cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN INDEKS GLIKEMIK NASI PUTIH Sayuti, Kesuma
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.48-61.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut terhadap karakteristik dan indeks glikemik beras putih. Beras putih merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia dan diketahui memiliki indeks glikemik yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat mengubah karakteristik dan indeks glikemik beras putih adalah dengan penambahan tepung rumput laut. Desain penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dalam dua tahap: (1) Menentukan produk yang paling diterima secara organoleptik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (penambahan tepung rumput laut 1%, 2%, 3% dan 4%), yang dianalisis secara statistik menggunakan Analisis Varians (ANOVA); dan (2) Membandingkan produk dengan penambahan tepung rumput laut terbaik terhadap kontrol dari segi organoleptik, kimia, dan fisik menggunakan uji-t sampel independen, sedangkan data indeks glikemik disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian tahap 1, menunjukan perlakuan terbaik adalah perlakuan C (penambahan tepung rumput laut 3%). Penelitian tahap 2 menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat penerimaan secara organoleptik (p>0,05) antara kontrol dengan perlakuan terbaik. Sedangkan kadar air, abu, lemak, protein, dan serat lebih tinggi pada produk C dibandingkan dengan kontrol (p<0,05). Kadar guka total dan kadar karbohidrat lebih rendah dari control (p<0,05). Tepung rumput laut efektif menurunkan indeks glikemik beras putih, dimana nilai Indeks glikemik (IG) produk C adalah 42,17 dalam kategori rendah, sedangkan IG kontrol adalah 58,03 dalam kategori sedang
OPTIMASI PRODUKSI BIOETANOL DARI SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DENGAN VARIASI JUMLAH RAGI DAN LAMA FERMENTASI Putri, Amelia; Permata, Deivy Andhika; Fiana, Risa Meutia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.%p.2025

Abstract

Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat dihasilkan dari biomassa limbah yang mengandung selulosa, seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Mengoptimalkan proses produksi bioetanol dari TKKS dapat menjadi solusi untuk pengelolaan limbah ini sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimasi proses produksi bioetanol dari TKKS dengan variasi jumlah ragi dan lama fermentasi. Pengoptimalan produksi bioetanol dilakukan dengan metode Response Surface Metodholgy (RSM). Pengamatan yang dilakukan meliputi rendemen bioetanol, kadar air bioetanol, densitas bioetanol dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah ragi dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik bioetanol yang dihasilkan. Jumlah ragi dan lama waktu optimum yang diperoleh, yaitu 8,800 g selama 9,668 hari. Karakteristik bioetanol yang dihasilkan pada kondisi optimum, yaitu rendemen 13%, kadar air 87%, densitas 0,986 g/ml, kadar etanol 9,984%.
ANALISIS KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) DI EMPTY BUNCH MENGGUNAKAN ALAT BUNCH PRESS DI PT. PQRS Yardani, Jesi; Ulimaz, Almira; Astuti, Putri Widya
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.62-70.2025

Abstract

PKS PT. PQRS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit. Produk yang dihasilkan adalah Crude Palm Oil (CPO). Tujuan Penelitian ini adalah menguraikan proses pengolahan (CPO) dan menganalisa kehilangan minyak (Oil Losses) pada janjang kosong (Empty Bunch) dari hasil Bunch Press. Teknik pengumpulan data dilakukan seperti observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023, dengan hasil analisa check sheet terdapat persentase kehilangan minyak yang melewati standar perusahaan. Pada hasil analisa control chart terdapat kehilangan minyak paling tinggi yaitu 0,54% yang melewati dari standar perusahaan (0,25%) tetapi berada dalam batas kendali. Adapun faktor yang mempengaruhi kehilangan minyak tinggi yaitu pada faktor manusia, TBS dan mesin.
KEMUNDURAN KESEGARAN SELAMA PERKEMBANGAN CHILLING INJURY PADA PENYIMPANAN DINGIN BUAH TOMAT Zainal, Putri Wulandari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.41-47.2025

