cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24778370     EISSN : 24775916     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia is an-Opened Access journal and published twice a year every Maret and August. It publishes the research (no longer than 5 years after the draft proposed) in term of school counselling, career counselling, higher educational counselling. all finding in the scientific paper can be published in this journal.
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA PONTIANAK Tri Mega Ralasari S; Amelia Atika
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1, March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.851 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v4i1.844

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling berikut kelebihan dan kekurangan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar dan mendesain  penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar komprehensif di SMA Negeri Kota Pontianak. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Teknik analisis menggunakan tiga tahapan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi model program bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar SMA Negeri  Kota Pontianak Guru Bimbingan dan Konseling melakukan need assesment menggunakan instrumen DCM dan sosiometri saja sebatas penggumpulan data bukan analisis data; (2) Penyusunan program Bimbingan dan Konseling konseptual tentang bidang belajar berbantuan sistem informasi menajemen dapat melibatkan kepala sekolah untuk monitoring kinerja guru Bimbingan dan Konseling dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran dan wali kelas melakukan identifikasi masalah kesulitan belajar di kelas.
Pengaruh Fase Oral Terhadap Perkembangan Anak Yuanita Wardianti; Dian Mayasari
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.1 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v1i2.106

Abstract

Rumusan dalam makalah ini adalah: (1) Apakah pengertian perkembangan anak?, Apakah fase oral mempengaruhi perkembangan anak?. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengertian perkembangan anak serta mengetahui pengaruh fase oral terhadap perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil makalah menunjukkan: (1) perkembangan adalah proses kematangan seorang individu yang mengacu pada penyempurnaan fungsi sosial dan psikologis dalam diri seseorang dan berlangsung sepanjang hidup; (2) Ketidakpuasan pada masa oral dapat menimbulkan gejala regresi (kemunduran) dan gejala perasaan iri hati(cemburu) serta akan berdampak kurang baik bagi perkembangan kepribadian anak. Kepuasan yang berlebihan pada fase oral juga membentuk oral  incorporation personality pada masa dewasa.
FAKTOR – FAKTOR YANG MENGHAMBAT SISWA DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN INFORMASI KARIR DI SMP NEGERI 6 PALANGKA RAYA Dony Apriatama
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i2.735

Abstract

Layanan informasi merupakan salah satu dari beberapa kegiatan dalam rangka pelaksanaan program bimbingan di sekolah untuk membantu siswa mengenal lingkungannya yang di manfaatkan baik saat ini maupun dimasa yang akan datang. Tujuan Penelitian ini yaitu ingin mengetahui faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier di SMP Negeri 6 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu, suatu metode penelitian yang memusatkan pemecahan masalah-masalah yang digunakan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif pada situasi sekarang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat diketahui bahwa secara umum faktor-faktor penghambat siswa kelas VIII dalam memanfaatkan layanan informasi karier di SMP Negeri 6 Palangka Raya tahun ajaran 2016/2017 berada pada tingkat kategori Cukup dominan dengan persentase rata-rata 70,45%. Peneliti menyarankan Hendaknya digunakan sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam penyusunan program pendidikan selanjutnya untuk membantu faktor penghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier. Dapat sebagai masukan untuk mendukung guru bimbingan konseling dalam meningkatkan pemahaman dan peran guru bimbingan dalam memberikan bimbingan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier. Hendaknya selalu bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengatasi penyebab faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier.
Konseling Behavioral Dengan Teknik Self Management Untuk Membantu Kematangan Karir Siswa SMK Insan Suwanto
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.154 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v1i1.96

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), MTs, atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui setara SMP/MTs. SMK diharapkan bisa menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi pada kenyataannya pengangguran terbuka paling banyak dari SMK. Satu diantara tugas perkembangan remaja khususnya siswa SMK adalah tercapainya kematangan karir. Kematangan karir merupakan aspek yang perlu dimiliki siswa untuk menunjang karir dimasa depan. Kematangan karir yaitu sikap dan kompetensi yang berperan untuk pengambilan keputusan karir (B. Hasan, 2006). Siswa SMK dituntut agar dapat melakukan pemilihan karir secara tepat ketika ia dihadapkan dalam proses penjurusan untuk memilih pilihan karir tertentu. Salah satu upaya untuk membantu siswa SMK dalam menghadapi permasalahan kematangan karir yaitu melalui layanan konseling behavioral dengan teknik Self Management. Penulisan ini menggunakan metode kajian literatur, sehingga tujuannya adalah bagaimana konseling behavioral dengan teknik Self Management membantu siswa SMK dalam mengembangkan kematangan karirnya.
PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN KOMPETENSI KONSELOR PADA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING Tri Mega Ralasari S
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.965 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v2i2.257

