensi kecepatan putar generator (g) yang meningkat dan menurun secara gradual. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa pengendali yang dikembangkan dapat menjaga kecepatan putar turbin sesuai dengan nilai referensinya meskipun pada kondisi kecepatan arus laut yang berfluktuasi. Selain itu, hasil simulasi tersebut juga menunjukkan bahwa torsi dan daya listrik yang dibangkitkan mengikuti nilai referensi kecepatan putar generator meski nilai rata- rata kecepatan arus laut yang diberikan tetap sama.  This research is intended to develop speed control of marine current vertical turbine in fluctuation current speed condition. The fluctuation current speed condition is represented by the Amin’s mathematics model. The power system has been tested using two scenarios. First scenario applied a method by giving the system a constant mean ocean current velocity of: 0.6 m/s, 1.0 m/s, and 1.6 m/s. The second scenario, system is given mean a sinusoidal wave forming between 0.6-1.6 m/s. In both test scenarios, the marine current power plant system is rated the rotational speed reference value of the generator which increases and decreases gradually. The simulation result shows that the developed controller is able to maintain the generator speed at its referred value although the current speed condition is in fluctuation. The simulation result also shows that the torque and the generated power follow the generator speed reference although the average of the current speed system is constant.
PERANCANGAN BILAH TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN (PLT-ANGIN) KAPASITAS 100 KW MENGGUNAKAN STUDI AERODINAMIKA Firmansyah, Arfie Ikhsan; Zulkarnain, Zulkarnain
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi baru terbarukan (renewable) bisa menjadi salah satu solusi keterbatasan energi fosil. Angin merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan dengan ketersediaan yang tak terbatas untuk dimanfaatkan sebagai PLT-Angin. Salah satu bagian dari PLT-Angin adalah bilah turbin, dimana bilah turbin mengonversikan energi kinetik dari angin menjadi energi mekanik untuk memutar generator dan menghasilkan energi listrik. Bilah turbin yang efisien dan efektif secara aerodinamika dibutuhkan untuk menghasilkan daya maksimal PLT-Angin. Penelitian pada perancangan bilah turbin dilakukan dengan pendekatan studi aerodinamika. Uji aerodinamika bilahturbin menggunakan metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasil penelitian dari perancangan bilah turbin ini didapatkan rancangan bilah turbin dengan efisiensi rotor 30,6%. Renewable energy is used to solve the limitation of non-renewable energy. Wind energy is renewable energy used to generate electricity. One of the components of wind power plant is turbine blade that converts kinetic energy from wind to mechanic energy. Mechanic energy turns the generator to produce electricity. Aerodynamic turbine blade has an important factor to make high performance of wind power plant. Turbine blade with aerodynamics approach is designed in this research. Simulation Computational Fluid Dynamics (CFD) is used to have experiment data aerodynamics of turbine blade. The result is a turbine blade blue print design with the rotor efficiency of 30.6%.
PEMBANGKIT SINYAL MODULASI LEBAR PULSA (PWM) TIGA PHASA MENGGUNAKAN METODE SPACE VECTOR BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 16 Slamet, Slamet
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini diuraikan tentang pembangkit sinyal PWM tiga fasa menggunakan metode space vector berbasis mikrokontroller Atmega16 untuk mengatur modulasi lebar pulsa sebagai switching pada inverter tiga fasa. Metode space vector PWM merupakan metode yang bisa diimplementasikan secara digital dalam pengaturan modulasi lebar pulsa. Oleh karena itu, maka pembangkit sinyal PWM menggunakan mikrokontroller akan lebih mudah diprogram dan rangkaian inverter menjadi sederhana.Pengujian dan analisa sistem dilakukan pada kondisi tanpa beban dengan variasi perubahan frequency carrier (fcr), amplitudo, dan frekuensi sinusoidal. Perubahan frequency carrier dilakukan menggunakan perangkat lunak sedangkan amplitudo dan frekuensi sinusoidal menggunakan potensiometer sebagai data masukan analog. Dari hasil pengujian dan analisa ditunjukan bahwa sinyal PWM dengan metode space vector dapat direalisasikan pada mikrokontroller Atmega16 pada kondisi frequency carrier 490Hz.
STUDI EMISI ANTROPOGENIK MERKURI DARI PEMBAKARAN ENERGI (BATUBARA, MINYAK DAN BIOMASA) DI INDONESIA Susila, I Made Agus Dharma; Magdalena, Medhina; Sihombing, Adolf Leopold S. M.
