cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
EFEK SIKLUS FOTOPERIODE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BERAT BASAH SELADA ROMAINE (Lactuca Sativa Var. Longifolia) PADA SISTEM PFAL (PLANT FACTORY WITH ARTIFICIAL LIGHTS) Naufal Ilhamdi Rozaaq; Renny Eka Putri; Delvi Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.74-81.2024

Abstract

Plant factory with Artificial Lights (PFAL) merupakan tipe plant factory yang menggunakan LED (Light Emitting Diodes) sebagai sumber utama cahaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Beberapa penelitian terdahulu umumnya hanya terfokus pada analisis pengaruh perbedaan intensitas cahaya atau lama penyinaran LED terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada plant factory. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus fotoperiode terhadap pertumbuhan selada romaine yang ditanam pada sistem PFAL. Siklus fotoperiode yang diberikan pada penelitian ini perlakuan 1 (1 siklus, 14 jam terang/10 jam gelap), perlakuan 2 (2 siklus, 7 jam terang/5 jam gelap x 2) dan perlakuan 3 (4 siklus, 3,5 jam terang/2,5 jam gelap x 4). Siklus fotoperiode mempengaruhi pertumbuhan dan berat basah selada romaine, dimana perlakuan 1 dengan siklus fotoperiode yang lebih panjang memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi, panjang daun, lebar daun, jumlah daun dan berat basah masing-masing yaitu 21,46 cm, 17,69 cm, 9,72 cm, 12,73 helai dan 52,49 gram. Perlakuan 1 juga memberikan hasil rasio berat basah terhadap konsumsi energi listrik yang paling tinggi yaitu sebesar 28,05 gr/kWh sehingga perlakuan 1 lebih efisien dalam menghasilkan berat basah selada romaine per jumlah energi listrik yang digunakan dibandingkan dengan perlakuan 2 dan 3
Pengaruh Ketinggian Jatuh Terhadap Kerusakan Mekanis Buah Sawo (Achras zapota L.) Berdasarkan Parameter Mutu syafiyata asrarin nas; Andasuryani Andasuryani; Khandra Fahmy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.267-278.2023

Abstract

Buah sawo termasuk salah satu buah klimaterik dengan laju respirasi yang cepat sehingga rentan terhadap kerusakan mekanis terutama ketika proses grading, dimana buah sawo akan dijatuhkan dari ketinggian tertentu secara manual tanpa memperkirakan ketinggian yang tepat. Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian dari segi ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan mekanis pada buah sawo akibat penjatuhan saat grading berdasarkan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) sehingga dapat ditentukan ketinggian yang sesuai untuk buah sawo ketika proses grading nantinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen untuk pembuktian hipotesis melalui rangkaian data hasil pengamatan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) akibat pengaruh ketinggian penjatuhan. Ketinggian jatuh yang dipakai saat penelitian yaitu 0 cm (kontrol), 20 cm dan 40 cm yang dipilih dari hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisis ANOVA diperoleh hasil penelitian bahwa perlakuan ketinggian jatuh mempengaruhi perubahan parameter mutu buah sawo yang ditunjukkan dengan nilai sig < 1% dan nilai R square > 0,7 untuk masing-masing parameter mutu dengan kesimpulan akhir bahwa ketinggian saat grading yang sesuai untuk buah sawo yaitu maksimal 20 cm.Kata kunci— Buah sawo, grading, kerusakan mekanis, parameter mutu.
PENGARUH DOSIS PUPUK KALIUM DAN KOSENTRASI PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) Sukma Nurdinah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.82-91.2024

