cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
PENGARUH TINGKAT INTELEGENSI DAN LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP PERILAKU DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MATA KULIAH GAMBAR TEKNIK MESIN SEMESTER II JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI BALI I Nengah Ludra Antara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.214 KB)

Abstract

Dalam dunia pendidikan perlu mengetahui intelegensi dari para mahasiswa, dan bagaimana kaitan terhadap pretasi akademiknya, pada pola permodelan struktural dengan alat analisis software AMOS 6, penelitian ini menemukan bahwa intelegensi berpengaruh terhadap perilaku maupun prestasi akademik yang signifikan dengan koefisiensi regresi:0.53 dan 0.55, begitu pula lingkungan kampus berpengaruh terhadap perilaku dan prestasi akademik yang signifikan dengan koefisiensi regresi:0.49 dan 0.52, sedangkan intelegensi, lingkungan kampus dan perilaku sama – sama mempengaruhi prestasi akademik yang sangat signifikan dengan koefisiensi regresi:1.05. Sehubungan dengan hal tesebut, penulis harapkan betul-betul memeperhatikan, menjaga dan meningkatkan kesadaran para mahasiswa tentang pentingnya lingkungan kampus yang nyaman, aman, bersih dan lestari begitu pula kedesiplinan yang sangat erat kaitanya dengan perilaku dari para mahasiswa.
OPTIMALISASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SENGEMPEL, KABUPATEN BADUNG I Nyoman Sedana Triadi; I Nyoman Anom P Winaya; I Wayan Sudiasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.932 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.570

Abstract

Bendung Sengempel terletak di desa Bongkasa, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung. Bendung Sengempel memanfaatkan aliran Tukad Ayung memiliki panjang sungai utama 42,64 km dan luas DAS 225,30 km2. Daerah Irigasi sengempel memiliki luas persawahan 75 ha dengan sistem irigasi yang memanfaatkan Bendung sengempel, selama ini terus mengalami kekurangan pasokan air sehingga pola tanam yang dilaksanakan belum optimal. Perlu adanya penelitian tetang analisis pola tata tanam di daerah Irigasi Sengempel, terkait dengan optimalisasi kebutuhan air irigasi di wilayah ini. Kebutuhan air irigasi di sawah ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: penyiapan lahan; penggunaan konsumtif; perkolasi dan rembesan; penggantian lapisan air;curah hujan efektif dan pola tanam. Optimalisasi pola tanam di suatu daerah irigasi terkait dengan kebutuhan air irigasi yang paling efisien.Pola tanam yang paling optimal dan efisien dari 4 (empat) alternatif yang diusulkan di Daerah Irigasi Sengempel adalah alternatif pertama dengan mulai tanam padi pertama pada tanggal 1 Oktober, padi kedua pada tanggal 1 Februari dan mulai tanam palawija tanggal 1 Mei, dan total kebutuhan air irigasi untuk luas persawahan 952,925 lt/dt atau 0.952 m3/dt.
ANALISIS NUMERIK SISTEM PENGERINGAN DAGING DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA I Ketut Guna Arta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.234 KB)

