cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
KEBUTUHAN REMAJA UNTUK MENGIRIM FOTO ATAU VIDEO DI INSTAGRAM Setiasih, Setiasih; Puspitasari, Florencia Inne
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.148 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-40

Abstract

Abstract — Instagram is one of the most popular social media, that focus on photo sharing. Survey of MarkPlus Insightshowed tha t5.9% users are adolescence, aged 15-22 years old. By posting photo or video at instagram adolescence connected with people around the world. It means that they got the need of affiliation. This study conducted to know the needs of adolescence for posting photo or video at instagram. Participants of this study are 103 adolescence, aged 15-18 years old, has an instagram account, and at least they posted 1-2 photos or videos for a month. This study used a snowball sampling, and data was analyzed with ANAVA.Results of this study showed there are four needs that had made adolescence posting a photo or video at instagram, theywere the need  of self explanation, the need for receiving and giving attention to the others, the need  for good appearance, and the need for getting social support.Suggestion for adolescence: they have to be aware about the tendency for exploitation photo or video on the instagram. Abstrak — Instagram merupakan media sosial yang popular dan berfokus pada photo sharing.H asil survey MarkPlus Insight menunjukkan bahwa 5,9% pengguna instagram adalah  remaja yang berada  pada usia 15-22 tahun. Hal ini wajar karena dengan mengirim foto atau video ke dalam media sosial, sebenarnya remaja terhubung dengan orang lain secara luas, dengan demikian maka kebutuhan remaja untuk menjalin relasi sosial dengan orang lain akan dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang mendorong remaja mengirim foto atau video ke dalam Instagram. Partisipan penelitian ini adalah 103 remaja berumur 15-18 tahun, memiliki akun Instagram, dan setidaknya mengirim 1-2 foto atau video dalam 1 bulan. Pengambilan data menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan ANAVA.Hasil analisis faktor, menunjukkan ada 4 kebutuhan yang mendorong remaja mengirim foto atau video ke dalam Instagram, yaitu kebutuhan untuk menjelaskan diri, kebutuhan untuk memperhatikan dan diperhatikan orang lain,kebutuhan untuk tampil baik, dan kebutuhan untuk memperoleh dukungan.Saran untuk remaja yaitusaat mengirimfoto atau video pribadi dalam Instagram perlu diperhatikan akan adanya ancaman eksploitasi foto atau video yang beredar dalam internet.
PENEMUAN MAKNA HIDUP PADA INSAN PASCA STROKE Rachmawati, Adjeng Pudji
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.849 KB) | DOI: 10.24854/jpu22016-71

Abstract

Abstract — This study aims to potrayal of the meaning of life post-stroke human being. The process of the invention the meaning of life was divided into five stages: suffering phase, self-acceptance phase, meaning the discovery phase, meaning the realization phase, and meaningful life phase. In the discovery phase of the meaning of life in it contains the sourceof meaning in life in the form of creative values, experiental values, attitudinal values, and hopes values. In addition, it also discusses the factors that influence of post-stroke human beings find meaning in life. The approach used in this study is qualitative approach that aims to obtain a thorough and complete understanding of the cases. Data collected methodsused were observation and in-depth interviews. The study involved three people over the age of post-stroke human being 45-54 years who suffered paralysis as a research subject. Based on the results of the analysis showed that all three subjects suffer physically and mentally. But only two subjects who can change the condition of the suffering becomes meaningful appreciation of life. The existence of the values obtained from the sufferingbecomes an important source for the subject in the meaning of life. The implications of this study are expected, human beings can better interpret post-stroke life by doing activities that can support the healing process for the family and can continue to provide guidance and motivation to the human being in order to achieve post-stroke recovery. Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penemuan makna hidup pada insan pasca stroke. Proses penemuan makna hidup, tersusun ke dalam lima tahapan yaitu diawali tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penemuan makna, tahap realisasi makna, dan diakhiri tahap kehidupan bermakna. Selain itu dibahas pula mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi insan pasca stroke dalam menemukan makna hidup. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara menyeluruh dan utuh dari kasus yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam (depth-interview). Subjek pada penelitian ini melibatkan tiga orang insan pasca stroke yang berusia 45–54 tahun yang mengalami kelumpuhan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami penderitaan secara fisik dan mental. Tetapi hanya dua subjek yang dapat mengubah kondisi penderitaan tersebut menjadi penghayatan kehidupan yang bermakna (meaningfull). Adanya nilai-nilai yang diperoleh dari proses penderitaan menjadi sumber penting bagi subjek dalam menemukan makna hidup. Implikasi dari penelitian ini diharapkan, insan pasca stroke dapat lebih memaknai hidupnya dengan cara melakukan kegiatan yang dapat menunjang proses penyembuhan dan bagi keluarga dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada insan pasca stroke demi tercapainya kesembuhan.
MAKNA KEWIRAUSAHAAN PADA ETNIS JAWA, MINANG, DAN TIONGHOA: SEBUAH STUDI REPRESENTASI SOSIAL Sutanto, Okki; Nurrachman, Nani
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.314 KB) | DOI: 10.24854/jpu12018-75