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian dosis kalium dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi hasil ubi jalar. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 4 sebanyak 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kalium terdiri dari 4 taraf, yaitu dosis 100 kg KCl ha-1 setara 60 kg K2O ha-1 (K1), 150 kg KCl ha-1 setara 90 kg K2O ha-1 (K2), 250 kg KCl ha-1 setara 150 kg K2O ha-1 (K3), dan 300 kg KCl ha-1 setara 180 kg K2O ha-1. Faktor kedua yaitu konsentrasi paklobutrazol 0 ppm (P0), 50 ppm (P1), 100 ppm (P2), dan 150 ppm (P3). Parameter penelitian berupa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, panjang umbi, bobot segar umbi, bobot segar umbi per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, dan indeks panen. Data dianalisis statistik dengan analisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, kemudian dilanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kalium berpengaruh nyata terhadap parameter diameter umbi. Paklobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan panjang tanaman dan diameter tanaman. Interaksi antara dosis pupuk kalium dan konsentrasi paklobutrazol berpengaruh nyata terhadap bobot segar umbi, bobot segar umbi per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, dan indeks panen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa paklobutrazol efektif menekan pertumbuhan panjang tanaman ubi jalar konsentrasi 50 ppm serta dosis pupuk kalium 150 kg KCl ha-1 dan konsentrasi paklobutrazol 50 ppm efisien untuk meningkatkan produksi ubi jalar.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ETILEN MENGGUNAKAN SENSOR WINSEN ZE11 - C2H4 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Khairunnisa Fitri; Khandra Fahmy; Andasuryani Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.129-137.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun alat deteksi etilen menggunakan sensor etilen Winsen ZE11 - C2H4 yang berbasis mikrokontroler arduino uno. Komponen alat yang dirancang terdiri dari chamber, sensor etilen, mikrokontroler arduino uno dan perangkat komputer. Rangkaian sensor ini dirancang agar mampu menampilkan nilai etilen secara realtime pada aplikasi PLX-DAQ di Microsoft Excel. Uji performa alat dilakukan menggunakan alpukat Tongar pada umur panen 150 hari, 180 hari, 210 hari dan 240 hari setelah bunga mekar. Alpukat Tongar termasuk buah klimaterik yang mengeluarkan etilen selama tahap pematangan. Etilen yang dihasilkan berupa senyawa berbentuk gas yang sulit dideteksi secara langsung oleh indera manusia karena tidak memiliki warna dan bau. Uji peforma alat menggunakan alpukat Tongar dilakukan selama 5 menit untuk setiap sampel yang digunakan. Berdasarkan hasil uji performa, rangkaian sensor ini terbukti mampu mendeteksi etilen pada alpukat Tongar. Konsentrasi etilen yang terdeteksi oleh rangkaian sensor menunjukkan variasi yang berbeda pada setiap umur panen. Pada umur panen yang lebih tinggi, konsentrasi etilen yang terdeteksi meningkat. Peningkatan konsentrasi etilen seiring bertambahnya umur panen menunjukkan efektivitas sensor ini dalam memonitoring etilen pada buah alpukat Tongar. Berdasarkan penelitian, alat yang dirancang ini berhasil mendeteksi etilen dan berpotensi diterapkan pada produk pertanian lainnya
KARAKTERISTIK ES KRIM SUSU SAPI DAN SUSU JAGUNG MANIS DENGAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA Yurnalis Yurnalis; Nurul Sa’adaturrifni; Rera Aga Salihat; Nika Rahma Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.92-101.2024

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan susu sapi dengan susu jagung manis dengan penambahan ekstrak kulit buah naga terhadap mutu es krim dan mengetahui berapa perbandingan susu sapi dengan susu jagung manis untuk menghasilkan es krim yang memenuhi syarat SNI. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan digunakan dalam penelitian ini. Uji ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 1% digunakan untuk menganalis data hasil pengamatan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbandingan susu sapi dan susu jagung manis (A=100:0, B=75:25, C=50:50, D=25:75, E=0:100). Dari hasil penelitian, perbandingan penambahan susu sapi dan susu jagung manis berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, total padatan, overrun, dan berpengaruh tidak nyata terhadap waktu leleh. Berdasarkan pemenuhan syarat mutu es krim SNI-01-3713-1995, sampel es krim dengan perbandingan susu sapi dan susu jagung manis pada perlakuan C sampai E memenuhi syarat, dengan kadar protein di atas 2,7% (25,69-34,86%), kadar lemak di atas 5% (9,86-14,35%), total padatan di atas 34% (38,01-47,05%), nilai overrun berada dalam skala rumah tangga 30-50% (43,21-50,04%).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEMPE SAGA (Adenanthera pavonine L) DENGAN BEBERAPA METODE PERLAKUAN PENDAHULUAN Alfi Asben; Saddam Husein Hasibuan; Deivy Andhika Permata
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.138-150.2024

