cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
PREDIKSI JARAK GANGGUAN ALIRAN DUA FASE (GAS-CAIRAN) DOWNSTREAM ELBOW 75° DARI PIPA VERTIKAL KE PIPA MIRING 15° I Kadek Ervan Hadi Wiryanta; I Wayan Suastawa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 2 (2016): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui prediksi jarak gangguan dan kestabilan aliran dua fase (gas-cairan) pada pipa dengan kemiringan 15° akibat penggunaan elbow 75° dari pipa vertical.Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan pipa transparan (acryllic) dengan diameter dalam 36 mm dengan panjang keseluruhan pipa 3000 mm dari arah vertikal menuju pipa miring melewati elbow 75° (R/D = 0,7). Fluida kerja yang digunakan adalah air dan udara, dengan variasi kecepatan superficial cairan (USL) antara 0,3 m/s - 1,1 m/s (ReSL= 13497 – 49488) dan variasi volumetric gas quality (β) antara 0,03 – 0,25. Variasi ini ditujukan agar pola aliran pada pipa vertikal sebelum elbow adalah berupa bubbly flow. Visualisasi pola aliran dilakukan menggunakan high speed camera sepanjang pipa miring 15°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pipa miring downstream elbow 75° aliran bubbly flow yang keluar dari elbow pada akhirnya akan membentuk pola aliran plug bubbly flow atau slug bubbly flow karena adanya koalisi dari gelembung-gelembung gas sehingga akan membentuk kelompok-kelompok bubbles (bubble cluster) pada permukaan atas pipa miring. Panjang dari terjadinya bubbly flow pattern setelah elbow adalah informasi penting untuk pertimbangan desain dari sistem aliran gas-cairan, karena efek hidrodinamika dan fenomena transportasi fluida lainnya sangat mungkin bisa terjadi. Dari pemetaan terhadap panjang dari temporary bubbly flow didapat sebuah persamaan empiris untuk memprediksikan kestabilan aliran dua fase (gas-cairan) yaitu = 0,00021(ReSL + ReSG) – 0,53227.
PENGARUH ARUS RELAY TERHADAP WAKTU KERJA DAN RELIABILITY SEBAGAI PENGAMAN ELEKTRONIK DARI TEGANGAN JATUH Djoko Suhantono; I Nyoman Sutanaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.997 KB)

Abstract

Rangkaian jenis driver relay dapat digunakan antara lain sebagai pengaman elektronik pada kondisi tegangan jatuh. Bermacam-macam jenis rangkaiannya tergantung fungsi dan makna dari rangkaian elektronik itu. Biasanya komponen yang digunakan adalah Transformator, Relay AC dan Relay DC, Transistor dan Dioda. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian pada pengukuran arus – arus relay yang mengalir pada kaki emitor dan kolektornya. Pengukuran arus-arus ini bertujuan untuk menganalisis seberapa pengaruh terhadap waktu kerja relay baik diletakkan pada kaki emitor maupun kolektornya. Selanjutnya untuk menganalisis reliability relay dengan perlakuan sebanyak 25X kerja. Analisis yang diperoleh bahwa arus yang mengalir pada relay Ire = 36mA sampai dengan 37,5mA untuk mendapatkan waktu kerja terbaik yaitu T = 0,02 detik yang sesuai dengan persyaratan. Hal ini dapat terjawab bahwa arus sangat berpengaruh terhadap waktu kerja relay. Selanjutnya reliability dari relay sangat baik yaitu 96% sesuai dengan persyaratan kerja relay.
Evaluation of Bulusan Landfill Capacity in Banyuwangi Abdul Holik; Zulis Erwanto; Mohammad Aziz Yusuf
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 3 (2019): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.281 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i3.1212

Abstract

Abstract. The Bulusan landfill of Banyuwangi has 1.5 ha to accommodate garbage from 13 districts with an input of 451.8 m3 of garbage per day and controlled landfill methods are carried out as garbage management. This research aims to evaluate the capacity of the Bulusan Landfill in Banyuwangi. Arithmetic, geometric and least square method were selected by the highest correlation value. The projection result of the Bulusan landfill for 2018 has been declared overloaded, with the height of embankment was higher than the planned embankment and it has not been able to accommodate garbage. The projection for the next 15 years from 2017 to 2031 was predicted that Bulusan landfill will be overloaded at 1.172.185 m3 of garbage volume. Financial and technical feasibility studies for candidates for the Bulusan landfill replacement need to be carried out so that the Bulusan landfill replacement project can be realized immediately.
PERENCANAAN DAYA DAN SISTEM KONTROL MOTOR POMPA KOLAM RENANG Ni Wayan Rasmini; I Ketut Parti
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.778 KB)