Abstract

Abstract — The important link between culture and entrepreneurship has often been overlooked by psychological research on entrepreneurship. The present study explores the meaning of entrepreneurship among three ethnic groups in Indonesia: Javanese, Minangese, and Chinese. Using the perspective of social representation theory, especially the structural approach, this study employs the mixed-method design. By using quantitative approach with Hierarchized Evocation method on 122 subjects the attributes and structure of entrepreneurship’s social representation were discovered. The central core elements of the Javanese were autonomy and hard work, the Minangese were trading, products, capital, and autonomy, and for the Chinese were strategy and management and hard work. The qualitative approach using interview conducted on 11 entrepreneurs found that each ethnic group views entrepreneurship differently. The different views manifested on several aspects such as the motivation to start a business, the important values and views regarding entrepreneurship. Some attributes which were found to be unique for each ethnic were honesty and nrimo for the Javanese, observance to religion and belongingness to one’s hometown for the Minangese, and creativity and patience for the Chinese.Abstrak — Pentingnya kaitan budaya dalam kewirausahaan belum banyak digali oleh penelitian Psikologi di bidang kewirausahaan. Studi ini mengeksplorasi pemaknaan kewirausahaan pada tiga etnis di Indonesia yakni Jawa, Minang, dan Tionghoa, dengan menggunakan perspektif representasi sosial, khususnya pendekatan struktural. Desain penelitian mixed-method digunakan dalam studi ini. Pada pendekatan kuantitatif dengan teknik Hierarchized Ecovation pada 122 responden berhasil memetakan atribut dan struktur representasi sosial tentang kewirausahaan. Pendekatan kualitatif melalui wawancara pada 11 responden menemukan perbedaan pemaknaan kewirausahaan termanifestasi dalam tiga hal yakni alasan berwirausaha, nilai dan hal yang dianggap penting dalam berwirausaha, dan proses pelestarian nilai-nilai kewirausahaan. Ditemukan bahwa central core pada etnis Jawa adalah kemandirian dan kerja keras, sedang pada etnis Minang adalah berdagang, produk, modal, dan kemandirian, dan pada etnis Tionghoa adalah strategi dan manajemen serta kerja keras. Sejumlah atribut yang menjadi kekhasan masing-masing etnis yakni kejujuran dan nrimo pada etnis Jawa, kesalehan pada agama dan kecintaan pada kampung halaman pada etnis Minang, serta kreativitas dan kesabaran pada etnis Tionghoa.
PERAN SELF-COMPASSION DAN SPIRITUALITAS TERHADAP DEPRESI PADA IBU HAMIL Chairunnisa, Alfira; Fourianalistyawati, Endang
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.572 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-131

