cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
HUBUNGAN ANTARA ACADEMIC SELF-CONCEPT DAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DENGAN FLOW PADA MAHASISWA UNIVERSITAS X Lesmana, Teguh
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.207 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-245

Abstract

Abstract ? Depression and loss of focus are symptoms experienced by some students, which could indicate the lack of flow. Academic self-concepts and academic self-efficacy are hypotesized to be related to students? capacity to flow. The purpose of this study was to determine the relationship between academic self-concept and academic self-efficacy towards student? capacity to flow. This quantitative study employed questionnaire for data collection, participated by 108 students at university X. The results showed a significant relationship between academic self-concept and academic self-efficacy towards students? capacity to flow. Additional analysis demonstrated a significant relationship between academic self-concept and academic self-efficacy with student?s GPA, while flow was not related to student?s GPA. Abstrak ? Perasaan tertekan dan tidak fokus saat kuliah dapat dialami oleh mahasiswa dan mengindikasikan kurangnya flow dalam diri mahasiswa. Academic self-concept dan academic self-efficacy merupakan variabel yang diduga dapat berhubungan dengan flow pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic self-concept dan academic self-efficacy terhadap flow. Studi kuantitatif ini menggunakan kuesioner untuk pengambilan data, dengan jumlah partisipan sebanyak 108 mahasiswa universitas X. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara academic self-concept dan academic self-efficacy terhadap flow pada mahasiswa. Terdapat juga hubungan yang signifikan antara academic self-concept dan academic self-efficacy dengan IPK mahasiswa, sedangkan flow tidak terbukti berhubungan dengan IPK.
PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN IMAN Suwartono, Christiany; Suhendra, Junianawaty; Soeherman, Sylvia; Mamahit, Aileen P.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.6 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-246

Abstract

Abstract ? The formation of faith in adolescents and young people is rooted in their interaction with parents, both father, and mother, as well as friends. Adolescence and young adulthood are periods of seeking faith in various aspects of life. However, there has not been a measurement of the extent to which adolescents and young people regard parents and friends as role models of their faith. This study was aimed to the Perceived Faith Support - Parents and Friends Scale to be the Scale of Faith Support. The study was conducted through convenience sampling, involving 1,390 participants from three major islands in Indonesia. The results of this adaptation proved to be reliable with internal consistency methods, especially Cronbach's Alpha and to be valid with factor analysis methods. Validation with age criteria is proven by the support of faith from the father and mother, but not with friends. The Faith Support Scale is argued to be fit for both theoretical and practical purposes. The development and application of this scale are further discussed. Abstrak ? Pembentukan iman pada remaja dan kaum muda merupakan hasil interaksi mereka dengan orang tua, baik ayah maupun ibu, juga teman. Masa remaja dan kaum muda merupakan masa pencarian keyakinan (iman) di berbagai aspek kehidupan. Namun, belum ada pengukuran mengenai sejauh mana remaja dan kaum muda menganggap orang tua dan teman sebagai teladan iman dirinya. Studi ini bertujuan untuk mengadaptasi skala Perceived Faith Support ? Parents and Friends menjadi Skala Dukungan Iman. Penelitian dilakukan dengan teknik convenience sampling dan melibatkan 1,390 partisipan dari tiga pulau besar di Indonesia. Hasil adaptasi ini terbukti reliabel dengan metode konsistensi internal, khususnya Cronbach?s Alpha dan valid dengan metode faktor analisis. Validasi dengan kriteria usia terbukti pada dukungan iman dari ayah dan ibu, namun tidak dengan teman. Skala Dukungan Iman ini siap digunakan dalam konteks penelitian maupun praktis. Pengembangan dan aplikasi skala ini dibahas lebih lanjut. 
RESPONS PSIKOSOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PASIEN FILARIASIS DI KOTA AMBON Reasoa, Melany Sandra; Ranimpi, Yulius Yusak; Kurniasari, R.Rr. Maria Dyah; de Fretes, Fiane
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.7 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-230

