cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DAN PENERIMAAN ORANGTUA PADA IBU DARI ANAK YANG TERDIAGNOSIS AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) Valentia, Stefany; Sani, Riryn; Anggreany, Yuliana
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.363 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-79

Abstract

Abstract — This study aims to examine the relationship between resilience and parental acceptance of mothers of children diagnosed with Autism Spectrum Disorder (ASD). The sample consisted of 51 mothers. Brief Resilience Scale (BRS) and Parental Acceptance- Rejection Questionnaire (PARQ) were used to assess mother’s resilience and parental acceptance level. The results indicated a significantly negative correlation between resilience and parental acceptance (r = -. 330, p <.05). Furthermore, this study also found significant correlations between some of the parental acceptance dimensions and resilience level.  Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara resiliensi dan penerimaan orangtua pada ibu dari anak yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD). Partisipan terdiri atas 51 orang ibu yang mengisi Brief Resilience Scale (BRS) sebagai instrumen pengukur resiliensi, dan Parental Acceptance-Rejection Questionnaire (PARQ) sebagai instrumen pengukur penerimaan orangtua. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya hubungan signifikan yang berbanding terbalik antara variabel resiliensi dengan skor alat ukur penerimaan orangtua (r = -.330, p <.05). Penemuan lain yang terkait dengan hubungan antara dimensi resiliensi dan penerimaan orangtua juga turut didiskusikan.
KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN DAN INTENSI PLAGIARISME PADA MAHASISWA Fatimah, Dhaniar Gusna
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.554 KB) | DOI: 10.24854/jpu12018-177

Abstract

Abstract — Previous studies have related plagiarism with several situational factors than internal ones, which are actually interesting to be investigated, such as achievement motivation. The purpose of this study was thus to see the correlation between intention of plagiarism with achievement motivation factors (hope of success and fear of failure). In this study, 210 university students were asked to indicate their responses to the scale of hope of success, fear of failure, and intention of plagiarisme. The result shows a correlation between fear of failure with intention of plagiarism, while insignificant correlation was found between hope of success with intention of plagiarisme. It is concluded that individuals with intention of plagiarisme are more influenced by the feeling of fear of failure. Abstrak — Beberapa penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaitkan plagiarisme dengan faktor situasional padahal terdapat faktor-faktor internal yang menarik untuk dikaji salah satunya faktor pembentuk motivasi berprestasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara faktor pembentuk motivasi berprestasi (harapan untuk sukses dan ketakutan akan kegagalan) dengan intensi plagiarisme. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional.Sebanyak 210 sampel diberikan skala hope of success, fear of failure, dan intensi plagiarisme. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya hubungan fear of failure dengan intensi plagiarisme. Sebaliknya tidak diperoleh hubungan antara hope of success dengan intensi plagiarisme. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa individu dengan intensi plagiarisme lebih dipengaruhi oleh perasaan takut akan kegagalan. 
ANALISIS HOPE PADA ATLET BULUTANGKIS INDONESIA JUARA DUNIA ERA ’70 & ’90 Andangsari, Esther Widhi; Rumondor, Pingkan C.B.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.197 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-8

Abstract

Penelitian ini merupakan analisa profi l hope pada atlet bulutangkis Indonesia yang meraih prestasi juara dunia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hope memiliki relasi yang positif dengan beragam hal seperti olahraga, akademik, kesehatan fisik, penyesuaian psikologis, dan psikoterapi. Partisipan terdiri atas atlet yang pernah bertanding para era 1970 dan 1990. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisa interpretasi fenomenologi. Sembilan keterampilan mental atlet digunakan sebagai panduan dalam wawancara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan komponen hope. Hope terdiri atas tiga komponen yaitu: tujuan, jalan (pathways) dan agency thinking. Hasil analisis dari pengalaman partisipan menunjukkan sembilan tema utama, yaitu: sikap, motivasi, tujuan dan komitmen, keterampilan antarpersonal, self-talk, pembayangan mental, pengelolaan kecemasan, pengelolaan emosi, dan konsentrasi. Tema-tema tersebut selaras dengan karakteristik orang yang memiliki hope tinggi.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUH, KOMPETITIF DAN DINAMIS Wulandari, Antonina Pantja Juni; Astrini, Astrini
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.614 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-23