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang emisi antropogenik merkuri dari pembakaran energi Indonesia dilakukan berdasarkan perhitungan data tahunan konsumsi energi. Studi ini hanya difokuskan pada konsumsi bahan bakar batubara, minyak dan biomasa dari tahun 1990 sampai dengan ttahun 2005. Sampai dengan tahun 2005, pembakaran biomasa tetap menjadi kontributor utama emisi merkuri. Pada tahun 1990, kontribusi pembakaran biomasa, minyak dan batubara masing-masing sebesar 65%, 25% dan 10%. Di tahun 2005, kontribusi pembakaran biomasa menurun menjadi 38%, sedangkan kontribusi minyak dan batubara naik menjadi 27% dan 35%. Dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2005, total emisi merkuri tahunan sektor energi Indonesia meningkat dari 4,89 ton menjadi 9,89 ton. Dan secara kumulatif, sektor energi Indonesia telah mengemisikan lebih dari 110 ton merkuri ke atmosfer.; A Study on anthropogenic mercury emission of Indonesia energy combustion was carried out which based on calculation of the annual energy consumption data and emission factor. Data which was analyzed ranged from 1990 to 2005 data. The Study was focused on three fuel types, i.e. coal, oil and biomass. Until 2005, biomass was still the main contributor of mercury emission. In 1990, contribution of biomass, oil and coal combustions are 65%, 25% and 10% respectively. In 2005, contribution of biomass combustion decreases to 38% and those of coal and oil increase to 35% and 27% respectively. Totally, emission of mercury in 1990 was 4.89 tons and 9.89 tons in 2005. Cumulatively, Indonesian energy sector has emitted more than 110 tons of mercury to the atmosphere.;
DESAIN DAN IMPLEMENTASI PEMANTAUAN JARAK JAUH PADA SISTEM HIBRID PLTMH - PLTS UMM BERBASIS WEB Effendy, Machmud
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 1 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTMH dan PLTS yang berlokasi di UMM telah memiliki alat pencatat data kelistrikan, namun masih belum dapat diakses dari jarak jauh melalui web. Sehingga untuk mengetahui perubahan data kelistrikan, operator atau manajemen harus datang ke lokasi pembangkit. Untuk mengatasi hal ini, dibuat sebuah perangkat untuk mengakses data kelistrikan pembangkit melalui web. Perangkat ini terdiri dari perangkat keras antara lain: power meter (PM) Conzerv sebagai sensor data kelistrikan, Server sebagai penyimpan program dan data, dan converter RS485 to RS232 sebagai penyambung data port PM dengan port Server. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan antara lain: program XAMPP berfungsi untuk layanan web server, database MySQL, PHP, program Delphi berfungsi sebagai interface port RS232 dengan RS485, dan program Bind sebagai layanan domain. Media komunikasi yang digunakan adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2,4 GHz (wifi). Dari hasil pengujian, didapatkan waktu tunda dalam mengirim data kelistrikan dalam bentuk digital sebesar 128 bytes dengan jarak 4 km sebesar 5,212 milidetik, sedangkan Signal to Noise Ratio pada sistem wifi sebesar 74 dB. Sistem pengukuran jarak-jauh ini telah diimplementasikan pada PLTMH dan PLTS Universitas Muhammadiyah Malang dengan kapasitas daya terbangkit rata-rata sekitar 70 kW untuk PLTMH dan 2 kW untuk PLTS, dimana jarak rumah pembangkit dengan lokasi kampus sekitar 4 km. MHPP and Solar Power located at UMM has had electrical data recording device, but it could not be accessed remotely via the web. To know the electrical data changes, an operator had to come to the plant site. It was needed to make a device for generating electricity data access via web. This device consists of hardware such as: power meter (PM) Conzerv as electrical sensor, Server as the storage of programs and data, and a RS485 to RS232 converter to connect PM with data Server port. While the software includes: XAMPP program which works for web services server, MySQL database, PHP, Delphi program which serves as a RS232 port with RS485 interface, and Bind program which serves as a domain. Communication media used are electromagnetic waves with a frequency of 2.4 GHz (wifi). From the test the following results were obtained: a delay in sending the 128 bytes data in the form of digital electricity with a distance of 4 km is 5.212 milliseconds, and Signal to Noise Ratio magnitude of the wifi system is 74 dB. The remote measurement system has been implemented to the MHP and solar power at Muhammadiyah University of Malang with a power capacity about 70 kW for MHP and 2 kW for solar power, where the distance between the power house and the campus is about 4 miles.

Page 10 of 15 | Total Record : 147