Abstract

Kesegaran merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kondisi produk segar seperti buah dan sayur mendekati kondisi setelah panen. Parameter yang paling sering digunakan untuk menilai kesegaran di tingkat distributor, pasar atau supermarket adalah warna, aroma, mengkilat, dan kekerasan. Akan tetapi variable lainnya seperti kebocoran ion yang disebabkan oleh kerusakan dingin belum menjadi perhatian saat ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemunduran kesegaran buah tomat berdasarkan perkembangan kerusakan dingin selama penyimpanan dingin. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa berdasarkan produksi CO2 dan perubahan warna, buah tomat yang disimpan pada suhu 2ºC tidak mengindikasikan terjadinya kemunduran kesegaran karena produksi CO2 yang rendah yaitu 0,2 di awal penyimpanan dan dapat dipertahankan menjadi rendah sekitar 0,5 mmol kg/jam hingga hari ke 27 penyimpanan. perubahan warna menunjukkan warna tidak berubah menjadi warna merah pekat di hari ke Sembilan. Berdasarkan kebocoran ion, kerusakan dingin telah terjadi yang ditandakan dengan persentase kobocoran ion yang tinggi pada hari ke-27.
Karakteristik Fisik Media Tanam dari Limbah Kerajinan Bambu dan Pelepah Aren dengan Pencampuran Cocopeat Sebagai Media Tanam Hidroponik Dewi, Endang Purnama; Amaliah, Wenny; Saputra, Oki
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.113-139.2025

Abstract

The growing medium should have good water-holding capacity as it is essential for root growth. Roots need water to absorb nutrients and oxygen from the growing medium. Too much water can cause the roots to rot, while too little water can cause the roots to dry and die. Plants also absorb nutrients from the growing media through water. It is important to know the physical characteristics of planting media from organic waste from bamboo crafts and aren fronds as hydroponic growing media. The addition of cocopeat as a component of growing media offers a number of significant advantages, this is because cocopeat has an exceptional ability to retain water, which is essential for maintaining consistent moisture around plant roots. In addition, the porous structure of cocopeat improves aeration, allowing oxygen to reach the roots and preventing root rot. The slightly acidic to neutral pH properties of cocopeat (pH 5.0-6.8) are also ideal for most plants, creating an environment conducive to nutrient absorption. The results obtained physical characteristics of bamboo craft waste and palm fronds by adding cocopeat as a hydroponic growing medium have water content, bulk density, porosity and water holding capacity (WHC) values respectively 81.81%, 0.189 gr/cm3, 74.6%, and 450% for bamboo craft waste and 102.34%, 0.176 gr/cm3, 68.7% and 622% for palm fronds. Based on these results, it can be concluded that bamboo craft waste and palm fronds with the addition of cocopeat have high water content and are good for plant growth.
WATER RESILIENCE ASSESSMENT DI HULU DAS BATANG ARAU: ANALISIS KESEIMBANGAN SUPPLY – DEMAND BERBASIS PEMODELAN SWAT Stiyanto, Eri -; Irsyad, Fadli; Rusnam, Rusnam; Saputra, Deni; Maharani, Salma Tri; Guchi, Febriani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.140-157.2025

Abstract

Perubahan iklim dan aktivitas antropogenik menyebabkan tekanan signifikan terhadap sumber daya air, mempengaruhi keseimbangan ketersediaan dan kebutuhan air di berbagai daerah aliran sungai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan sumber daya air (water resilience) di hulu DAS Batang Arau, Kota Padang dengan menggunakan pendekatan terpadu berbasis pemodelan hidrologi SWAT dan analisis Reliability, Resilience, Vulnerability (RRV). Metode penelitian meliputi: (1) karakterisasi morfometri DAS dengan menganalisis 19 parameter morfometri; (2) pemodelan SWAT dengan kalibrasi-validasi yang menghasilkan nilai performa bervariasi (R² = 0,54-0,97) dan sangat baik (NSE = 0,79-0,89); (3) analisis keseimbangan supply-demand; serta (4) evaluasi ketahanan air dengan pendekatan RRV. Hasil analisis morfometri menunjukkan DAS memiliki bentuk memanjang (Form Factor 0,25) dengan kerapatan drainase sedang (1,40 km/km²). Pemodelan SWAT menghasilkan debit andalan Q80 sebesar 1,51 m³/s yang masih mencukupi total kebutuhan air 0,63 m³/s (domestik 0,0234 m³/s; pertanian 0,4252 m³/s; industri 0,1811 m³/s), dengan Water Availability Ratio (WAR) 1,427. Analisis RRV menghasilkan Indeks Keberlanjutan DAS (IKDAS) sebesar 0,85 (sangat baik), didukung oleh keandalan tinggi (1,0), ketahanan baik (0,84) dengan tutupan hutan 87,9%, namun masih menghadapi kerentanan signifikan (0,65) terutama akibat tingkat erosi tinggi (385,6 ton/ha/tahun) dan area rawan banjir (34,63%). Rekomendasi pengelolaan meliputi teknik konservasi tanah-air, sistem peringatan dini banjir, perluasan zona riparian, dan penguatan kelembagaan pengelolaan kolaboratif untuk mengintegrasikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan RRV terbukti efektif untuk evaluasi komprehensif kondisi DAS dan perumusan prioritas intervensi strategis.
APLIKASI SISTEM AQUAPONIK DENGAN HIDROPONIK DFT PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Awalina, Rahmi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.%p.2025