Abstract

Penelitian ini melihat peranan pendidikan agama dan kewarganegaraan yang didapat siswa selama di SMA dalam meningkatkan karakter terutama karakter tangguh, kompetitif, dan dinamis. Penelitian dilakukan pada mahasiswa yang baru masuk di Binus University sebanyak 100 orang, dengan melihat persepsi pelajaran Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan dalam meningkatkan karakter tangguh, kompetitif, dan dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka memiliki ketiga karakter tersebut namun intensitas yang ada tidak terlalu kuat dan tidak ada hubungan yang signiikan antara persepsi terhadap kedua mata pelajaran tersebut dengan karakternya. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik tetap memiliki karakter tangguh, kompetitif dan juga dinamis tidak berdasarkan apakah mereka mempersepsikan kedua mata pelajaran tersebut menyenangkan atau tidak menyenangkan. Karena pembentukan karakter khususnya karakter tangguh, kompetitif dan dinamis dapat saja berkembang dengan baik dikarenakan oleh situasi dan kondisi sekolah secara keseluruhan dan bukan secara khusus melalui mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
PENGARUH JENIS MUSIK TERHADAP PERFORMA KOGNITIF YANG MENUNTUT INGATAN JANGKA PENDEK PADA ANAK-ANAK USIA 7-11 TAHUN Sari, Ayu Paramita; Grashinta, Aully
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.703 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-39

Abstract

Abstract — There are so many human information received through the senses such as music. There are numbers of research that examines the influence of music, especially classical music on human cognitive abilities. But it is difficult to find study that examine the influence of other types of music other than classical music, such as pop music. The aim of this research was to examine the influence of types of music on cognitive performance that requires short-term memory. This study was a quasi-experimental study using a quantitative approach that uses short-term memory tests in the form of a series of meaningless letters while listening to classical music (Experiment Group 1), pop music (Experiment Group 2), and no music (Controlled Group). Samples of this study were 150 childrens aged 7-11 years who have good reading skills. To compare the effect of music to the children’s short memory, statistical technique used was ANOVA. The result indicated that there existed a significant relationship between the pop music on cognitive performance that requires short-term memory in children aged 7-11 years. Abstrak —Begitu banyak informasi yang manusia terima melalui panca indera, salah satunya dengan mendengarkan musik. Banyak penelitian yang meneliti tentang pengaruh musik khususnya musik klasik terhadap kemampuan kognitif seseorang. Namun masih jarang penelitian yang dilakukan untuk meneliti tentang pengaruh musik lain selain musik klasik, misalnya musik pop. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis musik terhadap performa kognitif yang menuntut ingatan jangka pendek. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan tes ingatan jangka pendek berupa serangkaian huruf yang tak bermakna dan diperdengarkan musik klasik (Kelompok Eksperimen 1), musik pop (Kelompok Eksperimen 2) dan tanpa diperdengarkan musik (Kelompok Kontrol). Sampel dalam penelitian ini adalah 150 anak usia tahap operasional konkrit Piaget yaitu usia 7-11 tahun yang memiliki kemampuan membaca yang baik. Untuk dapat mengetahui pengaruh kenis musik terhadap ingatan jangka pendek anak digunakan teknik analisis ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat musik pop berpengaruh secara signifikan terhadap performa kognitif yang menuntut ingatan jangka pendek pada anak usia 7-11 tahun.
OLAHRAGA DAN REGULASI EMOSI: SEBUAH STUDI KORELASI PADA TARUNA PERGURUAN TINGGI KEDINASAN (PTK) Permono, Juandita Widowianti; Kusristanti, Chandradewi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.823 KB) | DOI: 10.24854/jpu22016-70

