cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
THE ILLOCUTION SPEECH ACT OF LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIR SHOW Luckiyanti, Reska; Widodo, Sahid Teguh; Sulistyo, Edy Tri
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.96 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7946

Abstract

AbstractThis research analysed the utterance used in Ludruk, a traditional art originated from East Java. The utterance were used in accordance with the story performed by the artists. This article describes the category of illocution, function, and the purpose of the illocution in the Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir showed in Kediri on 2017 by a group of East Java Ludruk artists. The research is descriptive qualitative identifying the illocution speech acts in the Ludruk. Research data are the containing speech act in the Ludruk artists’ dialogue. Data analysis technique is conducted systematically as follows: (1) Transcribing the utterance and translating the Java language into Indonesia language, (2) Categorizing the data, included the illocution utterance, (3) Analyzing data, how the context, function and its purpose. It is found four utterances categories, namely: (1) Assertive category of complaining, suggesting, fulminating, stating, and revealing mode; (2) Expressive category of giving advice, and requesting; (3) Commissive mode category of offering and promising; (4) Expressive mode category of thanking and fulminating. The declarative category is not found in the Ludruk show utterance.  Based on the classification of realization is also found that each utterance has a function to persuade the hearer to do something based on context.Keywords/phrases: pragmatics, illocution speech act, ludrukTINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PEMENTASAN LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIRAbstrakPenelitian ini menganalisa ujaran yang digunakan dalam Ludruk, kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Tuturan digunakan sesuai dengan konteks cerita yang dimainkan oleh para pemeran. Artikel ini mendeskripsikan kategori tuturan ilokusi, fungsi, dan maksud dari ilokusi pada pementasan Ludruk lakon  Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir yang dipentaskan di Kediri tahun 2017 oleh kumpulan seniman ludruk Jawa Timur.Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kulitatif dengan objek penelitian tindak tutur ilokusi yang dituturkan oleh pemain ludruk. Data penelitian berupa ujaran yang terdapat pada dialog pemain ludruk yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik analisis data dilakukan secara terstruktur, yaitu dengan langkah sebagai berikut: (1) mentraskripsi data dan menerjemahkan ujaran dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, (2) mengelompokan data yang telah diperoleh, termasuk pada kategori  tuturan ilokusi, (3) menganalisis tiap kategori data yang telah terkumpul, bagaimana konteks, maksud dan fungsinya. Ditemukan empat  kategori tuturan, yakni: (1) Kategori asertif dengan modus mengeluh, mengusulkan, mengecam, menyatakan, mengungkapkan; (2) Kategori ekspresif  dengan modus menasihati, dan memerintah; (3) Kategori komisif modus yang muncul menawarkan, menjanjikan; (4) Kategori ekspresif modus yang muncul  terima kasih dan mengecam. Kategori deklaratif tidak ditemukan pada tuturan pementasan ludruk tersebut. Berdasarkan klasifikasi mengenai relisasijuga ditemukan bahwa setiap tuturan tersebut memiliki fungsi untuk mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tindakan sesuatu yang sesuai dengan konteksnya.Kata Kunci/frase: pragmatik, tindak tutur ilokusi, ludruk
AN ANALYSIS OF PREPOSITION ERRORS: The Case of in, on, and at Suzanne, Nina
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.572 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7408

