cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
KAJIAN EDIBLE COATING PATI BIJI NANGKA TERHADAP MUTUBUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Ifmalinda, Ifmalinda; Anggraini, Ramah; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.173-182.2024

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu produk hortikultura yang dapat hidup di daerah tropis dan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Jambu biji adalah buah yang cepat mengalami kerusakan setelah panen, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang dapat mempertahankan mutu produk seperti dengan memberikan pelapis. Pelapis yang digunakan yaitu edible coating berbasis pati biji nangka. Pati biji nangka digunakan sebagai bahan edible coating karena mengandung pati yang cukup tinggi yaitu 83,97% dengan kandungan amilosa 21,82% dan amilopektin 62,15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menentukan konsentrasi terbaik pati biji nangka terhadap mutu buah jambu biji. Penelitian ini menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengap (RAL) dengan faktor yaitu konsentrasi pati biji nangka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating pati biji nangka mampu mempertahankan mutu buah jambu biji dengan lama penyimpanan 10 hari. Konsentrasi pati biji nangka 1,1% merupakan perlakuan terbaik. Nilai pengamatan yang diperoleh dari perlakuan terbaik yaitu susut bobot 1,5605, kadar air 84,547%, kekerasan 30,733 N/cm2, total padatan terlarut 7,133°Brix dan uji warna 111,503.
ANALISIS PENILAIAN KEBERLANJUTAN IRIGASI MENGGUNAKAN METODE AHP (Analitical Hierarcy Process) PADA DAERAH IRIGASI AIR DINGIN Pramana Illahi, Fajar Setyawan; Arlius, Feri; Rusnam, Rusnam
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.%p.2024

Abstract

Daerah Irigasi Air Dingin merupakan daerah irigasi yang berlokasi di Kota Padang. Konsep irigasi berkelanjutan merupakan sasaran dari perencanaan untuk penyelenggaraan kegiatan pembangunan kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai analisis dan gambaran mengenai kondisi terkini dari Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Air Dingin sesuai nilai skala prioritas penanganan untuk pengelolaan daerah irigasi kedepan berdasarkan aspek sosial, aspek ekonomi, aspek teknis dan aspek lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode AHP (Analitical Hierarcy Process). Metode AHP digunakan untuk menentukan dan menganalisis dari skala prioritas penanganan perencanaan keberlanjutan irigasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan kondisi 4 aspek dalam  penanganan menggunakan AHP pada daerah irigasi Air Dingin. Hasil penilaian yang telah dilakukan dengan melihat status dari empat aspek penilaian yang terdiri dari aspek sosial dengan nilai 18,82 %, aspek ekonomi dengan nilai 8,53%, aspek teknis dengan nilai 18,43 %, dan aspek lingkungan dengan nilai 25,05 %, dan  menunjukkan bahwa total nilai empat aspek yang dinyatakan diperoleh nilai keberlanjutan yaitu 70,84 % yang artinya Daerah Irigasi Air Dingin bisa dipertahankan sebagai daerah irigasi yang berkelanjutan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang, sehingga bisa digunakan dalam pengambilan suatu keputusan perencanaan dan pemerataan pembangunan kedepannya.
STUDI KANDUNGAN FITOKIMA PADA DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) SEBAGAI POTENSI SUMBER ANTIOKSIDAN Sandra Malin Sutan; Retno Damayanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.%p.2024