Abstract

Abstract ? Filariasis (elephantiasis) is a tropical disease and is pendemic in many regions in Indonesia. Filariasis is caused by transmission of microorganisms through mosquito bites. Although filariasis is not lethal, the resulting physical disability will lead to psychological pressures of the sufferers, such as: depression, anxiety, demotivation, lack of productivity and social interest. While psychosocial responses of the sufferers could be negative or positive, the positive response is believed to assist the sufferers in achieving well-being. The purpose of this study was to describe the psychosocial and well-being responses of filariasis patients. This study used in-depth interviews to two participants, approached through purposive sampling. The results emerged in four categories: 1). not excluded, 2). optimistic, 3). negative impact, and 4). social relations. The study concludes that physical disability experieced by the participants resulted in being dependent to others, which led to negative social treatment. However, participants achieved well-being from the fact that they were not excluded by their family; this gained a sense of optimistic and social interest to relate with their environment. Abstrak ? Filariasis (kaki gajah) merupakan penyakit tropis yang sangat umum terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Filariasis disebabkan oleh penularan mikroorganisme melalui gigitan nyamuk. Meskipun filariasis tidak mengakibatkan kematian, kecacatan yang ditimbulkan dapat berdampak pada tekanan psikologis penderita, seperti: depresi, kecemasan, demotivasi, serta melemahnya produktivitas dan minat sosial. Respons psikososial penderita dapat berupa pemikiran negatif dan positif. Pemikiran positif ini mampu mengarahkan penderita untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan respons psikososial dan kesejahteraan psikologis (well-being) pada pasien filariasis. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam terhadap dua partisipan yang direkrut melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini terangkum dalam empat kategori, yaitu: 1). tidak dikucilkan, 2). optimis, 3). dampak negatif, dan 4). hubungan sosial. Dari studi ini, dapat disimpulkan bahwa  kecacatan yang dialami partisipan akibat filariasis mengakibatkan dirinya bergantung terhadap orang lain serta mendapat perlakuan negatif dari lingkungannya. Meskipun demikian, kesejahteraan psikologis yang dicapai partisipan dipengaruhi oleh kondisi bahwa ia tidak dikucilkan oleh lingkungan keluarganya sehingga memunculkan rasa optimis dan minat sosial. Hal itu memotivasi partisipan untuk terus menjalin relasi sosial dengan lingkungan yang lebih luas.
HUBUNGAN WORK-FAMILY ENRICHMENT DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA PERAWAT WANITA Kuntari, C. M. Indah Soca R.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.896 KB) | DOI: 10.24854/jpu12015-35

Abstract

Abstract ? A young, married nurse has to play dual roles in her life: in a work and family setting. Playing dual roles does not always end in a conflict, but can also enrich one?s experience and increase one?s quality of life. Work-family enrichment occurs when experience in the work situation enriches the role in family context, and vice versa. The increasing of quality of life can boost up courage and positive psychological experience when playing a role as a professional nurse, which may result in the increased work engagement. The aim of this study is to explore the relationship of work-family enrichment and work engagement of the female nurse. Participants in this study were 53 married, female nurses. Instruments used in this study were Work-Family Enrichment Questionnaire and Utrech Work Engagement Questionnaire. The result showed the existence of positive correlation between work-family enrichment and work engagement. It is concluded that the increased work-family enrichment can also result in the increased work engagement.  Abstrak ? Perawat wanita yang sudah menikah, menjalankan dua peran utama dalam kehidupannya yaitu peran di pekerjaan dan keluarga. Menjalankan dua peran tersebut tidak selalu menimbulkan konflik, namun justru bisa memperkaya (enrichment) pengalaman dan meningkatkan kualitas hidup perawat yang menjalaninya. Work-family enrichment terjadi jika pengalaman dalam menjalankan peran di pekerjaan, meningkatkan kualitas hidup pada peran di keluarga, demikian pula sebaliknya. Peningkatan kualitas hidup dapat meningkatkan semangat dan kondisi psikologis yang positif dalam menjalankan peran sebagai perawat, dimana hal ini merupakan indikasi dari work engagement. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan antara work-family enrichment dengan work engagement pada perawat wanita. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 53 perawat wanita yang telah menikah. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Work-Family Enrichment dan Utrech Work Engagement. Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara work-family enrichment dengan work engagement pada perawat wanita.
PEMAKNAAN ORANG TUA YANG KEHILANGAN ANAK DALAM PERISTIWA KEKERASAN POLITIK: STUDI FENOMENOLOGI Valentia, Stefany; Mansoer, Winarini Wilman D.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.165 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-249