Abstract

Pemerintah menaruh perhatian pada keberadaan kolam renang terutama terhadap kualitas air yang digunakan dalam kolam. Pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai persyaratan air kolam renang sebagaimana persyaratan air bersih. Peraturan itu berisi parameter-parameter yang harus dipenuhi meliputi parameter fisika, parameter kimiawi, dan parameter mikrobiologik. Untuk itu pengelola kolam renang harus dapat melakukan tindakan untuk mengelola kolam renang dengan benar agar kualitas airnya terjamin. Pokok-pokok dalam pengolahan air kolam renang meliputi proses penjernihan air dan desinfeksi. Proses desinfeksi perlu dilakukan untuk membunuh bakteri yang ada dalam kolam renang. Untuk menjaga air kolam tetap bersih dan sehat diperlukan pompa untuk mensirkulasi air kolam. Fungsi pompa menarik air dari kolam renang untuk dibersihkan di filter kemudian dikembalikan lagi. Air kotor diproses sedemikan rupa sehingga menjadi bersih. Mengingat demikian pentingnya peranan/fungsi pompa pada kolam renang maka perlu perencanaan yang baik dan benar dalam pemilihan pompa maupun sistem kontrolnya sehingga dapat berfungsi mensirkulasi air dengan sempurna. Untuk menentukan daya motor pompa kolam renang ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya volume air kolam renang, flow rate, head pompa dan curve karakteristik pompa. Hasil penelitian menunjukkan daya pompa berbanding lurus dengan flow ratenya : semakin besar daya semakin besar pula flow ratenya. Sedangkan head berbanding terbalik dengan flow ratenya. Semakin tinggi head, semakin kecil flow ratenya. Rangkaian kontrol pompa baru bisa dirancang setelah daya pompa ditentukan, karena rangkaian kontrol harus dirancang sesuai deskripsi kerja pompa, dan rating pengaman, komponen utama, maupun penghantar pada rangkaian kontrol ditentukan berdasarkan arus nominal pompa.
PEMODELAN CFD PERILAKU FLUIDISASI HAMPARAN PARTIKEL SEWAGE SLUDGE I Nyoman Gede Sujana; I Nyoman Suprapta Winaya; Made Sucipta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.803 KB)

Abstract

Dalam menjalankan fungsi maupun produksinya di tempat-tempat tertentu seperti pusat perdagangan, perhotelan, perbankkan, rumah sakit maupun industri, memerlukan energi listrik secara kontinu dan handal.Untuk itu biasanya dipergunakan generator set (genset) sebagai sumber energi listrik cadangan untuk memback-up suplai utama (PLN). Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya dipergunakan sebuah sistem atau alat yang disebut Automatic Transfer Switch (ATS) – Automatic Main Failure (AMF). Sesuai dengan namanya alat ini dapat bekerja secara otomatis. Untuk mengetahui dan memahami cara kerja rangkaian control ATS – AMF ini hendaknya dipahami terlebih dahulu komponen-komponen pendukungnya. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diuraikan bahwa komponen-komponen yang dirangkai menjadi sistem ATS – AMF, mempunyai peran masing-masing diantaranya : sebagai proses pemanasan serta start genset saat PLN padam, mematikan genset saat PLN hidup kembali, sebagai start bantu bila terjadi gagal start, serta mematikan genset saat terjadi gangguan over heating dan low pressure oil .
THE EFFECT OF LCP ADDITION TO THE COMPRESSIVE STRENGTH OF NORMAL CONCRETE Budiman Budiman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 2 (2018): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.504 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i2.971

Abstract

SNI 03-2847-2002, Concrete is a mixture of portland cement or other hydraulic cements, fine aggregate, coarse aggregate and water. The additives that form solid mass are optional. The aims of this study are to find out the effect of waste nugmet shell (LCP) toward the concrete characteristics, and to determine the compressive strength value of concrete characteristics. Variation of waste nugmet shell (LCP) toward the weight of cement is 0%, 0.25%, 0.50%, and 0.75%. This research is a sample-based laboratory research and analysis of aggregate characteristics and concrete compression test. The research result shows that the waste nugmet shell (LCP) into the concrete mixture affects the compressive strength value of concrete characteristics (fck’). It is proved by the compressive strength value of concrete which increased with the of waste nugmet shell (LCP) 0,25% and LCP 0,50% then decreased after the LCP 0,75%. The increase of fck’ value of the concrete characteristics after LCP 0.25% and LCP 0,50% is equal to 80.03 Kg/cm2 and 86.13 Kg / cm2. It means that there is an increase about 16.34% and 22,26%. The increase of concrete compressive strength value is quite significant if it is compared to non-LCP (normal concrete) with fck’ value about 66,95 Kg/cm2. Meanwhile, the decrease of fck’ value occurs in the proportion of LCP 0.75%, with the value of fck’ obtained t 64.56 Kg/cm2 at the age of 28 days.
RANCANG BANGUN SIMULASI PINTU GESER OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR LIGHT DEFENDENT RESISTOR (LDR) I Nyoman Sukarma; Kadek Amerta Yasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 1 (2014): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.617 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang mikroelektronika sangat mempengaruhi taraf kehidupan masyarakat dewasa ini. Yang cenderung menginginkan segala sesuatu dikerjakan secara otomatis, sehingga sangat membantu dan mempermudah didalam melakukan pekerjaannya. Pada pintu geser otomatis menggunakan sensor Light Defendent Resistor (LDR) ini, orang tidak lagi membuka dan menutup pintu secara manual. Pintu akan membuka dan menutup secara otomatis jika sensor mendeteksi adanya suatu objek. Rangkaian ini mengandung rangkaian jembatan yang terdiri dari atas transistor, yang menentukan apakah motor penggerak berhenti, berputar ke kiri atau ke kanan. Pintu akan membuka penuh sampai menyentuh saklar pembatas dan berhenti sejenak, kemudian kembali bergerak ke arah sebaliknya, sehingga pintu akan menutup. Pintu akan membuka kembali jika sensor LDR mendeteksi adanya objek kembali, begitu seterusnya.
ANALISIS PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP BESARNYA NILAI TAHANAN PENTANAHAN I Wayan Sudiartha; I Ketut TA; I Gede Nyoman Sangka
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 1 (2016): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.563 KB)