Abstract

The use of correct preposition can influence the quality of information in spoken language. However, errors often occur in the use of prepositions, especially, in, on, and at. This research was done to identify the preposition errors made by students when speaking English. The data were obtained from the interview transcription which was used as the source of data from the research done in 2005 by the writer herself about grammatical and diction errors made by the first-year students of SMAN 2 Padang when speaking English. The finding showed that errors in the use of preposition in and at occurred more often than errors in the use of preposition on. The errors are included into two kinds of errors, namely misformation errors (substitution of “in” for “at”, “in” for “on”, “in” for “from”, “at” for “to” and “at” for “in”) and addition errors (addition of “in” and “at”). The finding also proved that the occurrence of errors in the use of prepositions in spoken English language is influenced by the speakers’ first or second language.Key words: preposition errors; preposition in, on, and at; error analysis; spoken language  ANALISIS ERROR DALAM PENGGUNAAN PREPOSISI:Kasus pada Preposisi in, on, dan atAbstrak         Penggunaan preposisi yang tepat dapat mempengaruhi kualitas informasi yang diberikan dalam bahasa lisan. Namun, error sering muncul dalam penggunaan preposisi tersebut, khususnya untuk preposisi in, on, dan at. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja error yang dibuat oleh siswa dalam berbahasa Inggris. Data diperoleh dari transkripsi wawancara yang merupakan sumber data dari penelitian yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 2005 mengenai error dalam penggunaan preposisi dan diksi oleh siswa kelas satu SMAN 2 Padang ketika berbicara dalam bahasa Inggris. Temuan memperlihatkan bahwa error dalam penggunaan preposisi in dan at lebih sering muncul daripada error dalam penggunaan preposisi on. Error tersebut dikategorikan ke dalam dua jenis error yaitu misformation dan addition. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa munculnya error dalam penggunaan preposisi ketika berbahasa Inggris dipengaruhi oleh bahasa ibu atau bahasa kedua siswa.Kata kunci: error dalam penggunaan preposisi; preposisi in, on, dan at; analisis error; bahasa lisan
AN INTERLANGUAGE ERROR ANALYSIS: A FORMATIVE EVALUATION FOR FRESHMEN Tiarina, Yuli
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.581 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7938

Abstract

This paper aims at finding the interlanguage errors made by the freshmen of English Department of Universitas Negeri Padang. This research needs to be conducted since the result can become a formative evaluation for lecturers in teaching English for the freshmen. The method used in this reserach is a qualitative-descriptive method, supported by simple quantitative calculation. The data were taken from students’ mid term examination. The mid term examination included multiple choice, cloze procedure and composition or writing test. In writing test, the students were asked to write a one-paragrah composition. There were 6 (six) classes participaed in the test. One class was randomly taken as a sample A Target Modification Taxonomy by James (1998)  is used to analyze and describe the errors. It analyzes what types of errors made most by the subject of this study. It was found that the most commonly made interlanguage errors by the freshmen  are omission.Key words:  Error analysis; Interlanguage; Target Modification Taxonomy; ANALISA KESALAHAN INTERLANGUAGE: EVALUASI FORMATIF UNTUK MAHASISWA TAHUN PERTAMAAbstrakArtikel ini bertujuan untuk menemukan kesalahan interlanguage yang dibuat oleh mahasiswa baru atau tahun pertama Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang. Penelitian ini perlu dilakukan karena hasil darai penelitian ini bisa dijadikan sebagai evaluasi formatif dari dosen untuk mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, didukung oleh perhitungan kuantitatif sederhana. Data berasal dari nilai ujian tengah semester mahasiswa. Jenis tes yang digunakan adalah pilihan ganda, melengkapi kalimat rumpang dan ujian menulis. Dalam ujian menulis, mahasiswa diminta untuk menulis satu buah paragraf. Ada 6 (enam) kelas yang terlibat dalam penelitian ini. Satu kelas diambil sebagai kelas sampel. Target Modification Taxonomy oleh James (1998) digunakan dalam menganalisa dan mendiskripsikan jenis kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa. Penelitian ini menemukan bahwa jenis kesalahan yang paling banyak dibuat oleh mahasiswa adalah omission.Kata Kunci:  Error analysis; Interlanguage; Target Modification Taxonomy;
Do Students Need Multimedia Based Grammar 3 Teaching Material? Fitrawati, Fitrawati; Oktavia, Witri
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.45 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.8085