Abstract

Abstract – Pregnancy is a significant event that causes changes both physically and psychologically among pregnant women. Hence, it can trigger symptomps of depression during pregnancy. Previous studies have shown that self-compassion significantly correlated with depression, as well as spirituality. Therefore, the purpose of this study was to examine the role of self-compassion and spirituality toward depression among pregnant women simultaneously. The sample of this study was pregnant women who had completed Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), Self-Compassion Scale (SCS), and Daily Spiritual Experience Scale (DSES) (n = 125). The result of multiple regression analysis showed that self-compassion and spirituality have significant roles in predicting depression among pregnant women simultaneously. A higher score of self-compassion could predict a lower score of depression, even when the score of spirituality was being controlled. The self-judgement and perception of transcendent events dimensions have significant contributions toward depression among pregnant women. Abstrak — Kehamilan merupakan peristiwa penting yang menyebabkan adanya perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil, sehingga dapat menimbulkan gejala depresi selama masa kehamilan. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa self-compassion berkorelasi negatif secara signifikan dengan depresi, begitu pula pada spiritualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-compassion dan spiritualitas secara bersama-sama terhadap depresi pada ibu hamil. Penelitian ini melibatkan 125 ibu hamil yang melengkapi kuesioner Edinburgh Posnatal Depression Scale (EPDS), Self-Compassion Scale (SCS), dan Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Hasil uji regresi ganda menunjukkan bahwa self-compassion dan spiritualitas memiliki peran yang signifikan secara bersama-sama dalam memprediksi depresi pada ibu hamil. Ibu hamil dengan skor self-compassion yang lebih tinggi mampu memprediksi skor depresi yang lebih rendah meskipun skor spiritualitasnya dibuat tetap, dan sebaliknya. Aspek self-judgement dan persepsi terhadap peristiwa transenden diketahui memiliki kontribusi yang signifikan terhadap depresi pada ibu hamil. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi prevalensi depresi pada ibu hamil yang semakin meningkat.
HUBUNGAN ANTARA WILAYAH KENDALI DAN TANGGUNG JAWAB PERSONAL DENGAN INTENSI PRO-LINGKUNGAN Dasi, Ahsanul Akhsan; Miarsyah, Mieke; Rusdi, Rusdi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-224

Abstract

Abstract – Locus of control is a belief in oneself as a center of control that directs a person's behavior to move within him towards the outside of them. Personal responsibility can be defined as individuals who deal with actions that will affect others. The role of personal responsibility is important to change students' pro-environmental intention. This study aims to analyze the relationship between locus of control and personal responsibility with pro-environmental intention at SMAN 8 Makassar City. Participants for the study were 120 students from 11th grade. This study used a quantitative approach with a descriptive method of correlation techniques, using survey data. The results showed a positive relationship between locus of control and personal responsibility with pro-environmental intention.  Abstrak — Wilayah kendali merupakan sesuatu yang menuntun keinginan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Tanggung jawab pribadi adalah batasan yang dipilih sendiri oleh individu yang berkaitan dengan mengambil tindakan yang akan memengaruhi orang lain. Peran tanggung jawab pribadi sangat penting untuk mengubah intensi pro-lingkungan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara wilayah kendali dan tanggung jawab pribadi dengan intensi pro-lingkungan di SMAN 8 Kota Makassar. Jumlah responden terdiri dari 120 siswa dari kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif teknik korelasi berdasarkan data survei. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara wilayah kendali dan tanggung jawab personal dengan intensi pro-lingkungan.
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DAN KETERLIBATAN AYAH PADA REMAJA Sutanto, Sandra Handayani; Suwartono, Christiany
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.042 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-222

