cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MODEL RESOLUSI KONFLIK PADA PROGRAM REVITALISASI KAWASAN DANAU TEMPE DI SULAWESI SELATAN Suriadi, Andi; Hakim, Andri; Bernaldy, Bernaldy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.907 KB)

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, banjir akibat luapan air danau tempe telah menimbulkan kerugian yang cukup besar terutama pada beberapa wilayah di Kab. Wajo, Kab. Soppeng, dan Kab. Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu penyebabnya adalah semakin tingginya sedimentasi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dicanangkan program revitalisasi dengan cara pengerukan untuk menambah volume tampungan air dan mempertinggi muka air danau. Namun, masalahnya adalah sudah ada sebagian warga terbiasa mencari nafkah jika air surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi konflik dan model resolusi yang dapat diterapkan dalam mendukung program revitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, kajian literatur dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi konflik yang muncul adalah perbedaan persepsi terhadap ketinggian air, kekhawatiran menurunnya tingkat pendapatan, dan pola pemanfaatan lahan. Sedangkan model resolusi konflik yang sering dan dapat diterapkan adalah dengan mengedepankan musyawarah dan berkompromi. Untuk mendukung kelancaran program revitalisasi, diharapkan potensi-potensi konflik tersebut dapat diatasi sedini mungkin. 
PENGURANGAN EMISI CO2, N2O, DAN CH4 DARI KENDARAAN BERMOTOR DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG Prasetya, Galih Budi; Meidiana, Christia; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2134.083 KB)

Abstract

Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Malang. Memiliki jumlah mahasiswa terbanyak kedua setelah Universitas Brawijaya (UB). Universitas Negeri Malang memiliki luas wilayah 463.992 m2, dengan empat  gerbang yang menjadi akses utama keluar masuk kendaraan bermotor. Dengan makin banyaknya perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan konsep Green Campus (Kampus Hijau), maka UM mulai berbenah guna mengaplikasikan konsep tersebut. Langkah awal untuk mewujudkan Green Campus yaitu penyiapan lokasi parkir sehingga tidak ada kendaraan bermotor yang parkir di sepanjang jalan dalam kampus UM. Langkah berikutnya yaitu disiapkannya sejumlah sepeda yang bebas digunakan warga UM sebagai sarana transportasi selama berada dalam wilayah kampus UM. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah emisi CO2, CH4, dan N2O yang dihasilkan dari kendaraan bermotor yang masuk ke dalam wilayah UM. Jenis kendaaan bermotor dibagi menjadi motor (MC), kendaraan ringan (LV), dan kendaraan berat (HV). Proses analisis jumlah emisi berpedoman pada Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), dimana menggunakan pendekatan konsumsi bahan bakar. Selain itu, penelitian ini menunjukkan pola pergerakan kendaraan bermotor yang ditampilkan dalam Peta Asal Tujuan (desire line map) dari masing-masing gerbang masuk ke tiap area parkir. Hasil penelitian menunjukkan jumlah emisi paling besar dihasilkan pada hari Rabu (weekday) dengan 159,90 Kg CO2, 0,0116 Kg CH4, dan 0,0014 Kg N2O. Sedangkan untuk jumlah emisi pada hari Sabtu (weekend) sebesar 93,71 Kg CO2, 0,0068 Kg CH4, dan 0,0008 Kg N2O.
AKSES AIR BERSIH DAN KEMISKINAN DI INDONESIA: PENGUJIAN DATA RUMAH TANGGA Putra, Heru Syah; Rianto, Nanang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketersediaan akses air bersih terhadap tingkat pendapatan dan kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk mengukur besaran pengaruh ketersedian air bersih terhadap tingkat pendapatan dan status kemiskinan rumah tangga (RT). Penelitian ini memanfaatkan hasil survei IFLS5 yang dilakukan pada tahun 2014/2015 dengan menetapkan jumlah sampel sebesar 13.469 rumah tangga  yang tersebar di 311 desa di Indonesia.  Hasil estimasi menunjukkan bahwa RT yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas air bersih memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah sebesar 17,17 persen dibandingkan RT yang memiliki akses air bersih. Kemungkinan menjadi RT miskin juga lebih tinggi  besar 1,29 persen pada RT yang tidak memiliki akses air bersih. Oleh sebab itu penulis menyarankan peningkatan akses air bersih melalui pembangunan sarana dan prasarana air bersih khususnya di pedesaan lebih diprioritaskan
SOCIO-ECONOMIC AWARENESS ON PROTECTING LAKE MANINJAU USING WILLINGNESS TO PAY Putri, Intan Adhi Perdana
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.225 KB)

