cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Reflektika
ISSN : 23376821     EISSN : 25804006     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Reflektika is a peer-reviewed journal which is highly dedicated as public space to deeply explore and widely socialize various creative and brilliance academic ideas, concepts, and research findings from the researchers, academicians, and practitioners who are concerning to develop and promote the religious thoughts, and philosophies. Nevertheless, the ideas which are promoting by this journal not just limited to the concept per se, but also expected to the contextualization into the daily religious life, such as, inter-religious dialogue, Islamic movement, living Qur'an, living Hadith, and other issues which are socially, culturally, and politically correlate to the Islamic and Muslim community development.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
THE USE OF SQ4R FOR IMPROVING READING SKILL: HOW SHOULD IT BE IMPLEMENTED? Dian Tri Riska Ekawati; Dzulfikri Dzulfikri; Saiyidi Hasbullah
Reflektika Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v15i2.580

Abstract

For senior high school students, understanding literature has become a struggle. Impaired vocabulary and prior knowledge, grammatical flaws, and poor reading methods were all important factors in reading. As a result, this study aims to use SQ4R as a technique for overcoming learners’ difficulties in learning reading, particularly those studying English in SMKN 1 Bakung. SQ4R is one of the most widely used acronyms (Survey, Question, Read, Recite, Review, and Reflect). The SQ4R reading method is aimed to engage kids in reading activities, encourage them to enjoy reading, and enhance their academic achievement as a result. Students should apply what they already know to assist them learn new material, according to SQ4R. This study employs Classroom Action Research (CAR) at XI TKJ, using data obtained from two instruments: a post-test and observation sheets. A total of 26 students participated in the study. The findings of this study show that after being taught the approach, students’ reading ability improves. The students acquire an average score of 55.4 in pre-test. Then, their average score increases to 63.3 in the first cycle. The average score climbs to 73.3 average scores in the second round. The success criteria for this study were that 75% of the students (19 students) got a score of 65.
URGENSI ASBABUL WURUD DALAM HADITS (Upaya Reinterpretasi Hadits Misoginis Berdasarkan Pendekatan Historis, Sosiologis dan Antropologis) Emna Laisa; Luthfatul Qibtiyah
Reflektika Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i1.530

Abstract

Hadits merupakan salah satu sumber ajaran Islam. Secara struktural ia menduduki posisi kedua setelah al-Qur’an, sedangkan secara fungsional ia merupakan bayan (penjelas) terhadap al-Qur’an. Tak dapat dipungkiri bahwa ketepatan pemaknaan dan pemahaman hadits adalah sesuatu yang vital. Namun demikian, untuk menggali kandungan makna dari suatu hadits tidak semudah membalikkan telapak tangan. Adakalanya hadits hanya dimaknai secara tekstual tanpa memperhatikan aspek historisitas dan keadaan sosio-kultural masyarakat kala hadits diturunkan. Akibatnya terjadi konflik dalam masyarakat semisal ketimpangan dalam tataran relasi laki-laki dan perempuan akibat pemahaman hadits yang parsial hingga dinilai misoginis dan mendiskriminasikan posisi perempuan. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman terhadap  asbabul wurud dan melakukan reinterpretasi hadits berdasarkan pendekatan historis, sosiologis dan antropologis.
KERJA SAMA ANTARA KIAI DAN KEPALA DESA DALAM MEWUJUDKAN KEMAKMURAN DAN KETENTRAMAN DESA Nawawi Nawawi
Reflektika Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v13i2.483

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) peran Kiai dan Kepala Desa dalam pandangan masyarakat Sentol Laok. 2) untuk mengetahui bentuk-bentuk kerjasama antara kiai dengan kepala desa dalam mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman yang telah terjadi di Sentol Laok. 3) mengetahui adanya pendorong dan penghambat dalam kerjasama antara Kiai dan Kepala Desa dalam mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman di Sentol Laok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini meliputi kiai, kepala desa dan masyarakat. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dengan cara mencocokkan data hasil wawancara dengan data yang diperoleh dari hasil dokumentasi, observasi, dan data temuan lainnya. Peran kiai dalam mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman di Desa Sentol Laok. Sebagai. Kiai sebagai Ulama', b. Kiai sebagai pengendali sosial, c. Kiai sebagai Gerakan Perjuangan. Sedangkan peran kepala desa bertindak sebagai pemimpin Segala urusan, masalah dan hal-hal yang menyangkut desa adalah urusan Kepala Desa. Bentuk kerjasama antara Kiai dan Kepala Desa di Desa Sentol Laok adalah kerjasama dalam bentuk kerjasama adat. Seperti. Tahlilan kelompok setiap hari Kamis, b. Kelompok yasinan pada setiap jum'at legi, c. Kelompok Hadrah diadakan setiap malam Selasa, d. Kelompok Tani yang diadakan setiap malam ahad, e. Desa Hataman Al-Quran Rokat. 3. Pengemudi dalam kerjasama a. Manusia adalah makhluk sosialb. Motivasi dari desa lain c. Keinginan yang sama ingin kemakmuran dan ketenangan d. Keterbukaan anggota 4. Penghambat dalam pelaksanaan kerjasama a. Pluralisme pemikiran b. Kurangnya keterbukaan antar anggota c. Kurangnya kekompakan dalam anggota d. Kesibukan masing-masing anggota.
STUDI KASUS PENDEKATAN BEHAVIORAL MODEL OPERANT CONDITIONING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMPIT ANNUR Mohammad Firdaus; Nurul Yaqin
Reflektika Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v15i2.605