Abstract

This article presents a part of a study conducted to develop multimedia based teaching material for Grammar 3. It aims at describing needs and problems of students in learning Grammar 3 through a descriptive study. The data were gathered from the questionnaires distributed to the students who have taken Grammar 3 course. The result of the research conveys that 1) there is a gap between the objective of Grammar 3 course and the students’ achievement in the class, 2) students get the problems in understanding Grammar 3 due to inappropriate teaching materials used in teaching and learning process, and 3) the students need a multimedia based teaching materials to improve their understanding and achievement in Grammar 3 course.Key words/phrases:teaching material development, multimedia, need analysis, Grammar 3 APAKAH MAHASISWA MEMBUTUHKAN MATERI AJAR GRAMMAR 3 BERBASIS MULTIMEDIA?AbstrakArtikel ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian penelitian pengembangan materi ajar Grammar 3 berbasis multimedia. Penelitian deskrptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah dan kebutuhan mahasiswa terhadap materi Grammar 3. Oleh karena itu, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada seluruh mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah Grammar 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) adanya ketimpangan antara tujuan pembelajaran Grammar 3 dan kemampuan yang dikuasai mahasiswa; 2) mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Grammar 3 karena kurang memadainya materi yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar; dan 3) mahasiswa membutuhkan materi ajar berbasis multimedia yang dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka pada materi Grammar 3.Kata Kunci/frase: pengembangan materi ajar, multimedia, analisis kebutuhan, Grammar 3
THE POLITENESS OF ASSERTIVE SPEECH ACTS: SYNERGIZING THE LINGUISTIC POLITENESS DEVICES IN CONFLICT RESOLUTION COMMUNICATION Ali, Sopyan; Kristina, Diah; Sumarlam, Sumarlam
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.382 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7708

Abstract

This article studies the realisastion of politeness assertive speech act on the  scholarly dialogue called Religious Freedom Project (RFP) at the Georgetown University, US. The primary data in this article is in the form of written data (document), which is the transcription of the RFP dialogues conversation. In addition to the supplementary data is the video record of the dialogues retrieved from Youtube.  The assertive SA in this study refer to the utterances that bind S to the truth of something he/she expresses. The result shows that there were found the use of six types of assertive speech acts that go hand in hand to reflect the Leech's Politeness Principles, among others the acts of admitting, informing, assuring, arguing, affirming, and reporting. Based on the basis of finding data from 137 speech acts of assertive type, it is concluded that in RFP dialogue, the politeness markers were classified into eight types referring House & Kasper’s, i.e.; hedging, understaters, downtowners, committers (both enhancers and reducers of S’s self commitment), agent-avoiders, intensifiers, overstaters, and politeness markers. Politeness devices or markers reflect a great deal and effect on the production of utterances force in the RFP, all of which were directed toward criticism.Keywords: politeness markers; assertive speech act; politeness maxims; dialogueKESANTUNAN TINDAK TUTUR ASERTIF: MENSINERGIKAN PENANDA-PENANDA SANTUN LINGUISTIK DALAM KOMUNIKASI KONFLIK RESOLUSI AbstrakArtikel ini mengkaji realisasi kesantunan tindak tutur asertif pada dialog lintas agama dan cendikiawan Religious Freedom Project (RFP) di Universitas Georgetown, Amerika Serikat (A.S).Sumber data utama dalam penelitian ini berbentuk data tertulis (dokumen), yaitu teks transkripsi dari video percakapan dan sumber data pendukung yaitu yang berbentuk video rekaman tuturan dialog lintas agama, Religious Freedom Project (RFP) diakses melalui situs portal YouTube. Kesantunan pragmatic dalam kajian ini merangkum pembahasan tentang penerapan maksim/bildal-bidal kesantunan Leech (1983) sebagai konsekuensi penggunaan tindak tutur (TT) asertif beserta indikator perangkat-perangkat santunnya (House & Kasper, 1981). Dalam dialog RFP ditemukan penggunaan enam jenis-jenis TT asertif dominan yang merefleksikan PS-Leech, yakni TT sub-mengakui, menginformasikan, meyakinkan, mengargumentasikan, mengafirmasi, danmelaporkan. Berdasarkan temuan data dapat disimpulkan bahwa dalam dialog RFP perangkat-perangkat santun diklasifikasi menjadi delapan jenis (mengacu taksonomi House & Kasper, 1981), yaitu perangkat berpagar (hedging), pengecil (understaters), penurun (downtowner), perujukdiri (committers, peningkat dan penurun komitmen diri), penghindaran (agent-avoiders), penguat tingkat rasa (intensifiers), dan pengujaran berlebihan (overstaters), perangkat santun (politeness markers). Perangkat santun sebagai elemen linguistic berpengaruh besar terhadap daya tutur dalam komunikasi dialog RFP, kesemuanya secara dominan diarahkan pada tuturan-tuturan mengkritisi.Kata Kunci/frase:  Penanda-penanda kesantunan; tindak tutur asertif; maksim kesantunan; dialog
EDUCATION CHARACTERISTICS OF STUDENTS IN DEBATE LEARNING SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Gunawan, Boby; Setiawan, Budhi; Rohmadi, Muhammad
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.495 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7704

