cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PATOLOGI SOSIAL DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE LIYE Megawulandari, Mila; Rafli, Zainal; Rohman, Saifur
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.952 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui bentuk-bentuk Patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah kutipan dan dialog yang mengidentifikasikan bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye yang ditinjau dari sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan sebagai refleksi sosial untuk menghadapi masalah sosial salah satunya adalah tentang masalah penyakit masyarakat atau dalam istilah ilmu sosiologi disebut patologi sosial. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu berupa kriminalitas, perjudian, minuman keras, korupsi, dan prostitusi. 
Aspek Pendukung dan Proses Pewarisan Mantra Makan Dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Kecamatan Segedong Mempawah Muchammad Djarot
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1640

Abstract

Masalah umum dari penelitian ini adalan aspek pendukung dan proses pewarisan mantra Mantra Makan Dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Kecamatan Segedong  Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantra makan dalam kelambu adalah mantra yang digunakan untuk memperlancar pelaksanaan pesta perkawinan dari awal sampai akhir. Ada beberapa cara pewarisan mantra makan dalam kelambu diantaranya 1) mantra makan dalam kelambu diwariskan oleh orang yang memiliki mantra tersebut dengan memberikan secara langsung mantra kepada seseorang yang dianggap berhak dan pantas untuk menerimanya, Pewarisan dengan cara ini biasanya diberikan kepada orang yang masih memiliki hubungan darah, karena orang yang memberikan mantra makan dalam kelambu tersebut memandang orang yang menerimanya. Kelayakan ini biasanya berupa kedewasaan dan orang yang menerima mantra bisa menggunakan dan mengamalkan ilmu yang berupa mantra makan dalam kelambu untuk menolong orang yang membutuhkannya terutama pada saat pesta perkawinan. Syarat yang harus dimiliki oleh orang yang menerima mantra makan dalam kelambu yaitu memiliki kemampuan berpikir, dan bisa menjaga mantra sebagai sesuatu yang diwariskan oleh nenek moyang.  2) mantra makan dalam kelambu diwariskan jika dituntut untuk diamalkan, Artinya mantra diwariskan jika dituntut untuk diamalkan. Dengan cara ini biasanya orang yang menginginkan mantra mendatangi orang yang memiliki kemampuan dalam membantu kelancaran pesta perkawinan. Tidak semua orang yang datang dengan maksud menuntut mantra bisa mendapatkannya.
Analisis Kesalahan Penggunaan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Pada Tugas Makalah dan Laporan Praktikum Mahasiswa IT Telkom Purwokerto M Lukman Leksono
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.77 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi kesalahan huruf, kata, tanda baca, kata serapan, diksi, kalimat, dan paragraf; (2) faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam makalah dan laporan praktikum mahasiswa IT Telkom Purwokerto; dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi dengan sampel makalah dan laporan praktikum mahamahasiswa IT Telkom Purwokerto yang berjumlah 10. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk kesalahan berbahasa yang ditemukan dalam makalah dan laporan praktikum mahasiswa IT Telkom Purwokerto meliputi: kesalahan huruf, kata, tanda baca, kata serapan, diksi, kalimat, dan paragraf. Kedua, faktor penyebab kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) dalam makalah dan laporan praktikum disebabkan oleh empat faktor, antara lain: penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa kurang, ketidaktelitian dalam menulis, kurangnya motivasi menulis, dan kurangnya kosakata mahasiswa. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan pedoman ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) dalam makalah dan laporan praktikum, antara lain: melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses, meningkatkan penguasaan kaidah bahasa mahasiswa dengan membaca, dan memperbanyak latihan menulis.
Traditional theater Mendu of West Kalimantan as a Medium for Public Education Gunta Wirawan; Herman J. Waluyo; Sarwiji Suwandi; Sahid Teguh Widodo
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.265 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1629

Abstract

Traditional theater has various functions in society, a part from being an entertainment also as an education media, an explication, communication, social integration, aesthetic expression, and artistic expression. Even in the early days of its appearrance, traditional theater mendu  performances were precisely as a religious facilities. Therefore, it can be said that traditional performances are able to become archives for storing the noble values of local wisdom. This research aims to describe the function of the traditional theater mendu of West Kalimantan especially as an educational medium for the supporting community. This function could be in the form of scenes or dialogs during the show, either to the form of advices, religion advices, or inserted in jokes played by Khadam (Adam) and Mak Miskin from the common people. For the people of West Kalimantan, especially Mempawah district which is undergoing transition to modern society, the function of the performing arts should  still be very dominant in influencing the community. Therefore, the traditional theater of mendu deserves to be maintained from the threat of extinction.
Representasi Ketidakadilan pada Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul Fetti Astrini Rishanjani; Zainal Rafli; Zuriyati Zuriyati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.988 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai representasi ketidakadilan yang terdapat di dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan puisi yang dianalisis mempresentasikan adanya tindak ketidakadilan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Representasi ketidakadilan kreatif ditemukan pada puisi berjudul “Peringatan” yang mengungkapkan tentang ketidakbebasan rakyat dalam menyuarakan kritik untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara; (2) Implikasi representasi ketidakadilan pada puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai bahan pembelajaran sastra.
Kontribusi Pendidikan Karakter terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0 Ratu Wardarita
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.713 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi pendidikan karakter terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui kajian teoretis. Berdasarkan  hasil penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pendidikan karakter mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat dirinci berdasarkan empat pembelajaran keterampilan berbahasa  yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam keempat keterampilan tersebut adalah jujur, perhatian, berani, percaya diri, disiplin, kerja keras, rasa ingn tahu, analitis, komitmen, peka, kontrol diri, teliti, beretos kerja tinggi, dinamis, produktif, ulet, gotong royong, toleransi, demokratis, tanggung jawab, bereksplorasi, antusias, aktif, kreatif, kritis, inisiatif, problem solving, produktif, cekatan,  berani mengambil risiko, visioner, perhatian, bersungguh-sungguh, berorientasi pada prestasi, rapi, tegas, luwes, hati-hati, bangga pada diri sendiri/kelompok. Era revolusi industri 4.0  memberikan tantangan dan peluang tersendiri bagi dunia pendidikan. Perubahan perilaku pada generasi milenial sekaligus perubahan-perubahan lain yang terjadi secara cepat, masif, dan berdampak besar juga turut memengaruhi perkembangan pendidikan pada masa depan. Guru sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan harus segera berbenah dan selalu berupaya meningkatkan kompetensinya.
Cultural Value in Mantra Menyapih in Village Communities: Literature Function Study Marwanto Marwanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.215 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1021

