cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
FORMULASI LILIN AROMATERAPI BERAROMA MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.) ulvira ulvira; Malse Anggia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.54-61.2024

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan), dan  merupakan terapi yang di hasilkan oleh uap dari minyak atsiri yang di kemas menjadi produk lilin. Tujuan penelitian ini  adalah  mengetahui formulasi terbaik lilin aroma terapi berdasarkan penerimaan panelis dan  mengetahui pengaruh perbedaan persentase minyak sereh wangi terhadap sifat fisik terhadap lilin aromaterapi  yang di. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada lilin aroma terapi dengan formulasi 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10%. Pengamatan dari masing-masing perlakuan dianalisis dengan ANOVA dan menggunakan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%.  Lilin aromaterapi yang memiliki waktu leleh terlama adalah pada lilin aroma terapi dengan formulasi A yaitu  penambahan minyak sereh wangi  sebanyak  7% dan titik leleh lilin aroma terapi seluruh perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI 0386 –1989 – A / SII 0348 – 1980. Lilin aroma terapi yang paling jernih adalah lilin aroma terapi pada dengan penambahan minyak sereh wangi 6 %. Berdasarkan  penerimaan panelis terhadap lilin aromaterapi minyak serai wangi yang paling disukai adalah  lilin aroma terapi dengan pada formulasi A dengan penambahan  minyak sereh wangi sebanyak 6%.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN BUAH – BUAHAN DI KECAMATAN NGLUWAR KABUPATEN MAGELANG Rachmat Fajri Setyowibowo
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.249-258.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, mengetahui faktor pembatas dan mengetahui upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak, pepaya, nanas, melon dan semangka di Kecamatan Ngluwar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Mei 2023 di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah dan di Laboratorium Tanah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran, Kabupaten Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, analisis tanah dengan pengambilan sampel tanah di setiap wilayah uji dan uji laboratorium. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode matching menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Kecamatan Ngluwar memiliki kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marjinal (S3) pada wilayah II, III, IV, V, VII,VIII dan IX serta kelas tidak sesuai (N) pada wilayah I dan VI. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor pembatas pada wilayah dengan kelas kesesuaian lahan sesuai marjinal (S3) diantaranya dengan pemberian bahan organik sebanyak 15 ton/ha pada faktor pembatas drainase, pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit, serta biochar sebagai alternatif untuk meningkatkan C-organik, pembuatan saluran irigasi serta penanaman tanaman bertajuk untuk mengatasi curah hujan, dan menerapkan teknik konservasi dengan membuat teras gulud serta menanam tanaman penguat sebagai upaya perbaikan untuk kemiringan lereng. Faktor pembatas yang tidak dapat dilakukan upaya perbaikan yakni tekstur tanah.
FORMULASI PERMEN JELI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS Septy Handayani; Lirista Dyah Ayu Oktafiani; Abdul Azis Akbar; Azifa Nur Hasanah; Ginata Ayu Maulana
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.151-160.2023

Abstract

Kabupaten Jember merupakan daerah potensi kopi terbesar kedua di Jawa Timur dan salah satu kopi yang dibudidayakan yaitu Kopi Robusta. Bentuk diversifikasi produk kopi robusta diantaranya adalah pembuatan permen jeli. Permen jeli yang bertekstur lunak dan manis serta digemari oleh semua kalangan masyarakat dapat dijadikan sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes mellitus (DM). Namun, rasa manis dari gula (sukrosa) yang berlebih dapat memperparah penderita sehingga dibutuhkan pemanis pengganti yang aman bagi kesehatan, yaitu stevia. Stevia merupakan pemanis yang disarankan untuk penderita diabetes karena memiliki kalori yang rendah dan tidak memberikan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan permen jeli kopi robusta dengan formulasi yang tepat dan sesuai sebagai alternatif camilan bagi penderita DM. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental di laboratorium dengan variasi perlakuan stevia dan sukrosa (3:0, 2:1, 1:2, dan 0:3) yang akan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian pada uji organoleptik menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap warna dan rasa serta tidak terdapat perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma dan tekstur permen jeli kopi Robusta. Selain itu, secara keseluruhan ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis pada permen jeli kopi Robusta. Berdasarkan uji tekstur dan kadar gula didapatkan hasil tertinggi pada perbandingan konsentrasi ekstrak stevia dan sukrosa (0:3) yaitu berturut-turut sebesar 60,60 g dan 17,46%.
Analisis Perbandingan Indeks Kekeringan Meteorologis di DAS Sangatta, Kabupaten Kutai Timur Joko Suryanto STP.MSc
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.16-27.2024

