JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Articles
178 Documents
Ragam Fungsi Gestur pada Tuturan Deiksis dalam Film 3 Srikandi: Analisis Multimodal Korpus
Destiani Destiani;
Andayani Andayani;
Muhammad Rohmadi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): VOLUME 3 NUMBER 2 SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.478 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i2.726
Bahasa Indonesia beberapa tahun terakhir ini makin banyak dipelajari oleh berbagai negara. Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) memerlukan multimedia untuk menunjang unsur gestur pada materi deiksis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keragaman fungsi gestur pada tuturan deiksis dalam Film 3 Srikandi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan data penelitian melputi unsur verbal dan nonverbal. Data verbal berupa deiksis, sedangkan unsur nonverbal berupa berbagai gestur yang hadir saat tokoh mengucapkan deiksis. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Sementara itu, data diolah dengan menggunakan analisis isi dengan pendekatan multimodal. Hasil penelitian menunjukkan tuturan deiksis yang disampaikan para tokoh dapat menampilkan beberapa gestur sehingga fungsi gestur pun beragam. Penggunaan multimedia Film 3 Srikandi membantu proses pembelajaran deiksis dengan adanya unsur nonverbal yang melekat pada dialog tokoh. Pengajar BIPA dapat menggunakan film sebagai media pembelajaran yang membantu untuk menjelaskan materi deiksis. Selain itu, multimedia dapat menstimulus mahasiswa dalam berkomunikasi serta memperbanyak kosakata baru yang diperoleh di kelas bahasa.
Pengembangan Buku Pengayaan Keterampilan Menulis Permulaan yang Bermuatan Nilai Karakter pada Peserta Didik Kelas I SD
Eka Yulin Adriani;
Subyantoro Subyantoro;
Hari Bakti Mardikantoro
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): VOLUME 3 NUMBER 1 MARCH 2018
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.344 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i1.445
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (2) merumuskan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (3) menyusun prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (4) menguji keefektifan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar. Desain penelitian ini adalah pendekatan R&D (Reseach and Development) dengan langkah penelitian yaitu (1) analisis teoretis dan praktis; (2) analisis kebutuhan peserta didik dan guru; (3) penyususnan prototipe; (4) uji prototipe kepada ahli dan guru; (5) revisi prototipe; (6) uji coba lapangan; dan (7) deskripsi hasil penelitian. Data dalam penelitian ini meliputi data kebutuhan pengembangan buku pengayaan menurut peserta didik dan persepsi guru, data hasil penilaian ahli, dan data uji coba terbatas berupa skor. Sampel penelitian ini adalah sumber belajar menulis permulaan pada kelas I SD. Hasil Penelitian adalah (1) karakteristik kebutuhan buku pengayaan pada peserta didik SD kelas I berdasarkan minat peserta didik dan persepsi guru, (2) perumusan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter, (3) pengembangan prototipe untuk peserta didik SD kelas I dengan menggunakan teknik 5M (mengeblat, menghubungkan, menatap, melengkapi, menyalin), (4) validitas dan reliabilitas prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I SD.
Fenomenologi Gegar Budaya Pemelajar BIPA Asal Negara Afrika Selatan di Malang
Faizin Faizin;
M Isnaini
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1600
Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengindentikfikasi serta mendeskripsi fenomenologi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang berada di Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggambarkan secara utuh fenomenologi bentuk gegar budaya, dampak gegar budaya, dan cara mengatasi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA asal Afrika Selatan di Malang. Sybjek dalam penelitian ini yakni pemelajar BIPA asal Afrika Selatan yang berada di Malang. Data dalam peneitian ini yakni deskripsi tentang gegar budaya yang dialami mahasiswa asal negara Afrika Selatan dalam bentuk kalimat, uraian-uraian, dan cerita.Langkah pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan metode wawancara. Analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa : 1) bentuk gegar buadaya yang dialami pemelajaPertama, sulitnya menemukan penjual minuman beralkohol yang dapat pemelajar kunjungi dengan mudah. Kedua, kebiasaan merekok bukan pada tempatnya. Ketiga, sensitifnya isu tentang ras, suku, dan agama. 2) Dampak Gegar Budaya Terhadap Proses Pembelajaran BIPA. Pertama, dampak dari gegar budaya tersebut menimbulkan kondisi yang memengaruhi fisik pemelajar yakni merasa lelah dikarenakan banyaknya pikiran yang dialami untuk penyesuain terhadap gegar budaya yang dialami. Kedua, dari dampak gegar budaya tersebut juga menimbulkan tingkat stres yang variatif terhadap pemelajar BIPA asal Afrika Selatan. 3) Adaptasi Budaya untuk Minimalisir Dampak Gegar Budaya. Pertama, bertemu dengan teman yang berasal dari satu negara dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di negaranya. Kedua, membaca beberapa literatur terkait kegaiatan buadaya yang ada di Idnonesia khususnya Malang baik yang dialami maupun yang belum dialami. Ketiga, berbincang dengan teman yang bersal dari daerah asli tempat pemelajar tinggal.
Analisis Komponen Makna Verba “Menyakiti” dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas (Kajian Semantik)
Zulfahita Zulfahita;
Lili Yanti;
Evi Purnamawati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.004 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1087
Masalah umum dalam penelitian ini adalah analisis komponen makna verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi komponen makna, makna leksikal, dan peran semantik yang dapat dilihat dengan menggunakan tangan, alat dan kaki. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah kajian semantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu masayarakat yang bertempat tinggal di Dusun Kokban Rt 012/Rw 006 Desa Bentunai Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik cakap semuka, teknik rekaman dan teknik catat. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas terdapat 53 leksem yang berkenaan dengan verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas yang diklasifikasikan menjadi verba menyakiti menggunakan tangan 28 leksem, alat 18 leksem dan kaki 7 leksem. Verba “menyakiti” menggunakan tangan dikelompokkan menjadi lima diantaranya; menekan 9 leksem. menarik 3 leksem, memelintir 3 leksem, memukul 9 leksem, dan mendorong 3 leksem. Verba menyakiti menggunakan alat dikelompokkan menjadi tiga diantaranya; melempar 4 leksem, menusuk 3 leksem, dan memukul 11 leksem.