Abstract

The purpose of this study is to know what character values can be instilled through debate learning. Debate learning is a new basic competence that high school students have to study in this 2013 revision of the 2016 curriculum. In 2016, SMA Negeri 1 Karanganyar became the 1st champion in high school debate competition in Karanganyar regency. The management of debate learning in SMA Negeri 1 Karanganyar has become a benchmark for other schools in implementing debate learning. In addition to the teaching materials and methods used, the main thing in learning this curriculum is about character education for students. This research is qualitative research with case study method. Technique of taking data in this research is by using technique of record and record from result of observation done in class X SMA Negeri 1 Karanganyar. The result obtained from this research is the discovery of 13 character values, namely: 1) honest; 2) discipline; 3) hard work; 4) curiosity; 5) nationalism; 6) appreciate achievement; 7) communicative; 8) love of peace; 9) reading; 10) environmental care; 11) responsibility; 12) manners; And 13) confident.Keywords: character education, debate learning, 2013 revision curriculum IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DEBAT KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI 1 KARANGANYARAbstrakPembelajaran debat merupakan kompetensi dasar baru yang harus dipelajari siswa SMA pada edisi kurikulum 2013 revisi 2016 ini. SMA Negeri 1 Karanganyar merupakan SMA pedoman bagi sekolah-sekolah lain di lingkungan Kabupaten Karanganyar karena terlihat dari input dan output siswa yang baik. Pada tahun 2016 kemarin SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi juara 1 dalam lomba debat tingkat SMA se-kabupaten Karanganyar. Pengelolaan pembelajaran debat yang ada di SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi tolok ukur bagi sekolah lain dalam menerapkan pembelajaran debat. Selain materi dan metode ajar yang digunakan, hal utama dalam pembelajaran kurikulum ini adalah mengenai pendidikan karakter untuk siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan melalui pembelajaran debat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik rekam dan catat dari hasil observasi yang dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa ditemukannya 13 nilai karakter, yakni: 1) jujur; 2) disiplin; 3) kerja keras; 4) rasa ingin tahu; 5) nasionalisme; 6) menghargai prestasi; 7) komunikatif; 8) cinta damai; 9) gemar membaca; 10) peduli lingkungan; 11) tanggung jawab; 12) sopan santun; dan 13) percaya diri.Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran debat, kurikulum 2013 revisi
COMPARATIVE TRANSLATION QUALITY OF JUDGEMENT IN NOVEL THE ADVENTURES OF TOM SAWYER (Sistemic Fuctional Linguistic in Translation Studies) Aji, Waskito; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.53 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7709