Abstract

Abstract - Apart from the noise and spark of the city, loneliness is often still engulfing teenagers. Previous research found that relationships with peers and parents were predictors of loneliness experienced by adolescents. However, no study has specifically examined parental involvement, especially father involvement. This study also aims to reveal the participation of fathers in parenting with loneliness in adolescents. This research is a quantitative study using a measurement tool adaptation from the UCLA Loneliness Scale and Father Involvement Scale. The sample size of this study was 189 adolescents by convenience sampling technique. The results showed that most teenagers felt lonely but were not related to father involvement in their lives. Discussion of the study tried to elaborate on the factors of location for data collection, developmental stages, and habits of adolescents. The results of the additional analysis showed that female adolescents tended to experience loneliness compared to male adolescents. Suggestions for research are given to get a more comprehensive picture of the phenomenon of loneliness in adolescents. Also, practical advice is also given to reduce loneliness in young women. Abstrak - Terlepas dari keramaian perkotaan, kesepian masih melanda para remaja. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa relasi dengan teman sebaya dan orang tua merupakan prediktor dari kesepian yang dialami remaja. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti keterlibatan orang tua, terutama keterlibatan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi ayah dalam pengasuhan dan hubungannya terhadap kesepian remaja. Studi survei kuantitatif ini menggunakan UCLA Loneliness Scale dan Father Involvement Scale, pada 189 remaja. Hasil menunjukkan hampir sebagian besar remaja merasakan kesepian, namun tidak berhubungan dengan keterlibatan ayah dalam kehidupan mereka. Hasil analisa tambahan menunjukkan bahwa remaja perempuan cenderung mengalami kesepian dibandingkan remaja laki-laki. Diskusi penelitian mencoba mengelaborasi faktor lokasi pengambilan data, tahapan perkembangan, dan kebiasaan remaja yang memengaruhi hasil. 
EFEK MEDIASI MAKNA HIDUP PADA HUBUNGAN ANTARA GRIT DAN KEPUASAN HIDUP PADA MAHASISWA Purba, Debora E; Djaling, Krisna Wardhana
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.302 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-233

Abstract

Abstract – The current study aimed at examining the relationship between grit and life satisfaction through meaning in life. Data were taken using online survey from university students in Depok city (N = 505). Variables were measured using The Grit Scale, Meaning in Life Questionnaire (MLQ), and Satisfaction With Life Scale (SWLS). Data were analyzed using simple mediation model on Hayes PROCESS macro on SPSS program. Results showed that grit was positively and significantly related with life satisfaction and meaning in life, respectively, and meaning in life positively and significantly related with life satisfaction. Lastly, meaning in life partially mediated the relationship between grit and life satisfaction. Abstrak — Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui peran mediasi makna hidup pada hubungan antara grit dengan kepuasan hidup. Data diambil menggunakan survei online pada mahasiswa perguruan tinggi di Kota Depok (N = 505). Pengukuran variabel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan The Grit Scale, Meaning in Life Questionnaire (MLQ), dan Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisis data dilakukan menggunakan model mediasi pada makro PROCESS dari Hayes. Temuan pada penelitian ini menunjukan bahwa grit berpengaruh secara positif pada kepuasan hidup dan makna hidup, kemudian makna hidup berpengaruh secara positif pada kepuasan hidup. Terakhir, makna hidup secara parsial memediasi hubungan grit dan kepuasan hidup.
DUKUNGAN SOSIAL BAGI PEREMPUAN PRA-SEJAHTERA MELALUI PROGRAM KEUANGAN MIKRO: STUDI KASUS PADA KOPERASI MITRA DHUAFA CABANG CIKALONGKULON Cahyawan, William; Machdum, Sari Viciawati
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.054 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-253