Abstract

Tujuan penelitian pembelajaran dengan metode jigsaw pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang diarahkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling dengan mendasarkan pada kompetensi guru meliputi aspek kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogis. Namun, lebih menekankan pada standar kompetensi konselor yang menyatukan antara kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Langkah-langkah dalam penelitian merujuk pada metode penelitian dan pengembangan berdasarkan metode jigsaw dengan modifikasi tahapan dan nilai-nilai yang pada umumnya bercirikan kerja  kelompok  untuk  belajar  dan  partisipasi  dalam kelompok, dengan kegiatan sebagai berikut:listening, speaking-student untuk lebih menguasai kompetensi, kerjasama setiap anggota, refleksi, dan berfikir kreatif.  Dari penelitian diperoleh hasil, pembelajaran jigsaw dengan kompetensi konselor dapat disampaikan pada mahasiswa Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan aspek (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani, (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling.
FULLY HUMAN BEING PADA REMAJA SEBAGAI PENCAPAIAN PERKEMBANGAN IDENTITAS Nur Astuti Agustriyana; Insan Suwanto
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.7 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v2i1.244

Abstract

Tulisan bertujuan mengetahui keterkaitan antara fully human being dengan perkembangan identitas pada remaja. Pada artikel ini dijelaskan tentang tahapan perkembangan remaja, teori Gestalt terkait fully human being serta faktor-faktor yang mempengaruhi fully human being pada remaja.
IMPLEMENTASI LAYANAN INFORMASI TEKNIK ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT) TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET PESERTA DIDIK SMP NEGERI 2 METRO Karwono Karwono; Marliza Muchtar; Hadi Pranoto
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1, March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.735 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v4i1.795

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi layanan informasi teknik AT terhadap pemanfaatan internet peserta didik. Target tujuan jangka panjang setelah penelitian ini adalah membuat layanan informasi teknik AT tidak hanya terhadap pemanfaatan internet saja namun bisa perluas dengan permasalahan lain yang dapat diselesaikan dengan teknik AT dan layanan Informasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Action Research atau Penelitian Tindakan yang diterapkan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling dapat disebut PTL (Penelitian Tindakan Layanan). Subjek Penelitian kelas VIII F SMP Negeri 2 Metro. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi dan catatan lapangan. Teknik-teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi terus terang. Sedangkan teknik catatan lapangan untuk melihat kegiatan setiap siklusnya dan persentase kegiatan layanan klasikal berlangsung di kelas. Hasil implementasi layanan informasi teknik AT terhadap pemanfaatan internet tiap siklusnya terjadi meningkat dengan baik.
Pengaruh Penerapan Hukuman Terhadap Kemandirian Siswa Jerobeam A. Selan
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.156 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v1i1.102

Abstract

Siswa adalah subjek yang belajar atau siswa disebut pelajar. Pelajaran di berikan kepada siswa yang sedang mengikuti proses pendidikan. Siswa dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat sedangkan siswa dalam arti sempit adalah anak yang belajar di sekolah. Dikatakan pelajar karena mereka mengikuti pembelajaran dalam konteks pendidikan di sekolah, intinya bahwa hakekat seorang pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu. Berdasarkan gambaran di atas dapat diketahuii bahwa kemandirian siswa adalah suatu sikap dimana seorang siswa atau subjec yang belajar mengembangkan diri dengan melalui jalur dan jenjang pendidikan yang betujuan untuk membentuk kepribadian seseorang untuk dapat berdiri sendiri
MENINGKATKAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL MELALUI KONSELING TEMAN SEBAYA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SEGEDONG Hendrik Hendrik; Toni Elmansyah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.372 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i1.531

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pelaksanaan konseling teman sebaya, 2) mengetahui keefektifan konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Subjek uji coba terbatas terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling teman sebaya dapat meningkatkan keterampilan interpersonal melalui 4 tahapan yang lazim dilalui yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pre test 963 dan pada saat post test 1.084 atau meningkat 121 poin. Sehingga konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa terbukti efektif. Guru bimbingan dan konseling disarankan dapat menerapkan konseling teman sebaya secara kontinyu dan bekerja sama dalam melakukan pembinaan dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi konselor sebaya.
IDENTIFIKASI KECEMASAN MATEMATIKA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Sri Hartatik; Fifi Khoirul Fitriyah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.864 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v2i2.253

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kecemasan matematika pada mahasiswa calon guru sekolah dasar. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode expose facto. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mengacu pada standar deviasi dalam menentukan level kecemasan matematika. Hasil penelitian pada 146 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), diketahui sebanyak 32 mahasiswa (22%) berada pada level kecemasan matematika tingkat tinggi, dan 21 mahasiswa (14%) termasuk dalam kecemasan matematika tingkat rendah. Saran utama dari penelitian ini kepada peneliti selanjutnya adalah penting dirumuskan solusi atas permasalahan kecemasan matematika pada mahasiswa PGSD, mengingat mahasiswa PGSD adalah calon guru yang juga akan mengajarkan mata pelajaran matematika kepada murid-murid SD, sehingga harus terhindar dari masalah kecemasan matematika.

Page 3 of 12 | Total Record : 114