Abstract

Saga (Adenanthera pavonine L) merupakan salah satu tanaman yang mudah dibudidayakan di daerah tropis dan memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama protein sebesar 48,2%. Namun pemanfaatannya dalam pengolahan makanan masih jarang karena adanya senyawa anti nutrisi seperti aroma langu yang tidak disukai konsumen. Pembuatan biji saga menjadi tempe diharapkan dapat meningkatkan daya terima saga. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh metode perlakuan pendahuluan yang berbeda terhadap karakteristik fisikokimia tempe saga dan menentukan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode MADM-SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode perlakuan pendahuluan yang berbeda. Perlakuan pendahuluan yang digunakan (A) blanching, (B) roasting, (C) perendaman dalam larutan NaHCO3, (D) pemanasan dengan oven dan (E) tanpa perlakuan pendahuluan dengan bahan baku kedelai sebagai kontrol.  Tempe yang telah dibuat dilakukan analisis meliputi kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, flavonoid, koliform, warna dan tekstur. Hasil penelitian dari beberapa metode perlakuan pendahuluan, perlakuan terbaik dengan menggunakan uji statistik MADM-SAW diperoleh perlakuan perendaman dalam larutan NaHCO3 dilihat dari nilai kandungan protein tempe saga sebesar 26,14%, air 62,47%, abu 1,16%, lemak 9,01%, serat kasar 2,56%, flavonoid 23,83 mgEQ/g dan koliform 4,53 APM/g dan sudah memenuhi standart SNI 3144-2015.
PENGEMBANGAN ALAT PENAKAR BIJI-BIJIAN OTOMATIS UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PENGEMASAN Renny Eka Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.102-113.2024

Abstract

Biji-bijian merupakan komoditi yang sangat banyak beredar dipasaran seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah, beras, ketan. Pengemasan pada industri biji-bijian skala rumahan masih menggunakan cara manual. Penggunaan timbangan secara manual dengan kontak fisik secara langsung menyebabkan kurang terjaganya kehigienisan dari biji-bijian. Peningkatan produktivitas dalam pengemasan biji-bijian ke konsumen sangat diperlukan dengan teknologi pertanian. Hal ini tentu dapat mempengaruhi efektifitas kerja, dan kurang praktisnya saat  bekerja. Tujuan penelitian ini ialah merancang alat penimbangan berat otomatis untuk biji-bijian dengan Arduino yang dapat di kontrol jumlah keluaran berat biji-bijian dengan keyped 4x4 yang memberikan akurasi lebih tepat dari cara konvensional. Pembuatan prototipe terdiri dari hopper, pintu hopper, timbangan load cell, kotak mikrokontroler yang dibuat berdasarkan konsep desain. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu biji kacang hijau, biji jagung, biji kedelai. Kadar air biji kacang hijau 12,6% - 12,9%, jagung11,2% - 11,6%, kedelai 9,9% - 10,3%. Dari uji coba yang telah dilakukan menunjukan alat 4 kali lebih cepat dibandingkan penimbangan dengan dengan cara konvensional. Laju grain flow kacang hijau 97,05 gram/detik, jagung 58,58 gram/detik, kedelai 61,39 gram/detik. Pada penimbang berat yang lebih besar memiliki error yang lebih kecil. Alat ini didesain dengan mempertimbangkan kecepatan dan ketelitian, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam pengemasan. Selain itu, kemampuan adaptabilitasnya memungkinkan penanganan berbagai jenis biji-bijian.
OKSIDASI VIRGIN COCONUT OIL TERKEMAS OLEH PAPARAN SINAR UV SECARA KONTINYU Kurniawan Yuniarto; Alfi Mawadah; Halimatul Ulfa Ru&#039;ya&#039;; Mi&#039;raj Fuadi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.114-121.2024

Abstract

Oksidasi minyak terjadi oleh beberapa faktor seperti sifat alami minyak dengan asam lemak penyusunnya, tipe oksigen, suhu, nilai aktivitas air, cahaya, ion logam, bahan tambahan dan kondisi penyimpanan. Fotooksidasi vigin coconut oil (VCO) dipelajari sebagai faktor cahaya dengan menggunakan paparan sinar UV panjang gelombang 256 nm. VCO terkemas di dalam botol gelap dan botol bening mendapatkan iradiasi kontinyu selama 240 jam dengan daya lampu 40 W dan 60 W. Hasil observasi parameter oksidasi, botol gelap dan daya lampu lebih rendah dapat memperlambat aktivitas oksidasi VCO. Nilai asam lemak bebas meningkat dari 0,13% menjadi 0,26%; bilangan peroksida sedikit meningkat dari 1,31 mg eq/kg menjadi 1,40 meq/kg. Nilai asam tiobarbiturat (TBA) meningkat secara logaritmik pada periode penyimpanan hari ketiga dan konstan pada pemaparan hari berikutnya sampai hari kesepuluh dimana TBA naik dari 0,15 mg mol/kg menjadi 0,53 mg mol/kg. Paparan UV 256 nm dapat menyebabkan potensi oksidasi VCO setelah 1128 jam pada kemasan botol bening dan 1740 jam terkemas botol gelap
LIFE CYCLE COSTING EKSTRAKSI MINYAK GAHARU DENGAN METODE MASERASI BERBANTU MICROWAVE DAN ULTRASONIK Hendra Saputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.122-128.2024