Abstract

Abstract — Cadets as students of the School of Services face many kinds of demands. Those demands may trigger both academic and non-academic stress. An effect of stress is emotional response, which needs to be handled. Therefore, cadets need to regulate their emotion. Exercise is a mandatory activity in School of Service. The purpose of this study is to know if there is any relation between exercise and emotion regulation of cadets in School of Services. Using stratified random sampling, the number of participants in thepresent study is 270 cadets. Questionnaires used in this study are International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) that have been adapted. Results showed that there is no significant relationship between exercise and emotion regulation reappraisal (r = .109, p = .074) as well as exercise and emotionregulation suppression (r = .031, p = .612) among participants. Abstrak — Taruna sebagai siswa pada Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dihadapkan pada berbagai macam tuntutan, baik akademik maupun non-akademik, yang dapat memicu stres. Salah satu respons yang dihasilkan oleh stres yaitu respons emosional. Respons emosi dari stres tersebut perlu ditangani agar tidak memberikan efek yang lebih besar kepada para taruna. Oleh karena itu, para taruna perlu meregulasi emosinya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan taruna terkait upaya regulasi emosi dan juga yang menjadi karakteristik dari PTK yaitu aktivitas fisik berupa olahraga wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi pada taruna PTK. Sampel penelitian berjumlah 270 orang taruna yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling (stratified random sampling). Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Emotion Regulation Questionnaire. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi reappraisal (r = .109, p = .074) maupun supresi (r = .031, p = .612).
PEMAAFAN PADA ISTRI DEWASA MUDA YANG SUAMINYA PERNAH BERSELINGKUH Steven, Yulius; Sukmaningrum, Evi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.179 KB) | DOI: 10.24854/jpu12018-72

Abstract

Abstract — This study examined forgiveness process and factors affecting the process among young adult wives to overcome their spouse’s infidelity. This qualitative study was conducted using in-depth interviews to explore those variables and using two questionnaires – NEO PI-R and TRIM-18 – to measure the personality factor and the forgiveness motivation. Convenience sampling technique was used to recruit participant. This study showed that all three participants have not yet reached the final stage of forgiveness. Rumination was found in all participants as the barrier aspect that affects the process. Other factors that promote forgiveness process are reasons of forgiving, sincere apology from husband, relationship quality, and high motivation of benevolence. Furthermore, the cultural and religious factors play a major role in forgiving process. Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pemaafan dan faktor-faktor yang berperan dalam pemaafan pada istri dewasa muda yang suaminya pernah berselingkuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data utama melalui wawancara mendalam dan digunakan juga dua kuesioner, yaitu NEO PI-R serta TRIM-18 untuk melengkapi data wawancara. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 3 orang dan dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga partisipan belum sepenuhnya memaafkan suaminya yang pernah berselingkuh. Faktor yang dominan menghambat adalah adanya ruminasi, sedangkan faktor yang mendukung partisipan dalam proses pemaafannya ialah pertimbangan memaafkan, permohonan maaf yang ikhlas dari suami, kualitas hubungan, dan motivasi berbuat baik. Selain itu ditemukan juga adanya faktor budaya dan agama yang sangat kental yang berperan dalam proses pemaafan di ketiga partisipan.
PENGEMBANGAN SKALA MODAL SOSIAL PADA REMAJA Selviana, Selviana
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu02019-214

Abstract

Abstract —  Adolescents are surrounded by social environment in their daily life which becomes their social capital. In this study, the socialcapital includes significant people in adolescents’ life, such as: parents, teachers, and friends, from which the measurement of adolescent social capital is based upon. Respondents in this study consisted of 250 adolescents, of which 46 percent were men. The results of psychometric tests demonstrated a good validity and reliability of the developed scale through internal consistency and construct validity testing. The scale was proficient in measuring the similar constructs of social capital: social interaction, trust, andshared vision. Given the good psychometric properties, the developed scale is reliable to be used to measure social capital for adolescents.Abstrak—Dalam kehidupan sehari-hari, remaja memiliki lingkungan pergaulan yang menjadi modal sosialnya (social capital). Pada penelitian ini, modal sosial yang dimaksud mencakup orang-orang terdekat remaja, yaitu orang tua, guru, dan teman yang menjadi dasar bagi pengembangan alat ukur modal sosial remaja. Responden penelitian berjumlah 250 orang, di mana 46 persennya merupakan laki-laki. Berdasarkan hasil uji psikometri yang dilakukan, skala modal sosial bagi remaja diketahui memiliki validitas dan reliabilitas yang baik setelah diuji konsistensi internal dan validitas konstruknya. Skala ini dapat mengukur satu konstruk yang serupa dengan konstruk modal sosial, yaitu: Interaksi sosial (social interaction), kepercayaan (trust), dan visi bersama (shared vision). Dengan hasil uji psikometri yang cukup baik, maka skala ini dapat digunakan untuk mengukur modal sosial dalam konteks pada remaja.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEORANG ISTRI DALAM PERNIKAHAN POLIGAMI Rahmawati, Sri W.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.612 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-18