Abstract

Krisis multidimensional secara terang-terangan telah mereduksi nilai karakter. Kemerosotan karakter telah menimpa seluruh generasi, tak terkecuali generasi muda yang akan melanjutkan estafeta kehidupan selanjutanya. Karakter generasi muda adalah ujung tombak nasib bangsa ke depan. Penanaman karakter kepada siswa mutlak diejawantahkan. Salah satu pendeketan untuk membentuk karakter siswa di SMPIT Annur adalah pendekatan behavioral dengan model operant conditioning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitain menunjukkan bahwa pembentukan karakter siswa di SMPIT Annur melalui pendekatan behavioral model operant conditioning dapat dilakukan dengan strategi penguatan (reinforcement) positif dan negatif, hukukman (punishment), dan pembentukan (shaping). Namun, dalam penerapannya dalam membentuk karakter siswa di SMPIT Annur model operant conditioning memiliki kelebihan dan kelemahan.
MODEL PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Ino Bachtryanto; Pardiman Pardiman; Ridwan Basalamah
Reflektika Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i1.542

Abstract

This article discusses the procedure for diagnosing capabilities in a knowledge-based organizational capability development model. This research uses library research. In this study, researchers used two kinds of data, namely primary data and secondary data. The method of data collection is by tracing sources of literature documentation and library materials that are relevant to the problems studied. The results of the analysis conclude that staff development is an increase in intellectual or emotional abilities needed to do a better job with the principles of growth, change, and reform. Staff development constraints include participants, trainers or infrastructure, development facilities, curriculum, and development funds. An effective staff development model begins with human resource planning, identifying the required capabilities and capacities, Succession Planning, Development Needs Assessment, Development Planning, Development Approach, and Evaluation of Development Success.
PESAN DAKWAH DALAM TRADISI MACOPAT DI DUSUN MORALAS DESA KARDULUK KECAMATAN PRAGAAN Uswatun Hasanah
Reflektika Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v14i1.493

Abstract

Da'wah is one of the processes of the entry of Islam into Indonesia through culture, so the entry of Islam into Indonesia is quite short because the surrounding community is already attached to the local culture, so that the entry of Islam is subtle without going through violence, because Islam itself respects the pluralism of a society. Human relations with da'wah also study about humans and all the culture they have, humans are social beings while da'wah is the object. One example of da'wah combined with culture by Wali Songo is the Durma song "Tiger" which was created by Sunan Bonang. The researcher chose to examine the content of da'wah in the macopat tradition because it is still not revealed about the content of da'wah in a culture, including the macopat tradition. This study aims to determine the types of macopat in the hamlet of Moralas and the message of da'wah contained in the macopat tradition. This research method uses qualitative research and the type of research used is ethnographic type. Ethnography is a series of research activities to understand how people interact and work together through daily life observations to find out the message of da'wah in the macopat tradition in the hamlet of morality, Karduluk village. There are four types of macopat traditions that are still alive and thriving in Moralas hamlet, Macopat mi'rad, Macopat nurbuwat, Macopat pandawa, Macopat agung-agung. the content of macopat contains da'wah in the macopat tradition in the hamlet of Moralas, namely regarding advice on the obligation to keep promises and intentions, the obligation to be grateful, seize the state and promote religion, the obligation to protect the youngest brother and provide annual expenditure (nyalenin), preach on goodness and also advises about retribution for his good and bad behavior like torment in hell. While the implementation of the macopat tradition preaches the importance of deliberation, strengthens friendly relations and creates warmth in togetherness, one cannot be separated from responsibility and how to give alms without having to be asked, respecting elders, praying at night is the right time and in it there are time that is istijabah and includes da'wah that involves direct behavior or is called da'wah bil hal because it is an example or role model. This research produces several important points about monotheism education in the story of Prophet Ibrahim according to Quraish Shihab in Tafsir al-Miṣhbāh. Tawhid education in the story of Prophet Ibrahim according to Quraish Shihab: a). Tawhid Education for Children b). Tawhid Education for the Prophet Ibrahim. The method of monotheism education in the story of Prophet Ibrahim: a) Scientific Method b) iwār Jadāli Method c) Exemplary Method d) Rational Method.
PENDIDIKAN TAUHID DALAM KISAH NABI IBRAHIM PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH Moh. Lutfi Darmawan
Reflektika Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v15i1.600