Abstract

In fact, the tradition of weaning spells is still developing and surviving to this day, the existence of this tradition is indeed needed by the community for their children to suckle their mothers. Stopping the child from sucking on his mother again is indeed quite difficult, so the people bring their children to suwuk experts, in this case dukun, kyai and local leaders. Suwuk expert will say rapalan or mantra in this case. The purpose of this study is to describe cultural values in the weaning mantra on rural communities: the study of literary functions. This study uses an observation method with ordinary observations because of observations carried out by researchers without being involved in direct contact with the actors (informants) who were the target of the research. The results of this study, people still use the services of expert suwuk in this case can dukun, suwuk experts, or traditional leaders, so that their children stop asking for milk.
Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual pada Slogan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Studi Makna dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Linguistik) Tusana Nurul Safaah; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1469

Abstract

Slogan yang berada di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah memiliki variasi diksi yang berbeda-beda dan menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji aspek makna slogan yang digunakan oleh satuan kerja satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan relevansinya sebagai bahan ajar Linguistik di Perguruan Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang melalui metode analisis deskriptif. Sumber data yang dikaji dalam penelitian ini yakni dokumen-dokumen yang berkenaan dengan slogan-slogan yang berada di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa (1) setiap satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memiliki slogan yang berbeda-beda dan memiliki makna yang berbeda; (2) slogan yang digunakan di setiap satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memiliki kekhasan masing-masing; dan (3) slogan yang digunakan di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dapat dijadikan sebagai pendukung bahan ajar Linguistik di perguruan tinggi.
Prosedur Pewarisan dan Penciptaan Sastra Lisan Tanduk Masyarakat Adat Genaharjo Kabupaten Tuban Suantoko Suantoko
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.876 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.906

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk memahami prosedur pewarisan dan proses penciptaan sastra lisan Tanduk masyarakat adat Genaharjo Kabupaten Tuban. Teori yang digunakan dalam penelitian yang dimaksud adalah teori struktur naratif Parry-Lord. Melalui teori tersebut, dapat dipahami bahwa prosedur pewarisan sastra lisan Tanduk tidak dilakukan dalam bentuk pendidikan formal seperti pewarisan penyair Yugoslavia. Pewarisan sastra lisan Tanduk dilakukan dengan cara ketiban sampur yaitu orang-orang yang dipilih berdasarkan seleksi alam sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Tukang Tanduk pemula hanya bertanya kepada tukang tanduk yang lebih senior. Pertanyaan paling inti yaitu tentang bermacam-macam Tanduk disesuaikan dengan tokoh yang dihormati dalam penampilan. Proses penciptaan sastra lisan Tanduk dilakukan secara spontan ketika tukang tanduk berhadapan langsung dengan tumpeng. Tukang tanduk tidak memiliki persiapan khusus dan tidak menghafal. Ia hanya mengingat-ingat formula kunci dalam penampilan sastra lisan Tanduk.
Peningkatan Keterampilan Menulis Naskah Pidato melalui Model Problem Based Learning Sapta Wiguna; Yummna Rasyid; Asti Purbarini
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.088 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1483

Abstract

Penelitian tindakan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis naskah pidato melalui model Problem Based Learning. Latar belakang penelitian berawal dari peserta didik yang memperoleh nilai rendah dalam keterampilan menulis, lemahnya penguasaan kosakata, dan kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX Mts Sirojul Athfal Ciawi, Bogor pada tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan melalui beberapa cara yakni : Observasi, tes awal, postes, catatan kolabolator dan tes akhir. Berdasarkan tes awal peneliti membuat rencana tindakan sesuai dengan model Problem Based Learning yang kemudian diimplementasikan melalui dua siklus untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah pidato. Instrumen dari penelitian tindakan ini adalah berupa tes, beberapa aspek yang dinilain diantaranya idea atau contents, organization, word choice, sentence fluency, dan convention. Data yang dianalisis data kualitatif dan kuantitatif. hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar menulis pada pra observasi 66,25%, siklus satu 72,05% dan siklus dua 83,78%. Peningkatan kemampuan menulis Naskah Pidato melalui model PBL mengalami peningkatan.

Page 7 of 18 | Total Record : 178