cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Hubungan HBD-3 Pada Selaput Amnion Ketuban Pecah Dini dengan Persalinan Normal Joni, Meidrin; Darwin, Eryati; Herlambang, Herlambang; Elliyanti, Aisyah Elliyanti
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p801-804.2023

Abstract

Tujuan: untuk melihat perbedaan kadar protein HBD-3 antara kejadian KPD dengan persalinan normal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case-control untuk menilai rasio HBD-3 pada selaput amnion pada KPD dan persalinan normal. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi HBD-3 pada grup KPD (3,10 ng/mL) yang tidak berbeda signifikan (P=0,537) dibandingkan grup kelahiran normal (3,10 ng/mL). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar protein HBD-3 antara kejadian KPD dan persalinan normal.
Hubungan Gejala Klinis dengan Neutrofil-Limfosit Rasio (NLR) pada Anak dengan Covid-19 di Rumah Sakit H.Abdul Manap Kota Jambi Hutabarat, Okto Dolin; Farah, Fransiska
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i3.p260-264.2024

Abstract

Latar belakang: Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dipertimbangkan sebagai penanda inflamasi untuk menilai derajat klinis COVID-19 pada anak, namun data lokal masih terbatas.Objektif: Menilai hubungan antara gejala/derajat klinis dengan NLR pada anak dengan COVID-19.Metode: Studi analitik korelatif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis sekunder pasien pediatrik terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi RS H. Abdul Manap, Kota Jambi, Januari–Juli 2021. Variabel utama: derajat klinis dan NLR (cut-off 3,13). Analisis menggunakan uji korelasi serta estimasi kekuatan hubungan.Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (55,1%), berderajat klinis ringan (87,7%), dan memiliki NLR <3,13 (98%). Terdapat korelasi lemah namun bermakna antara derajat klinis (ringan–sedang) dan NLR (r=0,386; p=0,006).Kesimpulan: Derajat klinis COVID-19 pada anak berkorelasi lemah tetapi signifikan dengan NLR, dengan sebagian besar kasus ringan menunjukkan NLR <3,13. NLR berpotensi sebagai penanda pendukung stratifikasi klinis; diperlukan penelitian prospektif dengan ukuran sampel memadai untuk memvalidasi temuan ini.      
Hubungan Askariasis Terhadap Derajat Keparahan Stunting Pada Balita di Kota Padang Adrial, Adrial
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i6.p919-929.2023

Abstract

Tujuan: Menganalisis hubungan askariasis terhadap derajat keparahan stunting pada balita di Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penilitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan balita stunting yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian induk dan dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan 5,2% balita stunting positif terinfeksi Ascaris lumbricoides yang terdiri dari 4 balita (3,4%) dengan kategori pendek dan 2 balita (1,7%) dengan kategori sangat pendek. Hasil analisis secara statistik menemukan tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian askariasis dan intensitas infestasinya dengan derajat keparahan stunting pada balita. (p>0,05) Kesimpulan: Tidak tidak terdapat hubungan antara status infestasi askariasis dan intensitas infestasinya terhadap derajat keparahan stunting pada balita di Kota Padang.
Gambaran Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Balita Pendek di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Busnita, Silvina Fitria Sari
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i2.p148-156.2025

Abstract

Tujuan: mengetahui angka infeksi Soil Transmitted Helminths pada balita pendek di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan 124 sampel feses pada balita pendek dengan rentang usia 24 – 59 bulan di Kelurahan Padang Sarai dan Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada bulan September 2022 – Juni 2023. Sampel diperiksa secara mikroskopis dengan metode Kato-Katz. Hasil: subjek penelitian didominasi oleh anak dengan kategori pendek (77,4%), jenis kelamin laki-laki (50,8%), dan kelompok usia 36 – 47 bulan (43,5%). Pada pemeriksaan feses balita pendek didapatkan sebesar 6,5% terinfeksi STH. Spesies yang ditemukan Ascaris lumbricoides (50%), Trichuris trichiura (25%), dan mixed infection Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura (25%). Ascaris lumbricoides masing-masing ditemukan 33% pada derajat ringan, sedang, dan berat sedangkan Trichuris trichiura ditemukan 50% pada derajat ringan, 25% pada derajat sedang dan berat. Simpulan: kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths yang paling banyak terdapat pada spesies Ascaris lumbricoides dengan derajat infeksi yang beragamKata kunci: Balita Pendek; infeksi soil transmitted helminths; stunting
Perbedaan Nilai Rerata Red Blood Cell Distribution Width (RDW) Pada Pasien Covid-19 Derajat Ringan-Sedang Dan Berat-Kritis oktaviani, yumi
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i6.p930-935.2023