Abstract

Akuaponik merupakan sistem budidaya terintegrasi yang mengombinasikan teknik hidroponik dengan budidaya ikan dalam ekosistem sirkulasi tertutup, di mana air limbah hasil metabolisme ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman. Berbeda dari hidroponik konvensional yang bergantung pada larutan AB mix, sistem ini menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga desain sistem hidroponik DFT berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.), yang dikenal bernilai ekonomis dan bergizi tinggi. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata antar model, di mana sistem piramida memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,4 cm, jumlah daun 8,6 helai, dan bobot segar 74,8 gram. Temuan ini menunjukkan bahwa desain sistem DFT berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman dalam sistem akuaponik.
ANALISIS PENGARUH DAUN GAMAL (Gliricida sepium) DAN DAUN PISANG PADA PROSES PERCEPATAN PEMATANGAN TERHADAP MUTU BUAH PISANG CAVENDISH (Musa acuminata Cavendish) Ifmalinda, Ifmalinda; Mutiara Helmi, Annisa; Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cavendish bananas have great potential and are widely cultivated and consumed by the community, both processed and raw. A good banana is a banana that is ripe while it is still on the tree, but many farmers pick the bananas when they are not ripe. The harvested fruit will ripen without ripening with uneven ripeness and the resulting color is not attractive, therefore ripening is carried out. The ripening materials used are gamal leaves and banana leaves because it contains ethylene which functions in the fruit ripening process and is free from chemicals. The purpose of this study was to determine and analyze the best type of ripening material for the quality of Cavendish Banana (Musa acuminata Cavendish). The method used was the Completely Randomized Design experimental method with 1 factor, namely the type of ripening material such as gamal leaves and banana leaves. The ratio of gamal leaves used was 30%, 40%, and 50%, while the ratio of banana leaves was 30%, 40%, and 50%. Based on the results of the study, the ripening material had a significant effect on the quality of Cavendish Bananas. The ratio of gamal leaves of 50% is the best ripening material for the quality of Cavendish Bananas with a weight loss value of 1.035%, hardness of 31.328 (N/cm2), total dissolved solids of 12.936°Brix, water content of 71.674%, color (light) of 22.661, and color (hue) of 37.934.
Perbandingan Metode-Metode dalam Pendugaan Evapotranspirasi Berbasis Radiasi Matahari Tjandra, M Agita; Fadila, Salsa Nur; Yanti, Nika Rahma
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine a method for estimating evapotranspiration (ET) using radiation-based methods to obtain evapotranspiration results that are close to the Penman Monteith (PM) method for the Cupak Tangah Village area, Pauh District, Padang City. This research was conducted using the Caprio, Droogers and Allen, Berti and McGuinness and Bordne methods as a comparison method to the PM method. The parameters used are weather parameters such as solar radiation, temperature, humidity, wind speed, barometric pressure and others. Based on the analysis carried out, it was found that the empirical method that approaches the Penman Monteith evapotranspiration value is the McGuinness and Bordne method with the regression equation y = 0.8601x and R2 = 0.9864. In order, the methods for estimating evapotranspiration from those that are close to those that are not close to the PM results are the McGuinness and Bordne, Caprio, Droogers and Allen, and Berti methods.
PEMILIHAN FREKUENSI ULTRASONIK YANG OPTIMAL UNTUK PERANCANGAN PROTOTIPE PENGUSIR HAMA TIKUS DI LAHAN SAWAH Ichniarsyah, Annisa Nur; Hauzan, M. Fazri; Erniati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang menyebabkan kerugian signifikan bagi petani di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulanginya, seperti cara mekanis dan biologis. Namun kinerjanya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemilihan frekuensi dalam rancang bangun prototipe alat pengusir hama tikus di lahan sawah menggunakan gelombang ultrasonik sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Sistem prototipe dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3 sebagai pusat kendali, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk deteksi gerakan, dan buzzer sebagai pemancar frekuensi ultrasonik. Pengujian dilakukan dengan variasi frekuensi 40, 50, dan 60 kHz dengan lama pemaparan 15 dan 30 menit untuk menilai pengaruhnya terhadap perilaku tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dua durasi pemaparan yang berbeda, frekuensi 50 kHz memberikan dampak paling signifikan terhadap perilaku tikus, yang ditunjukkan dengan respon kebingungan dan diam di tempat. Prototipe ini berhasil berfungsi sesuai dengan rancangan dan menunjukkan potensi sebagai solusi pengendalian hama tikus yang lebih aman. Penelitian ini diharapkan dapat membantu petani dalam menurunkan populasi tikus sawah serta mengurangi kerugian hasil panen.