Abstract

Abstract ? This study aims to discover the experience of parents who lost their child as a result from political violence in 1998 and to outline their meaning-making process after the loss of their child. The study was conducted using qualitative method with phenomenological approach. Participants were parents of an undergraduate student who became the victim of the incident (some refer them as ?Reformation Heroes?), approached through convenience sampling. Data were collected by using in-depth interviews. Several themes elicited from the interview results in both parents: sorrow and resentment; refusal of loss; loss of happiness, warmth, enthusiasm, and hope; detachment from social life; social support; justice effort; and faith. Analytical findings showed that eventhough the incident has occured more than 20 years ago, participants were still going through complicated grief. Parents construe their child?s death as an ongoing sacrifice effort for justice, hence they are commited to end it by demanding legal justice. Abstrak ? Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan pemaknaan orang tua yang anaknya meninggal dalam peristiwa kekerasan politik pada tahun 1998. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Partisipan merupakan orang tua dari mahasiswa yang menjadi korban pada peristiwa tersebut (sering disebut sebagai Pahlawan Reformasi) dan partisipan dipilih berdasarkan ketersediaan sumber daya peneliti. Pengambilan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam. Dari hasil wawancara dengan partisipan, ditemukan beberapa tema dalam pengalaman dan pemaknaan ayah maupun ibu, yaitu kesedihan mendalam; kemarahan yang besar; tidak menerima kematian anak; kehilangan kebahagiaan, kehangatan, semangat, dan harapan; menarik diri dari kehidupan sosial; bangkit karena dukungan sosial; memperjuangkan keadilan hukum; serta keimanan. Hasil analisa menunjukkan bahwa meskipun sudah 20 tahun lebih berlalu sejak peristiwa kematian anak, partisipan masih terus mengalami perasaan berduka yang kompleks. Kedua orang tua memaknai kematian anak mereka sebagai pengorbanan dan perjuangan yang belum selesai. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan perjuangan tersebut dengan menuntut keadilan hukum.
PENGARUH RELIGIOSITAS TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN DOWN SYNDROME Ruslan, Christella; Ariela, Jessica; Sutanto, Sandra Handayani
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.409 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-298

Abstract

Abstract ? This study aimed to examine the contribution of religiostiy toward marital satisfaction of parents whose child has Down syndrome in Jakarta and Tangerang. The sample of this research consisted of 54 individuals. The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale was used to measure the religiosity, while Relationship Assessment Scale (RAS) was used to measure the marital satisfaction. Findings indicated that religiosity is not significantly associated with marital satisfaction. However, the result indicated a significant contribution of Believing dimension of religiosity toward marital satisfaction (10.7%) of parents who had a child with Down syndrome.Abstrak ? Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh religiositas terhadap kepuasan pernikahan pada orangtua yang memiliki anak dengan Down syndrome di Jakarta dan Tangerang. Partisipan penelitian ini terdiri atas 54 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur religiositas adalah The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale dan Relationship Assessment Scale (RAS) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat korelasi yang signifikan antara religiositas dan kepuasan pernikahan. Akan tetapi, penelitian ini menemukan bahwa dimensi believing memiliki pengaruh yang signifikan (10.7%) terhadap kepuasan pernikahan orangtua yang memiliki anak dengan Down syndrome.
DINAMIKA DUKUNGAN SUAMI PADA KECEMASAN IBU NIFAS DALAM RUMAH BULAT Mage, Mernon Yerlinda; Prapunoto, Susana; Kristijanto, A. Ign.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Ulayat (early view)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu02019-279