Abstract

Pernikahan poligami merupakan realitas sosial yang terdapat pada masyarakat kita, yang ditanggapi dengan berbagai respon. Dinamika perjalanan pernikahan merupakan sesuatu yang unik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tentang proses pengambilan keputusan pada wanita yang menjalani pernikahan poligami, pada saat pernikahannya memasuki usia ke 11 tahun. Pengambilan keputusan yang dilakukan dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang diharapkan dan terhindar dari konlik. Pendekatan kualitatif dilakukan karena pendekatan ini memberikan penghayatan yang lebih mendalam terhadap perilaku manusia yang sulit dikuantiikasikan. Pengambilan keputusan yang diambil bukanlah merupakan proses sederhana, karena di dalamnya terdapat banyak pertimbangan yang dipengaruhi pula oleh faktor subjektif seperti preferensi nilai, maupun faktor lingkungan.
HUBUNGAN PROBLEMATIC ONLINE GAME USE DENGAN POLA ASUH PADA REMAJA Sulistyo, Juandika Tri; Evanytha, Evanytha; Vinaya, Vinaya
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.5 KB) | DOI: 10.24854/jpu12015-34

Abstract

Abstract — Development of entertainment feature over the internet gives some positive and negative impacts for the users. One of the negative outcomes is the over engagement in the excessive use of online games that create psychological, social, school and work difficulties in a person’s life is known as Problematic Online Game Use  (POGU). This research aimed to explore the correlation between parenting style and Problematic Online Game Use  (POGU). The participants for this research are 200 Indonesian adolescents, ranging from 14 to 24 years old. The term POGU in this research was based on the study conducted by Kim and Kim (2010). An Indonesian version of Problematic Online Game Use Scale and questionnaire to measure parenting style were employed to collect the data. The results of this study indicated that there was a significant relationship between authoritative parenting and POGU, whereas no significant relationship was found between the other three types of parenting, namely: authoritarian, permissive, and neglected to POGU. This study showed higher tendency of Problematic Online Game Use among adolescents with authoritative type of parenting, compared with authoritarian, permissive, and neglected type of parenting. Abstrak — Fitur hiburan yang berkembang seiring dengan perkembangan internet memberikan dampak positif dan negative terhadap penggunanya. Salah satu dampak negatifnya ialah munculnya perilaku bermain game online sampai batas ia menciptakan dampak psikologis, sosial, sekolah, dan bekerja sehingga menimbulkan kesulitan dalam kehidupan seseorang dikenal dengan istilah Problematic Online Game Use (POGU). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh yang diberikan orang tua pada remaja dengan  Problematic Online Game Use (POGU). Partisipan penelitian ini adalah remaja Indonesia yang berusia 14-24 tahun, sebanyak 200 orang. POGU dalam penelitian ini dilihat dari sudut pandang teori Kim dan Kim (2010). Alat ukur yang digunakan adalah Problematic Online Game Use Scale yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta alat ukur pola asuh yang diadopsi dari penelitian Chandi (2007). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dan POGU, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tiga tipe pola asuh lainnya yaitu authoritarian, permissive, dan neglected  dengan POGU. Penelitian ini menunjukkan tingginya kecenderungan Problematic Online Game Use pada remaja dengan pola asuh authoritative, dibandingkan dengan pola asuh authoritarian, permissive, dan neglected.

Page 7 of 12 | Total Record : 113