Abstract

Kesiapan dan perencanaan penanggulangan bencana kekeringan dapat dilakukan dengan memantau kekeringan menggunakan indeks kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI), China Z Index (CZI), Modified China Z Index (MCZI), Z Score Index (ZSI) dengan membandingkan dengan indeks kekeringan Effective Drought Index (EDI). Indeks kekeringan dihitung menggunakan data curah hujan bulanan meliputi 4 stasiun hujan yang berada di wilayah DAS Sangatta periode 2012 - 2022. Pengujian konsistensi data curah hujan menggunakan metode kurva massa ganda, sedangkan pengujian homogenitas data menggunakan uji Buishand. Indeks kekeringan SPI, CZI, MCZI, dan ZSI dihitung pada skala 1, 3, 6 dan 12 bulan, sedangkan indeks EDI dihitung pada skala bulanan. Evaluasi indeks kekeringan dilakukan dengan membandingkan nilai indeks kekeringan dan kategori kekeringan dengan nilai indeks dan kategori kekeringan EDI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks SPI mempunyai korelasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks lainya dengan nilai rata-rata 0,79, dan nilai tertinggi pada SPI-6 sebesar 0.94. Semua indeks kekeringan pada skala waktu 1 bulan diperoleh nilai NSE < 0,50 yang masuk ke dalam kategori tidak layak. Indeks kekeringan SPI-6 mempunyai nilai kesesuaian kategori kekeringan tertinggi dengan indeks EDI yaitu 74,6%. Indeks kekekeringan SPI-6 disarankan digunakan untuk pemantauan kekeringan di DAS Sangatta karena memberikan akurasi status kekeringan yang paling akurat.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta C.) DENGAN METODE GROWING DEGREE DAYS Delvi Yanti; Nadiyatus Shalihah; Imelda Safitri; Rusnam Rusnam
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.185-209.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi kayu di Provinsi Sumatera Barat berbasis Growing Degree Days (GDD) secara spasial dan temporal. Parameter yang digunakan yaitu curah hujan, kelerengan, penggunaan lahan, tekstur tanah, dan pH tanah. Semua parameter dikelompokkan menjadi satu atribut dengan cara overlay menggunakan aplikasi ArcGIS, kemudian dilakukan pembandingan (matching) dengan syarat tumbuh tanaman ubi kayu untuk kesesuaian lahan, dan dilanjutkan dengan pemberian scoring. Analisis dilanjutkan dengan menentukan nilai Growing Degree Days (GDD) pada setiap titik pengamatan masing-masing skenario waktu tanam yang diolah menggunakan data suhu. Skenario waktu tanam yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 12 skenario waktu tanam. Hasil penelitian menunjukkan Provinsi Sumatera Barat memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman ubi kayu, kelas sangat sesuai (S1) seluas 879.921,97 Ha dan kelas sesuai (S2) seluas 1.437.152,41 (39,92%). Waktu tanam yang paling optimal untuk tanaman ubi kayu berdasarkan nilai GDD untuk wilayah Sumatera Barat yaitu pada bulan Oktober. Kabupaten Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan memiliki potensi yang tinggi untuk dilakukan pengembangan tanaman ubi kayu karena pada wilayah ini memiliki kecocokan pada lahan (sangat sesuai) S1 dan sesuai (S2) yang luas (> 200.000 ha), serta niai GDD wilayahnya sesuai dengan nilai GDD untuk ubi kayu.
PENGEMBANGAN ALAT PENGIRIS REBUNG (Dendrocalamus asper) SKALA RUMAH TANGGA Irriwad Putri; santosa santosa
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.62-73.2024

Abstract

Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan herba yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, di dalam family gramineae bambu termasuk tumbuhan yang pertumbuhannya sangat cepat dan tinggi, memiliki batang berbentuk menonjol yang dilihat dari permukaan dalam diameter penuh pada masa pertumbuhan selama sekitar tiga sampai empat bulan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun alat pengiris rebung, melakukan pengujian terhadap alat dan melakukan analisis ekonomi. Setelah dilakukan pengujian diperoleh kapasitas kerja alat yaitu sebesar 43,28 kg/jam. Berdasarkan beberapa kali percobaan terlihat beberapa variasi kapasitas kerja yang diperoleh. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran rebung khususnya ukuran antar ruas rebung. Perolehan kapasistas yang tinggi bergantung pada ukuran bagian ruas pada rebung yang kecil, dan ukuran batang rebung yang sesuai dengan ukuran tuas pendorong, sehingga waktu pengerjaannya cepat dan pengujiannya mudah dilakukan oleh operator. Sedangkan kapasitas kerja yang rendah disebabkan oleh kadar air yang tinggi, sehingga rebung yang diiris mudah rusak dan mengakibatkan proses pengerjaannya lama. Rebung yang digunakan pada penelitian memiliki kadar air sebesar 92,7 %. Hasil ketebalan dari irisan rebung adalah sebesar 2,69 cm. Nilai ini telah memenuhi standar ukuran pasar dimana ukuran ketebalannya tidak melebihi ukuran 3 cm. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan diperoleh biaya pokok untuk alat ini sebesar Rp 374,462/kg dengan titik impas sebesar 13.339, 5 kg/tahun.Kata kunci: rebung, alat pengiris rebung, analisa ekonomi alat
E-NOVEL PRODUKSI FILM PATI: KARAKTERISASI PRODUKSI FILM PATI DARI LIMA JENIS PATI BERBEDA Angelina Rezekinta; Anwar Kasim; Edi Syafri; Irawati Chaniago; Firman Ridwan
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.259-266.2023