Abstract

Vernonia amydalina atau daun afrika memiliki kandungan fitokimia seperti klorofil, antosianin, karotenoid, dan flavonoid yang berperan penting dalam bidang pertanian, kesehatan, dan bahkan untuk industri. Flavonoid memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai antioksidan kuat yang berperan sebagai obat dari penyakit diabetes mellitus. Aktivitas biologis antosianin juga memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan, antihiperglikemia, dan juga aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil, flavonoid, antosianin, dan karotenoid pada daun afrika dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Metode pengambilan data flavonoid yaitu dengan ekstraksi etanol pro analysis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 415 nm. Dari klasifikasi pertumbuhan tanaman, didapatkan andungan pigmen klorofil meningkat seiring tingkat pertumbuhan daun afrika. Pada daun bagian bawah memiliki nilai total klorofil tertinggi, yaitu 0,2036 mg/g. Kandungan flavonoid, antosianin, dan karotenoid meningkat seiring dengan peningkatan klorofil pada daun. Nilai tertinggi terdapat pada daun bagian bawah dengan nilai rata-rata total untuk kandungan flavonoid sebesar 12,37 mgQE/g, antosianin sebesar 0,052 mg/g, dan karotenoid sebesar 0,0284 mg/g. Daun bagian bawah memiliki warna hijau yang lebih tua dibandingan dengan bagian atas dan tengah. Daun bagian bawah merupakan daun yang paling dewasa dan tumbuh diawal, sehingga kadar pigmen flavonoid, antosianin, dan karotenoid cukup besar di bagian ini.
PERUBAHAN KIMIA FISIKA DAN UKURAN GRANULA PATI TAPE UBIKAYU PASCA FERMENTASI Anwar Kasim; Deivy Andhika Permata; Sri Mutiar
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.151-161.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kimia fisika ubikayu setelah proses fermentasi lanjutan selama 10 hari selesai untuk memperoleh tape ubikayu. Perubahan yang diamati adalah perubahan berat kering, perubahan kadar pati, berat cairan, pH cairan, densitas cairan, kadar gula cairan, kadar amilosa, kadar amilopektin dan perubahan ukuran granula pati. Ukuran granula pati diharapkan  termasuk nano pati. Pengamatan terhadap parameter dilakukan sampai10 hari setelah fermentasi selesai untuk menghasilkan tape ubikayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat bahan kering, kandungan pati, pH, densiti , kadar gula, dan kadar amilosa sedang kadar amilopektin terlihat sedikit meningkat. Pada hari kesepuluh diperoleh berat bahan kering 25,94%, kadar pati 17,06%, berat cairan 74,06%, pH cairan 4,1, kadar gula cairan 24,2%, kadar amilosa 6,72% dan kadar amilopektin 93,28%. Khusus untuk ukuran granula pati akibat fermentasi sangat berkurang jauh dibandingkan dengan granula pati dimana pada hari kesepuluh pati hasil fermentasi lanjutan ubikayu hanya berukuran rata-rata 722,8 nm yang sudah tergolong partikel halus tapi belum nanopati. Perlakuan dengan homogenizer terhadap pati yang diperoleh dari hasil fermentasi dapat diperkecil ukuran granula patinya.
PEMANFAATAN HIDROSOL SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) SEBAGAI HAND SANITIZER GEL Triastuti, Desy; Destiana, Irna Dwi; Asih, Asih
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.23-32.2025

Abstract

Hidrosol serai dapur merupakan hasil samping dari proses penyulingan minyak atsiri serai dapur. Hidrosol serai dapur mengandung senyawa antibakteri yang dapat digunakan dalam pembuatan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan hidrosol serai dapur dan akuades terhadap karakteristik fisikokimia, daya hambat bakteri dan hedonik hand sanitizer gel. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima perlakuan perbandingan hidrosol serai dapur dan akuades yaitu P1 (0%:50%), P2(12,5%:37,5%), P3(25%:25%), P4(37,5%:12,5%), dan P5(50%:0), dengan tiga pengulangan. Parameter pengujian meliputi karakteristik fisikokimia (daya sebar, densitas, homogenitas, waktu kering, dan pH), daya hambat bakteri, dan hedonik (aroma, warna, dan tekstur). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, jika terdapat pengaruh berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil pengujian menunjukan berpengaruh nyata terhadap waktu kering dan pH dan tidak berpengaruh nyata pada daya sebar, densitas dan uji hedonik. Seluruh perlakuan menghasilkan gel yang tidak homogen terdapat butiran kasar pada semua perlakuan. Formulasi terbaik terdapat pada perlakuan P5 dengan daya hambat yaitu 22,55 mm, waktu kering yaitu 77,15 detik, daya sebar yaitu 5,96 cm dan nilai pH sebesar 6,95 telah memenuhi standar SNI.
PREDIKSI TINGKAT KEMATANGAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT BERBASIS SIFAT OPTIS Sinambela, Juli Arifiansyah; Cherie, Dinah; Andasuryani, Andasuryani; Makky, Muhammad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.33-40.2025