Abstract

Energi surya merupakan sumber energi yang tidak pernah habis, sehingga menjadi potensi sumber energi untuk berbagai kebutuhan. Manfaat terbesar dari pemanfaatan energi surya adalah karena energi ini berkelanjutan dan bebas dari polusi. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah sistem pengering. Pengeringan merupakan metode pengawetan dengan cara pengurangan kadar air dari bahan sampai batas yang diinginkan sehingga dapat memperpanjang daya simpan. Menyadari pentingnya proses pengeringan terhadap produk untuk keperluan penyimpanan dalam waktu lama, maka dikembangkan alat pengering daging energi surya. Alat pengering daging energi surya dianalisis menggunakan pemodelan simulasi CFD untuk mengetahui proses pengeringan yang terjadi di dalam alat pengering tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh sistem pengering daging energi surya yang optimal. Salah satu manfaat penggunaan simulasi menggunakan CFD adalah ukuran alat dapat dimodifikasi sedemikian rupa tanpa memerlukan biaya yang besar. Proses simulasi dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pembentukan geometri dari alat pengering, meshing geometri yang sudah terbentuk, penentuan kondisi batas dan analisa menggunakan software Fluent. Penelitian dilakukan dalam dua hari. Besaran-besaran yang dipakai dalam analisis pada Fluent diperoleh melalui hasil perhitungan dengan mengacu pada pengukuran temperatur udara yang masuk pada inlet alat pengering. Hasil dari simulasi dituangkan ke dalam bentuk gambar dan grafik. Dari hasil pengukuran dan perhitungan, diperoleh temperatur udara masuk pada inlet tertinggi adalah 305K dan terrendah adalah 301K. Data tersebut kemudian diolah dengan memasukkan harga radiasi pada setiap dinding dari alat pengering. Berat daging keseluruhan yang dikeringkan adalah 25kg. Berdasarkan perhitungan, massa akhir daging setelah dikeringkan adalah 7,1kg dengan penurunan kadar air sebesar 17,9kg. Untuk mengeringkan daging sampai mencapai massa akhir 7,1kg dibutuhkan waktu 9,178 jam. Dari simulasi terhadap sistem pengeringan daging yang telah dilakukan diperoleh hasil pengeringan pada temperatur awal 305K mempunyai hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hasil dengan temperatur awal 301K.
Design of Ergonomic Work Desk for Workbench Practicum Kurnia Dwi Artika; Rusuminto Syahyuniar; Adhiela Noer Syaief
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 1 (2019): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.692 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i1.1261

Abstract

Polytechnics as vocational education that applies more mastery of ability in the field of technology by prioritizing 70% practicum and 30% theory. As for workbench practicum, it is one of the basic practicum in the Automotive Engineering Department. This practicum contains basic mechanical work that is within the scope of conventional machining. The problem is the ineffectiveness in conducting the practicum process, where facilities and infrastructure are minimal and far away from the reach of work equipment, thus inhibiting the bench work practicum process. So it needs to be conducted on ergonomic workbench by determined good body position or movement based on the RULA value. The results of the application of ergonomic bench design workbench related that with setting equipment in one table, worker position, and the use of equipment had a value of RULA was 4.
PENGARUH PEMBERIAN WATER TRAP PADA BIOGAS TERHADAP WARNA NYALA API Hairian Rahmadi; Sudirman Sudirman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 1 (2014): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.794 KB)

Abstract

Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobic digestion. Pembuatan biogas dari kotoran hewan, khususnya sapi ini berpotensi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan, karena selain dapat memanfaatkan limbah ternak, sisa dari pembuatan biogas yang berupa slurry dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.Selama ini pemanfaatan kotoran sapi masih belum optimal. Tujuan Membuat alat penghasil gas metan yang dapat menghasilkan nyala api yang biru. Seiring dengan pemberian water trap diduga gas metan yang keluar dari digester akan warna api biru karena biogas yang masih mengandung uap air terjebak di dalam water trap, gas metan yang sudah keluar dari water trap boleh dibilang hampir mendekati warna nyala api biru. Hasil penelitian dengan menggunakan water trap, nyala api yang dihasilkan memuaskan, dengan warna api kebiruan dan sedikit merah Water trap berfungsi dengan baik, air yang di dalam water trap bertambah karena uap air yang ada di gas metan diikat oleh air. Pengaruh water trap pada hasil menjebak uap air di dalam gas metan lebih efektif.
ANALISIS PERFORMANSI INTEGRASI HEAT RECOVERY PADA SISTEM PENGKONDISIAN DENGAN PENGATURAN DEBIT AIR MASUK Luh Putu Ike Midiani
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.339 KB)