Abstract

PERBANDINGAN KUALITAS TERJEMAHAN JUDGEMENT DALAM NOVEL THE ADVENTURES OF TOM SAWYER(Kajian SFL dalam Penerjemahan)AbstractThe aims of this research were to compare and describe the translation quality of judgement in classic novel The Adventures of Tom Sawyer which translated by two different translators and published by two different publishers. The resource of data was utterances which contained judgement expression in novel The Adventures of Tom Sawyer and its two translations. The data in this research were words, clauses and phrases contained judgement expression. The type of this research was descriptive qualitative and categorized as embedded research. In the finding, the two translated version of The Adventures of Tom Sawyer were accurately and acceptability translated, but in detail the quality of first target language is more accurate and more acceptable. Key words: Judgement, Comparison and TranslationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mendeskripsikan kualitas terjemahan judgement pada terjemahan novel klasik The Adventures of Tom Sawyer yang diterjemahkan oleh dua penerjemah yang berbeda dan ditebitkan oleh dua penerbit yang berbeda. Sumber data dalam penelitian ini berupa ungkapan yang mengandung judgement dari novel The Adventures of Tom Sawyer dan dua versinya yang berbentuk kata, frasa dan klausa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Pada hasil temuan, ditemukan bahwa kedua novel terjemahan mempunyai kualitas keakuratan dan kebeterimaan yang cukup tinggi, tetapi bila diperhatikan secara detail bahwa kualitas terjemahan pada BSa 1 sedikit mempunyai kualitas yang lebih baik dari BSa 2. Kata Kunci: Judgement, Perbandingan dan Terjemahan
THE USE OF LEARNING MEDIA ON LISTENING SKILL IN TEACHING INDONESIAN TO SPEAKERS OF OTHER LANGUAGE (TISOL) Loren, Fabio Testy Ariance
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.542 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7625

Abstract

Listening skill is a language skill that has a very important role as the beginning of other skills. teaching Indonesian to speakers of other language learners in Integrated Language Service Unit Universitas Sebelas Maret have difficulty in listening skills due to the limited learning tools. This study aims to describe the use of learning media in listening skills in teaching Indonesian to speakers of other language (TISOL) at Integrated Language Service Unit Universitas Sebelas Maret. This research is a descriptive qualitative research with case study research strategy. Sampling technique used purposive sampling. Sources of data in this study were informants, events, books, scientific journal articles, student assignment results and relevant studies. Technique of collecting data in this research is observation, interview, and document analysis. Validity of data in this research was conducted by triangulation method and source. Research data were analyzed using interactive analysis model. The results showed that the use of learning media listening skills in teaching Indonesian to speakers of other language at Integrated Language Service Unit Universitas Sebelas Maret was done with two patterns, namely the use of media inside and outside the classroom. Learning media outside the classroom is further divided into individual learning media, group learning media, and mass media learning. Keywords: TISOL, learning media, listening skillPEMAKAIAN MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING  AbstrakKeterampilan menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang memiliki peranan sangat penting sebagai awal dari keterampilan-keterampilan lainnya. Pemelajar BIPA di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta mengalami kesulitan dalam keterampilan menyimak dikarenakan terbatasnya perangkat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pemakaian media pembelajaran keterampilan menyimak dalam pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik pengampilan sampel dengan menggunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian media pembelajaran keterampilan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret dilakukan dengan dua pola yaitu pemakaian media di dalam kelas dan di luar kelas. Media pembelajaran di luar kelas dibagi lagi menjadi media pembelajaran perorangan, media pembelajaran kelompok, dan media pembelajaran massal.Kata kunci: BIPA, media pembelajaran, keterampilan menyimak.
IMPROVING WRITING SHORT STORY SKILL BASED ON FOLKLORE BY USING THINK TALK WRITE METHOD Nursitawati, Erlina Firsty; Sumarwati, Sumarwati; Rohmadi, Muhammad
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.695 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7700

