cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Tindak Tutur Ilokusioner Ekspresif Plesetan Nama Kota di Jawa Tengah: Kajian Pragmatik Hari Kusmanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1036

Abstract

This study aims to explore the forms of expressive speech acts that play on the names of cities in Central Java. The data in this study is a play on the names of the cities in Central Java that are expressively valued. The data source in this study is a play on the names of Cities in Central Java. Data collection in this study uses the documentation method, and see continued recording techniques. Analysis of the data in this study uses the intralingual equivalent method. The results of this study indicate that the play on the names of Cities in Central Java is expressed with expressions of sadness, happiness, disappointment, complaining, convincing, hope, forgiveness, praise, and criticism. The most widely used expressive speech act is sadness expression. This shows that many speakers experience a sad experience.
Nilai Sosial Budaya dalam Novel Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih Pendekatan Antropologi Sastra Imelda Hutabarat; Zainal Rafli; Saifur Rohman
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.908 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1022

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang nilai sosial budaya dengan pendekatan antropologi yang ditinjau dari kutipan terdapat dalam novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan novel secara seksama, membuat sinopsis, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis dan tafsiran kepada ahli satra, dan mendeskripsikan bagian yang telah dianalisis secara terperinci. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa: 1) Nilai sosial aspek pengetahuan paling mendominasi, terdapat keberagaman flora, fauna yang ada di suku Asmat. Sifat tokoh utama memberikan pesa moral agar pembaca memiliki watak hidup sederhana, gigih, sabar, berpikir maju, praktis, berpendirian teguh, rajin, cinta lingkungan, cinta tanah air, waspada, rendah hati, peka, cerdas, dan keratif. 2) Nilai sosial aspek sistem organisasi memiliki hubungan, asosiasi, dan kesatuan hidup yang baik di suku Asmat dan dengan suku yang lain. Musyawarah dilakukan sebelum mengadakan upacara, mengambil keputusan, dan menetapkan aturan. 3) nilai sosial aspek religi tidak hanya animisme tetapi suku Asmat menyakini agama kristen. 4) nilai sosial aspek kesenian suku Asmat memiliki kreativitas yang tinggi dalam kesenian,yaitu: seni ukir, seni tari, seni, menyanyi, dan seni musik. Hal tersebut ditunjukkan pada setiap prosesi upacara yang dilakukan. 
Penerapan Model Kooperatif Tipe Roundtable untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Drama Siswa Kelas VIII F SMPN 11 Pontianak Nurul Wahyuni
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): VOLUME 6 NUMBER 1 MARET 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i1.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model roundtable dalam pembelajaran menulis drama di kelas VIII F SMPN 11 POntianak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK)  dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMPN 11 Pontianak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumenter, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitaf dan kualitatif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model roundtable efektif digunakan dalam pembelajaran menulis drama karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus. Siklus I 68,2 atau 42% dan siklus II 85,2 atau 90%.
Moralitas, Keberterimaan, Pendidikan Karakter, HOTS, dan Kelayakan Bahan dalam Pembelajaran Sastra Dipa Nugraha
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1843

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas beberapa isu dalam pembelajaran sastra yang terkait dengan moralitas, keberterimaan, pendidikan atau pembentukan karakter, HOTS, dan kelayakan karya sastra. Metode penelitian  kajian literatur dipergunakan di dalam membandingkan dan mengintegrasikan teori, hasil penelitian, dan pendapat ahli berkenaan dengan pembelajaran sastra dan isu yang relevan di dalam tujuan penelitian. Sumber data berasal dari buku, artikel penelitian, dan tulisan ahli di dalam pembelajaran sastra. Dari pembahasan dan analisis, ditemukan bahwa keterkaitan moralitas dan karya sastra di dalam pembelajaran sastra adalah unik. Ia menempatkan guru sebagai penanggung jawab dengan segala risikonya. Karya sastra memiliki potensi di dalam pendidikan karakter dan HOTS dengan kehadiran guru sebagai fasilitator dan pendamping. Hal lainnya yang menjadi bahasan di dalam artikel ini adalah mengenai isu kelayakan sebuah karya sastra sebagai bahan pembelajaran sastra yang tidak bisa melepaskan diri dari isu penjenjangan karya sastra menurut tahapan usia pebelajar dan kelayakan karya sastra di dalam memenuhi ekspektasi kurikulum dan diskursus kesastraan nasional.
Analisis Struktural dalam Cerita Rakyat Mandar dengan Pendekatan Robert Stanton Pada Aspek Sarana Sastra Sulihin Azis; Andriani Andriani; Nur Hafsah Yunus MS
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): VOLUME 6 NUMBER 1 MARET 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i1.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis analisis struktural Cerita Rakyat Mandar dengan pendekatan Robert Stanton pada aspek sarana sastra. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerita dari Lomba Karya Tulis Opy untuk Cerita Rakyat Mandar. Sumber data lainnya berasal dari jurnal, dokumentasi dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik mencatat. Data yang terkumpul kemudian dideskripsikan berdasarkan struktur aspek sarana kesusastraan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah memilih dan menentukan objek penelitian, mengidentifikasi, membatasi materi pelajaran, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menemukan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam judulnya, masyarakat meyakini bahwa siapapun yang melewati jalan jika tidak meninggalkan batu kecil dianggap mengundang hal-hal buruk atau musibah dalam hidup. Sudut pandang yang digunakan terbatas pada orang ketiga, yaitu karakter dia. Gaya bahasanya adalah fiksi, sedangkan nada yang ditunjukkan oleh pengarang dalam cerita rakyat bersifat misterius. Naong Batu di Tande merupakan simbol dalam Cerita Rakyat Mandar dan menunjukkan ironi yang dramatis.
Nilai Pendidikan dalam Syair Kesenian Tundang Mayang Karya Eddy Ibrahim Nurfitriana Maulidiah; Herman J Waluyo; Slamet Subiyantoro
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan dalam syair kesenian Tundang Mayang karya Eddy Ibrahim. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah syair kesenian Tundang Mayang yang berjudul Pesparawi Bangun Kebersamaan, Pancasila itu Sakti dan Formula Tepat Mendidik Anak Menjadi Cerdas. Sumber data dalam penelitian ini adalah video pementasan Tundang Mayang dalam acara Beleter di TVRI Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data simak-catat dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan yang terdapat dalam syair Tundang Mayang adalah nilai pendidikan moral, nilai pendidikan religi, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya.
Gender dan Seksualitas dalam Karya Sastra Perempuan Kerajaan Melayu Riau Lingga pada Abad ke-19 Nureza Dwi Anggraeni; Seftia Azrianti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): VOLUME 6 NUMBER 1 MARET 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i1.2008