Abstract

Pendidikan Tauhid adalah seluruh kegiatan umat manusia dibidang pendidikan yang menempatkan Allah sebagai sumbernya, karena Dia adalah Tuhan Rabb Al Alamin. Selain itu, Tauhid juga berguna bagi kesehatan mental dan kebahagiaan hidup. Karena Tauhid itu sendiri memupuk dan mengembangkan fungsi-fungsi jiwa dan memelihara keseimbangannya serta menjamin ketentraman batin. Maka tulisan ini mencoba memberikan penjelasan pendidikan tauhid yang dibangun M. Quraish Shihab tehadap ayat-ayat yang disitir sebagai ayat pendidikan tauhid dan metodenya dalam al-Qur’an. M.Quraish Shihab merupakan seorang mufassir nusantara yang menafsirkan al-Qur’an secara lengkap 30 Juz dengan menggunakan bahasa Indonesia. Di samping seorang mufassir, Quraish Shihab juga aktif menulis dan mengembangkan keilmuannya dengan menghasilkan berbagai macam karya tulis yang bisa dinikmati masyarakat baik dalam bidang fiqih, sastra, agama, tafsir dan karya lainnya. Maka dalam pembahasan ini bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat pendidikan tauhid dalam Tafsir Misbah dengan fokus penelitian 1) Pendidikan Tauhid dalam Kisah Nabi Ibrahim  2) Metode Pendidikan Tauhid Dalam Kisah Nabi Ibrahim. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka (library research method) dengan memakai pendekatan analisis deskriptif, hanya meneliti salah satu tafsir yaitu Tafsir Misbah  buah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting tentang pendidikan tauhid dalam kisah Nabi Ibrahim menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Misbah. Pendidikan tauhid dalam kisah Nabi Ibrahim menurut Quraish Shihab: a). Pendidikan  Tauhid Kepada Anak b). Pendidikan Tauhid Kepada Kaum Nabi Ibrahim. Metode pendidikan tauhid dalan kisah Nabi Ibrahim : a) Metode Ilmiah  b) Metode Hiwar Jadali c) Metode  Keteladanan d) Metode Rasional
IMPLEMENTASI MODEL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM Kacung Wahyudi
Reflektika Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i2.532

Abstract

This article attempts to examine in detail about the leadership model of Islamic education. This research is a literature study that takes its main source from the literature relevant to the theme. The results of the analysis state that there are several models of Islamic leadership, including: autocratic, democratic, pseudo-democratic, laissez faire, militaristic, charismatic, populist and administrative. Each model has characteristics to distinguish and determine the leadership model used by a leader. However, in certain situations and conditions, leaders do not always apply one of the models of Islamic education leadership in achieving the goals of Islamic education to the fullest. Therefore, it is also necessary to observe approaches in leadership, namely the nature, behavior and situational or contingency approaches. This leadership approach also has a significant role in the success of achieving the goals of Islamic education.
PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH PORNOGRAFI TERHADAP ANAK DIDUSUN PESISIR DESA PRENDUAN KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Fitriyah Fitriyah
Reflektika Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v14i1.489

Abstract

Anak yang lahir ke dunia pada hakikatnya adalah titipan dari tuhan kepada orang tua untuk mendidik dan disiapkan bagi peranannya dimasa yang selanjutnya, mereka yang menikmati kebahagiaan di hari tuanya (dan di akhiratnya) adalah mereka sejak dini telah memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya melalui pendidikan yang benar dan bermakna. Karena anak lahir ke dunia dalam keadaan tidak berdaya, meskipun sebenarnya sudah membawa sejumlah potensi sebagai bekal untuk kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mencegah pornografi terhadap anak,  agar anak tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan contohnya agar tidak merusak kepada generasi muda, dengan cara mengawasi pergaulan dan lingkungan anak itu sendiri, memberikan pendidikan atau pengarahan untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas karena anak yang masih dalam awal masa pertumbuhannya sangat membutuhkan bimbingan dari keluarga atau orangtuanya. Penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. 
PRINSIP EKONOMI KEBERSAMAAN DALAM AL-QUR’AN Fajar Fajar; Heri Fadli Wahyudi
Reflektika Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i1.566

Abstract

Manusia sebagai makhluk yang disebut sebagai makhluk sosial, tentu tidak dapat hidup dalam kesendirian diberbagai sektor kehidupan, temasuk juga dalam bidang perekonomian. Dalam kajian ini, penulis tertarik untuk meninjau secara lebih jauh terkait bagaimana konsep perekonomian kebersamaan dalam  islam. Adapun hasil dari kajian yang ditemukan oleh penulis adalah: Pertama, prinsip kebersamaan dalam al-quran terdapat dalam surat al-Hujurat ayat ke 13 dan surat al-Ma’idah ayat 2. Kedua, Prinsip kebersamaan  sebagai salah satu pilar penting dalam ekonomi umat yang dapat mendatangkan kemaslahatan dalam perekonomian seluruh elemen masyarakat. Ketiga, Koperasi, BUMR serta penyertaan Modal merupakan sebagai salah satu wadah dalam perealisasian dari Prinsip ekonomi kebersamaan. 

Page 6 of 13 | Total Record : 128