Abstract

Writing is a skill about pouring an idea or concept in form of write (written). The research which is done in X IPA 2 class of SMA Negeri Karangpandan showed that the value of the student writing skill is still low. This research purpose is to raise a writing skill of the learners which is use a Think Talk Write method. This research is held on March until May. The subjects in this research are the teachers and the student of X IPA 2 class in SMA Negeri Karangpandan. The data is in the form of picture, video, Education of Implementation plan, test result, list of value, transcription of interviewing and field record. The resource of the data include: Informant, Place and Event, and the document. The data validity uses a triangulation method and triangulation data resource. The analysis data technique is use analysis critical technique and descriptive comparative technique. The indicator achievement amount 80% .The research procedure comprise with planning, implementation of the action, and reporting. The Result from this research showed that the application of Think Talk Write method could raise a writing skill based on folklore student of X IPA 2 class in SMA Negeri Karangpandan.Key words: writing short story, folklore, Think Talk Write methodPENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN METODE THINK TALK WRITEAbstrakMenulis merupakan suatu keterampilan dalam menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulis. Penelitian yang dilakukan di kelas X IPA 2 SMA Negeri Karangpandan menunjukkan bahwa masih rendahnya nilai keterampilan siswadalam menulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis peserta didik dengan menggunakan metode Think Talk Write. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas X IPA 2 SMA Negeri Karangpandan. Data berupa foto, video, rpp, hasil tes, daftar nilai, catatan hasil wawancara dan catatan lapangan. Sumber data meliputi: informan, tempat dan peristiwa, dan dokumen. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Teknik analisis data dengan teknik analisis kritis dan teknik deskriptif komparatif. Indikator ketercapaian sebesar 80%. Prosedur penelitian terdiri perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan pelaporan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Think Talk Write mampu meningkatkan keterampilan menulis cerpen berdasarkan cerita rakyat peserta didik kelas X IPA 2 SMA Negeri Karangpandan.Kata Kunci: menulis cerpen, cerita rakyat, metode Think Talk Write
LANGUAGE VARIATION BACKGROUND IN SOCIAL CONTEXT OF COMMUNITY UTTERANCES IN CENTRAL JAVA-WEST JAVA, MAJENANG Latifah, Lutfiatun; Saddhono, Kundharu; Wardhani, Nugraheni Eko
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.246 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7675

Abstract

Variations may occur in the speech community that has two or more languages. Variations of these languages is the diversity of language and reflect the cultural diversity in the area Majenang. Of course, the diversity of language variation contained in Majenang background underlying the occurrence of a Varied language. Variations in language that will be displayed in this study is the language variation that occurs in the realm of social market, a market in which there Majenang. The purpose of this study is to describe the background of the realm of language variation terjadiya social Majenang said. This study is a qualitative approach to social and use the case study method. Collecting data in this study is observation, interview, tapping techniques, and study the documents. The validity of the data used in this study using triangulation 3, the triangulation of sources, methods, and theory.Keywords: Background, Language Variation, Social Sphere, Majenang LATAR BELAKANG VARIASI BAHASA RANAH SOSIAL MASYARAKAT TUTUR PERBATASAN JAWA TENGAH-JAWA BARAT DI MAJENANGAbstrakVariasi bahasa dapat terjadi pada masyarakat tutur yang memiliki dua bahasa atau lebih. Variasi bahasa tersebut merupakan keberagaman bahasa dan mencerminkan keberagaman budaya di daerah Majenang. Tentunya keberagaman variasi bahasa yang terdapat di Majenang mempunyai latar belakang yang melandasi terjadinya suatu variaasi bahasa. Variasi bahasa yang akan dipaparkaan dalam penelitian ini merupakan variasi bahasa yang terjadi dalam ranah sosial yakni pasar, pasar yang terdapat di Majenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar belakang dari terjadiya variasi bahasa ranah sosial masyarakat tutur Majenang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik dan mengggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, teknik sadap, dan studi dokumen. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 3 triangulasi, yakni triangulasi sumber, metode, dan teori.Kata Kunci : Latar Belakang, Variasi Bahasa, Ranah Sosial, Majenang

Page 1 of 1 | Total Record : 10