Abstract

Pada abad ke-19 di Kerajaan Melayu Riau Lingga, sastra berkembang pesat. Ini dibuktikan dengan karya sastra 137 dari 70 penulis. Di antaranya penulis perempuan, yakni Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung. Tulisan Aisyah Sulaiman bertajuk "Syair Khaddamudin" sarat akan pemikiran terkait gender, sedangkan Khatijah Terung membuat kitab Kamasutra Melayu berdasarkan sudut pandang perempuan berjudul "Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan". Mereka adalah perempuan Melayu Riau Lingga yang disebut sebagai sosok yang paling awal berbicara tentang gender dan seksualitas. Sejarah lokal di Indonesia belum memperkenalkan Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung, sehingga kehebatan pengarang dan kekhususan karya perempuan tersebut belum banyak diketahui. Peneliti menemukan persamaan pada kedua pengarang ini yakni memiliki hubungan antara kehidupan asli dengan karya sastra yang dibuat. Karya-karyanya sarat akan peran perempuan yang tak kalah penting dalam status sosial bahkan hingga urusan ranjang. Keterkaitan antara Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan pada karya sastra daerah khususnya sastra Melayu. Sesuai dengan penelitian kualitatif, hasil analisis data berupa kata-kata. Penelitian ini mengumpulkan data dengan dua cara yaitu teknik membaca dan wawancara.
Campur Kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek di Kalangan Pelajar Kabupaten Kubu Raya Muchammad Djarot
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek (BTDK) di kalangan pelajar Kubu Raya Kalimantan Barat yang digunakan siswa di lingkungan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan (field reseach) menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan siswa secara lisan dalam proses pembelajaran di kelas, serta tuturan siswa di luar kelas. Subjek dalam penelitian ini bersifat purpose sampling, data dikumpulkan dengan menggunakan observasi secara langsung dan wawancara mendalam, selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya settings, participants, ends, act sequences, keys, instrumentalities, norms, dan genre. Hasil analisis menunjukkan terjadinya campur kode berbentuk kata, frasa, klausa, kata ulang, bentuk campur kode ke dalam (intern), dan bentuk campur kode keluar (ekstern).
Pengaruh Penerapan Learning Cycle 7e dengan Media Kotak Dadu Pada Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Andriani Andriani; Nur Hafsah Yunus MS; Wahyuningsih Wahyuningsih
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): VOLUME 6 NUMBER 1 MARET 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v6i1.2068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model learning cycle 7e dengan media kotak dadu bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMPN 5 Wonomulyo. Populasi penelitian eksperimental ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 5 Wonomulyo yaitu 127 orang yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian adalah 23 orang kelas VIII A dan 23 orang kelas VIII B menggunakan instrumen tes dan non tes. Analisis statistik deskriptif dan infrensial merupakan teknik yang digunakan dalam menganalisis hasil penelitian. Hasil analisis inferensial pada kelas kontrol diperoleh hasil p-value = 0,200 sedangkan untuk uji normalitas pada kelas eksperimen diperoleh hasil p-value = 0,200 Baik p-value> α = 0,05 sehingga kesimpulan yang ditemukan adalah bahwa data hasil belajar siswa pada kedua kelas diperoleh. dari populasi yang berdistribusi normal dan signifikansi 0,292> 0,05 berarti populasi tersebut homogen. Kemudian hasil uji t menunjukkan sig 0,006 <0,05 maka terjadi penolakan H0 dan menerima H1. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Learning Cycle 7e dengan media kotak dadu bahasa Indonesia berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII di SMPN 5 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.
Inovasi Media Lagu untuk Pembelajaran Sastra Indonesia di Sekolah Dasar Dedek Kurniawati; Siti Nur Asmah
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa inovasi media lagu dapat memudahkan siswa dalam mengingat materi. Sebab, tanpa disadari siswa belajar sambil menyanyikan lagu yang liriknya diganti dengan isian materi yang berhubungan dengan materi pelajaran.Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran sastra inovatif berupa lagu dengan keunggulan yang easy listening.Media lagu tidak hanya bermanfaat untuk siswa, tetapi juga dapat dimanfaakan oleh guru dan stakeholder terkaitsebagai referensi yang memperkaya inovasi pembelajaran sastra Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan (R&D). Hasil uji instrumen penelitian menunjukkan bahwa rumusan soal dan media layak untuk digunakan serta hasil posttest siswa setelah diaplikasikannya media sudah melewati batas KKM (75) yaitu dengan rata-rata pada materi pantun yaitu 83,81, materi puisi yaitu 87,62, materi fabel yaitu 80,00, dan materi cerpen, yaitu 75,24.

Page 8 of 18 | Total Record : 178