Abstract

Kelapa Sawit sebagai sumber utama minyak nabati yang memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Keberhasilan dari produksi minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh kualitas Tandan Buah Segar (TBS) yang akan diolah. TBS Sawit yang memiliki kualitas yang sesuai standar akan menghasilkan minyak sawit yang berkualitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas minyak sawit adalah penentuan tingkat kematangan TBS Sawit sebelum memasuki pengolahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kematangan TBS sawit saat grading pada loading ramp berdasarkan sifat optis TBS Sawit. Penentuan tingkat kematangan berdasarkan sifat optis saat grading dilakukan dengan menggunakan metode  k-means clustering. Penentuan berdasarkan sifat optis berupa nilai warna RGB dan HSV. Nilai RGB pada TBS sawit mentah didapatkan sebesar 82,790; 67,114 dan 62,530 sedangkan TBS sawit matang sebesar 131,381; 84,633 dan 72,137. Sedangkan nilai warna HSV pada TBS sawit mentah sebesar 68,118; 24,375 dan 32,516 dan TBS matang sebesar 25,583; 44,723 dan 51,522. Hasil yang diperoleh didapatkan seluruh komponen warna memiliki pengaruh terhadap penentuan kematangan TBS sawit. Hal ini dibuktikan dengan nilai sigfikansi kurang dari 0,05. Pengujian dari penentuan Tingkat kematangan TBS sawit menghasilkan akurasi 86 % dengan Tingkat kesalahan sebesar 14 %.
OPTIMASI PRODUKSI BIOETANOL DARI SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DENGAN VARIASI JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI Putri, Amelia; Permata, Deivy Andhika; Fiana, Risa Meutia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.%p.2025

Abstract

Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat dihasilkan dari biomassa limbah yang mengandung selulosa, seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Mengoptimalkan proses produksi bioetanol dari TKKS dapat menjadi solusi untuk pengelolaan limbah ini sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimasi proses produksi bioetanol dari TKKS dengan variasi jumlah ragi dan lama fermentasi. Pengoptimalan produksi bioetanol dilakukan dengan metode Response Surface Metodholgy (RSM). Pengamatan yang dilakukan meliputi rendemen bioetanol, kadar air bioetanol, densitas bioetanol dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah ragi dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik bioetanol yang dihasilkan. Jumlah ragi dan lama waktu optimum yang diperoleh, yaitu 8,800 g selama 9,668 hari. Karakteristik bioetanol yang dihasilkan pada kondisi optimum, yaitu rendemen 13%, kadar air 87%, densitas 0,986 g/ml, kadar etanol 9,984%.
SMART PACKAGING DARI LIMBAH CAIR TAHU (WHEY) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI INDIKATOR Putri, Desi Rahmadani; Permata, Deivy Andhika; Neswati, Neswati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.1-10.2025