Abstract

Abstract ? This study aims to explore the role of husbands? support in assisting their wives to overcome anxiety during puerperium. The study took place at Rumah Bulat (a traditional house especially designed for mothers in their puerperial period and their babies) in Putun Villange, Central Southern Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia. A qualitative approach was employed, participated by two married couples who had undergone or were undergoing postpartum period in Rumah Bulat. Descriptive analysis using thematic coding procedure suggests four types of husband support to their wives during puerperal period: instrumental support, psychosocial support, emotional support, and spiritual support. Each support was conveyed by each participant in different forms and had an impact in reducing postpartum maternal anxiety. The study?s result provides reference to the government and local communities regarding how to provide support for women in the puerperal period, which is still understudied. Abstrak ? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan dinamika dukungan suami terhadap kecemasan istri pada masa nifas. Studi ini dilakukan di Rumah Bulat (sebuah rumah adat yang khusus dibangun untuk perawatan ibu dan bayi pada masa nifas) di Desa Putun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua pasangan suami-istri yang sudah atau sedang menjalani nifas dalam Rumah Bulat sebagai partisipan. Hasil analisis deskriptif menggunakan teknik analisis tematik menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk dukungan suami yang diberikan selama ibu nifas berada dalam pengasingan, yaitu dukungan instrumental, dukungan psikososial, dukungan emosional, dan dukungan spiritual. Setiap dukungan disampaikan masing-masing partisipan dengan cara yang berbeda-beda dan berdampak dalam menurunkan kecemasan ibu nifas. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan, baik bagi pemerintah maupun komunitas setempat, mengenai bagaimana memberikan dukungan bagi ibu nifas yang masih belum banyak diteliti.
PENGALAMAN INDIVIDU DENGAN RIWAYAT KLEPTOPMANIA Oktania, Reti; Mansoer, Winarini Wilman D.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu02019-304

Abstract

Abstract ?   Kleptomania is an impulse control disorder characterized by a recurrent failure in resisting the impulse to steal objects, which are unnecessary for personal use, regardless of their monetary value. This study aims to discover the experience of individuals with kleptomania symptoms. To better understand the phenomenon, this study was conducted in two stages: an autoethnography study of the researcher?s own experience and a phenomenological study to two participants. Both studies suggested that the onset of kleptomania behavior of all participants emerged since childhood period and that participants had disharmonious family background. Six themes that were perceived differently by each participant were disappointment to their parents, sense of desperation, uncontrolled drive to steal, perceived shame, sense of unsatisfaction, and willingness to improve self. Those themes were then concluded into three major themes: family background, participant?s internal dynamics, and the decision to improve self. Abstrak ? Kleptomania merupakan sebuah gangguan yang dikarakteristikkan dengan adanya dorongan untuk melakukan tindakan mencuri benda-benda tidak dibutuhkan dan tidak menguntungkan. Dorongan tersebut muncul tak tertahankan dan terjadi berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana individu yang pernah menampilkan gejala kleptomania memaknai pengalaman terkait perilaku kleptomanianya. Untuk memahami fenomena tersebut dengan lebih mendalam, penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu studi autoetnografi terhadap diri peneliti sendiri dan studi fenomenologi terhadap dua orang partisipan. Hasil kedua studi menunjukkan bahwa seluruh partisipan memunculkan perilaku kleptomania sejak usia anak-anak dan menunjukkan latar belakang keluarga yang tidak harmonis. Terdapat enam tema yang dimaknai secara berbeda antar partisipan, yaitu: kekecewaan kepada orang tua, perasaan putus asa, dorongan yang kuat, perasaan malu, perasaan tidak pernah puas, dan keinginan untuk memperbaiki diri. Enam tema tersebut kemudian disimpulkan menjadi tiga tema besar, yaitu: latar belakang keluarga, dinamika internal partisipan, dan keputusan untuk memperbaiki diri.
GAMBARAN SELF-COMPASSION PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT DI JAKARTA Adinda, Puspa Triani; Aryanto, Christ Billy; Tunjungsari, Laurensia Harini
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Ulayat (early view)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu02019-256