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh virus SARSCoV2 dan menjadi pandemi di dunia. Pasien COVID 19 terbanyak gejala ringan, tetapi 20% dapat mengalami perburukan. Penelitian sebelumnya mendapatkan peningkatan RDW berkaitan dengan tingkat keparahan penyakit. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai rerata RDW pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dibandingkan berat-kritis. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 100 pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dan berat-kritis di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Juli 2022- sampai Februari 2023. Pemeriksaan RDW dilakukan dengan alat hematologi otomatis. Data dianalisis dengan uji T tidak berpasangan, dengan kemaknaan p <0,05. Hasil: Subjek penelitian sebagian besar laki-laki (52%). Rerata umur penelitian 55 (15) tahun. Nilai rerata RDW subjek penelitian 14,5(1,5) %. Nilai rerata RDW pada pasien COVID-19 derajat ringan-sedang 13,7(1,0) % dan berat-kritis 15,2(1,5) %. Uji statistik mendapatkan perbedaan bermakna nilai rerata RDW pada 2 kelompok (p=0,001). Pembahasan: Nilai rerata RDW pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dalam batas normal sedangkan derajat berat-kritis di atas rentang normal. Sitokin proinflamasi yang sangat tinggi mempengaruhi ukuran eritrosit dan meningkatkan nilai RDW pada kelompok berat-kritis. Simpulan: Terdapat perbedaan nilai rerata RDW antara pasien COVID 19 derajat ringan-sedang dan berat-kritis. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan follow up RDW 
Hubungan Faktor Individu dan Pekerjaan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Operator Alat Berat Febriyani, Hilda; Nasution, Helmi Suryani; Wardiah, Rizalia
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i1.p49-60.2024

Abstract

Tujuan: Mengetahui hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator alat berat angkutan container PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif dengandesain cross sectional dilakukan terhadap 44 orang responden. Populasi dan sampel yaitu seluruh operator alat berat PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Metode sampling menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi-square dan ukuran asosiasi menggunakan prevalence ratio (PR). Hasil: Responden yang mengalami keluhan CTS berjumlah 26 orang (59,1%). Berdasarkan uji chi-square diketahui usia (p=0,010) PR=2,308 (95%CI= 1,162 - 4,584), masa kerja (p=0,008) PR=2,262 (95%CI=1,203-4,253), dan lama kerja (p<0,001) PR=4,180 (95%CI=1,729-10,105) memiliki hubungan dengan keluhan CTS. Variabel yang tidak berhubungan yaitu status gizi (p=0,183) PR=1,575 (95%CI= 0,771 – 3,219) dan riwayat penyakit (p=0,270) PR=1,433 (95%CI=0,902-2,276). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan lama kerja dengan keluhan CTS pada operator alat berat angkutan container PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Diharapkan perusahaan melakukan upaya pengendalian CTS dengan pendekatan ergonomi bagi pekerja.
Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal dalam Pelaksanaan Manajemen Kesehatan Bayi dan Balita di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Padang Susanty, Desy
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i2.p187-202.2025

Abstract

Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang,  cakupan pelayanan kesehatan bayi dan balita tahun 2021 capaian target SPM bayi sebanyak 93,65% dan capaian SPM balita 89,99%. Dengan tidak tercapainya SPM bayi baru lahir dan balita 100% merupakan tantangan bagi daerah.Desain penelitian ini adalah Penelitian kualitatif dengan pendekatan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan telaah dokumen. Analisis data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian diperoleh kompenen input yakni Dinas Kesehatan belum memiliki Tim khusus SPM, belum ada pedoman/buku saku SPM berbasis elektronik, anggaran khusus SPM masih belum ada dan untuk kegiatan SPM masih melekat dengan anggaran program, aspek SDM masih kurang untuk yang kelapanagan dan  belum semua nakes di FKTP swasta dan non nakes (kader dan guru PAUD) diberi pelatihan, aspek sarana prasana sudah cukup baik namun kualitas alat belum semua memenuhi standar terutama uji kalibrasi, sasaran Pusdatin jauh lebih tinggi dari data ril. Sedangkan pada aspek proses perencanaan sudah sesuai, pelaporan masih belum satu pintu. Komponen output SPM bayi dan balita thn 2021 93,65% dan 89,99%. Saran perlu dibentuk Tim SPM, alokasi anggaran untuk pelatihan SDM Swasta dan kader, guru PAUD.
Potensi kombinasi induced-pluripotent stem cells (iPSC) dan metode pengeditan gen clustered regularly interspaced short palindromic repeats–associated nuclease 9 (CRISPR-Cas9) sebagai terapi pada pasien hemofilia Hasbullah Putra, Irfan; -, Khairunnisa; Yusan Pratama, Muhammad
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i6.p1045-1055.2023