Abstract

Kemasan pangan berfungsi untuk menjaga kualitas makanan dan memperpanjang umur simpan dari produk yang ada didalamnya. Fitur Kemasan pangan yang ada saat ini pada umumnya tidak dapat memberikan informasi yang akurat kepada konsumen mengenai kerusakan pangan. Kekurangan ini dapat diatasi dengan mengembangkan teknologi kemasan pintar (smart packaging). Smart packaging dapat dibuat dari polimer alami yang terbuat dari limbah cair tahu dengan penambahan antosianin alami yaitu ekstrak bunga telang sebagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ekstrak bunga telang sebagai indikator dalam produksi smart packaging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi ekstrak bunga telang sebagai indikator kemasan. Smart packaging yang terbentuk dilakukan pengamatan fisik, kimia, mekanik dan aplikasinya sebagai pengemasan tahu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanik label indikator. Perlakuan terbaik yaitu pada penambahan ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 7% dengan rata-rata nilai ketebalan 0,14 mm, daya serap air 23,20%, kekuatan tarik 0,13 MPa dan Nilai elongasi 15,85%. Smart packaging dalam bentuk film indikator yang dirancang mampu mendeteksi kerusakan pada tahu yang dikemas.
KEMUNDURAN KESEGARAN SELAMA PERKEMBANGAN CHILLING INJURY PADA PENYIMPANAN DINGIN BUAH TOMAT Zainal, Putri Wulandari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.41-47.2025

Abstract

Kesegaran merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kondisi produk segar seperti buah dan sayur mendekati kondisi setelah panen. Parameter yang paling sering digunakan untuk menilai kesegaran di tingkat distributor, pasar atau supermarket adalah warna, aroma, mengkilat, dan kekerasan. Akan tetapi variable lainnya seperti kebocoran ion yang disebabkan oleh kerusakan dingin belum menjadi perhatian saat ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemunduran kesegaran buah tomat berdasarkan perkembangan kerusakan dingin selama penyimpanan dingin. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa berdasarkan produksi CO2 dan perubahan warna, buah tomat yang disimpan pada suhu 2ºC tidak mengindikasikan terjadinya kemunduran kesegaran karena produksi CO2 yang rendah yaitu 0,2 di awal penyimpanan dan dapat dipertahankan menjadi rendah sekitar 0,5 mmol kg/jam hingga hari ke 27 penyimpanan. perubahan warna menunjukkan warna tidak berubah menjadi warna merah pekat di hari ke Sembilan. Berdasarkan kebocoran ion, kerusakan dingin telah terjadi yang ditandakan dengan persentase kobocoran ion yang tinggi pada hari ke-27.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN DENGAN FOOD DEHIDRATOR TERHADAP KADAR PROKSIMAT DAN TANIN TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persia americana Mill.) Novitasari, Rifni; Anggraini, Tuty; Hasbullah, Hasbullah; Hervani, Dini
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.11-22.2025

Abstract

Pada umumnya untuk memperoleh khasiat yang terdapat pada biji alpukat (Persea americana Mill) dilakukan dengan cara mengiris biji alpukat dan merebusnya. Air rebusan yang diperoleh dengan warna kecoklatan kemudian disaring dan air hasil penyaringan tersebut diminum sebagai obat dengan rasa pahit, dan sisa bijinya hanya memiliki daya simpan berkisar dua sampai 3 hari. Untuk mempertahankan nutrisi yang diinginkan, dan untuk menikmati biji alpukat dengan segala khasiatnya dalam bentuk yang berbeda dan tanpa rasa pahit, maka dilakukan pengolahan biji alpukat menjadi Tepung Biji Alpukat (TBA) dengan metode teknologi pengeringan. Metode eksperimen pengeringan dilakukan dengan menggunakan  food dehydrator dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan suhu pengeringan yaitu : 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC dengan 3 kali ulangan.  Variabel yang diamati adalah kadar  kadar proksimat dan tanin.  Analisa data dilakukan dengan mengunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).  Tujuan penelitian ini adalah  untuk menentukan suhu pengeringan yang tepat pada proses pembuatan TBA dengan menggunakan food dehydrator terhadap kualitas dari TBA yang dihasilkan.  Hasil pengeringan terbaik diperoleh dengan pengeringan menggunakan food dehydratord pada suhu 80oC dengan  karakteristik ; warna TBA agak kecoklatan, kadar air 5,12+0,41%, tanin 0,1900+0,0002%, kadar, protein 1,97+0,63%, lemak 2,88+0,17%, karbohidrat 87,47+0,46%, dan kadar abu 2,55+ 0,54%.