Abstract

Lake Maninjau used for multiple purposes such as Hydropower, aquaculture, fishing, tourism, and irrigation. Lake claimed as common pool resources, a characterized of this resources are everybody's property is nobody's property, so that when there is damage or environmental degradation occurred, then no one is responsible. As is the case in Lake Maninjau. Environmental damage caused by a lot of economic activities such as fish farming with intensive systems, agriculture, and solid waste from household activities. The community around Lake Maninjau consents that the environmental degradation occurred in this lake, approximately 69 percent of respondents consent that the quality of water in the lake is now worse than the last ten years. This paper will show on how the relationship between household willingness to pay (WTP) for Lake Maninjau preservation based on its socio-economic factors. Furthermore, the WTP analyzed using multiple regression. The dependent variable of this paper is the willingness to pay for conservation of the lake Maninjau), while the independent variable is the socio-economic variables namely age, income, education, gender, main occupation, and citizenship status. The result shows that WTP value of each respondent was relatively small, only $ 2.3/hh/year. However, propitiously, young people have a higher WTP values, expected future generation will be more aware of sustainability Lake Maninjau.
PENERAPAN ANALISA SISTEM DINAMIK UNTUK KAJIAN KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN RUSUNAWA DI KOTA BATAM Toruan, Hotma; Pertiwi, Setyo; Suprihatin, Suprihatin; Djakapermana, Ruchyat Deni
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.786 KB)

Abstract

Batam is one of cities whose industry has been developing so fast in which its island is located strategically. The development of Batam Island as an industrial area has pushed ahead the development of other sectors. As the industrial sectors have developed in Batam city, the residential areas for the workers have also developed quickly outside the industrial areas, Batam. The mushrooming of houses for workers who want to rent outside the industrial areas has caused a new problem for Batam, in which the quality of environment is getting low; furthermore, this tends cause slum. This is because a lot number of workers there are from other areas outside Batam. Moreover, this is also caused by the increase of employment composition in industrial sector of 53,03%. The aims of this research were to know the condition of the whole aspects - social, economy, and ecology in the future and to observe a sensitive driving system to determine the sustainability management of housing. This research was carried out in an industrial areas in Batam city including Muka Kuning, Tanjung Uncang and Tembesi. This research was performed in five months from May to September 2015. The modeling of development and housing which is sustainable in Batam Industria Areas was done with the approach of dynamic system. The result of simulation showed that the quality of environment in 2010 was 44.85% and will decrease of 34.62% in 2020. This was due to the increase of waste which could not be managed. The level of security and comfort to live in the housing in 2010 was 68.28% and will decrease of 48.43% in 2020. With all of the problems mentioned, the level of housing sustainability in 2010 was 42.33% and will decline of 29.58% in 2030. The process to develop the housing is still needed because there are still many people whose income is still low and they need the housing. The main strategy to develop and use the housing needs cooperation partnership or the relationship among the government, the manager of housing and the residents. Therefore, the development that will be done in the future will be better.  Keywords : housing, environment, dynamic system, simulation
TATA KELOLA PENDAYAGUNAAN SDA MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI (STUDI KASUS PLTA BENDUNGAN BILI-BILI) Mahida, Masmian; Kusumartono, FX Hermawan; Krisbandono, Adji; Angguniko, Bastin Yungga
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.333 KB)