Abstract

Hemofilia merupakan penyakit genetik berupa gangguan dalam pembekuan darah yang terjadi akibat mutasi pada gen yang mengkode faktor koagulasi. Anak yang mengalami hemofilia apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang dapat berujung kepada kematian. Pada saat sekarang ini, anak yang mengalami hemophilia memerlukan terapi pengganti atau pengobatan dengan desmopresin yang dilakukan seumur hidup dengan risiko infeksi yang tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu terapi yang dapat mengatasi penyebab dari hemofilia tersebut, satu-satunya terapi yang dapat menyembuhkan hemofilia yaitu terapi gen. Terapi gen meliputi terapi dengan menggunakan metode pengeditan gen yang fleksibel dan mudah digunakan, clustered regularly interspaced short palindromic repeats–associated nuclease 9 (CRISPR- Cas9). Metode ini mampu dengan baik memotong molekul DNA pada titik tertentu melalui aktivitas endonuklease dengan bantuan single guide RNA (sgRNA). Penggunaan metode ini dapat dikembangkan untuk dilakukan pada induced pluripotent stem cell (iPSC). Pengkombinasian teknik iPSC dan gen editing CRISPR-Cas9 pada sel pasien hemofilia dapat dihasilkan stem sel yang mampu menghasilkan faktor koagulasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengatasi permasalahan yang mejadi penyebab dari hemofilia tersebut.Kata kunci: Hemofilia, iPSC, CRISPR-Cas9
Bedah Basis Kranii Hipofisektomi Tahap Kedua dengan Pendekatan Endoskopi Transfenoid pada Adenoma Hipofisis Danuwirya, Muhammad Reko; Irfandy, Dolly
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i3.p362-370.2024

Abstract

Latar Belakang: Teknik operasi bedah basis kranii dengan pendekatan endoskopi transfenoid memberikan kualitas visualisasi lapang pandang operasi lebih baik dibanding menggunakan mikroskop dan morbiditas lebih rendah dibanding teknik lainnya. Selama dua dekade terakhir bedah endoskopik telah mendapatkan dukungan sebagai pendekatan utama untuk lesi sellar dan parasellar termasuk adenoma hipofisis. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 34 tahun dengan keluhan penurunan penglihatan dan didiagnosis dengan adenoma hipofisis. Pada pasien dilakukan tindakan reseksi tumor oleh ahli bedah saraf dengan pendekatan endoskopi transfenoid berkolaborasi dengan ahli THT-KL. Kesimpulan: Bedah basis kranii pendekatan endoskopi transfenoid adalah tindakan bedah yang menjadi pilihan utama untuk lesi basis kranii. Tindakan ini memberikan visualisasi struktur anatomi yang baik, lapang pandang operasi yang lebih luas, manipulasi struktur neurovaskular minimal, meminimalisir morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup pasien, memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dan memberikan hasil yang memuaskan.
Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Posterior dengan Paresis Kanal Unilateral Nita, Rini Yoan
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i2.p228-234.2024

Abstract

Pendahuluan: Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) posterior dan paresis kanal unilateral merupakan dua kasus yang berbeda. BPPV menyebabkan gangguan keseimbangan perifer yang sering ditandai oleh sensasi pusing berputar dan bersifat sementara, sedangkan paresis kanal akan  menyebabkan gangguan stabilitas postural. Keterlibatan kanal posterior pada BPPV paling sering dijumpai. Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan keseimbangan sederhana dan Dix-Hallpike dan ENG untuk peresis kanal. Manuver Epley merupakan tatalakasan dari BPPV posterior dan rehabilitasi vestibular tatalaksana paresis kanal. Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 36 tahun dengan diagnosis BPPV kanal posterior kanan dagan paresis kanal kiri. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis pusing berputar dipengaruhi oleh perubahan posisi, pada Dix-Hallpike  dengan nistagmus torsional ke atas-kanan dan hasil Electronistagmografi (ENG) dengan unilateral weakness (UW) 50% kiri. Pasien diterapi dengan canalith repositioning procedure dengan manuver Epley dan terapi adaptasi dikombinasi substitusi. Kesimpulan: BPPV kanal posterior dan paresis kanal kiri ditandai dengan gejala pusing berputar dipengaruhi posisi, ditemukan nistagmus torsional ke atas-kanan pada Dix-Hallpike dan UW 50% kiri. Penatalaksanaan BPPV posterior dengan manuver Epley dan paresis kanal kiri ditatalaksana dengan latihan adaptasi dan substitusiKata kunci: Benign Paroxysmal Positional Vertigo, manuver Dix-Hallpike, manuver Epley, paresis kanal unilateral, rehabilitasi vestibular 

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue