cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
Ground Fault Protection Using Open Break Delta Grounding Transformer in Ungrounded System Supriyanto Suhono; Hari Purnama; Heri Budi Utomo
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 1 (2019): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.586 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i1.1275

Abstract

One of the most common and difficult problems to solve in distribution power systems is the location and elimination of the ground fault. For the study of an electrical distribution network in ungrounded system operating at 20 kV on the primary and 380 V on the secondary. The model uses smaller nominal voltages consisting of 380 V on the primary and the secondary. The Ground fault protection system scheme uses over voltage relays and open break delta transformers, whereas for fault location detection using voltage transformers in star star connections.The highest single line to ground fault value is used for consideration of ballast rating selection. The single line to lowest ground fault value is used for setting the threshold on the voltage relay (59N). Referring to the result of the calculation of the highest single phase to ground voltage at point 1 is 144∠1800 volts, and the lowest point at 4 is 132∠1800 volts. A 200 ohm ballast impedance with 150 watts of power capacity, and an overvoltage threshold setting of 120 volts with TDS of 40. One phase fault protection mechanism works well at each point of interference, and voltage transformers are protected from overheating and damage.
PENERAPAN MIKROKONTROLLER AT89S51 DALAM ALAT UJI AMBANG BATAS TOLERANSI KADAR ALKOHOL PADA MINUMAN BERALKOHOL (MIKOL) IG Suputra Widharma; Made Sajayasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 3 (2013): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.359 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu prototype yang dapat mengukur kadar alkohol dalam minuman keras dan menampilkan nilainya untuk dibandingkan dengan batas toleransi yang telah ditentukan. Sehingga dengan demikian maka pengaruh buruk apalgi yang bisa berakibat fatal yang terjadi karena ketidaktahuan akan kadar alkohol yang terkandung dalam minuman tersebut dapat diantisipasi sedini mungkin. Dengan rancangan ini akan diperoleh hasil berupa data yang dapat ditampilkan pada LCD sehingga segera dapat diketahui kadar alkoholnya. Beberapa tahun belakangan ini dampak buruk dari mikol yang berakibat hingga kematian kerap kali terjadi. Padahal di Bali khususnya, mikol menjadi salah satu komoditi bagi pariwisata, juga ada yang menggunakan untuk pergaulan sosial di kalangan masyarakat tertentu, disamping tentunya beberapa mikol untuk keperluan upacara keagamaan saja. Mengkonsumsi alkohol yang melebihi batas toleransi yang diijinkan dapat mengakibatkan keracunan, mabuk yang bisa berakhir dengan kriminalitas atau kecelakaan lalu lintas, atau bahkan kematian. Sedangkan bila ingin mengetahui kadar alkohol pada minuman diperlukan waktu yang cukup lama dan fasilitas laboratorium seperti yang biasa dilakukan oleh Depkes, BPOM, ataupun YLKBI. Perkembangan teknologi mikrokontroller yang semakin maju dan efisien membuat permasalahan waktu tunggu dan fasilitas besar ini dapat dipecahkan, meskipun laporan yang diperoleh tidak selengkap hasil uji laboratorium namun dengan data yang diperoleh akan dapat menghindarkan dampak buruk yang mungkin terjadi. Penerapan mikrokontroller dalam peralatan uji kadar alkohol minuman keras ini dapat membentuk suatu metode pengukuran yang dapat mengambil data tentang kadar alkohol dan membandingkannya dengan batas toleransi yang telah ditentukan departemen terkait tentang mikol ini.
KAJIAN TEKNIS EFEKTIFITAS PENGUKURAN DEBIT MELALUI PEILSCHALE BENDUNG TIRTAYASA I Gst. Lanang Made Parwita; I Made Mudhina; IGA Putu Dewi Paramita
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.935 KB)

Abstract

Peilschale merupakan salah satu elemen penting dalam pengukuran debit pada suatu bendung. Peilschale yang ada pada bendung Tirtayasa yang ada saat ini tidak berfungsi dengan baik akibat dari adanya perubahan tinggi mercu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung dengan beberapa kali perubahan tinggi air pada peilschale dan variasi beberapa bukaan pada pintu bendung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi air diatas mercu pelimpah tidak sama persis dengan tinggi air pada pelimpah melalui pintu penguras. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan bentuk mercu pelimpah dengan bentuk ogee dan bentuk pelimpah pada penguras berupa ambang tajam. Hasil peneltian juga menunjukkan bahwa peilschale yang ada saat ini tidak efektif dan harus dilakukan pergantian. Hasil penelitian ini berupa tabel operasi dengan besarnya debit yang bisa dilewatkan. Penelitian ini bisa menjadi salah satu pedoman para penjaga bendung untuk mengetahui besarnya debit yang ada di bendung.
RANCANG BANGUN AC POWER SUPPLY SATU FASA STEP DOWN 230V/12V DENGAN MENGOPTIMALISASI PENGURANGAN RUGI-RUGI DAN PERBAIKAN HARMONISA Djoko Suhantono; I Wayan Sudiartha; I Made Sumerta Yasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.24 KB)

Abstract

Catu daya arus bolak balik di Laboratorium Elektronika Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Bali sebagian besar mengalami kerusakan. Oleh karena itu, para instruktur perlu memikirkan pengadaan peralatan baru dan salah satu alternatif untuk mewujudkannya adalah dengan rancang bangun . Catu daya yang akan dirancang menggunakan komponen-komponen yang terdapat di pasaran misalnya trafo Belt, Sanlin dan Orient. Rancang bangun ini, diperlukan rancangan rangkaian catu dayanya, komponen trafo, induktor dan kapasitor sebagai filter. Rancangan ini, perlu dipertimbangkan rugi-rugi arus harmonik dan tegangan harmonik serta power keluarannya. Selanjutnya, catu daya ini perlu dipertimbangkan juga tentang koefisien berat dengan daya keluarannya. Dari rancangan yang telah terbuat ini, maka hasil yang diperoleh: koefisien trafo Belt 3,5 gram/watt, sedangkan trafo Orient koefisien 3,05 gram/watt dan trafo Sanlin 3,2 gram/watt. Nilai pengukuran THDi dan THDv setelah diperbaiki dengan menggunakan filter dari masing-masing trafo, maka trafo Belt memiliki arus dan tegangan harmonik paling baik dibandingkan dengan lainnya yaitu memiliki THDi 9,2% dan THDv 5,5%, selajutnya power keluaranya ketiganya relatif stabil. Oleh karena itu, jika melihat hasil kajian dari ketiga trafo tersebut alternatif yang digunakan untuk rancang bangun Power supply bolak-balik adalah trafo Belt
Utilization of Fly And Rice Husk Ashes Waste in The Making of Lightweight Brick in Supporting Construction Materials in Banyuwangi M. Shofi’ul Amin; Mirza Ghulam R.; Galang S; Rysmayang .
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 3 (2018): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.119 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i3.1130