Abstract

Telah banyak riset yang dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan panas buang dari sistem pengkondisian udara (AC) untuk pemanasan air. Pemanfaatan panas buang sistem AC dilakukan tanpa mengganggu fungsi dari sistem AC tersebut. Sistem AC dijaga agar tetap dapat bekerja secara simultan sehingga performansi sistem dapat meningkat. Dalam penelitian ini sebuah unit heat recovery diintegrasikan untuk memanfaatkan uap superheat dari kerja kompresi pada sistem AC. Unit heat recovery diuji performansi energi berdasarkan pengaturan debit air masuk heat recovery. Debit air masuk ke heat recovery akan mempengaruhi laju aliran massa dan laju aliran massa akan mempengaruhi jumlah panas yang dapat direcovery. Pengaturan debit air masuk heat recovery diperlukan untuk menjaga agar panas yang ditransfer ke air dan panas yang akan digunakan untuk kerja kondensor tetap seimbang, sehingga performansi dari sistem AC tetap dapat terjaga. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengaturan debit air masuk ke heat recovery akan mempengaruhi jumlah panas yang direcovery. Panas yang dapat direcovery meningkat sebanding dengan meningkatnya debit air masuk heat recovery. Peningkatan ini dapat berbanding lurus disebabkan hanya laju alir massa yang berpengaruh terhadap panas yang dapat direcovery, sedangkan cp dan ΔTHE adalah tetap.Selanjutnya pengaturan debit air masuk heat recovery melalui perhitungan ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan jumlah panas yang akan direcovery sehingga didapatkan COP yang terbaik.
PENERAPAN ERGON0MI PADA PROSES PEMBUATAN KOTAK ALAT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MAHASISWA PRAKTIK KERJA PELAT DI BENGKEL TEKNOLOGI MEKANIK POLITEKNIK NEGERI BALI I Nyoman Sutarna
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.004 KB)

Abstract

Ergonomi adalah ilmu, teknologi, dan seni untuk menyerasikan alat, cara kerja dilakukan pada kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan efisien sehingga tercapai produktivitas yang setinggi-tingginya. Proses pembuatan kotak alat dilakukan dengan bantuan mesin potong, mesin tekuk dengan peralatan tidak tertata. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa praktik kerja pelat. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui berapa besar perbedaan nilai rerata kinerja hasil kerja dari dua jenis perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen yaitu dengan pengamatan langsung pada mahasiswa melakukan proses pembuatan kotak alat. Data yang diperoleh dari evaluasi hasil kerja dianalisis dengan paired sample T-test dengan taraf signifikan p<0,005. Hasil analisis menunjukkan sebelum diperbaiki nilai rerata sebesar 74, sedangkan setelah diperbaiki nilai rerata sebesar 84, ada perbedaan nilai sebesar 4. Kesimpulannya dengan diperbaiki fasilitas kerja dapat meningkatkan kinerja. Disarankan untuk memenuhi fasilitas kerja dan memenuhi persyarakan kerja mahasiswa dalam melakukan praktik.
APLIKASI MIKROKONTROLER ATMEGA 2560 PADA LUP TERBUKA SEBAGAI KONTROL KECEPATAN MOTOR 1 PHASE I Ketut Darminta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.187 KB)