Abstract

Untuk mencegah terjadinya arus kejut listrik dan keamanan serta keselamatan manusia, peralatan, serta lingkungan, sistem pentanahan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Pentanahan merupakan penghubungan titik netral suatu sistem tenaga listrik atau bagian konduktif terbuka dari peralatan dengan tanah. Kontak dengan tanah dilakukan dengan menanam elektroda ke dalam tanah. Penanaman elektroda ini dapat dilakukan secara vertikal (Rod ) maupun horisontal ( Grid ). Besar kecilnya tahanan pentanahan tegantung dari kedalaman penanaman pasak dan jenis tanah. Tanah sebagai tempat untuk menanam pasak mempunyai tahanan yang bervariasi tergantung dari jenis tanahnya. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan diameter pasak 1,2 mm dan panjang 2,40 m dan kedalaman penanaman pasak 2,25 m, dengan mengambil 5 jenis tanah yang berbeda di kota Gianyar, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengaruh jenis tanah dengan tahanan pentanahan. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai tahanan pentanahan sangat dipengaruhi oleh jenis tanah.
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR DI MALL ROBINSON DENPASAR I Ketut Sutapa; I Ketut Gede Bendesa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.49 KB)

Abstract

Di Mall Robinson Denpasar, parkir kendaraan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian bagiseluruh komponen yang terdapat di dalamnya, seperti pengunjung, staf karyawan. Jika masalah ini tidaksegera diatasi maka akan terjadi masalah yang lebih kompleks. Masalah yang timbul di antaranya tidakdipergunakannya fasilitas parkir yang ada dan tempat parkir sepeda motor yang melebihi kapasitas.Berdasarkan kenyataan tersebut bahwa karakteristik parkir di Mall Robinson Denpasar pada waktu studimempunyai karakteristik yang berbeda, dengan tingkat puncaknya terjadi pada hari Senin, 28 Juli 2014 danhari Selasa, 29Juli 2014 karena pada hari tersebut adalah hari yang banyak kegiatan kunjungan di pusatperbelanjaan. Di samping itu, masalah parkir di Mall Robinson Denpasar, yaitu penggunaan tempat parkiryang tidak berdasarkan stall yang ada, dan tempat parkir yang ada tidak dipergunakan sebagaimanamestinya. Jadi, untuk parkir sepeda motor, kebutuhan parkirnya melebihi daya tampung yang ada,sedangkan untuk parkir mobil, kebutuhan pakirnya masih kurang dari daya tampung yang ada.
KONTROL CAHAYA LAMPU DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 I Gede Suputra Widharma; AAN Made Narottama; Wayan Sudayana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.651 KB)

Abstract

: Dalam penelitian ini dirancang peralatan untuk mengontrol cahaya lampu yang dilakukan dengan remote berbasiskan system kontrol. Pengendalian ini pada prisipnya mengendalikan daya yang masuk ke lampu LED DC. Lampu LED DC yang bekerja pada tegangan DC dapat dikontrol dengan menggunakan transistor. Proses pengaturan sudut picu dikendalikan dengan mikrokontroler. Sistem ini terdiri dari 3 blok utama yaitu: Remote, Mikrokontroler, dan Driver Transistor. Remote digunakan untuk mengkontrol input data yang masuk ke mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler mengolah data masukan dari data remote dan mengatur lampu DC yang terhubung. Pengujian sistem dilakukan dengan cara menekan remote yang mempunyai 4 buah tombol. Tombol A dan C untuk menyalakan lampu 1 dan 2, serta tombol B dan D untuk meredupkan cahaya kedua lampu. Untuk jarak pengontrolan dengan menggunakan remote berfungsi dengan baik pada jarak 0-50 meter tanpa penghalang.