Abstract

The high specific gravity of concrete, which ranges around 2400 kg/m³, will affect the loading of relatively large and heavy structures. This will affect the total weight of the building which can lead to wasteful dimension of foundations which tend to affect the structural behavior in high earthquake areas; the more the weight of the structure, the greater the effect of the earthquake for the building. One alternative material to reduce the weight of the building is lightweight building materials, such as light brick. This study aims to determine the characteristic properties of mortar which is the lightweight brick base material by using the proportion of fly ash and rice husk ash as a substitute for heavy cement with the addition of aluminium powder and when the duration of steam curing is 6 hours at 60oC. The results of the maximum mortar compressive strength occur in a mixture of PC90%: Psr100%: FA10%: AP0%, which is equal to 13.5 MPa. As for the mortar with added ingredients in the form of aluminium powder, the maximum compressive strength of the mixture of PC90%: Psr100%: FA10%: AP0.2%, which is equal to 5.1 MPa. The correlation between specific gravity and compressive strength of mortar can be seen from the low value of specific gravity and high value of compressive strength on the mortar occurring in a mixture of PC90%: Psr100%: PS10%: AP0% with a value of 1.6 kg / cm2 and 5.1 MPa.
STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMINIUM AA5154 UNTUK APLIKASI TEKNOLOGI SEMI SOLID CASTING Ketut Gunawan; I N G Antara; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan paduan aluminium dalam dunia industri semakin meningkat,salah satunya adalah paduanaluminium AA5154 yang banyak digunakan dalam industri otomotif. Pembuatan produk yang berbahan dasarpaduan aluminium melalui proses pengecoran konvensional mulai ditinggalkan dan metode yang sedangberkembang saat ini adalah proses semi solid casting. Pada proses ini material tidak dipanaskan sampai cairtetapi dipanaskan hanya sampai temperatur semi solid dan bahan baku yang digunakan disyaratkan memilikistruktur mikro globular. Untuk memperoleh struktur mikro yang globular tersebut dilakukan dengan caracompressive strain sebesar 15% pada temperatur 3000C, selanjutnya material yang sudah mengalamicompressive strain tersebut dipanaskan sampai temperatur semi solid yang dipilih yaitu 5800C, 6000C, dan6200C. Dari hasil pengamatan struktur mikro diperoleh bahwa temperatur semi solid 6200C memberikan bentukstruktur mikro yang paling bulat. Proses semi solid casting pada temperatur 6200C dilakukan terhadap materialyang mengalami compressive strain dan material yang tidak mengalami compressive strain, kemudian dilakukanuji kekerasan, uji impact dan uji tarik terhadap kedua material tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadapkedua material tersebut diperoleh hasil bahwa spesimen yang mengalami compressive strain memiliki sifatmekanik yang lebih baik daripada spesimen yang tidak mengalami compressive strain.
KINERJA AC TIPE SPLIT DENGAN SISTEM EJECTOR MENGGUNAKAN REFRIGERAN HYDROKARBON Made Ery Arsana; Sudirman Sudirman; I.B Sukadana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 2 (2016): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.212 KB)

Abstract

Penelitian ini akan berbentuk hasil pengujian dari refrigeran hydrocarbon pada AC split 1 Pk dengan sistem ejektor. Pengembangan ini dilakukan untuk menguji rancangan AC split dengan ejektor menggunakan refrigeran hidrokarbon yang tidak mudah terbakar serta dapat menggantikan refrigeran R-22 pada AC split. Metode eksperimen kemudian diterapkan pada penelitian lanjutan ini untuk mengujikan produk refrigeran tersebut pada AC split yang dirakit dengan penambahan sistem ejector. Penggunaan alat ukur data aquisisi dan power meter digunakan untuk mendapatkan data yang lebih teliti dan akurat. Pengujian produk refrigeran dilakukan terhadap AC split 1 Pk non inverter yang dikondisikan pada ruang pengujian. Hasil pengujian awal menunjukkan pemakaian daya sebesar 0,64 kw. Sehingga dengan hasil ini serta keunggulan bahwa refrigeran ETI-LPG10C tidak mudah terbakar dan penggunaan daya yang cukup kecil. Penelitian ini akan berlanjut dengan perbaikan nozelnya sehingga refrigeran ini akan layak untuk dapat menggantikan refrigeran R-22 pada AC split 1 Pk.
ANALISIS PENGARUH PANJANG PIPA PENGHUBUNG AC SPLIT 2 PK YANG MELEBIHI STANDART PRODUSEN TERHADAP UNJUK KERJA Daud Simon Anakottapary; Sudirman Sudirman2
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 1 (2015): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.583 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemasangan pipa penghubung indoor dan outdor AC Split yangmerupakan alat untuk membantu sirkulasi bahan pendingin /refrigeran, antara indoor dan outdoor oleh teknisi tokopenjual AC split. Penyediaan pipa dari pabrik dan toko penjual hanya 5 meter akan tetapi kenyataan di lapanganpemasangan melebihi dari 5 meter. Selain pemasangan pipa dari indoor ke outdoor AC split yang lebih dari 5meter oleh beberapa teknisi toko tidak diperlengkapi dengan alat vacum, tang amper dan charging manifoldsehingga hasilnya hanya berdasarkan perkiraan pemakaian jumlah refrigeran, tekanan, arus listrik dan temperatur.Kondisi penambahan panjang pipa ini menyebabkan tekanan refrigeran dan arus akan berkurang sehingga kerja dariAC split tidak bekerja dengan baik. Untuk itu dilakukan penelitian dengan variasi panjang pipa antara indoor danoutdoor 5 – 10 meter tanpa penambahan refrigeran dan dengan penambahan refrigeran. Hasil penelitian ini adalahCoefisien Of Performance (COP) tipe (1) panjang 6 meter 5,2 dan panjang 10 meter 3,9 untuk tipe (2) panjang 6meter 5,4 dan panjang 10 meter 4,13. Daya listrik yang diperlukan kompresor (watt) untuk tipe (1) panjang pipa 6meter 1476,5 watt dan panjang 10 meter 1559,3 watt untuk tipe (2) panjang pipa 6 meter 1601,1 watt dan panjang 10meter 1677,1 watt.
The Eksperimentation Study of Wave Transmission Trough Type Of Hollow Cube Breakwater Daniel Daniel; Budiman Budiman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 3 (2019): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2097.61 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i3.1457