Abstract

Mengatur kecepatan motor listrik sangat diperlukan dalam berbagai industri, baik pada kelistrikan yang mendukung kepariwisataan seperti hotel, industri yang memproduksi tekstil, maupun instalasi gedung-gedung kantor baik pemerintah maupun swasta, begitu juga industri lainnya. Dengan aplikasi mikrokontroler untuk mengatur kecepatan motor 1 phase ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang cukup bermanfaat, karena dapat mengatur kecepatan motor 1 phase juga berati kita dapat melakukan penghematan penggunaan energi listrik. Dengan mengatur kecepatan motor dengan cara mengatur lebar pulsa modulasi (PWM) pada mikrokontroler akan memiliki kelebihan dari pada mengatur kecepatan motor dengan cara penguatan sinyal analog yang menggunakan komponen transistor sebagai komponen utamanya cendrung terjadi rugi daya yang menyebabkan transistor itu panas dan cepat rusak. Untuk mennggantikan penguatan sinyal analog inilah maka pengatur lebar pulsa modulasi ini lebih cocok untuk diterapkan. Dalam aplikasi ini output PWM mikrokontroler berupa tegangan DC digital yang lebar pulsa diatur maka diperlukan rangkaian driver sebagai pengendali motor 1 phase tersebut. Pada rangkaian pengendali memanfaatkan optocopler sebagai penerima output PWM yang memiliki nilai output linier pada saat mendapat input anatara 2 volt sampai 3 volt, akan diteruskan untuk mentriger thyristor yang terlebih dahulu keluaran optocopler disearahkan dengan dioda penyearah. Pada aplikasi ini pula dilengkapi pemasangan delapan buah LED untuk digunakan sebagai indicator bahwa PWM yang keluar berharga 100 % duty cycle dengan tanda semua LED akan menyala, begitu pula kalau PWM yang keluar 50 % duty cycle maka empat buah Led yang menyala, dan kalau PWM yang keluar 25% duty cycle maka 2 Led yang akan menyala.
Ergo-Physiology Decreases Work Postur Risk and LBP in Red Land Workers in Bosen Village, North Mollo Sub-District, South Central Timor District Jacob M Ratu
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 3 (2018): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.607 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i3.1128

Abstract

The work of digging red earth is one of the physical activities of lifting and carrying. The field conditions of work, the slope level of the land wall and work aids used are one of the reasons why workers work with a bent and twisted posture. Such an posture increases the risk of Low Back Pain (LBP). LBP can reduce work capacity and productivity and in the long time reduce the quality of health and life of workers. For this reason, ergo-physiological intervention is carried out with the aim of reducing the level of risk of work posture and LBP. This research is an experimental study using the same subject design involving 30 red earth digg workers in Bosen Village as the subject of the research. Ergo-physiological interventions are given in the form of improving work posture and physiotherapy training. Improvement of work posture is focused on activities, digging move, and carrying excavated material and lifting excavated material onto transport trucks. Physiotherapy training uses a modified William flexion exercise method. Measuring the level of risk of the work posture using the REBA method and the LBP level using the modified LBP Oswestry questionnaire, carried out before and after the intervention. Differences in data before and after the intervention were tested using different tests of paired t test for normal distributed data and Wilcoxon Sign Rank test for data that were not normally distributed, each using a significance level of 5%. The results showed a decrease in the risk level of work posture and LBP of red earth digger workers is of 3.37 (34.56%) and 1.24 (32.29%) respectively. It was concluded that ergo-physiological interventions effectively reduce the risk of work posture and the level of LBP of red earth digger workers.
PERANCANGAN ALAT UJI DETEKTOR EMISI GAS BUANG YANG DILENGKAPI DENGAN INTERFACE KOMUNIKASI USB I Wayan Arip Wibawa; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.176 KB)

Abstract

Penggunaan motor bensin menghasilkan polutan gas yang berbahaya, dampak dari penggunaan motorbensin. Hasil dari pembakaran kendaraan bermotor mengakibatkan pencemaran udara semakin meningkat. Gas CO,CO2, HC dan O2 adalah jenis gas yang sering dimonitoring oleh pendeteksi emisi gas buang, namun bentuk alat yangdigunakan tidak efisien karena tidak bisa digunakan secara portable.Pada proyek kerja dirancang sebuah alat yang mampu mendeteksi langsung emisi gas buang pada motorbensin menggunakan sensor MQ-4, MQ-7 dan MQ-135. Sensor tersebut menghasilkan output berupa tegangananalog yang akan dikonversi ke bentuk digital. Oleh sebab itu, sensor MQ dipakai sebagai dasar pembuatan alatpendeteksi.Output sensor yang berupa tegangan analog akan diteruskan ke rangkaian ADC untuk dikonversi ke dalambentuk digital. Data kemudian akan dilanjutkan ke rangkaian mikrokontroller ATMega328 yang kemudian akanditampilkan pada layar LCD dan melalui interface komunikasi USB bisa mendapatkan data emisi gas buang padakendaraan dan ditampilkan pada PC.