cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24778370     EISSN : 24775916     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia is an-Opened Access journal and published twice a year every Maret and August. It publishes the research (no longer than 5 years after the draft proposed) in term of school counselling, career counselling, higher educational counselling. all finding in the scientific paper can be published in this journal.
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF CONTROL UNTUK MEREDUKSI PERILAKU MENYONTEK SISWA SMP NEGERI DI KOTA SINGKAWANG Dian Mayasari; Iip Istirahayu
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.833 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i2.754

Abstract

Siswa yang duduk di bangku SMP merupakan siswa yang berada pada usia remaja. Usia dimana terjadi perubahan dalam aspek biologis, psikologis, dan sosial. Dalam menghadapi perubahan yang terjadi siswa harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi dan lingkungan yang ada. Akan tetapi tidak semua siswa dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan lingkungan. Ketidakmampuan siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan menyebabkan timbulnya perilaku bermasalah. Perilaku bermasalah yang dilakukan siswa pada saat proses pembelajaran salah satunya adalah perilaku menyontek. Perilaku menyontek bersifat destruktif dan apabila tidak ditangani akan berdampak pada munculnya masalah dalam belajar maupun kebiasaan siswa untuk menyontek. Mengingat akibat yang akan ditimbulkan dari perilaku menyontek tersebut, membawa pemikiran bahwa perilaku menyontek perlu diatasi agar siswa tidak mengalami akibat serius dari perilaku tersebut. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melalui bimbingan kelompok dengan teknik self control. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan model bimbingan kelompok dengan teknik self control untuk mereduksi perilaku bermasalah siswa SMP Negeri Di Kota Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri Di Kota Singkawang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, DCM, dan validasi ahli. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur kualitatif. Model bimbingan kelompok dengan teknik self control untuk mereduksi perilaku bermasalah tersusun atas 7 komponen: (1) Rasional; (2) Visi dan misi; (3) Tujuan; (4) Isi bimbingan kelompok; (5) Dukungan sistem yang teridiri dari: (a)  pengembangan program, (b) pengembangan staf, dan (c) penataan kebijakan, prosedural, dan petunjuk teknis; (6) Peran, fungsi dan kualifikasi konselor, serta (7) Tahapan bimbingan kelompok yang terdiri dari (a) tahap awal, (b) tahap peralihan, (c) tahap kegiatan, (d) tahap pengakhiran, serta (e) evaluasi dan tindak lanjut.
Pentingnya Kualitas Pribadi Konselor Dalam Konseling Untuk Membangun Hubungan Antar Konselor Dan Konseli Amallia Putri
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.429 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v1i1.99

Abstract

Sasaran sistem konseling adalah menyediakan kondisi dimana dapat menolong klien agar bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang  dan  bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat dan aplikasi berbagai prosedur konseling. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kualitas hubungan antar pribadi yang baik konselor dan klien. Konseling sebagai sebuah profesi yang digambarkan dengan tampilan konselornya. Konselor profesional merupakan figur yang dapat menampilkan dirinya sebagai teladan. Di antara kompetensi konselor, yang paling penting adalah kualitas pribadi konselor  karena konselor sebagai pribadi harus mampu menampilkan jati dirinya secara utuh, tepat, dan berarti, serta membangun hubungan interpersonal  yang baik sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan. Pribadi konselor merupakan ‘instrumen’ yang menentukan hasil positif dalam proses konseling, sebab inti dari proses terapeutik dalam konseling yaitu hubungan yang dibangun antara konselor dan konseli. Sehingga kualitas pribadi konselor merupakan hal yang esensial bagi konselor untuk mencapai tujuan dalam proses konseling.
PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID PENGENALAN RAGAM PROFESI BERDASARKAN RUMPUN ILMU TERAPAN Khilda Wulidatin Noor; Dede Rahmat Hidayat; Wirda Hanim
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.925

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan aplikasi android pengenalan ragam profesi yang dapat dikenalkan dengan mengelompokkan profesi berdasarkan rumpun ilmu terapan yang ada di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 10 ayat (2) yang berbunyi: “....(a) rumpun ilmu agama; (b) rumpun ilmu humaniora; (c) rumpun ilmu sosial; (d) rumpun ilmu alam; (e) rumpun ilmu formal; dan (f) rumpun ilmu terapan, dengan aplikasi android. Ragam profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluargannya dimana profesi tersebut diatur oleh etika profesi dimana etika profesi tersebut hanya berlaku sesama profesi tersebut. Selain itu pengenalan ragam profesi sejak usia Sekolah Dasar merupakan pilihan strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan, ragam profesi sangat dibutuhkan oleh siswa sejak usia Sekolah Dasar, sebagai referensi cita-cita. Mengikuti perkembangan zaman, pengenalan ragam profesi dapat diterapkan dalam teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development, yang mengembangkan aplikasi android berdasarkan rumpun ilmu terapan.  Hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini berupa produk-produk yaitu berupa permainan si-onet ragam profesi, dalam bidang karir. Jenis permainan arcade puzzle berbentuk 3 dimensi yang mempunyai konsep sederhana namun tetap menarik untuk dimainkan. Diharapkan agar siswa dapat mengenal dan memilih gambaran terkait kehidupan yang akan datang.
PENGEMBANGAN APLIKASI EVALUASI PROSES LAYANAN DASAR (APPRODA) BERBASIS WEBSITE Firmansyah Firmansyah; RA Murti Kusuma; Aip Badrudjaman
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.333 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.892

