RELIGIA
Religia is a periodical scientific journal with ISSN Print: 1411-1632; Online: 2527-5992 published by the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Pekalongan. This journal specializes in the study of Islamic sciences (Islamic Theology, Philosophy and Islamic thought, Tafsir-Hadith, Science of Da'wah, and Sufism). The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic scholarship disciplines to publish their research results after the selection mechanism of the manuscript, the review of the partner bebestari, and the editing process. The Religia Journal is published in April and October each year. This journal has been indexed in a reputable national indexing agency.
Articles
300 Documents
PENAFSIRAN FILSAFAT MISTIS AYAT SAJDAH (Kajian Pemikiran Ibnu ‘Arabi)
Ismail, Ismail
RELIGIA Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.042 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v14i1.37
Sujud al-Tilawah pada ayat sajdah memiliki kualifikasikhusus. Ibnu ‘Arabi, dengan metode isyari (kiasan), membuatpersilangan makna zhahir dan makna bathin dalam koridor filosofisuntuk memperoleh makna terdalam dari sebuah teks ayat-ayat sajdah.Menurutnya, semua ayat dari ayat sajdah berisi dua tema dasar,yaitu atribusi diri kepada Allah swt, bahwa hanya Dia dengan segenapkekuatan, kesempurnaan dan kemuliaan, dan bahwa Dia adalah YangWajib dan Layak dijadikan objek sujud dan dipatuhi oleh semuamakhluk, dengan masing-masing “dimensi spiritual” dalaminterkorelasinya.Sujud tilawah in sajdah verses has a specific qualification. IbnArabi used ishari method to get deep meaning of the text of sajdahverses. To him, all sajdah verses contain two basic theme; they arethe attribute of Allah that He is the only one who has all strength,perfectness, and magnificence, and the attribute that He is the onlyone that must be worshipped and obeyed by all creatures.
KONSEP STRATEGI THEISTIC SPIRITUAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI ISLAM
Istiani, Nurul
RELIGIA Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.409 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v20i2.1070
Pendidikan spiritual di sekolah selama ini kurang diterapkan, selama ini guru Pendidikan Agama Islam hanya mampu mengedepankan aspek kognitif atau hasil pencapaian akhir terhadap suatu mata pelajaran saja. Hal ini belum mencapai aspek afektif, yaitu pembentukan sifat dan karakter peserta didik, bagaimana siswa tersebut dapat menerapkan pelajaran yang telah didapat dan aspek psikomotorik yaitu pengembangan kreativitas. Pelajaran Agama belum menjadi alat utama untuk menentukan lulus atau tidaknya peserta didik dalam suatu jenjang pendidikan. Selain itu metode yang dilakukan oleh para guru Agama juga kurang bervariasi. Di dalam kelas peserta didik hanya duduk berjam-jam tetapi selama itu pikiran dan perasaan siswa tidak berada di dalam kelas. Peserta didik kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran baik itu dalam memperhatikan, mendengarkan atau merasakan apa yang sedang berlangsung. Untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal diperlukan strategi pembelajaran yang sistematis dan terarah, sementara itu strategi yang selama ini dipakai guru dalam pembelajaran belum memberikan kebebasan peserta didik untuk mengembangkan berbagai kecerdasan baik intelektual, emosional ataupun spiritual. Sehingga perlu adanya suatu strategi pendidikan spiritual dengan menggunakan metode hypnoteaching di sekolah.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan Strategi pendidikan spiritual pada mata pelajaran PAI melalui metode hypnoteaching di SMK N 3 Pekalongan ini meliputi: strategi pembentukan spiritual, strategi penjagaan spiritual dan strategi penyembuhan spiritual yang dilakukan oleh satu guru pengampu mata pelajaran PAI dan bisa dilaksanakan di dalam pembelajaran ataupun di luar pembelajaran dengan menyampaikan materi-materi spiritual melalui metode hypnoteaching dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat ketika strategi pendidikan spiritual pada mata pelajaran PAI bisa menumbuhkan kesadaran spiritual peserta didik yang bisa dilihat dari tingkah laku peserta didik sehari-hari, meskipun di SMK N 3 ini masih dalam tataran strategi pembentukan spiritual tetapi sudah berjalan dengan baik.