Abstract

Erosion that occurs in break water by wave sand currents is a serious problem along coastal and inland shore [1]. This study aimed to assess the effect of the model height (Hm) and the pole density on the model on the reduction of the wave height and on the relationship between the non-dimensional parameter. The research was experimental with 2D physical model simulation which was conducted in the laboratory of Marine Engineering Faculty, Hasanuddin University. Several of configurations of Hollow-type breakwater models were made with different densities and model heights. The model scale use was 1:10 for the three model variations ((M1KB, M2KB, and M3KB) with the variations of the periods and of the wave height, at 0,25 m water depth. The research results indicated that the parameters which showed significant effects were the model height and the model density. These parameters showed the t
PENGENALAN POLA TIDAK TERBIMBING DENGAN METODE FUZZY SUBSTRACTIVE CLUSTERING Putu Manik Prihatini
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.448 KB)

Abstract

Klustering termasuk dalam pengenalan pola tidak terbimbing, vektor fitur pelatihan dan kelas-kelas tujuannya belum diketahui. Fuzzy subtractive clustering (FSC) adalah teknik klustering yang didasarkan atas ukuran densitas titik-titik data dalam suatu ruang. Metode FSC diterapkan pada penelitian ini untuk melakukan pengelompokan industri kecil dengan dua kriteria yaitu modal awal dan rata-rata penjualan. Proses diawali dengan melakukan normalisasi, kemudian menghitung potensi awal, mencari titik dengan potensi awal tertinggi, menentukan pusat kluster, mengembalikan pusat kluster ke bentuk semula, serta menghitung sigma kluster dan derajat keanggotaan. Berdasarkan parameter jari-jari sebesar 0,3; squash factor sebesar 0,25; accept_ratio sebesar 0,5; reject_ratio sebesar 0,15; XMin sebesar [0;0]; dan XMax sebesar [30.000.000; 40.000.000], proses klustering dihentikan pada iterasi ke-3. Hasil akhir klustering mengelompokkan industri ke dalam 3 kelompok yaitu Kluster 1 (Industri ke-1, 3, 4 dan 6), Kluster 2 (Industri ke-2, 8, 9 dan 10), dan Kluster 3 (Industri ke-5 dan 7).

Page 11 of 27 | Total Record : 265