Abstract

Upaya meningkatkan profesialisme guru, konselor perlu melaksanakan evaluasi untuk memperoleh penyelenggaraan layanan dasar sesuai dengan harapan siswa serta berkualitas. Pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling melalui kegiatan layanan dasar dijadikan konselor sebagai pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Namun dalam upaya tersebut, pelaksanaan evaluasi belum dilaksanakan dengan baik dengan angka kesuksesannya sebesar 18,75% dan hanya 49,62% yang melaksanakan evaluasi proses. Melihat dari kecilnya angka kesuksesan dan pelaksanaan evaluasi proses, maka perlu diketahui masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar. Berdasarkan observasi dan studi kebutuhan yang melibatkan guru BK SMA Negeri 43 Jakarta sebanyak 14 guru diketahui bahwa guru BK belum sepenuhnya melakukan karena keterbatasan waktu, rasio guru BK dengan siswa yang tidak ideal serta kekurang pahaman dalam mengevaluasi proses layanan dasar bimbingan dan konseling. Dengan ditemukannya permasalahan tersebut, perancangan sebuah alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh guru BK. Perancangan alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar menggunakan aplikasi berbasis website dengan jaringan aktif (online) bernama Aplikasi Evaluasi Proses Layanan Dasar (APPRODA). Berdasarkan hasil validasi ahli media dan materi, APPRODA masuk dalam kategori sangat layak dan layak dengan didapat nilai presentase sebesar 92,94%  dan 71,42% sehingga APPRODA telah memiliki kesesuaian dengan materi dan media yang baik dan dapat diuji coba pada pengguna. Dalam uji coba, APPRODA melibatkan tenaga pendidik (guru BK) dengan hasil presentase sebesar 97,25% sehingga APPRODA dikategorikan sangat membantu dalam evaluasi proses layanan dasar.
Efektivitas Teknik Sosiodrama melalui Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa Maria Ulfa; Wa Ode Husniah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.648 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.1155

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasarwajo. Pendekatan penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Penentuan sampel melalui teknik sampling purpossive dengan jumlah sampel 8 siswa. Berdasarkan hasil uji penelitian, tingkat penyesuaian sosial siswa setelah diberikan teknik sosiodrama melalui layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat pada perubahan peningkatan skor penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment/perlakuan pretest dan posttest sebesar 237 atau 11.8%. Diperkuat dengan hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon dengan masing-masing pretest posttest yang menunjukkan nilai hitung sebesar 0.012, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan penyesuaian sosial pada siswa.
Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Patriana Patriana
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.07 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah, memperoleh gambaran kondisi kepercayaan diri siswa, menghasilkan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah masih belum optimal karena masih belum menggunakan pendekatan atau teknik-teknik yang khusus membahas peningkatan kepercayaan diri. Gambaran kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, oleh sebab itu perlu ditingkatkan. Dalam penelitian ini juga menghasilkan sebuah model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, yang terdiri dari 6 komponen, yakni rasional, visi dan misi, konsep kunci, isi model, kualifikasi konselor dan tahapan bimbingan kelompok. Selain itu, hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa terbukti efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini ditunjukkan denganhasil uji wilcoxon dari perhitungan skala kepercayaan diri pada skor total siswa sebelum diberi perlakuan (pre test) dan setelah diberi perlakuan (post test) diperoleh nilai probabilitas dibawah 0,05 (0,006<0,05). Disarankan kepada guru bimbingan dan konseling untuk selalu meningkatkan kompetensi sebagai praktisi BK, dan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat dijadikan salah satu model layanan dalam membantu siswa meningkatkan kepercayaan dirinya.
Model Empathy Training berbantuan Teknik Biblioterapi untuk Calon Konselor Dwi Sri Rahayu; Chaterina Yeni Susilaningsih
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.676 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.1218