Abstract

The process of producing starch film using the casting method required a significant amount of time to obtain the desired film product. Therefore, this study was conducted to reduce the production time required for the starch film. The study used five varieties of starch: bengkoang starch, talas starch, glutinous rice flour, wheat flour, and MOCAF flour. The process involved homogenizing the starch and glycerol mixture utilizing a stirrer, followed by heating using a microwave and a compression process to accelerate the evaporation of water in the starch film. For the final drying stage, samples that had gone through this process were dried using a cabinet dryer. The result showed that the developed method of starch film requires only 60 minutes of the time needed compared to conventional casting method, which usually takes 5-48 hours. Furthermore, it was observed that starch film production using glutinous rice flour resulted in the highest tensile strength.
RANCANG BANGUN SEPARATOR HASIL AKHIR PENYULINGAN SERAI WANGI MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC (HC-SR04) Azrifirwan Azrifirwan; irriwad putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.161-172.2023

Abstract

Minyak serai wangi, hasil penyulingan dari daun serai wangi, memiliki nilai ekonomis tinggi. Proses penyulingan dilakukan menggunakan alat suling yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti boiler, destilator, kondensor, dan separator. Setiap komponen memiliki peran penting dalam menghasilkan minyak serai wangi yang baik, mempengaruhi jumlah dan kualitas minyak yang dihasilkan serta waktu produksi. Dalam setiap komponen, separator jarang mendapatkan inovasi, baik dari segi desain maupun teknologi. Oleh karena itu, penelitian tentang "Rancang Bangun Separator Penyulingan Serai Wangi Menggunakan Sensor Ultrasonic (HC-SR04)" menjadi relevan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja separator yang dibuat dengan separator yang sudah ada. Pengamatan dilakukan terhadap lamanya waktu penyulingan, kapasitas penyulingan, rendemen penyulingan, waktu pemisahan, kapasitas pemisahan, persentase minyak yang dapat dipisahkan, persentase minyak yang tidak dapat dipisahkan, besar energi listrik yang digunakan, perhitungan debit pompa, serta analisis secara ekonomi. Separator yang dibuat berhasil meningkatkan kecepatan pemisahan dibandingkan dengan separator manual dan dapat memisahkan minyak sereh wangi secara otomatis rata-rata sebesar 68,5%. Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Penyulingan, Separator, Sensor Ultrasonic HC-SR04, 
DESAIN TUNGKU PENGERING MOBILE BERBAHAN BAKAR SERBUK GERGAJI Tamaria Panggabean; Tri Tunggal; Endo Argo Kuncoro
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.28-36.2024

Abstract

This research was motivated by the use of a fixed bed furnace. Fixed bed furnaces are less effective because their use is fixed.  The purpose of this research was to design a mobile drying furnace fueled by sawdust biomass.  This research uses an experimental method with 3 stages of design, namely design approach, functional design and structural design. The data obtained were analyzed descriptively. The result of this research is a mobile drying furnace designed consisting of a fuel feeder, fuel channel, hopper, combustion chamber and heat exchanger chamber, chimney and furnace outlet channel and channel after the fan that can function properly. Furnace testing was carried out using sawdust fuel. The resulting feed speed is 10.3 kg/hour, the capacity of the combustion chamber for sawdust is 3.4 kg, the average temperature in the fuel feeder is 40.41 °C, in the combustion chamber 414.57 °C, in the heat exchanger 79.80 °C, in the chimney 104.11 °C, in the furnace outlet channel 62.77 °C, in the channel after the fan 46.08 °C, the sawdust fuel consumption rate was 5.8 kg/hour and the furnace efficiency obtained in the study was 53.90%. The resulting hot air temperature can be used for drying grain.Key words:  design, efficiency furnace, mobile drying furnace, temperature
KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU SAPI MURNI DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR SELAMA PENYIMPANAN I Ketut - Budaraga
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.221-228.2023

Abstract

This study aims to determine the effect of storage time on the quality of pure cow's milk with the addition of liquid smoke. It is also to determine the physicochemical and organoleptic properties of pure cow's milk with different storage times. The research method used was a simple Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications. This study used pure cow's milk and purified cocoa shell liquid smoke. The results showed that the storage time of pure cow's milk added with liquid smoke which affected pH, mass, protein content, and organoleptic. The storage time of pure cow's milk added with liquid smoke at pH ranged from 4.17 - 6.45, mass 0.96 - 1.00, protein content 4.90 - 8.50 percent, and organoleptic gave an average value of taste 5.9 - 2.2, aroma 5.3-1.9, and color 6.1-2.3.