Abstract

Abstract – Microfinance is one of the popular strategies to eradicate poverty and achieve gender equality. In practice, microfinance must not only focus on economic aspects, but also on the social ones. For this reason, the researcher seeks to examine the forms of support carried out by microfinance in an attempt to achieve its mission. The main theory of this research is social support theory from Lord and Hutchison (1993), consists of practical, mentoring, and moral support. This research use qualitative method with the type of case study. Study was conducted on Koperasi Mitra Dhuafa Cabang Cikalongkulon. Six participants participated in this research. Research explained that the practical support provided training to members and also provided in the form of diverse savings and loan services. Meanwhile, the mentoring support is analysis capability members to repayment and monitoring the use of them. Finally, the moral support is in the form of visiting activities for members with problems and not problems. Moral support is one of the important elements that distinguish Komida from others. Abstrak — Keuangan mikro adalah salah satu strategi populer dalam upaya pengentasan kemiskinan dan mencapai kesetaraan gender. Dalam praktiknya, keuangan mikro tidak boleh hanya berfokus pada aspek ekonomi, namun juga aspek sosial. Untuk itu, peneliti berupaya mengkaji bentuk-bentuk dukungan yang sebaiknya dilakukan oleh keuangan mikro dalam upaya mencapai misinya. Teori utama dalam penelitian ini adalah teori dukungan sosial dari Lord dan Hutchison (1993), meliputi dukungan praktikal, mentoring, dan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Studi dilakukan pada Koperasi Mitra Dhuafa Cabang Cikalongkulon. Partisipan dalam penelitian berjumlah enam orang. Hasil riset menunjukkan bahwa dukungan praktikal dalam bentuk pelatihan dan tersedianya layanan simpanan, serta pinjaman yang beragam. Sementara itu, dukungan mentoring berupa analisis kemampuan pengembalian pinjaman, serta monitoring terhadap kegunaan pinjaman. Terakhir, dukungan moral berupa kegiatan kunjungan kepada anggota bermasalah dan tidak bermasalah. Dukungan moral menjadi salah satu elemen penting yang membedakan dari Lembaga Keuangan Mikro yang lainnya. 
PENGARUH RELIGIOSITAS DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA YANG MENGIKUTI PERSEKUTUAN Agnita, Chiquitita; Selviana, Selviana
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.412 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-231

Abstract

Abstract — This study aims to determine the effect of religiosity and peer conformity on prosocial behavior. Respondents in this study consisted of 72 students who participated in Christian spiritual fellowship (Perkantas). Data were collected using the scale of prosocial behavior, scale of religiosity and scale of peer conformity; all were particularly developed by the researchers. The results revealed that there are partial and simultan effects of religiosity and peer conformity on prosocial behavior. It was concluded that religiosity and peer conformity have an important role in shaping prosocial behavior in everyday life.Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku prososial. Responden penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti persekutuan rohani Kristen Perkantas berjumlah 72 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan skala perilaku prososial, skala religiositas, dan skala konformitas teman sebaya yang dikembangkan peneliti. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh secara parsial maupun pengaruh secara simultan religiositas dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku prososial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa religiositas dan konformitas teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari.
THE WORK-LIFE BALANCE OF BLUE-COLLAR WORKERS: THE ROLE OF EMPLOYEE ENGAGEMENT AND BURNOUT Wardani, Laila Meiliyandrie Indah; Firmansyah, Rahmat
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.84 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-238

Abstract

Abstract — The purpose of this study was to determine the effect of employee engagement and burnout on the perception of work-life balance, particularly on blue-collar workers.  The study sample comprised of 91 employees of the production section (blue-collar workers) in a multinational company in Jababeka-Cikarang. Sampling was carried out using a stratified technique of proportional approach.  The instruments used in this study are The Utrecht Work Engagement Scale (UWES), Maslach Burnout Inventory (MBI-GS), and Work-Life Balance Scale. The study used primary data collection through survey method and secondary data from the company for analysis. Multiple regression analysis showed that employee engagement and burnout influence participants’ perceptions on work-life balance. The result indicates that employee engagement and burnout explained 17.6 percent on the variability of participants’ perceived work-life balance.Abstrak — Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh employee engagement dan burnout terhadap work-life balance, terutama pada pekerja blue-collar. Sampel penelitian berjumlah 91 orang karyawan yang bekerja di bagian produksi (blue-collar workers) sebuah perusahaan multinasional di Jababeka-Cikarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik stratified sampling dan pendekatan proposional. Instrumen yang digunakan untuk pengukuran employee engagement adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES), Maslach Burnout Inventory (MBI-GS), dan Work-Life Balance Scale. Data yang akan digunakan untuk analisis merupakan data primer yang diperoleh melalui metode survei dan data sekunder dari perusahaan. Hasil analisa regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara employee engagement dan burnout terhadap work-life balance. Employee engagement dan burnout berkontribusi sebesar 17.6 persen terhadap varians skor persepsi work-life balance partisipan.

Page 9 of 12 | Total Record : 113