Abstract

Pentingnya empati untuk konselor tidak diragukan lagi. Sehingga calon konselor perlu dibekali keterampilan empati. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana profil empati calon konselor?, (2) bagaimana pelaksanaan empathy training untuk calon konselor?, (3) bagaimana keefektifan model empathy training berbantuan teknik bibliotherapy untuk calon konselor?. Tujuan dilaksanakannya penelitian in iadalah (1) mendeskripsikan profil calon konselor dalam aspek empati, (2) mendeskripsikan pelaksanaan empathy training yang diberikan kepada calon konselor, (3) mendeskripsikan keefetktifan model empathy training berbantuan teknik bibliotherapy untuk calon konselor. Metode  dalam penelitian ini adalah R&D yang dimodifikasi hanya sampai 6 langkah. Sampel terdiri dari 27 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) profil empati calon konselor sebelum diberi treatment adalah 5 mahasiswa berada pada kategori sedang, 19 mahasiswa dengan kategori rendah, dan 3 mahasiswa lainnya berada pada kategori sangat rendah, (2) pelaksanaan empathy training berbantuan teknik biblioterapi dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu identifikasi, pemilihan referensi, presentasi dan tindak lanjut, (3) model empathy training berbantuan teknik biblioterapi efektif untuk meningkatkan empati calon konselor. Hal ini diketahui dari hasil uji statistik paired sample t test yang memperoleh hasil taraf siginifikansi = 0 <  maka H0 ditolak. Jadi rata-rata nilai posttest lebih baik dari pada pretest. Data pre  tes menunjukan 19% mahasiswa dengan kategori sedang, 70% dengan kategori rendah, dan 11% nya menempati kategori sangat rendah. Sementara data hasil posttest menunjukan bahwa terdapat 98% mahasiswa berada pada kategori tinggi dan 2% berada pada kategori sedang.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMKN 5 SINGKAWANG Bayu Sentana; Slamat Fitriyadi; Dian Mayasari
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.156 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v0i0.582

Abstract

Perilaku agresif merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang dimaksudkan untuk menyakiti, melukai, dan merugikan orang lain baik individu maupun kelompok dengan niat atau kesengajaan baik secara verbal maupun nonverbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan faktor penyebab siswa berperilaku agresif di SMKN 5 Singkawang, (2) mendeskripsikan peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMKN 5 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini mengenai peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMK N 5 Singkawang dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor penyebab siswa berperilaku agresif verbal adalah karena konflik antar siswa, konflik antar kelas, perbedaan pendapat, dan bosan di kelas, serta cara mengajar guru yang unik dan faktor penyebab siswa berperilaku agresif nonverbal adalah karena Frustasi, masalah dalam keluarga, nilai yang tidak tuntas, stres karena beban pelajaran dan peringkat yang turun. (2) Peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif verbal adalah dengan menyelidiki permasalahan siswa tersebut, melakukan pemanggilan, menjadi mediator antar siswa dan memberikan pengarahan tentang dampak negatif dan kerugian akibat perilaku agresifnya tersebut dan peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif nonverbal adalah dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa, mencari tau permasalahannya, bekerja sama dengan Wali Kelas, melakukan pemanggilan terhadap orang tua atau wali, dan melakukan kunjungan ke rumah siswa (home visit) untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI SISWA: SEBUAH STUDI PUSTAKA Heru Hermawan; Gantina Komalasari; Wirda Hanim
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri secara utuh meliputi: 1) pengertian harga diri, 2) komponen layanan bimbingan dan konseling, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri rendah, 4) upaya meningkatkan harga diri, 5) strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri.
ANALISIS KINERJA KOMPETENSI PRIBADI DOSEN PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP ULM Sulistiyana Sulistiyana; Muhammad Andri Setiawan; Maretha Dwi Dwi Yani
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.59 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.1148

Abstract

Kompetensi Dosen terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penilaian keempat kompetensi tersebut dilakukan dengan mendeskripsikan persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling berdasarkan kompetensi kepribadian, dengan responden mahasiswa aktif. Secara metodologis, penelitian ini didasarkan pada penelitian analisis deskriptif metode survei sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis kinerja dosen kompetensi pribadi dosen. Adapun jumlah dosen tetap yang dinilai ada 9 orang dan sebagai responden terdapat 346 orang mahasiswa aktif dari rentang angkatan 2012-2018. Hasil penelitian menunjukkan menjadi contoh dalam bersikap berperilaku menempati peringkat utama disusul dengan kewibawaan sebagai pribadi dan terakhir adil dalam memperlakukan mahasiswa. Meskipun tingkat pilihan yang berarti sangat rendah tidak besar, tetap saja perlu mendapat perhatian bersama yakni terutama pada poin kearifan dalam mengambil keputusan. Disarankan agar pimpinan fakultas dapat mengembangkan program yang bertajuk pada pengembangan pelatihana manajemen kepribadian.

Page 5 of 12 | Total Record : 114