Waria’s Religion and Interreligious Dialogue: a Case of Waria Community In Kebaya NGO Yogyakarta
Arauf, Muta‘ali
RELIGIA Vol 18 No 1: April 2015
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.504 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v18i1.623
Penelitian ini bertujuan untuk memahami 'Agama waria' dan dialog antariman, dalam artian bahwa mereka mempunyai pengalaman keberagamanya. Mereka punya pandangannya tersendiri tentang Tuhan, tentang ibadah, tentang takdir, dan dosa. Mereka memandang Tuhan dalam intimasi personal yang mendalam. Mereka juga memosisikan Tuhan sebagai satu-satunya dzat yang membuat mereka tercipta sebagai waria. Terlepas dari bagaimana pandangan mereka tentang dosa dan tidaknya “menjadi waria”, yang jelas relasi mereka dengan Tuhan masih sering terjadi di ruang privat.
MENGENAL KITAB SUNAN AL-TIRMIDZI (KITAB HADITS HASAN)
Su’aidi, Hasan
RELIGIA Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.8 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v13i1.178
As one of Hadith books that is included in the six main Hadits books (kutub al-sittah), Sunan Tirmidzi has a different writing methodology from other main Hadith books. It can be seen from the existence of quality valuing of Hadiths written in the book that is rarely done by other writers of Hadith books. Besides, the existence of Hadith classification into three classifications, i.e. shahih, hasan and da’if that has not yet been known, make al-Tirmidzi and his Hadith book interesting to study further.
Kritik Atas Sunah Sebagai Bagian Tafsīr bi al-Ma’sūr: Menyoal Otoritas Sunah Sebagai Acuan Penafsiran dalam Tafsīr Al-Jalālain
Miski, M
RELIGIA Vol 20 No 1: April 2017
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (743.257 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v20i1.838
Tafsīr al-Jalālai, like Tafsīral-Maḥallī andas-Suyūṭī, has not been created from a vacuum, but from a specific context of social reality which is laden with certain ideologies. The questionsthat follow then are how al-Maḥallī and as-Suyūṭīhave put their own ideological genre into Tafsīr al-Jalālain when interpreting al-Qur’an and how this ideological preference in turn brings about theoretical implications for tafsīr bi al-ma’sūr? This paper adopts the perspective of constructionism and that of literature study. The primary data were Tafsīr al-Jalālain, which were analysed by means of intertextuality. The main findings revealed that Sunah in the Tafsīr al-Jalālain have been selected and sorted out in accordance with an ideological genre of Syafii. Building on these observations, we concluded that the existence of SunahNabi which are part of tafsīr bi al-ma‘ṡūr (an-Naql), despite being hailed as the most authoritative interpretation of al-Qur’an, tends to be biased and, therefore, its generalizability should be interpreted with caution. We suggested that there should be a more specific terminology in between al-Qur’an that is interpreted by Nabi himself (i.e., at-Tafsīr an-Nabawī), which tends to be neutral, and al-Qur’an that is interpreted by scholars through the lens of SunahNabi (at-Tafsīr bi as-Sunnah an-Nabawiyyah), which is undoubtedlyvulnerable to the interest of these scholars
PESANTREN DALAM PERUBAHAN SOSIAL
Ismail, Ismail
RELIGIA Vol 12 No 1: April 2009
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.182 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v12i1.201
School of Islamic studies for children and young people (pesantren) is a conventional education institution that – from its publishing until now – it has experienced various changes and played many roles in Indonesia. Its main elements that consist of kyai (the teacher), santri (the student), mosque, boarding school, and kitab kuning (the books) are unique elements that make it different from other education institutions. Along with social change current, there is a view that pesantren is no longer relevant and must be reformed. Therefore, pesantren is demanded to be “supermarket” that supplies many kinds of product and has sensitive curriculum in order to be consumed by its community.