Abstract

Data Balai Bendungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015 bahwa kontribusi energi PLTA melalui 208 bendungan besar di Indonesia yang sudah beroperasi hingga kini kurang lebih 5.833 MW (kapasitas terpasang). Pemerintah saat ini juga telah melakukan assessment terhadap bendungan-bendungan yang potesial untuk dibangun PLTA maupun bendungan yang sudah ada PLTA untuk diektensifikasi kapasitasnya. Langkah ini dilakukan karena berdasarkan analisis pakar di lapangan bahwa tipe bendungan multi fungsi sesungguhnya dapat memberi manfaat besar jika dikelola dengan optimal dalam menyediakan air irigasi, air baku, dan PLTA. Namun, diidentifikasi awal bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurang optimalnya produksi listrik pada bendungan, salah satunya karena permasalahan pola operasi bendungan yang harus mengikuti pola kebutuhan air irigasi dan adanya beberapa peran stakeholder yang terlibat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor (variabel) utama yang dapat mendorong dalam pemanfaatan infrastruktur bendungan sehingga dapat mendukung ketahanan energi. Dalam hal ini dilakukan analisa terhadap kendala dalam optimalisasi fungsi PLTA pada bendungan eksisting, yakni pada Bendungan Bili-bili sehingga dapat beroperasi sepanjang tahun dengan mempertimbangkan peran para stakeholder yang terkait. Metode penelitian dengan pendekatan analisis pengambilan keputusan menggunakan ISM (Interpretative Structural Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan komitmen pemerintah dalam penyediaan anggaran operasi pemeliharaan bendungan, perlu mempersiapkan SDM aparat SDA yang terampil, keterlibatan dan sinergitas instansi terkait dari hulu-hilir, serta perlunya peran aktif tokoh masyarakat, kepala dinas terkait, masyarakat sekitar bendungan, dan pengelola bendungan.
PENGARUH PENERAPAN PELELANGAN DENGAN E-PROCUREMENT MELALUI ONE GATE SYSTEM TERHADAP PENCAPAIAN MUTU (Studi kasus Pengadaan Konstruksi di Lingkungan LIPI Tahun 2014-2015) Siregar, Ishak; Rahardjo, Hary Agus; Dinariana, Dwi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.303 KB)

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan pelelangan jasa konstruksi dengan sistem e-procurement melalui one gate system, dengan tujuan akan menjamin transparansi dan akuntabilitas kinerja lembaga  serta meningkatkan pencapaian mutu konstruksi. Tetapi pada kenyataannya beberapa permasalahan muncul dari berbagai satuan kerja di Lingkungan LIPI yaitu Penyedia jasa (Kontraktor) yang ditunjuk sebagai pemenang lelang mempunyai kinerja yang buruk yang di tinjau dari pemenuhan spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja pencapain mutu sejak diterapkan pelelangan jasa konstruksi dengan e-procurement melalui one gate system, Evalusi dilakukan dengan menyelidiki persepsi berbagai pihak pejabat organisasi pengadaan konstruksi (owner) dan Penyedia jasa di Lingkungan LIPI. Sedangkan pada penelitian ini metode analisis yang dipergunakan  antara lain analisis statistik deskriptif untuk memetakan permasalahan pelaksanaan pelelangan, analisis korelasi dan regresi  untuk melihat pengaruh terhadap pencapaian mutu. Dari hasil analisa dan pembahasan ternyata Persepsi tentang kinerja pencapaian mutu bahwa 72.68% responden mengatakan setuju atau tercapai.  Sedangkan Pengaruh pelelangan pada kinerja pencapain mutu yang dominan adalah pencapaian mutu (ketersediaan alat kerja terpenuhi) yaitu apabila Pemilihan Kontraktor yang berpengalaman pada proyek sejenis pada pekerjaan yang dilelangkan akan meningkatkan pencapaian mutu (Ketersediaan alat kerja  terpenuhi) sebesar 61.60%. dan apabila Peralatan konstruksi yang ditawarkan sesuai persyaratan akan meningkatkan pencapaian mutu (Ketersediaan alat kerja terpenuhi) sebesar 6.50%, sedangkan sisanya (100% - 68.10% = 31.90%) dipengaruhi oleh faktor lain..

Page 1 of 1 | Total Record : 7