Maksim Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Diskusi Kelas IKIP PGRI Pontianak
Wiendi Wiranty;
Eti Ramaniyar;
Fitri Wulansari
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1521
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan maksim ketidaksantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas IKIP PGRI Pontianak”. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan kajian sosiopragmatik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi dan simak bebas libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 maksim ketidaksantunan yang dituturkan oleh mahasiswa selama proses diskusi berlangsung, yaitu maksim ketidaksantunan yang berbentuk kearifan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kerendahan hati, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk pujian. Maksim ketidaksantunan yang berbentuk kedermawanan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kesepakatan, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk simpati belum ditemukan berdasarkan data yang peneliti miliki.
Makian Bagian Tubuh dalam Bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo:Kajian Sosiolinguistik
Sri Wahyuni;
Rina Marnita;
Fajri Usman
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.694 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1110
Jambi merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Jambi memiliki 11 kabupaten, salah satunya adalah Muara Bungo. Masyarakat Muara Bungo menggunakan bahasa Melayu Jambi dalam berinteraksi satu sama lain. Artikel ini membahas tentang makian dalam bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menjelaskan makian dalam bahasa Melayu Jambi. Peneliti melakukan observasi lapangan dan kemudian melakukan penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dan cakap. Teknik mengumpulkan data yaitu teknik simak libat bebas cakap dan teknik cakap/wawancara. Penelitian ini juga menggunakan teknik lanjutan, yaitu rekam dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan dan mentedo agih.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskriptif informal. Penemuan hasil penelitian menunjukkan bahwa makian dalam bahasa Melayu Jambi memiliki perbedaan antara bahasa daerah lainnya dari segi bentuk, karakteristik, dan fungsi makian.
Gaya Bahasa Novel Assalamualaikum Beijing Karya Asma Nadia (Kajian Stilistika)
Susan Neni Triani;
Eti Sunarsih;
Mardian Mardian;
Desy Rahmawati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.995 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1233
Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripstif analisis. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, maupun ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan bentuk-bentuk gaya bahasa retoris maupun gaya bahasa kiasan pada novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik pustaka. Alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan berupa ketekunan pembacaan, triangulasi data dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis dan pembahasan, ditemukan 47 kutipan gaya bahasa retoris dengan lima belas macam gaya bahasa. Serta, 64 kutipan gaya bahasa kiasan dengan dua belas macam gaya bahasa. Implementasi pembelajaran dilakukan pada sekolah tingkat SMA kelas XI semester satu, pada standar kompetensi: Membaca, memahami berbagai hikayat novel Indonesia/terjemahan. Kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan.
Personifikasi dalam Novel Nyai Gowok Karya Budi Sardjono
Robert Rizki Yono
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.457 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1605
Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan majas personifikasi dan fungsi majas personifikasi dalam Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan yaitu novel yang berjudul Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak catat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Instrumen data dalam penelitian ini yaitu kartu data. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Adapun penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal yaitu teknik penyajian dengan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, majas personifikasi dalam novel Nyai Gowok karya Budi Sardjono ditemukan 21 bentuk penggunaan majas personifikasi. Kedua, fungsi majas personifikasi dalam novel Nyai Gowok karya Budi Sardjono yaitu berfungsi untuk menggambarkan latar cerita supaya cerita menjadi lebih nyata dengan persentase 47,61%,, menggambarkan suasana cerita supaya cerita lebih hidup dengan persentase 38,09%, dan menggambarkan sifat dan perilaku tokoh cerita supaya menjadi lebih hidup dengan persentase 14,28%.
A Pragmatic Study of Family-Theme Swearing Used in Compliments on Twitter
Aprilia Kartika Putri;
Oktavianus Oktavianus;
Rina Marnita
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.981 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1091
Swearing is deemed as improper to use in certain settings. However, it can be used to convey positive emotions too, including complimenting something or someone. This research article aims to investigate the linguistic forms, pragmatic meanings, and pragmatic functions of family-theme swearing used in compliments on Twitter. Kreidler (2002), Ramlan (2005), and Ljung (2011)’s opinions were utilized in this research. Observational method was used to collect the data. Distributional and identity method were used to analyze the data. The results of this study demonstrate that: (1) linguistic forms of family-theme swearing are word and phrase, (2) the pragmatic meaning of the family-theme swearing is as utterance meaning, and (3) the pragmatic functions of the family-theme swearing are as Adjectival Intensifier and Anaphoric Use of Epithets. This research is hopefully able to assist EFL (English as a Foreign Language) students to communicate in English better with other English speakers on Twitter.
Kritik Ekologis dalam Buku Puisi Air Mata Manggar Karya Arif Hidayat: Kajian Ekologi Sastra
Achmad Sultoni
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.363 KB)
|
DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1356
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat. Tujuannya adalah untuk mengetahui perihal bentuk-bentuk kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar. Sumber data penelitian adalah buku puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang bertemakan lingkungan hidup. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks puisi secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga bentuk kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar meliputi: kritik persoalan alih fungsi lahan, kritik persoalan pencemaran lingkungan, dan kritik persoalan perubahan iklim.