KOMBINASI PENDEKATAN STUDI ISLAM: IKHTIAR MENJAWAB TANTANGAN STUDI ISLAM KE DEPAN
Khasanah, Nur
RELIGIA Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.127 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v15i1.125
Pada saat ini, banyak pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami Islam. Dengan adanya persatuan akan terjadi pendekatan Islam komprehensif. Agama Islam juga memiliki banyak hal, bukan hanya sebagai pesan simbolik saja. Berbagai pendekatan yang dimulai dari pendekatan utama meliputi Ilmu Tafsir, Ilmu Al-Qur’an, Ilmu Hadits, Ilmu Fiqh/Ushul Fiqh, dan lainnya yang masih dalam lingkup studi Islam, dan pendekatan yang terbaru dengan menggunakan ilmu sosial dan humaniora. Semua pendekatan tersebut dikombinasikan. Studi Islam bukan lagi monopoli guru agama saja, tetapi terbuka untuk semua disiplin ilmu. Dengan mengombinasikan beberapa pendekatan, pengajaran Islam lebih fungsional dan aplikatif untuk memberikan jawaban terhadap masalah sepanjang periode dan tantangan studi Islam itu sendiri dalam waktu ini
Peneguhan Identitas dan Ideologi Majelis Mujahidin Melalui Terjemah Al-Qur’an
Yahya, Mohamad
RELIGIA Vol 21 No 2: Oktober 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.227 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i2.1510
This study focuses on Koreksi Tarjamah Harfiyah al-Qur’an Kemenag RI (QTK) by Muhammad Thalib, Amir (Leader) Majelis Mujahidin. Significance of this focus is due only Thalib who is bold and sincere against the authority of Al-Qur’an dan Terjemahnya by The Ministry of Religious Affairs of the RI. This study uses social identity theory and critical discourse analysis. The conclusion of this study says that Thalib’s interpretation or translation, Koreksi QTK and QTT, represent the social identity of Thalib and MM, as his context. Koreksi QTK (and QTT) is not merely a normative religious ritual; it is also the result of Thalib's dialectic in MM context with the socio-political context of Indonesia. Koreksi QTK (and QTT) is a self-affirming social media of Thalib and MM that attempt to illustrate illusively with a more peaceful, harmonious, anti-extremist-jihadist face. Both of these books are also a tool of the ideological campaign and political orientation of MM. The effort of delegitimizing QTK and the inauguration of QTT authority became a vital medium in the effort to sow the ideology and political orientation of MM in Nusantara context.
PERKEMBANGAN STUDI HADITS KONTEMPORER
Muna, Arif Chasanul
RELIGIA Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.371 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v14i2.91
Studi hadits selalu mengalami perkembangan danpengembangan yang dinamis dalam setiap fase sejarahnya,sesuai dengan tuntunan dan tantangan zamannya. Tulisan inimencoba memotret dan mendeskripsikan perkembangan studihadits satu abad terakhir di dunia Islam. Dengan pendekatanhistoris-deskriptif, tulisan ini akan memetakan karakter dankecenderungan mutakhir studi hadits di dunia Islam. Ada empatkecenderungan kajian hadits yang dideskripsikan pada tulisanini, yaitu pertama studi manuskrip kitab-kitab hadits; keduastudi polemik seputar hadits; ketiga studi kemukjizatan ilmiahdan kemukjizatan futuristik dalam hadits dan keempatpengembangan kajian takhrij hadits.
Penguatan Teologi Aswaja Majelis Taklim Aqaid Khamsin Pekalongan
Fahmi, Muhammad Saifudin
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.843 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1499
Artikel ini membahas bagaimana Majelis Taklim Aqaid Khamsin (MTAK) Pekalongan berupaya memperkuat doktrin teologis Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), terutama doktrin teologis yang terkait dengan atribut ilahi. Teologi Aswaja telah menjadi doktrin Muslim Indonesia sejak lama, tetapi kemudian doktrin tersebut telah terkikis oleh doktrin-doktrin yang, utamanya Wahabisme dan Muktazilah. Teologi Wahabisme telah merelokasi takwil dalam memahami ayat-ayat antropomorfik, sementara doktrin Muktazili cenderung untuk mengganggu teologi Aswaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi. Untuk memperkuat teologi Aswaja di masyarakat, MTAK memberikan suatu ketentuan pemahaman kepada masyarakat dalam bentuk studi tentang atribut-atribut Allah dengan memperlengkapi jamaah argumen-argumen naqli (tekstual) dan aqli (rasional). Studi ini dilakukan dalam bentuk: (1) pengajaran umum untuk semua jamaah; (2) panduan dialogis; (3) bantuan untuk jamaah pemula; (4) konsolidasi argumen naqli dan aqli; dan (5) bantuan untuk kader senior untuk mengajar orang-orang di berbagai daerah di sekitar Pekalongan.