Abstract

Abstract ?  This study aims to explore how self-compassion shapes the experience of hospital nurses in Emergency Department (ED) in Jakarta. Previous studies demonstrated that the lack of self-compassion can increase compassion fatigue, thereby reducing the quality of services and eventually affect patients? well-being. Mixed-methods design was employed by collecting data from 77 nurses through convenient sampling. Two nurses with highest self-compassion scores and a nurse with lowest self-compassion score were interviewed for further analysis. The descriptive result indicated that self-compassion of ED nurses in Jakarta was considerably high and only one nurse had relatively low self-compassion. There was a significant difference in self-compassion based on working time and hospital types. Qualitative analysis indicated that under stressful circumstances, nurses with high self-compassion tended to engage with various religious activities, while the one with low self-compassion tended to be self-indulging.Abstrak ? Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi self-compassion perawat rumah sakit bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Jakarta. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kurangnya self-compassion dapat meningkatkan rasa lelah secara mental, sehingga menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit dan dapat berdampak pada kesejahteraan pasien. Desain mixed-methods digunakan dengan mengambil 77 sampel perawat dari berbagai tipe rumah sakit melalui teknik sampel convenient. Dua perawat dengan self-compassion tertinggi dan satu perawat dengan self-compassion terendah diwawancarai untuk analisa data kualitatif. Hasil deskriptif mengindikasikan bahwa self-compassion perawat IGD di Jakarta tergolong tinggi dan hanya satu perawat yang ditemukan memiliki self-compassion rendah. Terdapat perbedaan signifikan mengenai self-compassion perawat berdasarkan lama bekerja dan tipe rumah sakit. Hasil kualitatif mengindikasikan bahwa ketika stres, perawat dengan self-compassion tinggi cenderung melakukan aktivitas religius, sementara perawat dengan self-compassion rendah cenderung melakukan self-indulgence.
GAMBARAN PERILAKU YANG BERPERAN TERHADAP KONDISI OBESITAS PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA DI JAKARTA Kawi, Teddy Kurniawan; Purwanti, Margaretha; Partasari, Wieka Dyah
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Ulayat (early view)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu02019-120

Abstract

Abstract ?   This study seeks to understand the behavior that leads to obesity among young adult women in Jakarta, guided by Theory of Reasoned Action (Ajzen & Fishbein, 1975) and Self-Efficacy Theory (Bandura, 1986) as the framework. This study employed qualitative methodology, participated by three female participants (27-31 years old) and resided in Jakarta area. The results show that although participants were from various background; all of them have similarities in many behavioral aspects that leads to them being obesed. In particular, participants developed an attitude that eating was their coping mechanisms during stress. Related to the subjective norms aspect, participants perceived support from their close relatives but was not demonstrated through the real action. Negative mood and the lack of knowledge about healthy behavior affected their self-efficacy. Biological and environment factors play a pivotal role in shaping obesity. Practically termed, this study outlined a need for tailoring an intervention program that focuses on the attitude, subjective norm, and self-efficacy in reshaping behavior of people, particularly women, with obesity. Abstrak ? Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku yang berperan terhadap obesitas pada perempuan dewasa muda, menurut Theory of Reasoned Action  (Ajzen & Fishbein, 1975) dan teori Self-Efficacy (Bandura, 1986). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif terhadap tiga perempuan dewasa muda (27-31 tahun) yang berdomisili di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tiap partisipan memiliki latar belakang berbeda yang membentuk kondisi obesitas, terdapat kesamaan dalam aspek-aspek yang mendasari perilaku. Pada aspek attitude, partisipan menganggap makan sebagai cara menghadapi kondisi stres. Pada aspek subjective norms, partisipan merasakan dukungan dari orang terdekat, namun tidak ditunjukkan melalui tindakan nyata. Faktor mood yang negatif dan pengetahuan minimal akan perilaku sehat pada setiap partisipan juga memengaruhi keyakinan diri (self-efficacy) dalam berperilaku. Faktor biologis dan lingkungan  cukup berperan terhadap pembentukan kondisi obesitas. Hasil studi ini merekomendasikan rancangan intervensi yang berfokus pada attitude, subjective norms, dan self-efficacy dari perilaku yang berperan terhadap kondisi obesitas.

Page 10 of 12 | Total Record : 113