Abstract

Ekstraksi minyak gaharu merupakan proses penting dalam industri gaharu. Penelitian ini telah mengeksplorasi teknik inovatif seperti maserasi dengan bantuan ultrasonik dan microwave untuk meningkatkan rendemen hasil ekstraksi minyak gaharu. tujuan penelitian ini yaitu mengetahui metode yang dapat meningkatkan rendemen serta menghitung efisiensi waktu dan biaya dengan menghitung biaya siklus hidup (life cycle costing) ekstaksi minyak gaharu. Hasil ekstraksi memperoleh rendemen tertinggi yaitu dengan menggunakan metode kombinasi maserasi berbantu microwave selama 3 menit dan maserasi berbantu ultrasonic selama 60 menit dengan hasil rendemen sebesar 0,148%, kemudian di konversi dalam waktu 24 jam dapat menghasilkan ekstrak minyak gaharu sebanyak 18 gram dengan tambahan biaya sebanyak Rp13.037. Selanjutnya limbah cair yang terbuang dalam proses ekstraksi minyak gaharu yaitu 26 ml. Maserasi pelarut menggunakan microwave menghasilkan rendemen minyak gaharu sebanyak 0,096% dengan tambahan biaya yang lebih murah yaitu sebanyak Rp3.190, dalam waktu ekstraksi 24 jam menghasilkan ekstrak sebanyak 12 gram. Maka dapat disimpulkan metode maserasi berbantu microwave lebih efektif dibandingkan dengan maserasi ultasonik dan maserasi suhu ruang dalam menghasilkan rendemen minyak gaharu dan lebih efisien terhadap waktu dan biaya.Kata Kunci: Gaharu, Life Cycle Costing, Microwave, Ultrasonic
MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN OTOMATISASI SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens A) Endang Purnama Dewi; Joko Sumarsono; Sirajuddin Haji Abdullah; Asih Priyati; Wenny Amaliah; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Gagassage Nanaluih De Side
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.162-172.2024

Abstract

Seledri atau Apium graveolens sudah sangat dikenal pemanfaatannya oleh masyarakat luas. Daun tanaman tersebut dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyedap. Selain itu, ekstrak minyak seledri juga dapat digunakan sebagai obat.Penanaman seledri di areal lahan terbuka mengalami beberapa kendala diantaranya seledri merupakan varietas tanaman semusim yang sensitif terhadap kebutuhan air yang memiliki kondisi jenuh air dan kurang air. Pemberian air yang berlebihan atau kekurangan dapat membuat pertumbuhan tanaman seledri tidak optimal. Penerapan mikrokontroler pada sistem irigasi dapat memungkinkan dalam mengontrol pemberian air secara otomatis berdasarkan perintah yang diberikan. Selain masalah pemberian air, Perubahan iklim, suhu ekstrem, atau cuaca tidak stabil juga menjadi kendala tanaman seledri di lahan. Seledri lebih baik tumbuh pada suhu yang lebih sejuk, dan suhu ekstrem dapat mempengaruhi produksi tanaman. Pada lahan terbuka modifikasi iklim mikro dilakukan dengan memberikan mulsa sebagai penutup permukaan lahan sehingga mampu memberikan karakteristik yang berbeda terhadap unsur-unsur iklim mikro, yang meliputi, kelengasan tanah, suhu tanah, serta suhu dan kelembapan udara. Penelitian ini menunjukkan bahwa otomatisasi irigasi tetes dapat berfungsi dengan baik. Alat ini mampu membaca suhu udara (°C), kelembapan udara (%), dan suhu tanah (°C) menggunakan sensor SHT10 dan DS18b20. Data hasil pembacaan sensor dan kondisi servo berhasil disimpan secara real time oleh data logger RTC DS3231 dalam format file .csv. Semua data dan aktivitas alat dapat dimonitor melalui MQTT Dashboard. Kelengasan tanah tertinggi terdapat pada tanah dengan menggunakan mulsa jerami yaitu sebesar 32% pada pukul 18:4:9 sore hari, Suhu tanah tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa pada pukul 12:00 di siang hari sebesar 33.5 oC, diikuti suhu tanah pada perlakuan mulsa plastik sebesar 32 oC dan suhu tanah pada perlakuan dengan mulsa jerami sebesar 29,6 oC. Suhu udara yang diperoleh pada penelitian adalah  25,93 ˚C dengan kelembapan 79,72 %. Dari hasil yang diperoleh di lapangan, seledri bisa tumbuh dengan optimal pada rentang suhu dan kelembapan tersebut.